'Sistem! Perlihatkan panel pribadiku!'
[Nama : Tobias Eswara.
Lahir : 18/8/2000.
Tinggi/Berat Badan : 1,75 meter/66 kg.
Penggunaan Kaki : Kanan (5) Kiri (4).
Tim Afiliasi : Union Berlin (U - 19).
Tim Nasional : -
Poin Ball : 100.
Item : x3 Tangan Pencuri.
Atribut : Terkunci.]
Panel pribadi yang di tampilkan di layar membuat Tobias mengangguk puas.
Apalagi melihat penilaian sistem mengenai penggunaan kaki nya.
Ini jelas menandakan bahwa Tobias memiliki keseimbangan yang baik dalam menggunakan kedua kakinya ketika bermain sepak bola.
'Di butuhkan 10 poin ball untuk membuka atribut yang terkunci, saat ini aku memiliki 3 kesempatan mencuri.'
'Aku bisa bermain dimanapun di posisi depan, entah itu sayap kanan dan kiri ataupun penyerang tengah. Tapi posisi ku sebenarnya adalah penyerang kedua.'
'Penyerang kedua ini harus memiliki kemampuan mencetak gol yang luar biasa karena dengan bantuan penyerang tengah, penyerang kedua bisa memaksimalkan setiap ruang ruang yang kosong dan kesempatan juga lebih banyak.'
'Aku takut saat membuka atribut dengan 10 poin ball, aku hanya akan membuka atribut bodoh yang tidak ada kaitannya dengan posisiku.' Tobias semakin berpikir dan banyak keraguan saat ini.
Tobias melihat atribut yang terkunci di layar dan bingung harus membukanya atau tidak.
Di layar nya saat ini, semua atribut di tampilkan seperti :
???? : ????.
???? : ????.
'Baiklah nanti saja aku bukanya setelah kembali ke rumah.' Tobias segera mematikan sistemnya dan membuka matanya.
Menemukan ibunya yang sedang duduk diam tanpa melakukan apapun.
"Bu...?" Mendengar suara Tobias, Sylvia langsung sadar.
"Bagaimana perasaan mu?"
"Aku baik baik saja."
"Inilah yang ibu takutkan ketika kamu memilih bermain sepak bola."
"Mau bagaimana lagi Bu, ini adalah keinginan terbesar ku."
"Terserah kamu saja. Lain kali hati hati."
"Aku mengerti Bu."
Tobias dan ibunya yaitu Sylvia mengobrol lebih lanjut mengenai kejadian Tobias sebelum mengalami kejadian seperti ini.
Meski Sylvia sudah mendengarkan dari Stuff, Sylvia masih ingin mendengarkan dari anaknya.
Saat sore hari, Tobias di izinkan untuk kembali ke rumah namun dokter rumah sakit memintanya untuk melakukan pengecekkan pada dokter tim setelah 3 hari dan memastikan semuanya aman.
Meski sudah di periksa di rumah sakit, tidak tahu apa yang akan terjadi setelah 3 hari, jadi dokter memintanya untuk melakukan persiapan saja.
Dan ini juga untuk kebaikan Tobias.
Kembali ke rumah menggunakan mobil ibunya dan duduk di kursi penumpang, Tobias bermain dengan ponselnya.
Melakukan chatting dengan gadis yang sudah 2 bulan ini dekat dengannya.
"Kamu senyum senyum seperti ini padahal baru saja keluar dari rumah sakit."
"Haha." Tobias hanya membalas perkataan ibunya dengan tawa kering kemudian mematikan ponselnya.
"Apakah itu gadis yang kamu dekati?" Tanya Sylvia tapi tidak mendapatkan jawaban apapun dari Tobias yang memilih diam.
Tobias takut ibunya melarang.
"Kamu boleh dekat dengannya tapi kamu jangan mengikuti gaya orang orang di sini." Maksud ibu sangat jelas dan Tobias mengerti ini.
"Aku tahu." Akhirnya Tobias membalas perkataan ibunya dan segera mengeluarkan ponselnya lagi.
"Kamu ini, baru saja ibu mengatakan setuju dan kamu langsung melakukannya."
"Haha."
Tak lama, mobil kecil itu sampai di rumah sederhana dengan seluruh dinding rumah memiliki cat berwarna putih.
Tobias turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah dan menuju kamarnya.
