20. Kekalahan dan Kesadaran Diri

Pergantian Tobias sangat berpengaruh pada jalannya pertandingan Werder Bremen U - 19 dengan Union Berlin U - 19.

Dengan memasukan pemain bertahan, Union Berlin bermain lebih bertahan dan berada dalam tekanan yang sangat luar biasa.

Apalagi penguasaan bola para pemain Werder Bremen di lakukan dengan sangat baik, hati hati dan cermat.

Ini juga membuat pemain Union Berlin U - 19 benar benar harus waspada pada setiap operan yang di lakukan para pemain Werder Bremen U - 19 karena mereka tidak tahu apakah operan yang dilakukan akan menjadi sebuah ancaman fatal atau tidak.

Pertandingan ini menjadi semakin menarik.

Apalagi dengan waktu yang semakin menipis, Werder Bremen tentu tak ingin pulang dengan berbagi poin mengingat mereka merupakan pemuncak klasemen.

Tobias dan para pemain lainnya masih dengan nyaman duduk di bangku cadangan tapi hati mereka sudah gelisah dan khawatir mengenai hasil akhir.

Benar saja, kecelakaan terjadi saat menit ke 87.

Inaler yang melakukan pemotongan bola tiba tiba terjatuh saat akan membuang bola ke depan.

Ihorst dengan sangat cekatan langsung melakukan tembakan jarak jauh dan bola membentur tiang gawang tapi pantulannya ke arah dalam gawang.

Para pemain Union Berlin di lapangan, di bench dan staf juga tercengang melihat ini.

"Ini?" Tobias kaku.

Para penonton di tribun yang asalnya bernyanyi untuk memberikan semangat pada pemain junior mereka juga berhenti tiba tiba.

Gol ini benar benar di luar dugaan semua orang.

Ihorst yang berhasil mencetak gol dan mencetak hattrick juga berlari dengan sangat luar untuk merayakan golnya.

Tobias melihat ini kembali duduk setelah dirinya kaget dan tiba tiba berdiri karena gol yang tercipta.

Tobias menunduk dan memikirkan semua jalannya pertandingan.

'Aku masih terlalu lemah.'

'Jika aku kuat, aku pasti akan mencetak gol lebih di babak pertama. Meski di ganti di babak kedua, lawan pasti akan kesulitan untuk membalas banyak gol kan?'

'Sepertinya aku sangat kurang dan aku masih harus bekerja keras.' Tobias menunduk dan memikirkan semua nya.

Ini benar benar pukulan bagi Tobias karena setelah kecelakaan saat itu, dirinya mendapatkan sistem, kemudian Tobias menjadi sangat percaya diri di tambah tim berhasil meraih kemenangan dalam laga laga terakhir.

'Ayo merendah dulu, Tobias!' Tobias mengingatkan dirinya dan saat dirinya mengangkat kepala, wasit meniupkan peluit panjang sebagai tanda dari akhir nya pertandingan babak ke 11 ini.

Setelah menyelesaikan salaman dengan lawan dan wasit, Tobias segera pergi ke ruang ganti dan membersihkan tubuhnya lebih dulu di bandingkan dengan yang lain.

Suara sistem mengenai pendapatan poin ball di pertandingan ini Tobias abaikan.

Saat para pemain menyelesaikan ganti baju nya, pelatih tidak memarahi mereka dan hanya memintanya untuk tetap semangat.

Pada saat para pemain pulang, Tobias segera mengirimkan pesan pada Emilia yang datang menonton pertandingan.

Setelah menemui Emilia, Tobias menatap nya dengan malu.

"Apakah kamu malu karena kamu kalah?" Emilia bertanya sambil tersenyum.

"Ini adalah proses bby. Jadi jangan terpuruk seperti itu, akan ada saatnya kamu menjadi sangat luar biasa dan membantu tim meraih kemenangan."

"Aku mengerti."

"Kemana kita sekarang?" Tanya Emilia.

"Apakah kamu bosan menonton sepak bola?"

"Tidak, apa memangnya?"

"Bisakah kita menonton tim utama bermain?"

"Oke ayo." Emilia mengangguk dan meraih tangan Tobias untuk di rangkul.

Keduanya berjalan berdampingan menuju stadion tim utama.

Tinggi Emilia berada pada bahu Tobias dan ini sangat nyaman dan cocok untuk di lihat.

Apalagi keduanya juga masih akan bertumbuh tinggi lagi.

Saat menuju stadion utama, Tobias tak lupa untuk membeli camilan di jalan untuk di makan dalam perjalanan dan mengisi perut keduanya.

Apalagi Emilia yang tadi menonton sendirian, pasti tidak mengisi perutnya dengan apapun.

Sesampainya di stadion, Tobias melihat beberapa penggemar juga sudah masuk ke dalam stadion dan duduk di tempatnya.

Tobias juga duduk dengan Emilia di kursinya.

"Apakah kamu masih lapar?"

