Beda pertemanan

Hari terakhir ospek kampus. Semua orang sibuk mengumpulkan tugas berhadapan dengan mentor per kelompok.

Nahla, Ayra dan Zoya duduk di rerumputan di bawah pohon rindang menghadap lapangan basket. Ketiganya baru saja mengumpulkan tugas dan tinggal menunggu penutupan saja. Berbeda dengan yang lain masih sibuk kesana-kemari.

"Ra, itu Regan," Zoya menyenggol Ayra yang duduk di tengah antara Nahla dan Zoya. "Gila, temennya cakep-cakep semua ya, Ra. Beda banget circle nya sama kita yang bantet,"

"Heloo, lo nggak tau sebutan mereka apa?"

Nahla dan Zoya menatap Ayra penuh tanda tanya dan penasaran.

"F4-nya Pahlawan!"Ayra bersemangat. "Lo berdua hidup di mana sih sampai nggak tau genk mereka, genk paling terkenal di kampus ini bahkan tercium ketampanannya sampai ke kampus tetangga,"

"Gue nggak urusin hal begituan, Ra. Jadi siapa mereka?" Tanya Zoya menggoyangkan tubuh Ayra agar memberitahu sedikit informasi. Nahla juga diam-diam penasaran.

"Cukup!" Ayra mengangkat tangan ke udara. "Oke gue jelasin," Nahla dan Zoya merapatkan tubuhnya pada Ayra yang membuka aplikasi instagram di ponsel mengetik nama Regan. "Pertama, Regan. Lo pasti nggak akan asing dengan nama ini. Siapa yang nggak tau cowok ganteng, tajir, pintar, baik hati dan tidak sombong kata mamanya. Nama Regan terkenal sampai ke penjuru kota Bandung. Jurusan S1 Managemen Business, kabarnya dia udah dapat undangan buat lanjut S2 di Stanford University jurusan business administration. Gila ya, cerah banget masa depan pacarnya,"

Nahla sudah tahu itu.

"Regan terlalu susah untuk di gapai, yang lain, Ra," Kata Zoya. Lagi pula Regan bukan tipenya.

"Oke lanjut. Lo berdua lihat cowok yang duduk di sebelah kanan Regan, itu namanya Kananta. Satu jurusan sama Regan. Ganteng, tajir, paling ramah, paling royal dan paling bucin. Btw, pacarnya adalah sohib-nya Aruna."

"Yahhh, skip kalau gitu," Zoya menurunkan bahu lemas.

"Skip, gue juga nggak terlalu suka sama ceweknya. Gimana ya, nggak cocok aja sama cowok sekelas Kananta,"

"Emang kenapa pacaranya?" Tanya Nahla.

"Namanya Carissa," Ayra membuka instagram perempuan tersebut. "Cantik, jurusan kedokteran. Kalau Regan King-nya Pahlawan. Dia Queen-nya. Body bagus, siapa yang nggak suka kalau semua cowok melihat fisik. Tapi kata orang, Carissa ini hanya manfaatin Kananta aja, suka cari ketenaran lewat Aruna. Intinya dia mau jadi center terus, nggak mau di kalahkan,"

"Biasa aja ah, cantikan lo, Ra," Ujar Zoya membuat Ayra memeluk Zoya gemas.

"Oke lanjut. Lihat cowok paling putih yang duduk di sebelah kiri Regan?" Nahla dan Zoya mengangguk. "Namanya Akalanka, jurusan kedokteran gigi. Dia ini teman Regan waktu SMA dan, masih jomblo!" Pekik Ayra histeris. "Jago bela diri, dulu dia dan Regan pernah ikut pertandingan bela diri mewakili kampus. Jadi, jangan macam-macam sama dia."

"Yang terakhir? Nggak kelihatan mukanya, Ra. Dia lihat sana soalnya,"

"Tenang, instagram-nya ada," Ayra membusungkan dada. "Yang terakhir. Namanya Alister. Jurusan S1 pertambangan. Dikenal Playboy, maklum tajir. Bapaknya petani tambang."

"Petani, Ra?" Zoya mengerutkan kening.

"Bapaknya ini jajaran tertinggi struktur direktorat jendral batubara terbesar di Asia. Gila nggak tuh duitnya tumpah-tumpah. Tapi nggak kalah tajir sama bapaknya Regan,"

"Emang apa, Ra?" Lanjut Zoya. Sedangkan Nahla lebih banyak mendengarkan.

"Bisnis properti. Apartemen di depan kampus kita, tau?"

Nahla dan Zoya mengangguk bersamaan.

"Itu punya bapaknya." Ayra tersenyum. "Bisnis properti keluarganya terus berkembang pesat bahkan menembus pasar Asia. Mulai dari apartemen, perumahan, hotel, vila, Mall bahkan pabrik pun dia punya."

"Dompet gue menangis mendengarnya," Ujar Zoya dilanjutkan tawa oleh Nahla dan Ayra yang menyetujui. "Circle nya berkelas semua. Kita masuk sana jadi debu,"

"Kalau lo, Ra?" Tanya Nahla menyipitkan matanya. Mendapat tatapan seperti itu Ayra kelabakan.

"Iya! Lo sendiri gimana?" Tanya Zoya

"G-gue? Gue terlahir dari keluarga sederhana," Kata Ayra tersenyum anggun.

"Nggak mungkin," Ujar Nahla dan Zoya bersamaan.

"Apa yang nggak mungkin?" Ayra berdiri menghindar dari teman-temannya. Nahla dan Zoya mengikuti.

"Dari atas kepala sampai ujung kaki. Lo bilang sederhana? Dimana letak kesederhanaan lo, Ra?!" Zoya dan Nahla berlari mengejar Ayra.

"Gue bukan circle mereka kok, percaya deh!" Ayra mengangkat tangan sambil berjalan cepat menghindar.

"Iya percaya kalau sehari aja lo nggak ngeluh jalan kaki dari kos ke kampus," Kata Nahla tertawa.

Mereka berlari sambil tertawa merangkul bahu satu sama lain. Seolah pertemanan yang terjalin sudah puluhan tahun. Pertemanan itu butuh kenyamanan, bukan keuangan ataupun mencari ketenaran dan keuntungan.

Nahla tertawa dan waktu seolah diperlambat. Nahla memutar kepalanya ke belakang. Menjulurkan lidahnya sedikit pada Regan yang tersenyum tipis padanya.

Terpopuler

Comments

Dhina Masagung Gemilang

Dhina Masagung Gemilang

keren cerita nya suka bacanya

2024-09-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!