Salah Cari Lawan

Terkadang tuhan ingin menguji seberapa kuat kita bertahan di tengah badai dan seberapa kuat usaha kita untuk bisa memperbaiki setiap masalah yang sedang di hadapi.

" jadi kamu sedang mengancam ku ?" tanya Alena yang tak menyangka jika wanita yang Aris nikahi dan yang di pilih langsung oleh ibu mertuanya ternyata wanita jahat yang rela menghalalkan segala cara demi bisa memiliki apa yang iya inginkan.

" apa kamu tak yakin jika mas Aris akan lebih memilih kamu dan anak kamu dari pada aku ?" tanya Alena dengan tatapan yang merendahkan Erika yang saat ini sedang berusaha mengancamnya.

" jangan asal bicara kamu " ucap Erika yang tak terima dengan apa yang baru saja Alena sampaikan.

" jika memang kamu yakin mas Aris akan lebih memilih kamu dan anak kamu lalu kenapa kamu harus capek capek mengancam ku yang malah membuat citra kamu di mata ku begitu buruk " ucap Alena yang mencoba tak terpancing dengan apa yang Erika sampaikan.

Melihat takada reaksi apapun dari Erika atas apa yang baru saja Alena sampaikan membuat Alena semakin yakin jika tak ada cinta di antara Erika dan Aris.

" lebih baik kamu pergi dan buat mas Aris jatuh cinta padamu agar dia bisa kamu miliki " ucap Alena yang sangat yakin jika selama pernikahan Aris dan Erika hanya Erika yang mencintai Aris.

" aku tak perlu membuat mas Aris mencintaiku karena kami memang saling mencintai " ucap Erika yang bahkan tak berani menatap Alena saat mengatakan semua itu.

" terserah apa yang ingin kamu katakan, lebih baik kamu pergi karena aku ingin istirahat " ucap Alena yang memilih memejamkan matanya tanpa menunggu Erika keluar dari ruangan nya.

Dengan perasaan kesal Erika pun keluar dari ruang rawat Alena, sedangkan Alena baru kembali membuka mata setelah yakin jika Erika sudah keluar dari ruangan miliknya.

" aku kasihan padamu mas, kenapa kamu harus terjebak dengan wanita egois dan ambisius seperti itu " ucap Alena yang tak takut sama sekali dengan ancaman yang Erika katakan tadi.

Berbeda dengan Erika yang masih sangat kesal karena apa yang Alena katakan benar adanya, dimana tak pernah sekali pun Aris mengatakan jika Aris mencintai dirinya, bahkan hingga Erika sampai di ruang unit gawat darurat dimana Zahwa sudah terlelap di atas tempat tidur sambil menggenggam tangan Aris.

" kamu dari mana ? Kenapa lama sekali ?" tanya Aris yang ingin segera bisa melihat Alena dan mengetahui hasil medical check up Alena tadi.

" mengurus administrasi " ucap Erika yang kini sudah duduk di samping Aris yang masih membiarkan tangannya di genggam oleh Zahwa.

" mas, boleh Erika bertanya sesuatu ?" tanya Erika yang ingin sekali bisa mendengar kata cinta dari Aris meski pun hanya sekali dalam hidupnya.

" apa mas tak pernah mencintai Erika ? Kenapa setelah tiga tahun kita bersama belum pernah sekalipun mas mengatakan cinta pada Erika ?" tanya Erika yang memang sudah sejak lama ingin menanyakan hal ini pada Aris.

" mas harus pergi dulu, jaga Zahwa " ucap Aris yang memang selalu menghindar jika Erika sudah membahas tentang cinta diantara mereka berdua.

" mas, sampai kapan kamu terus menghindar seperti ini ?" tanya Erika sambil menahan tangan Aris yang sudah bangkit dari duduknya.

" ini bukan waktu yang tepat dan bukan tempat yang tepat untuk kita membahas semua ini " ucap Aris yang sudah berhasil melepaskan tangan Erika dari lengannya.

" lalu kapan ? Erika yakin sampai kapan pun mas tak akan pernah mengatakan apa yang ingin Erika dengar sela tiga tahun ini " ucap Erika yang sudah terlihat sedikit bercampur kecewa karena lagi lagi Aris menghindar dari dirinya.

" mas pergi, hubungi mas jika terjadi sesuatu pada Zahwa " ucap Aris yang harus segera kembali ke Alena sebelum Alena menyadari jika Erika dan Zahwa berada di rumah sakit yang sama dengan dirinya.

Erika menghentakkan kakinya untuk menyalurkan rasa kesal dan kecewa nya pada Aris yang sudah terlihat jelas lebih memilih Alena dari pada dirinya dan Zahwa.

" lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk bisa membuat mas Aris menjauh dari mu dan hanya aku dan Zahwa yang bisa menguasai mas Aris, aku janji " ucap Erika yang langsung memikirkan cara yang ampuh untuk bisa memecah Aris dan Alena untuk selamanya.

Dengan sangat tergesa gesa Aris menuju ruangan dimana tadi dirinya meninggalkan

Alena tapi saat sampai di ruangan tak ada Alena di ruangan itu dan hal itu cukup membuat Aris kembali takut jika Alena tau jika Erika ada di rumah sakit ini dan Alena memilih pergi dari sisinya.

" kamu dimana sayang ?" tanya Aris sambil menghadap ke arah tempat tidur yang terlihat kosong tanpa ada alena di atasnya.

" mas ? Siapa yang pergi ?" tanya Alena yang baru saja keluar dari kamar kecil sambil di bantu suster jaga.

" sayang, kamu dari mana ?" tanya Aris yang baru saja bisa bernafas lega melihat Alena kini sudah ada di depan matanya.

" Alena mendadak mual jadi di bantu suster ke kamar kecil " jelas Alena yang kini sudah kembali ke tempat tidur di bantu Aris tentunya.

" mas dari mana ?" tanya Alena pura pura tidak tau tentang Zahwa dan Erika yang ada di rumah sakit demi melihat kejujuran Aris pada dirinya.

" Zahwa masuk ruang sakit dan Zahwa memang rewel jika sedang sakit dan selalu ingin sama mas terus jika sedang sakit " ucap Aris panjang lebar karena mulai hari ini Aris tak ingin menyembunyikan apapun dari Alena termasuk tentang Erika dan Zahwa tentunya.

" lalu bagaimana kondisi Zahwa ?" tanya Alena yang menganggap Zahwa tak memiliki salah apapun pada dirinya bahkan Alena ingin menganggap Zahwa seperti anak baginya karena bagaimanapun Zahwa memang anak dari suaminya meski dari istri nya yang lain.

" sudah jauh lebih baik " ucap Aris yang bahkan tak menyangka jika Alena akan menanyakan tentang kondisi Zahwa Meski pun Alena tau jika Zahwa anaknya dengan wanita lain atau anak dari madunya.

" sayang, apa kamu tak marah atau membenci Zahwa karena bagaimanapun Zahwa adalah anak mas dengan wanita lain ?" tanya Aris yang hanya ingin memastikan sesuatu dari Alena.

" bohong rasanya jika Alena tak sakit hati saat melihat Zahwa "

" tapi Alena sadar, Zahwa tak bersalah dalam hal ini karena kita tak bisa memilih dari rahim siapa dan status seperti apa yang akan kita miliki saat kita di lahirkan nanti " ucap Alena yang membuat Aris semakin mencintai Alena yang bisa berpikir sebijak itu menghadapi setiap masalah dalam hidupnya.

" tapi sikap Alena mungkin akan berbeda jika sudah menyangkut tentang Erika " ucap Alena yang tiba tiba saja mengingat ancaman yang Erika katakan tadi padanya.

" Alena harap mas lebih berhati hati karena seorang wanita bisa melakukan apapun untuk bisa membuat laki laki bertekuk lutut di kakinya "

" dan Alena yakin cinta yang Alena miliki bisa menjaga mas dan anak yang saat ini sedang tumbuh dalam rahim Alena " ucap Alena yang berhasil membuat Aris berpikir jika kepergian Erika tadi untuk menemui Alena dan mengatakan hal hal yang membuat Alena berbicara seperti itu.

" maafkan mas yang tak bisa menolak permintaan ibu untuk kembali menikah "

" tapi mas janji akan berlaku adil pada kalian berdua " ucap Aris yang langsung di bantah oleh Alena.

" Alena tak akan pernah mau dimadu jadi mas harus memilih Alena atau Erika ? ingat waktu untuk mas berpikir tinggal dua hari "

✍️✍️✍️ apa Aris akan tau ancaman yang Erika lontarkan pada Alena ? Dan bagaimana sikap Aris setelah tau apa yang Erika lakukan pada Alena ?

Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya

Love you moreee 😘 😘 😘

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!