PERISTIWA MASA LALU
Cidera yang dialami oleh Carya Cullen saat dia masih berusia lima tahun telah membuat kehidupannya berbeda.
Saat itu malam pekat hujan badai dan petir saling menyambar dan bersahut sahutan menjadikan malam itu sangat menakutkan.
Seorang anak kecil dengan baju basah kuyub ada di tepi jalanan sepi yang sangat sunyi. Dia telah di buang di jalanan itu oleh orang yang dibayar untuk menyingkirkan anak kecil laki laki itu.
Keluarga nya telah meninggal karena wabah yang misterius di dalam rumahnya dan daerah sekitarnya..
Anak laki laki itu hanya duduk di tepi jalan yang sudah basah oleh hujan badai saat itu. Wajahnya pucat pasi dengan bibir yang bergetar kedinginan..dan pucat.
Tiba-tiba petir menyambar ke arah anak laki laki yang berada di tepi jalan dan bernaung di bawah pohon yang ada di tepi jalan tersebut.
" Aaaargh..." Teriak anak malang tersebut. Akhirnya tubuh mungil itu pun pingsan.
Dari arah belakang mendekat sebuah mobil yang di kendarai oleh pasangan suami istri.
" Pa apa itu anak kecil?"
" Aduh kagak jelas mam. Hujan ini deras sekali"
" Ayo pakai payung turun pa. Kita lihat."
Pasangan suami istri itu pun akhirnya turun. Saat mendekati tempat itu mereka sangat terkejut saat melihat ada anak kecil yang pingsan dengan tubuh yang sudah di gin dan pucat.
" Oh masih bernapas mam."
" Ayo bawa ke rumah pa. kasian anak ini"
" Iya ayo."
Segera keduanya membopong tubuh mungil anak laki laki itu.
Tiga puluh menit kemudian sampailah mereka di Pring kuning dan masuk ke kawasan perumahan sederhana pemukiman para warga desa tersebut.
" Ayo ma. Cepat turun. Hujan ini tidak akan berhenti."
" ayo pa. Gendong anak itu pa."
Kedua orang tersebut pun membawa tubuh mungil tak sadarkan diri itu ke dalam. Keduanya pun membersihkan diri dan berganti pakaian. Lalu melakukan hal yang sama pada anak kecil tersebut.
" Untung ada baju peninggalan anak kita ya pa. Jadi kita tidak bingung belikan dia baju.. lihat pas sekali pa sama anak kita ukuran tubuhnya. Hingga baju ini pun sangat pas untuk dia. "
Sang suami hanya mengangguk anggukkan kepalanya. Ada kesedihan yang tersirat di wajah dan mata itu. Kepergian anak semata wayang mereka memang menjadi pukulan hebat bagi mereka berdua.
" Seandainya dia masih hidup. Mungkin mereka akan bisa jadi sahabat yang baik ya pa?"
Laki laki itu pun hanya mengelus elus rambut sang istri yang sekarang sudah menghapus jejak air matanya di kedua pipinya.
" Ma ikhlaskan ya. Biar Andra tenang disana."
" iya pa. "
Kedua orang tersebut akhirnya memilih untuk istirahat di kamar yang sama dengan anak kecil tadi. Jadi pasangan suami istri ini yang setia menjaga sang anak malang tersebut. Untuk menggantikan kompres di dahi sang anak yang lagi demam tinggi.
Tanpa sengaja wanita itu melihat sebuah tanda yang masih baru seakan baru di tatto di dada kiri sang anak malang tersebut. Ada tanda pedang dan petir yang ada di dada kirinya.
" Hah kok sepertinya habis kena sambar petir ya. Seperti tatto laser saja. Kok bisa? Kelihatannya baru sekali."
" Paaa... Lihat " teriak sang istri pada suaminya. Sambil menunjukkan tanda di dada kiri sang anak.
Laki laki itu pun jadi terkejut. Dia teringat perkataan gurunya dulu bahwa ada orang orang pilihan yang hidupnya memiliki tanda khusus dan unik.
Laki laki itu mengamati lebih seksama dan melihat tanda itu seakan baru di buat beberapa jam yang lalu untuk sebuah tatto..atau tanda khusus itu..
Tapi keduanya akhirnya diam dan beristirahat. Mereka akan bertanya pada anak kecil itu.
...****************...
Keesokan paginya anak malang itu bangun dengan pandangan heran dan kagum. Melihat dia sedang berbaring di ranjang yang empuk dan ada di sebuah ruangan yang agak besar. Walaupun bukan kamar yang mewah tapi cukup luas.
Anak malang itu melihat ada laki laki dan perempuan yang tidur agak jauh darinya. Di sebuah sofa yang ada di kamar itu.
" Siapakah mereka? Aku dimana?" mata indahnya yang bersinar itu menatap sekeliling kamar itu sekali lagi.
" Mereka yang menolong aku?" gunam dalam hati sang anak malang itu..
" Hai nak kau susah bangun? Apakah ada yang sakit?"
Anak itu hanya menggeleng lemah. Mata itu memandang lekat wanita yang seusia dengan mamanya itu dengan seksama.
" Jangan takut. Kami menemukan kamu tidak sadarkan diri di tepi jalan semalam. Jadi kamu jangan takut"
" Siapa nama kamu nak?"
" Carya. Carya Cullen "
" Oh nama yang tak biasa. Apakah kedua orang tua mu orang luar negeri?"
Anak itu mengangguk anggukkan kepalanya.
" Mereka bekerja di sini. Tapi mereka meninggal tiba tiba. Terus aku di buang oleh seseorang yang tidak aku kenal. Aku tak tahu aku ada dimana sekarang?"
" Ya ampun... Tega sekali. Baiklah kau boleh tinggal bersama kami. Dan panggil kami papa dan mama ya?"
" Terima kasih."
" Apakah kamu ingin pulang ke rumah orang tuamu?"
Anak itu pun menggeleng gelengkan kepalanya.
" Baiklah mulai sekarang kau adalah anak angkat kami."
" Terima kasih."
Seminggu berlalu kondisi Carya Cullen pun susah membaik. Dan mulai terbiasa juga membantu di ladang untuk memanen atau menanam sayuran dan buah buahan.
Tapi Carya masih heran dengan tanda di dada kirinya itu.
...****************...
Carya terbangun dari mimpinya dan tidurnya. Napasnya tersengal sengal.
" Hah mimpi itu lagi." Sambil tangannya memegangi dada kirinya. hingga sekarang tanda itu masih ada dan semakin jelas.
" Ah bisa bisanya aku tersambar petir dan langsung mendapatkan tanda ini. Padahal aku bisa saja mati saat itu. Tapi sepertinya aku telah di bantu oleh mereka. Hingga aku selamat. "
" mereka orang baik. Terima kasih banyak. " kenang Carya dalam hatinya mengenang kedua orang tua angkatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments