BAB 10 (Revisi)

Suara suara itu semakin kencang. Carya mengintip di balik pintu kamarnya dan melihat barang barang di depan sudah pecah berantakan.

Dia melihat ada cambuk yang ujungnya runcing itu selalu mengayun kemana pun dan memecahkan apapun yang terkena pukulan kepala cambuk tersebut.

Carya Cullen semakin waspada..membuat wanita cantik di sampingnya itu sudah mengerti apa yang terjadi. Dia pun bersikap waspada. Dan mengambil ancang ancang untuk menyerang dan bertahan jika ada serangan dadakan.

Kesadaran kedua muda mudi yang kembali terlempar ke masa kini itu pun membuat keduanya semakin merasa situasi itu seperti yang pernah mereka lalui dulu sekali.

Sejak Kimi adalah Everloth sang prajurit wanita tangguh dan setia tangan kanan sang Jendral Abadi Horace Ghaaziy ( Prajurit tak terkalahkan) di masa silam.

Perjalanan waktu dan kehidupan baru di masa kini yang mereka alami ini kembali membuat mereka sedikit mengenang apa saja yang dulu mereka gunakan untuk melawan dan menang.

" Eve bukankah itu adalah kelompok cambuk api? Apakah mereka juga melintasi waktu seperti kita hingga tiba di sini bersama kita?"

" Gha ... mereka adalah kelompok yang tangguh berhati hatilah. Kekuatan kita belum kembali dan belum pulih karena melintasi waktu yang kita sendiri tidak tahu kapan itu terjadi. Seakan semua itu bercampur aduk dan buat aku pusing jika memikirkan semua ini. "

" Sama. Aku pun demikian. Tapi kita tidak bisa melawan mereka kali ini. Kita harus pergi dan bersembunyi dulu Eve "

" Bawa semua benda berharga Tuanku. Kita segera keluar dari sini lewat belakang tuanku."

" Eve kok tuanku lagi?"

" Keadaan ini di Medan pertarungan bukan waktu pribadi kita lagi. Jadi seharusnyalah hamba memanggil anda sebagai tuan hamba. Karena anda yang akan memikirkan strategi perangnya kali ini."

" Hah baiklah terserah kamu saja. Yang pasti kita harus pergi lagi dari sini."

Keduanya mengambil semua barang barang penting dan berharga yang harus mereka bawa kemana saja.

Walaupun jaman sudah berbeda. Tapi mereka bagaikan pejuang pejuang yang sudah terbiasa di Medan pertempuran bisa membaca situasi saat itu.

Eve menyetujui rencana Ghaaziy akhirnya keduanya pun mengendap endap Keluar dari belakang dan langsung bersembunyi di perkebunan yang ada di halaman belakang rumah sewaan mereka itu di desa tersebut.

Keduanya berlari lari meninggalkan rumah kontrakan mereka tanpa bisa membawa mobil mereka.

Sementara mereka pun harus bersembunyi tanpa kendaraan yang di bawa.

Masuk di tengah perkebunan lebat jagung dan tebu keduanya pun istirahat sejenak.

" Aduh badan aku gatal semua terkena daun daun ini. Dan semak semak itu. Tapi bagaimana lagi? Kita harus berlindung dan bersembunyi dulu"

" Jangan mengeluh lagi Eve. Kau pasti bisa." keduanya pun kembali berpelukan.

" lihat di tengah itu ada gubuk persinggahan para pekerja . Apakah kita bisa istirahat disana? Sepertinya aman."

" iya. Ayooo lekas kita sembunyi di sana "

" Jangan jauh jauh dari aku Eve. Aku tidak ingin kehilangan mu lagi. Cukup sudah aku melintasi semua kehidupan yang sungguh melelahkan ini Eve."

" Tidak. Tidak akan pernah aku tinggalkan lagi. "

" Janji ya?"

" Janji. " keduanya menautkan jari kelingking mereka dan berpelukan erat lagi. Hingga mereka pun terlelap di gubuk tengah perkebunan tersebut. Yang biasa memang di gunakan para pekerja istirahat kala siang.

Untung saja hari itu hari Minggu dan sudah di atas jam dua belas siang lagi.

merasa sudah aman. Tidur lah mereka masing-masing.

...****************...

Mahluk mahluk aneh dan membawa cambuk cambuk besar itu pun masih merusak semua perabotan di rumah kontrakan tersebut.

Walaupun mereka tampak seperti manusia biasa tapi mereka yang paling unggul dan mempunyai kekuatan yang besar.

Padahal buruan mereka sudah tidak disana. Kelompok cambuk api adalah kelompok mahluk yang seperti manusia tapi memiliki kulit yang sangat keras. Sehingga mereka memang kuat. Tapi penciuman mereka lemah. Mudah diperdaya, karena indera penciuman mereka.

Mereka mengira keduanya masih di dalam karena baju baju mereka pasti ada di dalam dan itu yang tercium oleh mahluk mahluk setengah manusia itu. Padahal mereka sudah di kelabuhi oleh musuh mereka.

...****************...

Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah kelompok cambuk api akan menemukan kedua muda mudi itu? Bagaimana kehidupan mereka di mulai dari sekarang? Saat mereka sudah sadar dan mengetahui siapa diri mereka yang sebenarnya?

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!