"Ya, ya serang itu!!" Ucap Pak Alex yang terlihat begitu serius dengan game yang di mainkannya hingga saat dia menoleh ke sofa di dapati Melodi yang sedang duduk sambil membaca dokumen. Sentak hal itu membuat dia terkejut karena tidak menyadari jika Melodi sudah ada di sana tanpa bersuara sejak tadi.
"Melodi!!,,,,"
"Eeee bapak sudah selesai bermainnya??" Tanya Melodi yang terlihat canggung karena melihat ekspresi si bos yang terkejut
"Sejak kapan kamu disini??"
"Eee sejak 5 menit yang lalu,, tapi saya sudah mengetuk pintu dan bapak terlihat sibuk jadi saya tidak berani mengganggu"
Pak Alex napak malu karena tertangkap basah bermain game dan menunjukkan sisi yang berbeda karena biasanya Pak Alex sangat tegas dan berwibawa di depan semua karyawannya. Namun sekarang Melodi malah melihat sisi yang berbeda dari bosnya dan itu membuat Melodi menahan tawanya.
"Eeee ada apa kamu datang kesini??" Tanya Pak Alex yang membuat Melodi diam
"Bukankah bapak yang ingin bertemu dengan saya??"
Mendengar hal itu membuat Pak Alex semakin malu karena sudah bersikap sangat memalukan dan ceroboh.
"Ooooo,, iya saya memang memanggil mu... Jadi saya mendengar kamu tidak hadir ke kantor selama satu hari, apa ada sesuatu??"
"Eeee, iya saya ada sedikit masalah di keluarga tapi semuanya sudah selesai dan itu tidak akan mempengaruhi kinerja saya dalam proyek yang sedang saya tangani"
"Bukan, bukan! Bukan begitu maksud saya. Saya hanya ingin mengatakan jika kamu masih perlu libur maka lakukanlah sampai semua urusan yang kamu lakukan selesai"
Melodi menjadi bingung dengan perkataan si bos karena dia sangat tahu jika kantor memiliki peraturan tidak boleh absen lebih sari 3 kali dalam sebulan, tapi kini bosnya ingin dia libur lagi.
"Apa saya melakukan kesalahan pak??" Tanya Melodi karena takut jika dia salah mengartikan omongan Alex.
"Kesalahan???,, Tentu saja tidak.. Mana mungkin kamu melakukan kesalahan, semua kinerja kamu selama ini sangat baik jadi anggap cuti yang saya berikan adalah bonus untuk semua kinerja kamu selama ini"
Melodi merasa bosnya terlalu aneh jadi dia menolak cuti yang diberikan tanpa membuat bosnya tersinggung
"Saya rasa cuti itu tidak perlu karena semua urusan saya sudah selesai, jadi apakah itu bisa digunakan nanti??"
"Eee tentu saja, itu semua terserah kepadamu"
"Kalau begitu apakah masih ada yang perlu dibicarakan pak?? Jika tidak saya akan kembali bekerja"
"Iya sudah tidak ada,, kamu bisa kembali bekerja. Oh iya mengenai seminar yang pernah saya katakan, bagaimana keputusannya??"
"Eeee saya akan melakukannya pak"
"Baguslah kalau kamu sudah mau melakukannya"
Karena sudah tidak ada yang dibahas lagi maka Melodi meninggalkan ruangan CEO dan kembali ke mejanya.
Malamnya Melodi pulang ke Apartemen dengan kondisi yang sangat lelah setelah bekerja seharian ditambah dia juga memikirkan masalah pernikahan, dia masih bertanya-tanya mengenai calon suaminya akan seperti apa karena dia belum di beritahu oleh sang ayah. Satu hal yang dia harapkan adalah calon suaminya nanti adalah seseorang yang berpikiran dewasa dan tidak melarangnya dalam bekerja walaupun sudah menikah.
