Melodi berhenti saat akan meminum dua sampel kopi yang tersisa karena ucapan dari Nathan, saat itu narasumber bertanya kepada Melodi mengenai kopi yang terbaik dan tidak mau berbohong jika dirinya tidak bisa membedakan kopi yang terbaik karena dirinya memang tidak suka dengan kopi.
"Maafkan saya karena membuat anda mencoba kopi ini padahal anda tidak suka" ucap narasumber itu
"Eee tidak apa-apa saya tidak keberatan sama sekali"
Setelah mengatakan itu, Melodi hendak kembali ke tempat duduknya tapi karena tubuhnya tidak terbiasa dengan kopi membuatnya sedikit pusing untungnya Nathan dengan cepat membantunya untuk kebelakang panggung untuk beristirahat.
"Lo sebaiknya istirahat disini, gue akan mengambil air"
Melodi di bawa ke tenda medis oleh Nathan dan Nathan kembali dengan membawa air putih
"Ini minumlah agar tubuh lo merasa lebih baik"
"Terima kasih untuk tadi karena kamu mengentikan ku meminum semua kopi itu"
"Tidak masalah, gue adalah panitia disini jadi sudah tanggung jawab gue untuk mengurus semuanya"
Setelah itu dokter datang dan memeriksa Kondisi Melodi, dokter mengatakan jika Melodi memiliki sejenis pantangan untuk minum kopi karena dapat mengganggu keseimbangan cairan yang ada di dalam tubuhnya jika terus dilakukan.
"Terima kasih dok, tapi apakah dia boleh pulang sekarang??"
"Sebaiknya biarkan dia beristirahat dulu 30 menit lalu kamu bisa membawanya pulang"
Nathan membantu Melodi untuk beristirahat dan duduk menemaninya hingga 30 menit baru setelah itu dia akan mengantar nya kembali ke apartemen.
30 menit kemudian Melodi bangun dan melihat Nathan yang tertidur di kursi karena terlalu lelah menunggunya tertidur.
"Nathan,,," ucap Melodi dan Nathan langsung bangun saat mengetahui jika Melodi sudah bangun.
"Apa lo baik-baik aja ja??" Tanya Nathan.
"Emm iya aku baik-baik saja, tapi apa yang kamu lakukan disini?? Bukankah seharusnya kamu ada di acara itu??"
"Eeee iya gue sudah mengurus semuanya dan gue juga harus menjaga lo jadi gue udah bilang pada mereka kalo gue akan ada disini"
Melodi merasa sangat nyenyak tidur tadi, mungkin karena dia terlalu kelelahan belakangan ini sehingga dia tertidur sangat lelap.
"Ayo gue akan mengantar lo pulang!!'
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri naik taksi jadi sebaiknya kamu tetap berada disini sampai acara itu selesai"
"Tapi apa lo sanggup pulang sendiri??"
"Tentu saja, aku ini adalah wanita mandiri jadi aku terbiasa melakukan apapun sendiri"
"Baiklah kalau begitu gue akan pesan taksi"
Melodi tidak pernah menyangka pemuda aneh yang dia temui bisa bersikap begitu romantis dan mau melakukan apapun demi dirinya, padahal dulu sebelum menikah setiap bertemu pasti mereka akan selalu bertengkar satu sama lain.
Beberapa saat kemudian Nathan datang lalu membantu Melodi turun dari tempat tidur dan mengantarnya masuk ke dalam taksi
"Sampai di apartemen segera istirahat"
Melodi hanya mengangguk lalu taksi berjalan.
Malamnya saat Nathan pulang, dia langsung pergi menemui Melodi untuk mengecek keadaannya sekaligus bertanya terkait pernikahan adik Melodi yang akan berlangsung besok.
Saat dia mengetuk pintu kamar Melodi tidak ada jawaban ternyata Melodi sedang memasak di dapur, Nathan mencium aroma masakan yang begitu enak sehingga dia langsung ke dapur
"lo ada disini??"
"Kamu!! Kapan kamu masuk??"
"Tadi dan gue pergi ke kamar lo tapi lo gak ada dan gue mencium aroma masakan jadi gue berpikir jika lo ada disini"
"Ada apa kamu mencari ku??"
"Gue ingin tahu apa lo baik-baik saja??"
"Emm iya aku baik-baik saja" ucap Melodi sambil terus memasak
"Oh iya gue ingin tahu apakah lo tahu jika besok adalah hari pernikahan Vika??"