"Jika iya, ayo ke belakang dan beli dulu makanan." Tobias juga lupa, makanan yang di belinya di perjalanan hanya makan ringan.

"Ayo!" Emilia langsung berdiri dan menarik tangan Tobias.

Tobias dan Emilia memesan makanan yang di jual oleh klub dan setelah membeli, keduanya kembali ke tempat duduknya lagi.

Sambil menunggu pertandingan, Tobias menghabiskan makanan dan juga mengobrol dengan Emilia.

"Bagaimana perkembangan akun sosial media mu?" Tobias tiba tiba bertanya.

"Semakin membaik."

"Apakah kamu akan berpisah dengan ku saat akun sosial media mu sudah di kenal banyak orang?" Tobias bertanya dengan pipinya yang bertumpu pada tangan kiri yang di topang pada pahanya, matanya menatap Emilia dengan sangat serius.

Tobias tentunya tahu apa yang di kejar oleh para seleb seleb internet seperti ini.

Apalagi jika mereka sudah di pantau oleh sebuah agensi, agensi nya akan melarang talent mereka untuk tidak memiliki hubungan agar karir para talent menanjak dan bisa fokus.

Emilia ini memiliki keinginan paling utama yaitu menjadi model, caranya Emilia juga melakukannya dengan banyak hal.

Memposting foto fotonya di akun sosial media Instagram, memposting vidio vlog nya di YouTube dan Tik Tok supaya dirinya semakin di kenal.

"Apakah kamu khawatir?" Tanya Emilia menoleh pada Tobias.

"Khawatir? Tentu saja. Kita sekarang berpacaran." Jawab Tobias.

"Mari berjuang bersama." Jawab Emilia tersenyum dan mencium pipi Tobias yang membuat orang orang di sekitar tertegun melihat pasangan remaja ini.

Tobias tentu tertegun juga dengan keberanian Emilia.

"Oke, sadarlah pertandingan akan di mulai." Tobias juga membenarkan duduknya dan menatap ke lapangan.

Tobias melihat pelatih tim utama Jens Keller.

Segera pertandingan di mulai.

Hanya dalam 10 menit, Tobias bisa melihat gaya bermain dari Jens Keller di pertandingan ini.

Itu adalah serangan balik.

Jens Keller meniru tim tim kecil dan menengah di Premier League.

Menggunakan formasi 4 - 3 - 3 Defending.

"Bby, sepertinya penyerang itu kurang bagus." Emilia tiba tiba berbisik di telinga Tobias.

Tobias mengetahui maksud dari Emilia.

"Itu adalah penyerang tim utama, kamu mungkin salah menilainya." Tobias membalasnya dengan berbisik.

Sampai babak pertama usai, gol tidak tercipta.

Para penonton di sekitarnya juga mengobrol dan membahas permainan ini.

Tobias mendengarkan dan tentunya dirinya juga mengobrol dengan Emilia membahas hal lainnya.

Tak lama, babak kedua kembali di mulai.

Tobias kembali memfokuskan perhatiannya pada jalannya pertandingan babak kedua di lapangan.

Gaya bermain masih tetap sama.

Banyak peluang di ciptakan oleh St. Pauli tapi mereka tetap tak bisa menciptakan sebuah gol.

Sementara itu, Union Berlin melakukan serangan balik dan selalu berbahaya, sayangnya finishing penyerang dan pemain lainnya selalu kurang akurat dan berhasil di selamatkan oleh kiper atau sedikit melenceng.

Saat wasit keempat mengangkat waktu tambahan 4 menit, para penggemar berdiri dan memberikan dukungan pada pemain di lapangan untuk menciptakan sebuah gol.

"Bby, apakah kita akan keluar sekarang?"

"Tunggu dulu. Aku punya firasat, tim akan mencetak gol." Tobias berdiri dan menarik Emilia untuk berdiri dan melihat pertandingan dengan jelas karena para penonton juga berdiri.

Pada menit ke 92, Trimmel di sisi kanan melakukan umpan silang dan penyerang Polter berduel udara dengan dua bek tengah St.Pauli.

Saat sundulan di dapatkan oleh Polter dan mengarahkan sundulannya ke arah gawang, para penonton langsung bersorak karena bola berhasil bersarang di dalam gawang.

Tobias memeluk Emilia dari sampingnya yang membuat Emilia kaget, tapi segera dia membalasnya.

"Kamu mengagetkanku." Emilia memeluk pinggang Tobias.

"Aku senang tim menang, jika begini terus, tim akan promosi ke Bundesliga dan aku juga akan menjadi bagian dari sebuah klub yang bermain di Bundesliga." Balas Tobias.

Setelah wasit meniup peluit tanda akhirnya pertandingan, Tobias dan Emilia segera keluar dari stadion utama.

Terpopuler

Comments

muhmamad fajar Fathurrizky

muhmamad fajar Fathurrizky

lanjut update thor

2024-09-02

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!