Bab.10. Amara vs Anabelle

"Saya senang mendengarnya, dia yang merawat ku sedari bayi, dan gara-gara saya di kehilangan pekerjaan, ucap Anabelle.

"Tenang saja, besok pagi beliau sudah tiba, jangan bersedih lagi, ucap Ayu menghibur Anabelle.

Hari ini terlihat sangat ramai di kediaman Anabelle, mereka makan bersama termasuk para Security, Anabelle menambahkan beberapa aturan.

"Kak Ayu, antar saya ke Mall, saya ingin jalan-jalan sebelum kak Ayu mulai mengajar Paman Harno, pinta Anabelle.

Ayu membawa Anabelle ke salah satu Mall besar dan berisi barang- barang branded, yang tentunya dengan harga yang membuat mata dan dompet berkelahi, sudah tentu barangnya berkualitas tinggi.

Anabelle hanya melihat-lihat saja, apalagi pakaian, dia tak berniat untuk membeli, di lemarinya berjejer pakaian branded, dalam cincinnya juga sama, nenek Arimbi memang sudah mempersiapkan untuk Anabelle, untuk aksesoris semua sudah lengkap, hanya saja di balik kekayaan segunung, dia kesepian.

Biasanya setiap hari dia akan bersama-sama dengan pelayan beraktivitas sepanjang hari untuk bekerja demi bisa makan.

"Nona Muda, apa ada yang inginkan? tanya Ayu.

"Belum ada, jujur saja, seumur hidup, dia baru kali ini dia ke Mall.

"Kalau ada yang ingin anda beli,kasih tau saja dan kita mampir, ucap Ayu.

"Nah itu kak, saya ingin tas yang itu, cocok buat jalan-jalan, ucap Anabelle.

Ayu membantu Anabelle mengambilnya, sepintas dia melihat harganya sekitar 70 juta, tas kulit berukuran sedang keluaran Brand Fendi memang sungguh sangat bagus.

Tapi sayang seorang remaja lebih tua sedikit dari Anabelle merampasnya dari tangan Anabelle, hingga lepas dari tangannya.

Tas tersebut di Indonesia hanya kebagian stok 10, dan saat tinggal 1 buah saja.

"Kamu tak akan mampu membayarnya, ucap anak gadis remaja itu meremehkan.

Anabelle mengalah dan memilih tas yang lain, dan meminta ayu mengambil tas yang model sedang namun merk lokal harganya 15 juta, dan menurutnya cukup bagus buat jalan-jalan bahkan ke sekolah pun masalah cocok.

Anak gadis yang merampas tas yang di pegang Anabelle, hanya tersenyum puas, kemudian datang suami istri bersama seorang anak laki-laki, sang suami terdiam saat melihat Anabelle.

"Ayah, ini yang ku bilang, temanku sudah memakai tas ini tadi di sekolah, ucap anak gadis itu.

"Heh.. ngapain anak buta huruf seperti mu ada disini, sambil menarik kasar bahu Anabelle.

"Hati-hati tanganmu nyonya, jangan menyentuh Nona Muda ku dengan sembarangan", ucap ayu menarik tangan wanita dewasa itu dan menghempasnya.

"Sudahlah kak, memang tabiatnya seperti itu, lihat saja anaknya, sekolah tapi tapi seperti tak didik", ucap Anabelle.

"Apa, Nona Muda mengenal mereka? Tanya Ayu.

"Tidak tau namanya, hanya saya ingat wajah mereka seperti psikopat, ucap Anabelle.

"Heh apa kamu bilang, kami psikopat ! ucap wanita itu lantang.

"Kalau bukan psikopat lantas apa, ada orang di siksa hingga di tendang, kamu tetap makan, Ucap Anabelle.

"Dasar anak tidak punya didikan! Bentak Amara

"Saya memang tidak sekolah tapi saya tau mana yang baik dan buruk, lalu kamu sudah tau orang disiksa, apa kamu punya hati menolongnya, Hay Nyonya besar Keluarga Gunawan.

Dan bagaimana dengan anakmu, apa kamu mendidik nya dengan baik, tas yang sudah pegang di rampas nya, apa itu didik kamu? ucap Anabelle menohok.

Para pengunjung yang melihat tingkah anaknya Amara di buat geram, apalagi mendengar Amara bicara soal mendidik.

Nyonya besar Gunawan yang terhormat, jika saya berprilaku seperti anakmu, itu wajar karena saya tidak sekolah dari TK hingga sekarang, lalu anakmu, sekolah di sekolah mahal otomatis sekolah nya bermutu tinggi, tapi tingkahnya lebih buruk dari anak-anak yang sekolah di kampung, apa sala ucapakan ku Nyonya Besar Gunawan.

"Oh jadi kamu akui kalau kamu buat huruf, ucap Amara tidak nyambung.

"Hahahaha, aku pikir karena saya tidak sekolah, maka saya orang bodoh, ternyata masih ada orang yang lebih bodoh, sopan santun itu perilaku dan tidak ada kaitannya dengan buta huruf, dari awal kamu bilang saya buta huruf apakah saya membantahnya, hal sederhana ini saja kamu gak ingat, itu namanya orang bodoh, berlagak pintar, ejek Anabelle.

"Ayo ma kita pulang, ayah masih ada pekerjaan, ajak suami Amara.

"Halo Tuan menantu keluarga Gunawan, apakah anda pura-pura lupa dengan saya, atau anda ingin menjaga image karena banyak orang, berarti anda pengecut, istri anda lebih berani mengejek orang di tempat umum, ejek Anabelle.

"Sudahlah, apa yang sudah lewat jangan di ungkit, nanti kamu menyesal sendiri, ucap suami Amara.

"Anda mengancam saya, jika aku mau keluarga kamu dan keluarga Gunawan bersekutu tak akan bisa mengalahkan saya, kalau berani buatlah tantangan terbuka, kita beradu keterampilan bagaimana? apa kamu berani? Lantang Anabelle.

"Pa, bukankah dia yang bikin ribut acara paman? tanya anak gadis polos.

"Sudah ayo pulang, kamu jangan ikut seperti Dia, dia itu tidak sekolah, makanya bodoh, bisik Amara.

'Baik ma, singkat gadis itu.

"Daripada kamu sekolah tinggi tapi goblok, salam buat Samuel dan istrinya, biasannya di medsos selalu upload makanan dengan harga selangit, apa sudah bangkrut dia atau belum? kayaknya dia akan turun dari jabatan nya', ucap Anabelle

"Kamu pikir keluarga kami akan segampang itu, di hancurkan, ucap Amara.

"Oh, berarti keluarga anda sungguh hebat, Dan kamu bagaimana, berita yang ku dengar ada yang mau menarik uang nya di perusahaan kamu, bahkan seluruh keluarga Gunawan, ejek Anabelle.

Amara dan suaminya tertegun, mereka penasaran darimana Anabelle tahu masalah mereka

"Darimana berita hoax itu kamu dapatkan, biar saya tuntut? Ucap Amara.

"Hahahaha, Hoax katamu, kalau begitu buktikan Minggu depan omongan mu", ucap Anabelle.

"Kak Ayu tolong bayar tas Saya, ini kartunya, ucap Anabelle memberikan Kartu Hitam dari Amex.

"Baik Nona Muda, jawab ayu.

Kembali Amara dan suaminya tertegun melihat Kartu milikinya, walaupun mereka juga punya tapi mereka adalah pengusaha jadi wajar, lantas Anabelle, yang baru berumur 11 tahun dan tidak sekolah memiliki Kartu Hitam dari Amex.

"Sudah Nona Muda, dan ini kartu anda, lain kali pakai kartu yang lain saja, biar tidak di tatap orang seperti itu, ucap Ayu menyindir Amara dan suaminya.

"Oh begitu ya, jadi bagusnya pakai yang mana ? ucap Anabelle sambil mengeluarkan 5 kartu miliknya yang sengaja dia perlihatkan agar Amara makin sakit hati.

"Pakai ini saja kalau belanja hanya seperti tadi, tapi kalau 25 juta di atasnya, pakai yang ini atau yang ini ucap ayu menunjuk Kartu Mandiri world dan BCA prioritas.

"Baiklah, ayo kita cari makan, tadi mengoceh terus, hingga aku lapar, ucap Anabelle lalu keluar dari Toko itu.

"Halo Bu Amara, jangan lupa hari Senin semua sudah harusnya selesai, harusnya anda berhemat, dan memanjakan anak Anda dengan harga 70 juta, ucap perwakilan dari Perusahaan Anabelle.