Mendengar pertanyaan itu membuat Melodi menghentikan kegiatannya
"Emm iya aku tahu"
"Lalu kenapa lo gak ngasih tau gue?? Jika mama gak mengatakannya pasti gue gak akan tahu"
Melodi tidak bisa mengatakan apapun karena sejak awal dirinya juga tidak ingin datang ke sana sehingga dia tidak memberitahu Nathan mengenai hal itu karena berpikir jika Nathan tidak akan peduli dengan acara itu.
"Eee aku lupa" ucap Melodi bohong
"Lupa,, bagaimana bisa seorang kakak lupa pada acara pernikahan adiknya sendiri??"
"Kenapa tidak,, aku adalah manusia biasa yang bisa lupa dengan sesuatu baik hal penting atau tidak" ucap Melodi yang terlihat kesal.
Nathan yang menyadarinya langsung teringat jika Melodi tidak akur dengan adiknya karena mereka saudara tiri dan dia baru ingat jika mereka berdua pernah bertengkar di roof top rumah sakit waktu itu. Mengingat semua itu membuat Nathan merasa bersalah karena sudah menuduh Melodi tanpa memikirkan perasaannya, dia yakin Melodi pasti sedang bersedih di kamarnya sekarang.
Namun tanpa dia sangka, Melodi datang lagi ke dapur dan melanjutkan masakannya padahal Nathan yakin jika Melodi sedang marah tadi.
"Apa lo baik-baik saja??"
"Emmm tentu saja, kamu kira aku akan menangis??"
"Eeew iya,, eee maksud gue gak"
"Aku sudah memutuskan untuk datang ke pernikahan Vika besok dan aku harap kamu juga ikut ke sana"
"Tentu saja gue pasti akan ikut"
Nathan tidak merasa bingung dengan sikap Melodi yang terus berubah-ubah, dia merasa Melodi menyembunyikan kesedihannya dengan terus terlihat kuat dan dingin agar tidak ada yang bisa mengasihaninya.
Keesokan harinya setelah selesai dari acara di kampus, mereka segera bersiap untuk pergi ke pernikahan Vika dengan kekasihnya yang bernama Arga Bintara seorang profesor seni.
Melodi dan Nathan berangkat ke tempat acara yang di adakan di Hotel X, disana banyak tamu undangan yang datang baik teman pengantin dan juga rekan bisnis dari ayahnya.
Saat sang ayah melihat Melodi datang, sang ayah langsung menghampirinya dan terlihat sangat bahagia karena sang putri mau datang ke pernikahan itu.
"Sayang akhirnya kamu datang juga"
"Emm aku datang hanya untuk ayah" ucap Melodi
"Tidak masalah, selama kamu ada disini sudah cukup membuat ayah bahagia"
Nathan yang datang bersama Melodi langsung memberikan salam kepada ayah mertuanya itu
"Nak Nathan,, bagaimana keadaan kalian selama ini??"
"Eee kondisi kami baik-baik saja ayah, jadi jangan khawatir"
"Melodi,,, kamu datang nak" ucap sang ibu tiri yang menyambut baik kedatangan Melodi ke sana.
"Jangan terlalu berlebihan, aku tidak suka" bisik Melodi di telinga sang ibu tiri.
Setelah itu mereka semua duduk di kursi khusus keluarga pengantin wanita, terlihat pengantin pria datang dan dia terlihat begitu tampan.
"Pantas saja Vika ingin cepat-cepat menikah ternyata calonnya setampan ini" ucap Melodi dan hal itu di dengar oleh Nathan yang duduk disampingnya
"Dia terlihat biasa saja" ucap Nathan secara mendadak
"Apa maksudmu?? Jelas-jelas dia tampan dan pintar" ucap Melodi yang terus memuji calon suami dari adiknya itu
"Ingat dia adalah calon suami dari adikmu jadi jangan berlebihan!!!"
Viona merasa kesal karena Nathan terlalu aneh dan terlalu berlebihan
Selang beberapa lama muncul pengantin wanita dengan di gandeng oleh sang ayah, saat itu Melodi melihat sang ayah begitu gembira dengan senyuman yang begitu ceria
"Apa ayahku juga sebahagia itu saat aku menikah??"
Pertanyaan Melodi membuat Nathan heran karena sudah pasti orang tua akan bahagia melihat anaknya menikah
"Tentu saja ayahmu senang"
"Tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya??"
Melodi ingat dengan jelas saat dia menikah tidak ada senyum di wajah sang ayah seperti sekarang, hal itu membuatnya cemburu karena sang ayah lebih bahagia ketika anak tirinya menikah dari pada anak kandungnya sendiri. Saat ini dia merasakan jika dialah yang anak tiri dan Vika adalah anak kandung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments