Kepala Sekolah hanya terdiam, begitu juga dengan guru yang melaporkan kejadian, terlebih Harman dan 4 Orangtua murid lainnya.
"Saya harap sekolah ini dapat menutup identitas Nona Muda kami, begitu juga kalian berlima, sampai hal ini bocor ke publik pihak sekolah dan kalian berlima ku hancurkan.Tegas Jordan Albert.
Anabelle kembali ke rumah karena sudah hilang semangat belajarnya, dia disambut Mbok Ijah dan bi Inah, selesai makan mereka sama-sama ke stasiun kereta.
Hari - hari berlalu, Tanpa terasa sudah mau lebaran haji, Anabelle makin cerah dan bahagia, di setiap hari Sabtu akan ke rumah ibunya dan menginap disana, Pihak perusahaan gelagapan waktu pak Slamet melaporkan bahwa Anabelle akan menginap.
Pihak Perusahaan segera menyediakan segala sesuatu, termasuk bahan makanan dan alat makan dan lainnya, Anabelle sebenarnya tidak peduli soal menu makanan, karena dia terbiasa makan makanan yang sederhana atau apa saja yang bisa di makan maka dia oke saja.
Mbok Ijah dan bi Inah sangat senang, karena hari ini Anabelle akan datang ke kampungnya sesuai janji, dan akan berkumpul di rumah mbok Ijah.
Di stasiun Kebumen, Lima mantan pelayannya datang menjemputnya dengan menyewa mobil, Anabelle datang bersama Ayu, awalnya Anabelle ingin datang sendiri, tapi Jordan Albert, tidak menginginkan nya.
"Halo semuanya, apa kabar, sapa Anabelle dengan penuh bahagia,
"Kami semuanya baik-baik saja sayang, gimana sekolahnya, apa masih ada yang cari masalah, ucap mbok Ijah.
Sudah tidak ada, hanya Anna tidak punya teman, tapi tidak apa-apa, toh Anna sudah terbiasa tidak memiliki teman selain kalian berlima, jadi santai saja, jawab Anabelle dengan jujur.
"Yang penting dapat ilmu, Nona Muda tambah pintar, bibi sangat ingin Nona Muda seperti TV itu pakai pakaian dan topi yang ada talinya, baju wisuda katanya" ucap Mbok Ijah.
"Percayalah, Anna pasti bisa buktikan pada bibi semuanya, bahwa Anna pasti yang terbaik, balasnya penuh semangat.
Di kampung Mbok Ijah terasa sangat sejuk, Anabelle berkeliling kampung bersama mbok Ijah juga bi Inah dan Ayu, yang lain mempersiapkan makanan.
Dan saat hati raya tiba, suasana kampung lebih terasa silahturahmi nya, Ayu bahagia melihat majikannya begitu menyayangi mantan pelayannya, dia bisa membayangkan bagaimana pelayanan ini mendidik Anabelle.
Ayu sudah sangat geram setelah mendengar kisah Anabelle, Jordan Albert juga sama, tapi Anabelle, tidak mau buru-buru.
Dan benar saja, satu persatu keluarga Gunawan mulai tumbang, selesai masalah yang satu, Anabelle akan membuat masalah yang lain.
Hingga saat ini, keluarga Gunawan juga tak pernah mencari tahu keberadaan Anabelle, dan pastinya mereka tidak merasa tindakannya salah, dampaknya pada usaha mereka.
Walau mereka masih bisa mendapatkan dividen setiap tahun, tapi berbeda dengan di waktu mereka yang memegang perusahaan.
Ditangan orang lain, perusahaan mereka makin maju, karena tata kelola Perusahaan yang baik dan benar, beberapa bulan rating perusahaan terus merangkak naik.
Rumah mewah mereka sudah di jual, mobil sport dan barang sudah di jual, Samuel mencoba membuka usaha kecil, lumayan berhasil, cukup untuk biaya sehari-hari.
Amara dan Rendra masih lumayan, tapi sempat terguncang, biasanya saat ada tas branded baru, dia langsung memesannya, tapi saat ini, dia hanya diam.
Berbanding terbalik dengan Anabelle, dia menikmati hidupnya dengan apa adanya, dia tidak pernah tergiur dengan apapun, mungkin karena masih kecil,tapi karakternya sudah teruji, pulang sekolah hanya mengerjakan tugas sekolah,nonton dan telpon ke Tantri atau para mantan pelayannya.
Selebihnya dia melihat laporan kantor, apalagi perusahaan Ibunya, yang saat baru saja membeli Hotel, salah satu aset dari keluarga mertua Gunawan Tua.
Di kampung Mbok Ijah, Anabelle datang ke kolam usah lele dan mujair milik kedua anaknya Mbok Ijah
Anabelle memberikan hadiah dengan membeli lahan di samping usaha anaknya Mbok Ijah.
Hidup para mantan pelayan saat juga mulai berkembang, punya sawah, bahkan keempat pelayan itu, membuka usaha ayam petelur, jadi seperti kelompok, walau belum ada hasil, tapi Suaminya terurus, 15 ribu ekor, dan akan 3 tahap, Anabelle membantu mereka dengan ikhlas.
Setelah berlibur 3 hari, akhirnya Anabelle kembali ke Jakarta, besok dia harus ke sekolah.
Hari berganti, Minggu berganti dan bulan berganti,hari ini adalah hari terakhir untuk ujian Semester 1, Anabelle menghadapi dengan penuh semangat.
Enam bulan merasakan bersekolah, dia belum memiliki yang namanya sahabat, hanya sekedar bertutur kata saja dengan teman sekelas.
Banyak yang mencoba mengajak nya untuk sekedar jalan-jalan ke mall, tapi Anabelle tidak mau, alhasil mereka menjauh.
Akhirnya, Ujian semester 1 selesai, jam 1 siang dia sudah sampai dirumah, di kelas teman-teman nya janjian untuk jalan-jalan di Mall, dan kali ini, Anabelle setuju, karena tidak enak dengan Ketua Kelas yang berulang Tahun, dia mengajak mereka ke Restoran milik keluarganya di Blok M
Hari ini, Ayu lagi ke Singapura jadi tidak bisa menemani Anabelle, jam sore, Pak Bagio mengantar Anabelle ke Daerah Blok M.
Semuanya sudah berkumpul di Pasaraya Mall, tanpa sengaja, Anabelle melihat Ayahnya lagi jalan dengan keluarga nya, dan seorang wanita, dan terdapat 4 anak, yang dia tahu hanya Gerald dan Sarah.
Annabelle cuek saja, namun kejadian tak terduga terjadi, Sang Ketua Kelas datang menghampiri Sebastian dan keluarganya.
"Halo Paman, halo sepupu-sepupu, Anabelle cukup kaget tapi tetap dengan gaya cueknya.
"Apa mereka teman-teman sekolahmu? tanya Sebastian yang belum memperhatikan Anabelle.
"Ayah, bukannya itu Anabelle yang pernah tinggal dirumah, bisik Sarah.
Sebastian kemudian menengok arah yang ditunjuk Sarah, seketika darahnya bergejolak, wajahnya merah entah kenapa, ada rasa ingin pulang, tapi dia juga tidak enak dengan keluarga istrinya.
Tiga bulan setelah Anabelle keluar dari rumah, Sebastian akhirnya menikah sah.
Tampak gelisah dan moodnya Sebastian lenyap seketika, sedangkan Anabelle tidak peduli, dia berusaha meladeni teman-temannya ngobrol walau tidak akrab.
Ketua Kelas di panggil ayahnya karena acara sudah mau di mulai, seperti bebek yang di gembalakan, mereka berbaris antri masuk restoran sekalian mengambil nomor yang akan di undi untuk door prize.
Sebastian masih berpikir, bagaimana anak tidak sekolah kok bisa masuk SMP, karena jika di hitung, sudah hampir setahun Anabelle keluar dari rumahnya.
Acara berlangsung dengan lancar, Anabelle memusatkan kekuatan matanya untuk mencari Toilet, dan ketemu.
Dia berlari keluar Rungan acara, hal itu tak luput dari perhatian Sebastian.
Dia segera menyusul dan menunggu Anabelle keluar, dia rencananya akan mengusir Anabelle.
Dan benar saja, saat Anabelle keluar dia langsung menarik tangannya dengan kasar, Anabelle diam saja dan menatapnya dengan tajam.
"Pergi kau dari sini, karena disini bukan tempat orang rendahan sepertimu, bentak Sebastian.
"Apakah kamu pemilik Mall dan pemilik acara ini, sombong sekali jadi orang, jawab Anabelle.
"Kamu melawan saya, hardik Sebastian.
"Kalau kamu kasar, tak mungkin aku diam, kamu pikir saya orang bodoh dan lemah di luar sana yang bisa kamu bosoh-bodohi, kalau mau bertarung ku layani, tapi apa yang kudapat jika aku menang ", jawab Anabelle menantang.
"Kurang ajar kamu, geram Sebastian dan sekali lagi ingin menendang Anabelle.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 153 Episodes
Comments
🍃🦂 Nurliana 🦂🍃
Hhiiihh ko ada sih ortu durhakim begitu
2025-02-11
0
Apud Tahu
ayo lawan biar nyaho tu aki'
2025-02-24
0
𝕲𝖔𝖊𝖘 𝕼𝖚𝖒𝖎𝖊𝖟
dasar orang tua durhaka
2025-01-06
1