"Baik Bu, terimakasih nasehatnya, jawab Amara berpura-pura sopan.

"ingatkan kepada seluruh saudaramu, jika telat, maka perusahaan kami akan mengeluarkan kalian dari Bursa Saham, anda sudah tau bukan, berapa banyak perusahaan bangkrut setelah keluar dari Bursa Saham, ancam perwakilan perusahaan Anabelle.

"Baik pak, terimakasih sudah mengingatkan, jawab Amara

"

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2025-02-14

0

Asmarni Marni

Asmarni Marni

knp ngk 17 atau 18 aja thor umur nya😪

2025-01-01

1

Adipati

Adipati

dia twrlalu dewasa buat anak 11 tahun nggak sih?

2024-09-03

3

lihat semua
Episodes
1 Bab.01. Anabelle Rista
2 Bab. 02. Nenek Arimbi Ratu Perompak
3 Bab.03. Rencana meninggalkan Rumah
4 Bab.04. kepergian Bi Ijah dan meeting
5 Bab.05. Dianiaya
6 Bab.06 Keluarga Bejad
7 Bab.7 Tiba di rumah Nenek dan Penyelidikan
8 Bab.08. Keluarga Gunawan mulai terganggu
9 Bab.09.Arahan untuk Pelayan
10 Bab.10. Amara vs Anabelle
11 Bab.11. Bertemu Keluarga Gunawan
12 Bab. 12. Bertemu Sebastian Gunawan
13 Bab. 13. Bertemu Anita Lesmana
14 Bab.14. Warisan sang Ibu
15 Bab.15. Tante - Tante
16 Bab.16. Keceriaan
17 Bab.17. Masuk Sekolah
18 Bab.18. Masalah disekolah
19 Bab.19. Jordan Albert
20 Bab.20. Ultah Ketua Kelas ; bertemu lagi
21 Bab.21. Anabelle di tangkap
22 Bab.22. Hukuman 2 Tahun
23 Bab.23. Hadiah terindah
24 Bab. 24. Karma itu ada
25 Bab.25. Keanu
26 Bab. 26. Ancaman bagi Anabelle
27 Bab.27. Bertemu Gerald sang kakak
28 Bab.28. Masalah perusahaan Marchelo Wardana
29 Bab. 29. Kebahagiaan Marchelo
30 Bab 30. Mulai Kuliah
31 Bab.31. Brendan Stamford
32 Bab.32. Perampokan
33 Bab.33. Rahasia Gunawan Tua
34 Bab. 34. Sudah Cacat tetap sombong
35 Bab.35. Dikasih hati mau jantung
36 Bab.36. Buah tomat
37 Bab.37. Pernikahan Sarah
38 Bab. 38. Acara pesta kacau
39 Bab. 39. Pertemuan ibu dan anak
40 Bab.40. Bersatunya Keluarga dan ibu sambung yang baik
41 Bab.41. Berbagi dan harapan
42 Bab.42. Aldrian dan keluarganya
43 Bab 43. Pembagian Warisan sang ibu
44 Bab. 44. Yuri
45 Bab.45. Ketulusan Yuri
46 Bab. 46. Status Yuri
47 Bab. 47. Berkunjung Ke perusahaan ibu
48 Bab. 48. Ketemu Rendra Gunawan
49 Bab.49. Leona Agustine
50 Bab. 50. Mulai membuka Diri
51 Bab.51. Santi
52 Bab. 52. Masalah Santi
53 Bab.53. Menolong orang
54 Bab.54. Tanah Kosong
55 Bab.55. Akibat sombong
56 Bab.56. Akhir sebuah sengketa
57 Bab.57. Acara dan kedatangan mafia Tanah
58 Bab.58. S2. Pertarungan
59 Bab. 59. Pembunuh Baik Hati
60 Bab.60. Keluarga Wildan
61 Bab. 61. Awal pembangunan
62 Bab. 62. Davian yang Malang
63 Bab.63. laki-laki Pelit
64 Bab.64. Menolong Leona
65 Bab.65. orang buangan
66 Bab. 66. Membeli Perusahaan
67 Bab. 67. Winny Andradi
68 Bab. 68. Berita Bahagia
69 Bab. 69. Santi dan Thomas terkejut
70 Bab. 70. Mendukung teman
71 Bab. 71. Anabelle di incar
72 Bab. 72. Eksekusi Besar
73 Bab.73. Kehancuran Rendra dan Amara
74 Bab.74. BelleRis dan Penawaran lucu
75 Bab.75. Keanu yang Malang
76 Bab. 76. Pengganggu datang lagi
77 Bab. 77. Pertemuan tak terduga
78 Bab.78. Menjadi Pelindung
79 Bab. 79. 9 Keturunan Punggawa
80 Bab.80. Kembali beraksi
81 Bab. 81. Pembukaan Toko Santi
82 Bab. 82. Kartu tertinggi
83 Bab. 83. Warung Pak Haji Rozak
84 Bab. 84. Gadis tangguh
85 Bab. 85. Renita dan Diniastri
86 Bab.86. Menyewa Kios untuk Dini
87 Bab. 87. Seharian bersama Dini
88 Bab. 88. Nasib Davian Wildan
89 Bab.89. Sejarah
90 Bab. 90. Status Anabelle dan 9 Punggawa
91 Bab.91. Majikan yang baik
92 Bab. 92. Pasar Barang Bekas
93 Bab. 93. Keturunan setengah Dewa
94 Bab. 94. Dewi Prameswari dan Anaknya
95 Bab. 95. Keturunan Harimau Putih
96 Bab.96. Pasangan Berbahagia
97 Bab. 97. Bersama saudara Baru
98 Bab.98. Pengetahuan Baru
99 Bab.99. Kolam Penyucian
100 Bab.100. Kebangkitan Dewi Semesta
101 Bab. 101. Berangkat ke China
102 Bab.102. Rumah Peninggalan Nenek Arimbi di Beijing
103 Bab.103. Mulai berjudi batu
104 Bab. 104. Menjual Batu giok
105 Bab. 105. Rejeki Yi Fei dan Lan Lan
106 Bab. 106. Pelelangan
107 Bab.107. Membantu hingga tuntas
108 Bab. 108. Ling Bo
109 Bab. 109. Keberuntungan seorang ibu
110 Bab. 110. Kembali ke Jakarta
111 Bab.111. Ada yang mencoba mengganggu
112 Bab. 112. Anak Durhaka
113 Bab.113. Keharmonisan
114 Bab.114. Liburan selesai
115 Bab. 115. Kebahagiaan Dini dan Bude
116 Bab.116. Santai
117 Bab. 117. Grace Melahirkan
118 Bab. 118. Xavier Jose Bachtiar
119 Bab. 119. Keluarga munafik.
120 Bab. 120. Nasib Dark Lion
121 Bab. 121. Aset bertambah.
122 Bab. 122. Alrisa Grasela Bachtiar
123 Bab. 123. Orang terdekat
124 Bab. 124. Malapetaka 2 Keluarga tersembunyi
125 Bab. 125. Nasib pasukan penyerang
126 Bab. 126. Resepsi pernikahan.
127 Bab. 127. Kebahagiaan
128 Bab. 128. Keluarga Angkat Santi
129 Bab. 129. Akhir dari Brandon Stamford
130 Bab. 130. Salah mengganggu orang.
131 Bab.131. Bella Vista Food Court
132 Bab. 132. Darah Anabelle
133 Bab. 133. Rencana membeli Peternakan
134 Bab. 134. Memperdalam ketrampilan memasak
135 Bab. 135. Belle Kafe dan Fresh Market
136 Bab. 136. Kebahagiaan Aldrian dan Duka Sebastian
137 Bab. 137. The Modern World Food dan Five Star
138 Bab. 138. Anabelle mulai marah
139 Bab. 139. Rahasia Anabelle masih terjaga
140 Bab. 140. Nasib Five Star
141 Bab. 141. Membeli aset Five Star dan membuat masalah di proyek.
142 Bab. 142. Leona dan Santi menjadi Pengamat Sosial
143 Bab. 143. Kematian Gunawan Tua
144 Bab. 144. Geovany Bastian Bachtiar. Dan kehamilan Yuri.
145 Bab. 145. Pengakuan Gunawan Tua.
146 Bab.146. Bertemu Siska, ibu kandung Gerald dan Sarah.
147 Bab. 147. Membawa Siska ke Jakarta
148 Bab. 148. Siska di peralat kekuatan Iblis.
149 Bab. 149. Jiwa iblis Gunawan Tua.
150 Bab. 150. Siska akhirnya bebas
151 Bab. 151. Perintah Kepada bawahan
152 Bab. 152. Dampak pemberontakan
153 Bab. 153. Kebahagiaan Santi dan kemarahan Anabelle
Episodes

