Bab 6

Sementara itu si pemuda juga nampak kesal karena setiap bertemu dengan Melodi selalu bernasib buruk.

"Dasar wanita gila, bagaimana bisa ada wanita seperti itu yang tidak lembut dan malah galak seperti iblis. Awas saja kalo gue ketemu lagi dengannya, pasti gue akan menyumpal mulutnya itu dengan tisu ini" gumam pemuda itu sambil mencuci tangan.

Beberapa saat kemudian Melodi sampai di ruangan yang diarahkan oleh pelayan, dia masuk dengan perlahan dan melihat keluarganya yaitu ayah dan ibu tirinya bersama dengan keluarga calon suaminya. Namun dia tidak melihat pria yang akan di jodohkan dengannya dan hal itu membuat dia semakin penasaran.

"Melodi akhirnya kamu datang juga, ayo kamu sapa dulu keluarga calon suamimu" ucap ibu tirinya dan Melodi tidak bisa mengelak karena dia sudah berjanji kepada sang ayah untuk bersikap baik selama makan malam.

"Halo Om, Tante" ucap Melodi dengan sangat ramah walaupun sebenarnya terpaksa

"Halo nak,, wah kamu sangat cantik dari yang ada di foto" ucap calon ibu mertuanya

"Terima kasih Tante, tapi anda jauh lebih cantik"

"Ayo sayang duduk di samping ayah dan ibu" ucap sang ayah dan Melodi langsung menurut

"Nak Melodi pasti bertanya-tanya kenapa tidak ada calon suaminya di sini" ucap calon ibu mertuanya

"Tentu dia merasa penasaran, bukan begitu Melodi??" Ucap Ibu tirinya

"Emm tentu saja Tante"

"Dia sedang ke kamar mandi, sebentar lagi kalian akan saling bertemu dan Tante harap kalian bisa akrab".

Melodi hanya tersenyum mendengar ucapan calon ibu mertuanya karena dia tidak terlalu bersemangat untuk bertemu dengan calon suaminya itu dan berharap jika perjodohan ini dapat dibatalkan.

Hingga beberapa saat kemudian calon suaminya datang

"Ehhh itu dia anak Tante"

Melodi langsung menoleh ke belakang dan terkejut saat melihat orang yang datang adalah pemuda yang baru saja bertengkar dengannya, si pemuda itu juga terkejut saat melihat orang yang akan dijodohkan dengannya adalah wanita yang dia benci.

Melodi berdiri dan menatap pemuda itu dengan perasaan kaget dan berharap jika itu adalah mimpi.

"Nathan ayo kesini dan berkenalan dengan calon istrimu" panggil sang ibu

"Maaf Ma, tapi Nathan menolak perjodohan ini!!"

"Aku juga menolak perjodohan ini" ucap Nathan dan Melodi secara bersamaan

Hal itu langsung membuat semua orang menjadi kaget karena keduanya secara mendadak menolak perjodohan itu tanpa berkenalan terlebih dahulu.

"Nathan apa yang kamu katakan!!!, Cepat minta maaf kepada Melodi dan tarik kembali perkataanmu tadi!!"

"Tidak Ma, aku tidak mau. Dia tidak pantas mendapatkan ucapan maaf dariku"

Melodi yang mendengarnya langsung marah dan ingin bersuara tapi dengan cepat sang ayah langsung menghalanginya

"Ada apa ini?? Apa kalian berdua saling mengenal??"

"TIDAK!!!" Ucap mereka bersamaan

"Ada apa sebenarnya ini, apa kalian bisa jelaskan kepada kami??"

"Pa aku tidak mau menikah dengan wanita seperti dia jadi aku mohon batalkan pernikahan ini!!" Ucap Nathan

"Iya ayah, Melodi juga tidak mau menikah dengan pemuda aneh seperti dia"

"Siapa yang kamu bilang aneh??" Ucap Nathan yang tidak terima dan membuat pertengkaran diantara mereka terjadi lagi.

"DIAM SEMUANYA!!!" Teriak ayah Melodi yang merasa kesal karena terjadi keributan tanpa jelas permasalahannya.

Melodi yang mendengar sang ayah berteriak langsung diam dan tidak berani bersuara karena tahu sang ayah pasti sangat marah kepadanya.

"Lebih baik sekarang kita duduk dulu dan membicarakan ini semua dengan baik-baik agar kami semua dapat tahu alasan kalian berdua tidak mau melanjutkan perjodohan ini" ucap ibu Nathan

Karena tidak ada pilihan terpaksa mereka berdua menurut dan duduk dengan posisi saling menghadap

"Nak Melodi,, sebenarnya ada masalah apa diantara kalian berdua sehingga bisa seperti ini??" Tanya Ibu Nathan

"Dia,, dia pemuda yang aneh dan aku tidak bisa menikah dengannya"

"Kau!!!" Ucap Nathan tapi langsung di cegah oleh ibunya

"Pasti ada salah paham disini, Nathan memang sedikit aneh tapi sebenarnya dia adalah anak yang baik"

Melodi yang mendengarnya tidak merasa jika Nathan adalah orang yang baik karena melihat sifatnya setiap bertemu sudah membuat Melodi sangat marah.

"Melodi,, kamu sudah dewasa jadi kamu harus bisa lebih bersabar dalam kondisi seperti ini" ucap sang ayah yang menganggap jika Melodi yang salah.

"Benar nak Melodi,, putra saya masih kekanak-kanakan jadi pasti tanpa sengaja sudah membuat kamu kesal. Jadi Tante harap kamu tidak membatalkan perjodohan ini"

"Apa maksud ayah, Melodi memang sudah dewasa tapi dia juga sudah dewasa jadi kami berhak menentukan pilihan kami sendiri dan alasan membatalkan perjodohan ini"

"Sayang,, dia masih berusia 20 tahun jadi dia masih remaja dan belum dewasa jadi kamu harus lebih mengerti" ucap ibu tirinya dan membuat Melodi sangat terkejut

"Apa!! 20 tahun??... Maksudnya dia lebih muda dariku??" Tanya Melodi kepada mereka semua

"Iya nak, putra Tante baru berusia 20 tahun dan dia sedang kuliah. Apa ayah dan ibumu tidak memberitahu kamu??

Hal pertama yang dilakukannya adalah menatap sang ayah dengan perasaan yang sangat kecewa karena tega menjodohkannya dengan seorang pemuda yang belum dewasa, padahal dia sudah rela menikah cepat hanya untuk kebahagiaan sang ayah tapi malah mendapatkan sesuatu yang begitu mengecewakan.

Dia berusaha menahan air matanya karena tidak mau menangis di depan orang lain, dan Nathan bisa melihat jika Melodi tidak tahu jika mereka memiliki perbedaan usia yang jauh.

"Ayah,, apa benar ayah menjodohkan ku dengan pemuda ini??"

Sang ayah terlihat diam dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu karena dia tahu sang putri pasti kecewa karena dirinya sudah merahasiakan hal yang penting darinya.

"Melodi,,, ayahmu memang ingin menjodohkan mu dengan Nathan tapi itu semua sudah dipikirkan dengan sangat matang" ucap ibu tirinya dan membuat Melodi terdiam dan langsung berdiri dan pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.

"Melodi kamu mau kemana??" Panggil sang ayah tapi Melodi tetap pergi, sedangkan keluarga Nathan tidak berani ikut campur karena itu adalah urusan orang lain.

"Sayang,, biar aku yang bicara dengannya" ucap sang istri lalu menyusul Melodi.

Melodi yang berada di luar langsung menangis karena begitu kecewa dengan sang ayah yang memutuskan sesuatu tanpa bertanya kepada dirinya dan hanya memikirkan putri angkatnya dari para putri kandungnya sendiri.

"Melodi!!"

"Melodi,, jangan seperti ini!! Kamu akan membuat ayah mu sangat malu jika kamu bertidak seperti ini!" Ucap ibu tirinya

"Jangan berani berbicara kepadaku karena anda tidak punya hak,, sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan orang itu dan tidak ada yang berhak untuk memaksaku"

"Iya kami tahu, kami salah sudah merahasiakannya tapi bagaimanapun kamu harus ingat jika kondisi ayahmu tidak sehat dan dia tidak bisa terkena tekanan yang tinggi"

Melodi terdiam mendengar hal itu..

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!