Saat hendak tidur, tiba-tiba sang ayah menelepon dan mengatakan jika Melodi akan bertemu dengan calon suaminya besok sekaligus ingin membahas masalah acara pernikahan. Mengetahui hal itu sentak membuat Melodi pusing karena sang ayah begitu ingin dia menikah dan tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk sekedar bernafas.
Namun Melodi berusaha terlihat kuat agar orang lain tidak bisa merendahkannya walaupun keputusan yang diambil oleh sang ayah sangat berat baginya.
"Ingat kamu harus berdandan dengan cantik dan bersikap lebih lembut agar tidak merusak nama baik ayah di depan calon keluarga mertuamu" ucap sang ayah yang menekankan di akhir telepon
"Baik ayah,, Melodi tidak akan membuat ayah malu besok"
Tidak lupa sang ayah juga mengirimkan alamat restorannya dan waktu mereka akan bertemu yaitu pada malam hari jadi tidak akan menggangu pekerjaannya. Mendapatkan kabar seperti itu membuat Melodi tidak bisa tidur karena merasa sangat gelisah memikirkan hari esok dia harus bertemu dengan calon suami yang tidak pernah dia kenal dan harus hidup dalam sebuah ikatan pernikahan.
Dia barus bisa tertidur sekitar pukul 2 malam dan hal itu membuat dia menjadi tidak fokus besoknya karena terlalu kecapekan.
"Bu Melodi,, apa yang saya harus lakukan untuk rancangan ini??" Tanya Mita namun Melodi malah melamun dan tidak mendengarnya
"Bu,,, Bu Melodi!!!"
"Haaa, ada apa Mita??"
"Eee saya tadi bertanya terkait rancangan yang saya buat ini harus saya lanjutkan atau masih perlu revisi lagi?? Tapi kelihatannya ibu sedang tidak enak badan jadi sebaiknya ibu istirahat dulu dan saya akan datang lagi nanti"
"Tidak,, saya tidak apa-apa. Saya hanya kurang tidur semalam jadi agak lelah, kamu taruh saja rancangan itu disini nanti akan saya baca"
"Baik ibu"
Mita lalu keluar dari ruangan dan memikirkan mengenai ketua timnya yaitu Melodi yang sedang tidak sehat, karena jika ketua timnya tidak sehat maka akan mempengaruhi kinerja semua anggota tim yang ada di kantor.
"Mita,, kenapa kamu melamun seperti itu??" Tanya Anggun yang duduk di depannya
"Eee tadi aku keruangan Ibu Melodi, tapi kelihatannya dia sedang tidak enak badan karena kurang tidur"
"Tentu saja dia kurang tidur,, aku dengar ayahnya sedang di rawat di rumah sakit dan kemarin dia cuti juga sedang menjaganya di rumah sakit"
"Pantas saja ibu Melodi terlihat sangat lelah, tapi aku tidak pernah tahu tentang keluarga ibu Melodi selama ini dan dia juga tidak pernah menunjukkan di media sosialnya"
"Tentu saja, aku dengar dia tidak rukun dengan keluarganya karena sang ayah menikah lagi dan ibu Melodi keluar dari rumah hingga saat ini"
Pembicaraan Mita dan Anggun ternyata di dengar oleh Alex yang kebetulan lewat, mengetahui kesulitan yang dialami oleh Melodi membuatnya kasihan sehingga dia langsung menyuruh Melodi untuk datang ke kantornya.
"Permisi Pak!!, Apa anda memanggil saya??"
"Iya Melodi,, ayo masuk dan duduklah"
Melodi merasa bingung karena belakangan ini dia sering sekali di panggil keruangan CEO, dia takut jika para karyawan memikirkan hal yang buruk tentangnya karena terlalu sering bertemu dengan bosnya itu.
"Eee ada apa bapak memanggil saya??"
"Apa dengar ayahmu masuk rumah sakit, apa itu benar??"
Melodi kaget karena bosnya tahu mengenai sang ayah yang sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, padahal dia tidak memberitahu siapapun tentang hal itu.
"Eee dari mana bapak tahu tentang hal itu??"