Updated 153 Episodes

1
Bab.01. Anabelle Rista
2
Bab. 02. Nenek Arimbi Ratu Perompak
3
Bab.03. Rencana meninggalkan Rumah
4
Bab.04. kepergian Bi Ijah dan meeting
5
Bab.05. Dianiaya
6
Bab.06 Keluarga Bejad
7
Bab.7 Tiba di rumah Nenek dan Penyelidikan
8
Bab.08. Keluarga Gunawan mulai terganggu
9
Bab.09.Arahan untuk Pelayan
10
Bab.10. Amara vs Anabelle
11
Bab.11. Bertemu Keluarga Gunawan
12
Bab. 12. Bertemu Sebastian Gunawan
13
Bab. 13. Bertemu Anita Lesmana
14
Bab.14. Warisan sang Ibu
15
Bab.15. Tante - Tante
16
Bab.16. Keceriaan
17
Bab.17. Masuk Sekolah
18
Bab.18. Masalah disekolah
19
Bab.19. Jordan Albert
20
Bab.20. Ultah Ketua Kelas ; bertemu lagi
21
Bab.21. Anabelle di tangkap
22
Bab.22. Hukuman 2 Tahun
23
Bab.23. Hadiah terindah
24
Bab. 24. Karma itu ada
25
Bab.25. Keanu
26
Bab. 26. Ancaman bagi Anabelle
27
Bab.27. Bertemu Gerald sang kakak
28
Bab.28. Masalah perusahaan Marchelo Wardana
29
Bab. 29. Kebahagiaan Marchelo
30
Bab 30. Mulai Kuliah
31
Bab.31. Brendan Stamford
32
Bab.32. Perampokan
33
Bab.33. Rahasia Gunawan Tua
34
Bab. 34. Sudah Cacat tetap sombong
35
Bab.35. Dikasih hati mau jantung
36
Bab.36. Buah tomat
37
Bab.37. Pernikahan Sarah
38
Bab. 38. Acara pesta kacau
39
Bab. 39. Pertemuan ibu dan anak
40
Bab.40. Bersatunya Keluarga dan ibu sambung yang baik
41
Bab.41. Berbagi dan harapan
42
Bab.42. Aldrian dan keluarganya
43
Bab 43. Pembagian Warisan sang ibu
44
Bab. 44. Yuri
45
Bab.45. Ketulusan Yuri
46
Bab. 46. Status Yuri
47
Bab. 47. Berkunjung Ke perusahaan ibu
48
Bab. 48. Ketemu Rendra Gunawan
49
Bab.49. Leona Agustine
50
Bab. 50. Mulai membuka Diri
51
Bab.51. Santi
52
Bab. 52. Masalah Santi
53
Bab.53. Menolong orang
54
Bab.54. Tanah Kosong
55
Bab.55. Akibat sombong
56
Bab.56. Akhir sebuah sengketa
57
Bab.57. Acara dan kedatangan mafia Tanah
58
Bab.58. S2. Pertarungan
59
Bab. 59. Pembunuh Baik Hati
60
Bab.60. Keluarga Wildan
61
Bab. 61. Awal pembangunan
62
Bab. 62. Davian yang Malang
63
Bab.63. laki-laki Pelit
64
Bab.64. Menolong Leona
65
Bab.65. orang buangan
66
Bab. 66. Membeli Perusahaan
67
Bab. 67. Winny Andradi
68
Bab. 68. Berita Bahagia
69
Bab. 69. Santi dan Thomas terkejut
70
Bab. 70. Mendukung teman
71
Bab. 71. Anabelle di incar
72
Bab. 72. Eksekusi Besar
73
Bab.73. Kehancuran Rendra dan Amara
74
Bab.74. BelleRis dan Penawaran lucu
75
Bab.75. Keanu yang Malang
76
Bab. 76. Pengganggu datang lagi
77
Bab. 77. Pertemuan tak terduga
78
Bab.78. Menjadi Pelindung
79
Bab. 79. 9 Keturunan Punggawa
80
Bab.80. Kembali beraksi
81
Bab. 81. Pembukaan Toko Santi
82
Bab. 82. Kartu tertinggi
83
Bab. 83. Warung Pak Haji Rozak
84
Bab. 84. Gadis tangguh
85
Bab. 85. Renita dan Diniastri
86
Bab.86. Menyewa Kios untuk Dini
87
Bab. 87. Seharian bersama Dini
88
Bab. 88. Nasib Davian Wildan
89
Bab.89. Sejarah
90
Bab. 90. Status Anabelle dan 9 Punggawa
91
Bab.91. Majikan yang baik
92
Bab. 92. Pasar Barang Bekas
93
Bab. 93. Keturunan setengah Dewa
94
Bab. 94. Dewi Prameswari dan Anaknya
95
Bab. 95. Keturunan Harimau Putih
96
Bab.96. Pasangan Berbahagia
97
Bab. 97. Bersama saudara Baru
98
Bab.98. Pengetahuan Baru
99
Bab.99. Kolam Penyucian
100
Bab.100. Kebangkitan Dewi Semesta
101
Bab. 101. Berangkat ke China
102
Bab.102. Rumah Peninggalan Nenek Arimbi di Beijing
103
Bab.103. Mulai berjudi batu
104
Bab. 104. Menjual Batu giok
105
Bab. 105. Rejeki Yi Fei dan Lan Lan
106
Bab. 106. Pelelangan
107
Bab.107. Membantu hingga tuntas
108
Bab. 108. Ling Bo
109
Bab. 109. Keberuntungan seorang ibu
110
Bab. 110. Kembali ke Jakarta
111
Bab.111. Ada yang mencoba mengganggu
112
Bab. 112. Anak Durhaka
113
Bab.113. Keharmonisan
114
Bab.114. Liburan selesai
115
Bab. 115. Kebahagiaan Dini dan Bude
116
Bab.116. Santai
117
Bab. 117. Grace Melahirkan
118
Bab. 118. Xavier Jose Bachtiar
119
Bab. 119. Keluarga munafik.
120
Bab. 120. Nasib Dark Lion
121
Bab. 121. Aset bertambah.
122
Bab. 122. Alrisa Grasela Bachtiar
123
Bab. 123. Orang terdekat
124
Bab. 124. Malapetaka 2 Keluarga tersembunyi
125
Bab. 125. Nasib pasukan penyerang
126
Bab. 126. Resepsi pernikahan.
127
Bab. 127. Kebahagiaan
128
Bab. 128. Keluarga Angkat Santi
129
Bab. 129. Akhir dari Brandon Stamford
130
Bab. 130. Salah mengganggu orang.
131
Bab.131. Bella Vista Food Court
132
Bab. 132. Darah Anabelle
133
Bab. 133. Rencana membeli Peternakan
134
Bab. 134. Memperdalam ketrampilan memasak
135
Bab. 135. Belle Kafe dan Fresh Market
136
Bab. 136. Kebahagiaan Aldrian dan Duka Sebastian
137
Bab. 137. The Modern World Food dan Five Star
138
Bab. 138. Anabelle mulai marah
139
Bab. 139. Rahasia Anabelle masih terjaga
140
Bab. 140. Nasib Five Star
141
Bab. 141. Membeli aset Five Star dan membuat masalah di proyek.
142
Bab. 142. Leona dan Santi menjadi Pengamat Sosial
143
Bab. 143. Kematian Gunawan Tua
144
Bab. 144. Geovany Bastian Bachtiar. Dan kehamilan Yuri.
145
Bab. 145. Pengakuan Gunawan Tua.
146
Bab.146. Bertemu Siska, ibu kandung Gerald dan Sarah.
147
Bab. 147. Membawa Siska ke Jakarta
148
Bab. 148. Siska di peralat kekuatan Iblis.
149
Bab. 149. Jiwa iblis Gunawan Tua.
150
Bab. 150. Siska akhirnya bebas
151
Bab. 151. Perintah Kepada bawahan
152
Bab. 152. Dampak pemberontakan
153
Bab. 153. Kebahagiaan Santi dan kemarahan Anabelle

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!