3 hari kemudian, Tobias menyelesaikan pemeriksaan dengan dokter tim dan tidak ada apa pun dari hasilnya yang menandakan tidak ada bahaya tersembunyi.
Tobias langsung menuju lapangan latihan U - 19, dimana rekan rekannya sudah berlatih terlebih dulu di bawah arahan Willi Weibe dan Christian Stuff yang berperan sebagai asisten pelatih.
Sementara pelatih Andre Hofschneider mengamati dari pinggir lapangan.
Tobias berjalan menuju pelatih Andre dan menjelaskan bahwa dirinya sudah diizinkan berlatih oleh dokter.
"Ayo kamu ikut lakukan pemanasan dulu lalu menyusul yang lain!" Tobias berlari mengelilingi lapangan dan melakukan pemanasan sendirian.
Saat Tobias bergabung dengan pelatih bersama rekan lainnya.
Menu pelatihannya juga di sajikan dengan latihan fisik yang di pimpin oleh Maximillian Kallensee.
Kemudian melakukan latihan teknik untuk memperkuat teknik dan membangun fondasi para pemain agar lebih kokoh lagi.
Sisa waktu dari latihan di gunakan untuk berlatih taktikal dengan tujuan menerapkannya di pertandingan Liga Pemuda selanjutnya.
Lawan selanjutnya adalah Holsten Kiel U - 19 dan Union Berlin akan menjadi tuan rumah di pertandingan ini.
Peringkat Union Berlin U - 19 ada di peringkat 14 dan Holsten Kiel ada di 11.
Menandakan bahwa Union Berlin berada di peringkat terakhir karena Liga Pemuda hanya memiliki 14 tim dengan total pertandingan 26.
13 home dan 13 away.
Usia pelatihan, Tobias mendapatkan 3 poin ball karena berlatih bersama tim dan membuat jumlah poin ball nya menjadi 103.
Tobias tidak kembali ke rumah secara langsung tapi menuju kantin bersama para pemain untuk makan siang.
Di pelatihan tadi, Tobias melihat atribut teman temannya, hanya saja semuanya tidak jelas.
???? : 64.
???? : 61.
Tobias tidak mengetahui dengan jelas atribut atribut apa ini dan Tobias berencana untuk membuka atribut dengan membayar 10 poin ball setelah sampai di rumahnya nanti.
Menyelesaikan makan siangnya, Tobias tidak langsung pulang ke rumah dan pergi menuju tempat pertemuan yang telah di janjikan dengan gadis yang didekatinya itu.
Gadis itu memintanya untuk menemaninya ke sebuah karena dia ingin mengambil foto dan vidio.
Tobias juga tahu apa yang di lakukan gadis yang di dekatinya itu.
Gadis ini ingin menjadi seorang seleb atau model dengan mengandalkan platform media sosialnya.
Entah itu 'instagram', 'tiktok' dan 'youtube'.
Sesampainya di tempat yang di janjikan, Tobias mengirimkan pesan bahwa dirinya sudah sampai.
Tak lama, seorang gadis cantik dan tinggi datang.
Memiliki tubuh yang benar benar harus di miliki oleh mahasiswa awal 20 tahunan padahal umurnya baru saja 17 tahun karena baru saja berulang tahun.
Memakai pakaian berwarna putih polos dengan rok pendek hitam di pasangkan dengan rambutnya yang berwarna pirang.
Benar benar memancarkan pesona dan Tobias tertegun.
"Tobias, ayo berangkat sekarang." Tobias mengangguk dan berjalan berdampingan sambil mengobrol kan mengenai tema apa yang akan di ambil untuk pembuatan vidio nya.
Sesampainya di tempat, Tobias melihat bagaimana gadis ini beraksi. Ada perasaan luar biasa karena gadis ini sangat pintar.
"Emi, ayo aku akan mengambilkan foto untukmu. Kamu diam di situ." Ujar Tobias sambil mengeluarkan ponselnya.
Gadis bernama Emilia itu juga senang dan langsung memasang pose yang menurutnya cantik dan bagus.
"Oke. Lihatlah ini!" Tobias menyodorkan ponselnya pada Emilia yang berjalan mendekat dan tanpa menyentuh ponsel Tobias, kepalanya sedikit kedepan untuk melihat photo yang di ambil Tobias.
Tobias mencium wangi parfum dari tubuh Emilia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments