BAB 11 ( Revisi)

Setelah puas merusak semua perabotan di rumah Ghaaziy kelompok cambuk api itu akhirnya pergi juga dengan kemarahan yang tak tertahankan.

Mereka semua akhirnya mulai membagi menjadi beberapa kelompok untuk masuk dan mencari kedua manusia yang menjadi target mereka.

Kelompok kelompok itu salah satunya masuk ke dalam perkebunan tebu dan jagung juga.

Dari kejauhan firasat Ghaaziy pun memperingatkan dirinya.

" Eve mereka mencari kita kesini. Ayo kita pergi dari sini"

" Baiklah lumayan juga bisa istirahat sebentar."

" kita harus kembali meninggalkan kota ini."

" Baiklah kita memang belum punya persiapan apapun yang bisa kita gunakan untuk melawan mereka."

" Ayo kita keluar dari sini. Mereka semakin dekat "

" ayo kita cari tempat yang aman."

Keduanya kembali berlari dan sembunyi sembunyi supaya musuh tidak dapat menemukan mereka.

Sampai diujung jalanan yang sunyi kedua muda mudi ini pun akhirnya kembali mencari tempat untuk sembunyi sejenak.

Tempat itu ternyata tidak ada satu pun rumah warga. Mereka tidak tahu mereka ada di mana. Tapi jalanan itu beraspal. Hanya saja tidak ada satu pun rumah penduduk.

" Ini sepertinya jalanan ke sebuah perbatasan. Kita harus bisa menumpang kepada salah satu pengguna jalan ini. Karena jalanan ini begitu sepi dan sunyi. Tidak ada siapapun."

" Iya sepertinya menuju ke luar kota."

" Atau jangan jangan kita tersesat di jalan buntu?"

Keduanya jadi merasa was was. Karena bingung jalanan mana yang sudah mereka temukan itu. Tidak ada manusia tidak ada kendaraan hanya jalanan beraspal saja.

" sebaiknya kita jalan hati hati dan kita ikuti saja jalanan ini ujungnya kemana ?"

" Tapi arah mana yang buat kita menjauh? Kita tidak tahu arah?"

" Gunakan kepekaan kita masing masing. Insting kita pasti akan menemukan jalan keluar bagi kita."

Keduanya kembali merenung dalam diam sebelum memutuskan arah mana yang akan mereka ambil untuk pergi.

" kita dari arah selatan. Jadi mari kita pergi ke arah Utara untuk menjauh dari mereka."

" Iya sepertinya kita memang harus mengambil arah yang berlawanan dari kita datang tadi."

" Ayooo kita kesana!!!"

Kedua muda mudi itu pun semakin jauh meninggalkan tempat asal mereka.

Mulai dari hari itu kedua muda mudi ini harus terus berkelana. Menjauhi musuh musuh mereka terlebih dahulu.

" kita harus menemukan penghubung kita di jaman ini. Jika kita buta seperti ini. Maka kita berdua bisa mati konyol "

" Tapi siapa penghubung kita jaman ini. Kita tidak tahu masihkah ada orang orang yang sama dengan kita?"

" Hmmm itu yang buat aku sempat ragu untuk melawan mereka semua. Karena kita harus pelajari lagi dari awal. "

" Sayang di jaman ini jangan sampai kau tinggalkan aku lagi. Aku ingin kita akan selalu bersama di jaman ini sampai seterusnya. "

" Aah sayang... Aku pun demikian. Tapi musuh musuh kita di masa lalu bagaimana mereka bisa tahu kalo kita adalah mereka. Padahal kita baru ingat kemarin jika kita adalah orang orang di jaman lalu."

" Inilah suka duka seorang highlander. Kemanapun kita harus sembunyikan identitas kita di depan umum. Dan kita juga tidak boleh sembarangan melawan seseorang di jaman ini. Kala hukum sudah berlaku di antara manusia ini"

" Iya oleh sebab itu kita harus berhati hati supaya identitas kita harus rapi tersimpan sampai kapanpun. "

"Iya jangan sampai manusia sekitar kita tahu bahkan jangan sampai semua musuh kita tahu. lebih baik kita jalani kehidupan ini sesuai dengan yang manusia biasa akan jalani. "

" ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita."

" Tapi hati susah mulai malam lagi ... Bagaimana kalo kita cari tempat untuk menginap dulu?"

" Iya kau benar sayang. Ayo kita cari tempat lagi."

" Eve aku tahu kau adalah seorang prajurit wanita yang tangguh di jaman itu. Tapi di kehidupan kamu hari ini. Kau harus banyak latihan fisik dulu. Karena kita harus atur stamina kita ulang. Perbedaan jaman telah mempengaruhi struktur dalam tubuh kita. "

" Benar kita harus rajin latihan lagi dari nol di jaman ini."

" Nah oleh sebab itu aku cuma mau katakan jangan gegabah. jika ada marabahaya kau harus segera lari dulu jangan kau atasi sendiri. "

" Iya aku mengerti maksud mu. Aku akan hati hati. "

" Bela dirimu harus kau latih kembali. "

" Siap Jendral."

" Eve kau menggoda ku?"

" Sayang sayang apa yang kau lakukan aah... Sayang... Hmmmppptt " Ghaaziy langsung melumat bibir mungil wanitanya itu. Sudah ribuan tahun terpisah kini mereka dipertemukan dalam masa dan jaman yang berbeda , membuat mereka harus kembali mengulang rasa sedikit demi sedikit... supaya menjadi bukit cinta kembali...

" Stay With Me Eve... Aku akan selalu menjaga dan melindungi mu di kehidupan masa ini. Aku tidak mau kehilanganmu lagi seperti masa lalu. " Ghaaziy kembali memeluk dan melumat bibir mungil Eve dengan penuh cinta.

Mampukah kedua muda mudi ini menghadapi segala hal yang menakutkan bagi mereka? Kala musuh musuh masa lalu mereka satu per satu muncul dan kembali memburu mereka? Bagaimana nasib kedua manusia abadi ini dalam semua keterbatasan mereka jaman ini?

Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!