"Saya mendengarnya dari beberapa karyawan di timmu jadi saya memanggil mu untuk memastikannya"
"Iya itu benar, tapi semuanya sudah selesai sekarang dan ayah saya sudah sehat"
Mengetahui jika rahasia dirinya diketahui oleh orang lain sangat menggangu bagi Melodi karena selama ini dia benar-benar menutup rapat mengenai keluarganya yang tidak harmonis, dia tidak ingin orang-orang tahu jika dia pergi dari rumah karena sang ayah yang menikah lagi. Hal itu akan benar-benar memalukan baginya karena dia tidak mau dikasihani oleh siapapun.
"Seharusnya kamu memberitahu saya mengenai ayahmu yang sakit, bagaimanapun kamu adalah salah satu karyawan saya yang paling penting jadi saya harus lebih memperhatikanmu"
"Saya rasa itu tidak perlu pak, karena saya benar-benar tidak ingin siapapun ikut campur dalam masalah keluarga saya"
"Eee saya mengerti, tapi jika hal seperti ini terjadi lagi kamu harus memberitahu saya agar saya dapat memberikan kemudahan untukmu sebagai bos"
"Bapak tidak usah khawatir karena urusan keluarga tidak akan pernah berpengaruh pada pekerjaan yang saya lakukan, jadi kedepannya jangan memanggil saya untuk urusan seperti ini lagi karena saya tidak mau orang-orang salah paham"
Setelah mengatakan itu Melodi langsung pergi san Alex juga tidak bisa mengatakan apapun. Setelah dari sana dia langsung masuk ke dalam ruangannya dan terlihat begitu frustasi karena beberapa hari belakangan ini terus saja ada masalah. Di saat seperti itu, sang ayah malah kembali mengingatkannya untuk datang tepat waktu ke restoran itu agar tidak membuat calon keluarga suaminya menunggu.
Melihat pesan itu sudah membuat Melodi sangat muak dan tidak peduli jika mereka menunggu lama atau tidak, dia juga tidak peduli jika pernikahan mereka dibatalkan. Dia juga berharap jika calon suaminya tidak menyukainya dan menginginkan pernikahan itu dibatalkan sehingga Melodi tidak perlu menikah dalam perjodohan itu.
Pukul 19.00 Melodi sudah berada di depan restoran yang dikirimkan oleh sang ayah, dengan langkah yang berat dia masuk ke dalam. Pelayan memberitahu untuk berjalan ke depan untuk menemukan ruangan yang dipesan oleh ayahnya, namun tiba-tiba seorang pemuda malah menabraknya hingga dia jatuh
"Awww apa kamu tidak bisa melihat??" Ucap Melodi yang terjatuh karena pemuda itu dan saat dia menoleh kearahnya ternyata pemuda itu adalah pemuda yang beberapa waktu lalu dia temui di rumah sakit. Pertemuan itu adalah pertemuan mereka yang ketiga kali dalam waktu yang lumayan dekat dan dalam kondisi yang sangat tidak baik karena setiap Melodi bertemu dengannya dia selalu sial.
"Kau lagi!!!" Ucap mereka bersamaan
"Kenapa setiap bertemu denganmu aku selalu sial,, apa bisa kamu jauh-jauh dariku!!" Ucap Melodi yang kesal
"Ehhhh justru gue yang seharusnya kesal karena semenjak bertemu sama lo hidup gue menjadi sangat sial, mulai dari minuman gue yang tumpah, tidur gue yang terganggu dan sekarang lo ada disini di hari yang paling gue gak suka"
Keduanya berdebat dan tidak ada yang mau mengalah, di saat itu untungnya ada pelayan yang melerai mereka jika tidak pasti mereka akan terus bertengkar.
"Benar-benar sial, awas saja aku bertemu dengan dia lagi pasti aku akan menjambak rambutnya dan memukul kakinya" gerutu Melodi sambil berjalan menuju ruangan yang di tujukan oleh pelayan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments