Bab 14

...----------------...

"Akhirnya kamu sadar juga,, ayo makan bubur ini dulu setelah itu minum obat penurun panas!!"

"Kenapa lo bisa ada disini??"

"Tentu saja aku disini dengan rasa peduli pada orang sakit, tadi aku mengetuk pintu kamarmu tapi tidak ada jawaban jadi aku masuk dan melihat kamu tidak sadarkan diri di lantai jadi sebagai sesama manusia aku akan menolong orang yang sedang sakit"

"Tapi bukankah kita sudah memiliki perjanjian untuk tidak mengurus urusan masing-masing?"

"Tentu saja itu masih berlaku tapi urusan orang sakit tidak ada dalam perjanjian jadi jangan berpikir berlebihan!!"

Nathan tidak menyangka orang seperti Melodi yang terlihat dingin dan cuek akan mau melakukan hal seperti ini kepadanya, padahal bisa saja Melodi mengabaikan hal itu dan membiarkan Nathan.

"Ayo cepat makan buburnya dan minum obatnya juga!!"

Nathan mengikuti perintah Melodi dan memakan bubur itu dengan lahap, setelah itu dia minum obat dan kembali tidur.

Melihat Nathan yang sudah tidur, maka dia langsung keluar dari sana agar tidak menggangu istirahatnya.

Beberapa hari setelahnya hubungan mereka lumayan baik walaupun keduanya jarang bertemu dan biasanya mereka akan bertemu saat pagi hari ataupun malam hari karena keduanya sama-sama sibuk jadi tidak ada interaksi yang lebih diantara keduanya.

Sesuai dengan jadwal yaitu hari ini Melodi harus datang ke kampus untuk menghadiri acara pembukaan kegiatan yang akan dia ikuti selama dua Minggu.

Selain mengikuti acara pembukaan dia juga akan mengisi seminar sebagai narasumber untuk topik mengenai kesusksesan perusahaannya, saat sedang bersiap di belakang panggung dia tidak sengaja menjatuhkan kopi seseorang.

"Ohhh maafkan saya, saya tidak sengaja" ucap Melodi lalu melihat orang yang dia tabrak adalah Nathan suaminya sendiri.

"Kamu!!!" Ucap mereka secara bersamaan

"Apa yang lo lakukan disini??"

"Pertanyaan yang sama kenapa kamu ada disini??"

"Ini kampus gue dan gue menjadi panitia penyelenggara dalam acara ini dan hari ini aku menjadi pembawa acara untuk kegiatan seminar"

"Aku,, aku datang untuk mengikuti acara ini sebagai perwakilan kantor dan aku akan mengisi seminar hari ini"

Keduanya masih terlihat syok karena bisa berada dalam satu acara yang sama dan itu akan berlangsung selama dua minggu, padahal Melodi ingin menjauh dari Nathan tapi malahan mereka berada dalam satu acara yang sama dan itu artinya dia akan selalu dekat dengannya.

Namun bagaimanapun semuanya adalah takdir dan mereka harus bisa profesional dan tidak terpengaruh oleh kehidupan pribadinya dan menyelesaikan semuanya sampai selesai.

Dalam acara seminar ini Nathan bertugas sebagai pembawa acar dua dan nanti akan ada pembawa acara satu yang bertanya kepada Melodi.

Selanjutnya mereka sudah berada di atas panggung dan bersikap seolah-olah tidak saling mengenali.

"Selamat datang ibu Melodi" ucap pembawa acara satu yang bernama Tiara

"Apakah ibu bisa memperkenalkan diri ibu kepada semua penonton hari ini??"

"Tentu saja, perkenalkan nama saya Melodi Kertajaya dari perusahaan desain grafis yang akan membagikan tips terkait kesuksesan perusahaan kami"

Melodi terlihat sangat tenang menjawab semua pertanyaan dari pembawa acara mengenai kesuksesan perusahaannya selama ini, saat pertanyaan terakhir tiba-tiba pembawa acara bertanya tentang satu pertanyaan yang sulit untuk dijawab oleh Melodi.

"Maaf ibu Melodi saya ingin bertanya, melihat karir ibu yang begitu bagus ibu lakukan saat ibu belum menikah. Bagaimana jika nanti ibu sudah menikah apakah ibu mampu melakukan kedua hal secara bersamaan yaitu mengurus keluarga dan pekerjaan??"

Melodi terlihat bingung untuk menjawab karena karirnya selama ini memang dia capai karena dia belum menikah dan saat ini dia sudah menikah dalam pernikahan palsu sehingga dia tidak terlalu memfokuskan pada keluarga, tapi jika dia nanti menikah dengan orang yang benar-benar dia cintai maka dia harus bisa melakukan keduanya.

Nathan yang melihat Melodi diam juga penasaran dengan keputusan yang diambil olehnya jika dia benar-benar menikah dengan orang yang dia cintai apakah masih bisa konsisten dalam menjalankan karirnya.

"Dalam sebuah pernikahan dan pekerjaan adalah dua hal yang sama-sama penting, tapi itu tidak berarti kita akan memilih salah satunya karena dalan menikah kita mencari pasangan yang benar-benar bisa kita ajak bekerja sama dalam membina sebuah keluarga dan itu sama seperti melakukan pekerjaan di kantor dan saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk keduanya"

Ucap Melodi dengan percaya diri karena pernikahan adalah pilihan dan bukan sebuah penghambat dalam karir jika dilakukan dengan baik.

"Lalu menurut ibu, kapan waktu yang baik bagi seseorang untuk menikah??"

"Tidak ada yang bisa menentukannya selain diri sendiri, saat diri kita sudah merasa siap untuk menikah maka lakukan saja. Namun perlu diingat jika menikah adalah hal yang begitu labil dan itu tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa atau karena paksaan"

"Namun banyak orang yang bercerai karena pernikahan mereka tidak bahagia atau karena mereka dijodohkan"

Melodi tidak bisa menjawab semuanya karena pada kenyataannya dia juga mengalami pernikahan paksa dan dia tidak bisa menentang hal itu.

Nathan yang menyadarinya langsung menyuruh pembawa acara satu untuk mengganti pertanyaan dengan urusan perusahaan.

Setelah acara seminar selesai, Melodi keluar dari gedung dan melihat Nathan bersama dengan Tiara di depan gedung. Melodi melihat mereka terlihat cukup dekat dan beranggapan jika keduanya memiliki hubungan dan Melodi tidak mempermasalahkan hal itu karena mereka berdua hanya berada dalam ikatan kontrak jadi siapapun bebas memiliki pasangannya masing-masing.

Nathan yang melihat Melodi akan pergi langsung menghampirinya dan meninggalkan Tiara yang kesal karena diabaikan oleh Nathan.

"Bu Melodi apa kita bisa berbicara sebentar??" Tanya Nathan

"Emmm tentu saja"

Mereka pergi ke taman kampus untuk berbicara karena tidak mungkin mereka bicara di dalam.

"Pacarmu lumayan cantik" ucap Melodi yang mengira jika Tiara adalah kekasih dari Nathan.

"Pacar??? Siapa yang lo bilang??"

"Tentu saja pembawa acara tadi"

"Jangan berpikir berlebihan, dia hanya teman kuliah dan kami tidak punya hubungan yang lain"

"Begitukah?? Kalau begitu baiklah" ucap Melodi yang mengerti namun Nathan mengira Melodi masih salah paham sehingga dia terus menjelaskan.

"Pokoknya dia dan gue gaj memiliki hubungan apapun!!!" Ucap Nathan dengan tegas sedangkan Melodi padahal sudah mengerti tanpa perlu diulang lagi

"Aku tahu,,"

"Jadi sekarang lo akan pergi kemana??"

"Emmm entahlah, karena ini sudah sore jadi tidak mungkin aku kembali ke kantor jadi mungkin aku akan pergi berbelanja keperluan rumah"

"Apa kamu membawa mobil??"

Melodi menggeleng karena dirinya tidak membawa mobil sebab tadi pagi mobilnya mogok dan masih di bengkel

"Kalau begitu aku akan mengantarmu!;"

"Tapi bukankah kamu masih ada urusan disini??"

"Masih ada panitia lain yang bisa mengurusnya, lagi pula tugas gue hari ini sudah selesai jadi gue akan ijin pulang duluan. Lo tunggu gue disini sebentar"

Melodi hanya mengangguk dan mengikuti perintah dari Nathan

Beberapa menit kemudian Nathan keluar dan langsung membawa motornya dan menghampiri Melodi

"Naik motor lagi??"

"Tentu saja, memang lo keberatan??"

"Bukan begitu tapi aku menggunakan rok"

Tanpa basa-basi Nathan langsung memberikan jaketnya untuk Melodi dan mereka langsung pergi ke supermarket untuk belanja.

Nathan yang tidak pernah berbelanja hanya mengikuti Melodi sambil membawa kereta dorong. Kini keduanya terlihat seperti pasangan yang sangat serasi yaitu suami yang mengikuti istrinya berbelanja..

Bersambung

Terpopuler

Comments

Nanang Aja

Nanang Aja

awal nya malu malu😁

2024-12-26

0

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!