Eve mencoba terus dan tidak dihiraukan luka luka yang sudah dia dapat saat mencoba membuka ikatan kuat di pergelangan kaki dan tangannya.
Akhirnya Eve pun bisa melepaskan ikatan tali tersebut.
Eve mencoba membuka pintu tapi tak bisa. Dan dia melihat ada sebuah jendela yang tertutup kardus kardus besar.
" Akhirnya, aku berdoa supaya jendela ini bisa di buka dan Aku bisa keluar dari sini. "
Eve pun berusaha membuka jendela itu dan menyingkirkan semua benda yang menutupi dan menghalangi jendela itu, sampai akhirnya jendela tersebut sudah terbuka. Sambil mengendap endap Eve keluar dan mengamati apakah keadaan aman?
" Untung saja aman. Aku harus memutar lewat pintu belakang. karena di sana pasti ada CCTV. Aku masih ingat hal itu.
"Aduh purnama sudah mulai bersinar. Aku harus segera melarikan diri. Aku tidak boleh tertangkap , aku , aku harus segera menemukan Ghaaziy dan harus membawa Ghaaziy lari dari sini. Disini tidak aman"
Saat Eve berusaha melarikan diri, di hutan dekat rumah Eve, Talishia mulai merasakan tubuhnya tidak enak dan mulai terasa sakit seperti yang dikatakan oleh Ghaaziy padanya.
Talishia memahami saat itu pasti pemberian Ghaaziy sudah mulai bekerja mengingat purnama mulai tinggi di atas langit kelam.
Talishia berlari mencari tempat persembunyian paling aman. Dia masuk di sebuah gua yang ada di dekat sebuah sungai besar dan pohon pohon besar. Talishia akhirnya mengingat pesan jika dia merasa sakit dia harus sembunyikan diri sampai pulih dan tidak merasa sakit lagi.
Talishia pun akhirnya mengikuti pesan Ghaaziy tanpa sadar jika Eve , gadis yang dititipkan Ghaaziy pada Talishia sedang dalam bahaya juga.
Tapi Talishia pun tidak bisa disalahkan bukan? Karena dia pasti hanya mengikuti pesan Ghaaziy . Sayang sekali waktu ini tidak tepat.
Eve pun segera melarikan diri ke tempat Ghaaziy tinggal. Tapi saat dia sampai disana rumah itu sudah kosong.
Eve menjadi panik saat mengetahui banyak orang sudah mengejar dia.
Eve kembali keluar dari rumah Ghaaziy dan melarikan diri lagi. Dia terus saja berlari dan berlari.
" Ghaaziy kau dimana? Tega sekali kau tinggalkan aku sendiri saat diculik. Kenapa kau tidak mencari aku? Kenapa kau tinggalkan aku? kenapa kau tidak temukan aku? Kau jahat Ghaaziy. Kau jahat. Kau tega tinggalkan aku sendiri dalam bahaya seperti ini. Padahal kau janji kau tidak pernah lepaskan aku lagi."
Eve berlari sambil menangis harinya tiba tiba sakit juga melihat Ghaaziy tidak ada di rumahnya.
" Tapi apakah terjadi sesuatu juga pada Ghaaziy ya? Oh aku mohon jangan terjadi apa apa sama Ghaaziy. "
Eve pun berlari tanpa arah sekarang. Dia semakin kacau. Dia tidak tahu ada di daerah mana lagi saat itu.
Tapi Eve tidak putus asa, dia tetap berlari dan menghindari orang orang yang mengejar dirinya..
" Nanti saja aku berpikir tentang Ghaaziy. Tapi sekarang aku harus selamat dahulu. Jika tidak aku juga tidak bisa menemukan Ghaaziy juga."
Berbagai pikiran sekarang mengusik ketenangan hati Eve. Eve merasa hidupnya kini benar benar di ujung tanduk.
" Ghaaziy jangan sampai kau celaka. Jika kau sampai celaka aku juga tidak tahu bagaimana hidup ku selanjutnya. Aku takut Ghaaziy. Kau ada dimanaa?"
" Ghaaziy... Ghaaziy... Tolong aku Ghaaziy..." teriak teriak Eve dengan suara yang semakin melemah. Karena sudah terasa sangat lelah untuk berlari lagi.
" Hah sepertinya mereka sudah kehilangan arah untuk mengejar aku ya? Hah Hah aku sudah kehabisan napas..."
Eve pun duduk di bawah pohon yang agak besar.
" Hah haus sekali aku. Aku harus mencari sungai yang terdekat dari sini."
" Aku sudah tak sanggup lagi rasanya. Tapi aku haus sekali."
" Kau harus menemukan sungai dekat sini. Jika tidak aku semakin tak sanggup."
Akankah Eve menemukan sungai disana? Bagaimana nasib Eve? Apakah dia bisa bertemu kembali dengan Ghaaziy atau malah tertangkap kembali oleh pasukan marigold ibu tirinya yang menyembah dan menjadi pengikut raja dan ratu kegelapan?
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments