Bab.06 Keluarga Bejad

Setelah keluarga Farhat pergi, keluarga besar itu melanjutkan menikmati makan siang yang tertunda.

Sementara itu, bi Ina mengantar Anabelle ke jalan lewat pintu samping, Anabelle hanya memberikan alamat sembarangan ke pada bi Ina agar tidak terjadi apapun di kemudian hari, kepada bi Ina.

Saat Anabelle hendak masuk mobil, Farhat bergegas mencegat taksi itu.

"Nak, kamu mau kemana, kenalkan Nama Om adalah Farhat, termasuk Paman mu, tadi Paman berdebat Sebastian, dan keluar dari sana setelah mendengar penjelasan mereka, Paman putuskan untuk tidak bergabung dengan mereka, kalau kamu mau, mari ikut dengan kami, ucap Farhat.

"Terimakasih tawaran nya, saya masih bisa hidup sendiri, dan tidak akan pernah muncul di hadapan keluarga kalian, aku sudah putus hubungan dengan kalian, jika andaikan darah ibuku tidak bercampur dengan ayahku, sudah pasti aku akan membuangnya.

"Tenang saja, kelak aku akan ingat tawaran anda Tuan, jika waktu pembalasan ku datang kamu dan keluargamu tidak akan ku ganggu, tapi besok pagi, perusahaan Samuel akan rata sebelum makan siang.

Berikan nomor telpon kamu, kelak saya akan menghubungi Anda, terimakasih, ucap Anabelle.

"BI Ina terimakasih banyak, kalau mbok Ijah tanya, bilang aku sudah pergi dari sini, ucap Anabelle.

"Pak sopir silahkan antar saya sesuai alamat, ucap Anabelle.

Mobil taksi itu mundur kemudian bergerak maju, dan 30 menit kemudian, Anabelle meminta sopir berhenti di depan gedung yang menjulang tinggi, padahal di aplikasi menunjukkan ke arah PIK 2, dari Pondok indah.

"Dek, ini masih jauh, Ucap sopir taksi on-line.

"Tidak apa-apa, turunkan saja saya didepan gedung itu, tapi masuk dalam pelataran nya, saya bayar sesuai pesanan, ucap Anabelle.

Dia memberikan uang 300 ribu dan bergegas turun, kemudian lanjut memesan taksi online lain lagi, dan hanya 5 menit, taksi itu datang.

Dengan Tujuan blok M, Rumah sederhana yang dimaksud Nenek Arimbi adalah Rumah di Menteng Jakarta Pusat, rumah tersebut di tempati 1 sepasang suami istri, mereka telah turun temurun menjaga rumah itu dari sejak Nenek Arimbi membeli nya yang saat itu zaman kolonial Belanda.

Model rumah tidak pernah di rubah, karena terus terawat, hingga membuat rumah itu tetap kuat, hanya atap dan plafon yang di ganti, begitu ada beberapa kali di plester ulang, bisa di katakan rumah itu 60% masih asli.

Nama pemilik Rumah itu hingga saat ini, masih sama, bahkan yang menjaga rumah itu masih sama, tinggal beda generasi, namun sekarang mereka sudah di beritahu bahwa bahwa rumah itu akan ditempati oleh pewaris nenek Arimbi.

Beberapa orang kemarin datang dengan membawa pakaian, kasur baru baru dan gorden baru, bahkan AC juga di ganti yang baru.

Dirumah Sebastian sudah tidak mengingat perbuatannya, begitu juga dengan Samuel, mereka makan dan bercanda, seolah dunia ini hanya mereka.

Para pelayan juga sudah bersiap mereka sudah memesan Tiket kereta api untuk keberangkatan besok hari, mereka tidak tahu Anabelle pergi kemana.

Setelah semua seluruh Sepupu Sebastian pulang, kini tinggal dia dan saudara kandungnya bersama ayah ibunya, mereka kemudian memanggil seluruh pelayan yang selama ini merawat Anabelle, para pelayan itu sudah siap apapun yang terjadi.

"Kalian tahu kenapa saya memanggil kalian ? ujar Sebastian.

"Tidak tahu Tuan besar, jawab bi Ina.

"Saya harap kalian tidak berbicara masalah ini lagi, kepada siapapun, dan kesalahan kalian adalah kenapa anak itu bisa masuk keruangan ini? Ucap Sebastian.

"Nyonya Amara yang memerintahkan Nona Muda Anna, untuk kesini, saya dan yang lain sudah bilang bahwa Nona Muda Anna dilarang masuk ke sini, tapi Nona Amara membentak Nona Muda Anna dan kami, akhirnya Nona Muda Anna masuk, jawab bi Ina.

"Heh babu, aku mana tau ada aturan seperti itu, kalian saja yang bodoh hingga tidak bisa menjelaskan secara detil, sanggah Amara sekalian menghina para Pelayan.

"Sudahlah, bi Ina dan kalian semua, saya mempertahankan kalian karena masih ada anak itu dan saya hanya menghargai omongan terakhir ibunya anak itu, ini gaji kalian dan besok pagi silahkan pergi dari sini, Ucap Sebastian.

"Terimakasih Tuan, kami juga tau diri, Nyonya sudah meninggal dan juga Nona Muda Anabelle juga sudah pergi dengan tulang patah, jadi kami juga sudah memutuskan untuk berhenti, tidak usah berikan pesangon, besok pagi kami berempat pergi dari sini.

Nona Muda, tidak pernah protes dengan aturan kalian, dia juga tidak pernah berharap kalian mengakuinya sebagai anak atau saudara, dia juga tidak pernah mengutuk kalian, nama kedua kakaknya hingga dia pergi, dia tidak tahu, dia tidak pernah berkeinginan untuk masuk melewati pagar yang anda buat, dia selalu lewat samping jika mau jajan ke warung, jalan kaki lewat pos Security.

Dia tidak pernah bertanya kenapa dia tidak di sekolahkan, dia menuruti semua aturan yang ada, dia bahkan melarang kami menyebut dia Nona Muda, dan asal anda tau, dia selalu membantu memasak untuk kalian, menggosok baju kalian.

Tega anda sebagai ayahnya walaupun kamu menolaknya, setidaknya jangan di pukul seperti binatang, kami yang membesarkan nya, dia tidak pernah kami perlakukan kasar walau dulu dia sangat aktif.

Dan kalian berdua, semoga anak gadis anda tidak di perlakukan secara biadab oleh suaminya, ini ada uang 3 juta, jatah Sebastian, Nona Muda saya bilang ini untuk ganti bajumu.

Dan anda Sebastian yang terhormat, mungkin besok atau lusa, Nona Muda kami berkata, akan mengganti seluruh biaya yang anda berikan untuknya, dan sekantong darahnya, dan rambut nya, dia akan kirim, setelah itu, semuanya selesai, jikapun suatu saat dia jadi pengemis, dia tidak pernah datang menemui mu

Sebaliknya jika dia menjadi orang sukses, hancur nya keluarga ini di depan matanya dia tidak bergeming.

Kedua kakaknya yang tidak di kenalnya pun, di depan mata mau bunuh orang pun atau sarah di perkosa pun, dihadapan matanya, dia tidak akan menolongnya, karena tidak kenal.

Kalian berdua Gerpad dan Sarah, tak ada sedikitpun kalian memikirkan adik kalian itu? Tanya Bi Inah.

"Kami lupa kalau punya adik, dan kalaupun dia ada, dia hanya akan menjadi benalu di rumah ini, jadi untuk apa memikirkan nya, ucap Gerald yang juga di setujui Sarah.

"Baguslah, berarti Nona Muda ku tidak salah bertindak, saya yakin suatu saat kalian akan menyesal dengan. Apa yang kalian buat, permisi, malam ini juga kami keluar dari sini, ucap bi Ina.

"Baguslah jika kalian tau diri, dan jika ketemu dengan anak itu, bilang aku Samuel tidak pernah butuh uang receh seperti ini, dan kalian babu rendahan, pergilah dari rumah kakak ku, usir Samuel.

"Samuel, saya memang pembantu disini, tapi kamu punya anak haram dengan pelayan, dan bahkan 2 pelayan hamil secara bersamaan, istrimu juga tahu itu, tapi karena hartamu istrimu diam, jadi sembarangan menghina saya, karena kamu tidak pernah membayar tenaga saya.

"Ayo kita berangkat, ucap bi Ina dan kembali ke belakang, dan mengangkat koper mereka.

Terpopuler

Comments

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati

kok pembantunya berani ngomong bgitu ke bos nya???? kok masih aman kan keluarga biadab

2025-03-15

0

Sutono jijien 1976 Sugeng

Sutono jijien 1976 Sugeng

belagu amat keluarga biadab

2025-02-18

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangst

2025-02-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab.01. Anabelle Rista
2 Bab. 02. Nenek Arimbi Ratu Perompak
3 Bab.03. Rencana meninggalkan Rumah
4 Bab.04. kepergian Bi Ijah dan meeting
5 Bab.05. Dianiaya
6 Bab.06 Keluarga Bejad
7 Bab.7 Tiba di rumah Nenek dan Penyelidikan
8 Bab.08. Keluarga Gunawan mulai terganggu
9 Bab.09.Arahan untuk Pelayan
10 Bab.10. Amara vs Anabelle
11 Bab.11. Bertemu Keluarga Gunawan
12 Bab. 12. Bertemu Sebastian Gunawan
13 Bab. 13. Bertemu Anita Lesmana
14 Bab.14. Warisan sang Ibu
15 Bab.15. Tante - Tante
16 Bab.16. Keceriaan
17 Bab.17. Masuk Sekolah
18 Bab.18. Masalah disekolah
19 Bab.19. Jordan Albert
20 Bab.20. Ultah Ketua Kelas ; bertemu lagi
21 Bab.21. Anabelle di tangkap
22 Bab.22. Hukuman 2 Tahun
23 Bab.23. Hadiah terindah
24 Bab. 24. Karma itu ada
25 Bab.25. Keanu
26 Bab. 26. Ancaman bagi Anabelle
27 Bab.27. Bertemu Gerald sang kakak
28 Bab.28. Masalah perusahaan Marchelo Wardana
29 Bab. 29. Kebahagiaan Marchelo
30 Bab 30. Mulai Kuliah
31 Bab.31. Brendan Stamford
32 Bab.32. Perampokan
33 Bab.33. Rahasia Gunawan Tua
34 Bab. 34. Sudah Cacat tetap sombong
35 Bab.35. Dikasih hati mau jantung
36 Bab.36. Buah tomat
37 Bab.37. Pernikahan Sarah
38 Bab. 38. Acara pesta kacau
39 Bab. 39. Pertemuan ibu dan anak
40 Bab.40. Bersatunya Keluarga dan ibu sambung yang baik
41 Bab.41. Berbagi dan harapan
42 Bab.42. Aldrian dan keluarganya
43 Bab 43. Pembagian Warisan sang ibu
44 Bab. 44. Yuri
45 Bab.45. Ketulusan Yuri
46 Bab. 46. Status Yuri
47 Bab. 47. Berkunjung Ke perusahaan ibu
48 Bab. 48. Ketemu Rendra Gunawan
49 Bab.49. Leona Agustine
50 Bab. 50. Mulai membuka Diri
51 Bab.51. Santi
52 Bab. 52. Masalah Santi
53 Bab.53. Menolong orang
54 Bab.54. Tanah Kosong
55 Bab.55. Akibat sombong
56 Bab.56. Akhir sebuah sengketa
57 Bab.57. Acara dan kedatangan mafia Tanah
58 Bab.58. S2. Pertarungan
59 Bab. 59. Pembunuh Baik Hati
60 Bab.60. Keluarga Wildan
61 Bab. 61. Awal pembangunan
62 Bab. 62. Davian yang Malang
63 Bab.63. laki-laki Pelit
64 Bab.64. Menolong Leona
65 Bab.65. orang buangan
66 Bab. 66. Membeli Perusahaan
67 Bab. 67. Winny Andradi
68 Bab. 68. Berita Bahagia
69 Bab. 69. Santi dan Thomas terkejut
70 Bab. 70. Mendukung teman
71 Bab. 71. Anabelle di incar
72 Bab. 72. Eksekusi Besar
73 Bab.73. Kehancuran Rendra dan Amara
74 Bab.74. BelleRis dan Penawaran lucu
75 Bab.75. Keanu yang Malang
76 Bab. 76. Pengganggu datang lagi
77 Bab. 77. Pertemuan tak terduga
78 Bab.78. Menjadi Pelindung
79 Bab. 79. 9 Keturunan Punggawa
80 Bab.80. Kembali beraksi
81 Bab. 81. Pembukaan Toko Santi
82 Bab. 82. Kartu tertinggi
83 Bab. 83. Warung Pak Haji Rozak
84 Bab. 84. Gadis tangguh
85 Bab. 85. Renita dan Diniastri
86 Bab.86. Menyewa Kios untuk Dini
87 Bab. 87. Seharian bersama Dini
88 Bab. 88. Nasib Davian Wildan
89 Bab.89. Sejarah
90 Bab. 90. Status Anabelle dan 9 Punggawa
91 Bab.91. Majikan yang baik
92 Bab. 92. Pasar Barang Bekas
93 Bab. 93. Keturunan setengah Dewa
94 Bab. 94. Dewi Prameswari dan Anaknya
95 Bab. 95. Keturunan Harimau Putih
96 Bab.96. Pasangan Berbahagia
97 Bab. 97. Bersama saudara Baru
98 Bab.98. Pengetahuan Baru
99 Bab.99. Kolam Penyucian
100 Bab.100. Kebangkitan Dewi Semesta
101 Bab. 101. Berangkat ke China
102 Bab.102. Rumah Peninggalan Nenek Arimbi di Beijing
103 Bab.103. Mulai berjudi batu
104 Bab. 104. Menjual Batu giok
105 Bab. 105. Rejeki Yi Fei dan Lan Lan
106 Bab. 106. Pelelangan
107 Bab.107. Membantu hingga tuntas
108 Bab. 108. Ling Bo
109 Bab. 109. Keberuntungan seorang ibu
110 Bab. 110. Kembali ke Jakarta
111 Bab.111. Ada yang mencoba mengganggu
112 Bab. 112. Anak Durhaka
113 Bab.113. Keharmonisan
114 Bab.114. Liburan selesai
115 Bab. 115. Kebahagiaan Dini dan Bude
116 Bab.116. Santai
117 Bab. 117. Grace Melahirkan
118 Bab. 118. Xavier Jose Bachtiar
119 Bab. 119. Keluarga munafik.
120 Bab. 120. Nasib Dark Lion
121 Bab. 121. Aset bertambah.
122 Bab. 122. Alrisa Grasela Bachtiar
123 Bab. 123. Orang terdekat
124 Bab. 124. Malapetaka 2 Keluarga tersembunyi
125 Bab. 125. Nasib pasukan penyerang
126 Bab. 126. Resepsi pernikahan.
127 Bab. 127. Kebahagiaan
128 Bab. 128. Keluarga Angkat Santi
129 Bab. 129. Akhir dari Brandon Stamford
130 Bab. 130. Salah mengganggu orang.
131 Bab.131. Bella Vista Food Court
132 Bab. 132. Darah Anabelle
133 Bab. 133. Rencana membeli Peternakan
134 Bab. 134. Memperdalam ketrampilan memasak
135 Bab. 135. Belle Kafe dan Fresh Market
136 Bab. 136. Kebahagiaan Aldrian dan Duka Sebastian
137 Bab. 137. The Modern World Food dan Five Star
138 Bab. 138. Anabelle mulai marah
139 Bab. 139. Rahasia Anabelle masih terjaga
140 Bab. 140. Nasib Five Star
141 Bab. 141. Membeli aset Five Star dan membuat masalah di proyek.
142 Bab. 142. Leona dan Santi menjadi Pengamat Sosial
143 Bab. 143. Kematian Gunawan Tua
144 Bab. 144. Geovany Bastian Bachtiar. Dan kehamilan Yuri.
145 Bab. 145. Pengakuan Gunawan Tua.
146 Bab.146. Bertemu Siska, ibu kandung Gerald dan Sarah.
147 Bab. 147. Membawa Siska ke Jakarta
148 Bab. 148. Siska di peralat kekuatan Iblis.
149 Bab. 149. Jiwa iblis Gunawan Tua.
150 Bab. 150. Siska akhirnya bebas
151 Bab. 151. Perintah Kepada bawahan
152 Bab. 152. Dampak pemberontakan
153 Bab. 153. Kebahagiaan Santi dan kemarahan Anabelle
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Bab.01. Anabelle Rista
2
Bab. 02. Nenek Arimbi Ratu Perompak
3
Bab.03. Rencana meninggalkan Rumah
4
Bab.04. kepergian Bi Ijah dan meeting
5
Bab.05. Dianiaya
6
Bab.06 Keluarga Bejad
7
Bab.7 Tiba di rumah Nenek dan Penyelidikan
8
Bab.08. Keluarga Gunawan mulai terganggu
9
Bab.09.Arahan untuk Pelayan
10
Bab.10. Amara vs Anabelle
11
Bab.11. Bertemu Keluarga Gunawan
12
Bab. 12. Bertemu Sebastian Gunawan
13
Bab. 13. Bertemu Anita Lesmana
14
Bab.14. Warisan sang Ibu
15
Bab.15. Tante - Tante
16
Bab.16. Keceriaan
17
Bab.17. Masuk Sekolah
18
Bab.18. Masalah disekolah
19
Bab.19. Jordan Albert
20
Bab.20. Ultah Ketua Kelas ; bertemu lagi
21
Bab.21. Anabelle di tangkap
22
Bab.22. Hukuman 2 Tahun
23
Bab.23. Hadiah terindah
24
Bab. 24. Karma itu ada
25
Bab.25. Keanu
26
Bab. 26. Ancaman bagi Anabelle
27
Bab.27. Bertemu Gerald sang kakak
28
Bab.28. Masalah perusahaan Marchelo Wardana
29
Bab. 29. Kebahagiaan Marchelo
30
Bab 30. Mulai Kuliah
31
Bab.31. Brendan Stamford
32
Bab.32. Perampokan
33
Bab.33. Rahasia Gunawan Tua
34
Bab. 34. Sudah Cacat tetap sombong
35
Bab.35. Dikasih hati mau jantung
36
Bab.36. Buah tomat
37
Bab.37. Pernikahan Sarah
38
Bab. 38. Acara pesta kacau
39
Bab. 39. Pertemuan ibu dan anak
40
Bab.40. Bersatunya Keluarga dan ibu sambung yang baik
41
Bab.41. Berbagi dan harapan
42
Bab.42. Aldrian dan keluarganya
43
Bab 43. Pembagian Warisan sang ibu
44
Bab. 44. Yuri
45
Bab.45. Ketulusan Yuri
46
Bab. 46. Status Yuri
47
Bab. 47. Berkunjung Ke perusahaan ibu
48
Bab. 48. Ketemu Rendra Gunawan
49
Bab.49. Leona Agustine
50
Bab. 50. Mulai membuka Diri
51
Bab.51. Santi
52
Bab. 52. Masalah Santi
53
Bab.53. Menolong orang
54
Bab.54. Tanah Kosong
55
Bab.55. Akibat sombong
56
Bab.56. Akhir sebuah sengketa
57
Bab.57. Acara dan kedatangan mafia Tanah
58
Bab.58. S2. Pertarungan
59
Bab. 59. Pembunuh Baik Hati
60
Bab.60. Keluarga Wildan
61
Bab. 61. Awal pembangunan
62
Bab. 62. Davian yang Malang
63
Bab.63. laki-laki Pelit
64
Bab.64. Menolong Leona
65
Bab.65. orang buangan
66
Bab. 66. Membeli Perusahaan
67
Bab. 67. Winny Andradi
68
Bab. 68. Berita Bahagia
69
Bab. 69. Santi dan Thomas terkejut
70
Bab. 70. Mendukung teman
71
Bab. 71. Anabelle di incar
72
Bab. 72. Eksekusi Besar
73
Bab.73. Kehancuran Rendra dan Amara
74
Bab.74. BelleRis dan Penawaran lucu
75
Bab.75. Keanu yang Malang
76
Bab. 76. Pengganggu datang lagi
77
Bab. 77. Pertemuan tak terduga
78
Bab.78. Menjadi Pelindung
79
Bab. 79. 9 Keturunan Punggawa
80
Bab.80. Kembali beraksi
81
Bab. 81. Pembukaan Toko Santi
82
Bab. 82. Kartu tertinggi
83
Bab. 83. Warung Pak Haji Rozak
84
Bab. 84. Gadis tangguh
85
Bab. 85. Renita dan Diniastri
86
Bab.86. Menyewa Kios untuk Dini
87
Bab. 87. Seharian bersama Dini
88
Bab. 88. Nasib Davian Wildan
89
Bab.89. Sejarah
90
Bab. 90. Status Anabelle dan 9 Punggawa
91
Bab.91. Majikan yang baik
92
Bab. 92. Pasar Barang Bekas
93
Bab. 93. Keturunan setengah Dewa
94
Bab. 94. Dewi Prameswari dan Anaknya
95
Bab. 95. Keturunan Harimau Putih
96
Bab.96. Pasangan Berbahagia
97
Bab. 97. Bersama saudara Baru
98
Bab.98. Pengetahuan Baru
99
Bab.99. Kolam Penyucian
100
Bab.100. Kebangkitan Dewi Semesta
101
Bab. 101. Berangkat ke China
102
Bab.102. Rumah Peninggalan Nenek Arimbi di Beijing
103
Bab.103. Mulai berjudi batu
104
Bab. 104. Menjual Batu giok
105
Bab. 105. Rejeki Yi Fei dan Lan Lan
106
Bab. 106. Pelelangan
107
Bab.107. Membantu hingga tuntas
108
Bab. 108. Ling Bo
109
Bab. 109. Keberuntungan seorang ibu
110
Bab. 110. Kembali ke Jakarta
111
Bab.111. Ada yang mencoba mengganggu
112
Bab. 112. Anak Durhaka
113
Bab.113. Keharmonisan
114
Bab.114. Liburan selesai
115
Bab. 115. Kebahagiaan Dini dan Bude
116
Bab.116. Santai
117
Bab. 117. Grace Melahirkan
118
Bab. 118. Xavier Jose Bachtiar
119
Bab. 119. Keluarga munafik.
120
Bab. 120. Nasib Dark Lion
121
Bab. 121. Aset bertambah.
122
Bab. 122. Alrisa Grasela Bachtiar
123
Bab. 123. Orang terdekat
124
Bab. 124. Malapetaka 2 Keluarga tersembunyi
125
Bab. 125. Nasib pasukan penyerang
126
Bab. 126. Resepsi pernikahan.
127
Bab. 127. Kebahagiaan
128
Bab. 128. Keluarga Angkat Santi
129
Bab. 129. Akhir dari Brandon Stamford
130
Bab. 130. Salah mengganggu orang.
131
Bab.131. Bella Vista Food Court
132
Bab. 132. Darah Anabelle
133
Bab. 133. Rencana membeli Peternakan
134
Bab. 134. Memperdalam ketrampilan memasak
135
Bab. 135. Belle Kafe dan Fresh Market
136
Bab. 136. Kebahagiaan Aldrian dan Duka Sebastian
137
Bab. 137. The Modern World Food dan Five Star
138
Bab. 138. Anabelle mulai marah
139
Bab. 139. Rahasia Anabelle masih terjaga
140
Bab. 140. Nasib Five Star
141
Bab. 141. Membeli aset Five Star dan membuat masalah di proyek.
142
Bab. 142. Leona dan Santi menjadi Pengamat Sosial
143
Bab. 143. Kematian Gunawan Tua
144
Bab. 144. Geovany Bastian Bachtiar. Dan kehamilan Yuri.
145
Bab. 145. Pengakuan Gunawan Tua.
146
Bab.146. Bertemu Siska, ibu kandung Gerald dan Sarah.
147
Bab. 147. Membawa Siska ke Jakarta
148
Bab. 148. Siska di peralat kekuatan Iblis.
149
Bab. 149. Jiwa iblis Gunawan Tua.
150
Bab. 150. Siska akhirnya bebas
151
Bab. 151. Perintah Kepada bawahan
152
Bab. 152. Dampak pemberontakan
153
Bab. 153. Kebahagiaan Santi dan kemarahan Anabelle

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!