Bab 16. Aku balas mereka!

"Apa aku bilang wanita itu spesial untuk Tuan Leo! Ingat kejadian di lobby tadi."

"Aku tidak menyangka wanita biasa saja seperti ini, ternyata tipe Tuan Leo."

"Tidak juga ya. Mantan tunangan tuan Leo dulu sangatlah cantik dan berkelas," debat seorang wanita.

Bella menunduk menatap Leo tajam. Pria itu berhasil membuat Bella mendapat cemoohan karena kebohongannya. Ternyata strata sosial itu begitu penting. Apalagi penampilan Bella hanya memakai kemeja berwarna dusty pink, jins dan sepatu flatshoes. Terbanting jauh dengan Leo yang gagah dengan jasnya meski duduk di kursi roda.

"Apa yang kakak katakan?" tuntut Bella. Kini napasnya mulai memburu emosi. Tatapan merendahkan, Bella lihat kembali dari orang-orang disana.

"Kakak?" ulang Brian. "Kalian ... Benar punya hubungan?" tunjuk pria bermata hijau itu pada keduanya.

"Tidak!" jawab Bella cepat namun jawaban Leo sebaliknya.

"Ya. Ada masalah tuan Brian?" tanya Leo dagunya terangkat angkuh. Mata Bella membulat karena itu.

Pertama kalinya, rasa tidak suka timbul di hati Leo pada sahabatnya sejak jaman putih abu-abu itu. Perlu di ketahui, keduanya rival berat dulunya.

'Sikap anda benar-benar membuat saya bingung tuan. Kasian nona Bella, pusing menghadapi tingkah adik-kakak ini,' batin Revan. Tapi, ia memilih untuk tidak ikut campur.

Brian menggeleng pelan. "Tidak. Tapi, sejak kapan kau move on dari Kanaya?"

Leo tersenyum tipis. "Kapan pastinya itu urusanku. Siapapun tidak perlu tahu. Bisa kau kembali ke bangkumu? Aku pria pencemburu. Tidak suka wanitaku di dekati laki-laki lain."

Brian mengangguk namun sempat melirik ke arah Bella, menunjukan senyum tipis. Bella tidak melihat karena wanita itu sibuk mengepalkan tangannya. Menahan diri untuk tidak menganiaya Leo di depan banyak orang.

Brak!

Gebrakan meja terdengar keras. Disusul suara marah Adam. Jujur saja, ia tidak terima klaim Leo pada Bella.

"Rapat seperti apa ini?! Presdirnya malah sibuk pacaran!"

"Kau amnesia? Kita sedang istirahat. Atau kau iri padaku?" alis Leo menukik sebelah seakan mengejek Adam.

Jika Adam membuat api maka Leo akan menyiramkan bensin. Adam tidak menjawab namun rahangnya mengetat tambah emosi.

Bella merasa jasanya tidak di perlukan lagi. Lekas berjongkok memungut nampan dan mulai mengambil serpihan kaca. Tapi, baru dua beling terambil, gerakan Bella terhenti karena Leo memanggil seseorang.

"Desi!"

Bella menegakkan kepala. Apa lagi yang akan kakak iparnya itu perbuat? Desi di bangkunya dengan semangat berdiri dan menghampiri Leo seraya tersenyum manis.

"Ada apa Tuan?" tanya Desi kelewat ceria.

Tubuhnya setengah membungkuk. Kancing kemeja sengaja di buka dua itu berhasil memperlihatkan belahan dada bulat Desi, nyaris tepat di depan mata Leo yang tersenyum tipis. Jijik sekali.

"Bella. Kemari lah."

Bella mendengus namun tak urung menurut. Desi menunjukan senyum miring sarat ejekan tepat Bella berada di sisi lain Leo.

"Ada apa?" jutek Bella. Moodnya benar-benar hancur hari ini.

"Kau bisa keluar."

Bella menggeleng. Jari telunjuk kanannya menunjuk kekacauan di lantai. "Aku harus membereskan itu. Kacanya bisa menusuk kaki orang nanti."

Leo ikut menggeleng.

Desi menyuarakan pendapatnya. "Itu harus segera di bersihkan, Tuan. Biarkan dia membersihkannya. Kita kan sebentar lagi akan memulai rapat. Terlalu lama jika menyuruh orang lain datang kesini untuk membersihkannya."

Kali ini, Leo mengangguk setuju. "Kau benar."

"Tentu Tuan," jawab Desi riang.

Ia merasa Leo mulai menyukainya. Bella tidak perduli, ia hanya ingin cepat keluar dari ruangan ini. Sedangakan Adam meneguk satu botol air mineral dalam dua tegukan, sangat-sangat kesal. Istri dan pacarnya sudah seperti permaisuri dan dayang Leo disana.

"Desi menurut pandangan mu independen woman itu seperti apa?"

" Independen women ya? Tentu saja mandiri dalam segala hal tuan," jawab Desi percaya diri. Ia sempatkan menyelipkan anak rambut di belakang telinga. Tebar pesona.

"Termasuk dalam rumah?"

Lagi, Desi mengangguk antusias.

"Contohnya saya Tuan. Apa-apa saya lakukan sendiri. Maklum saja, saya yatim piatu. Pastinya saya tidak bergantung hidup pada orang lain. Ada pepatah mengatakan, jadi wanita harus mampu berdiri di kaki sendiri."

Cukup sudah, Bella sudah tidak tahan. Leo dan Desi malah rumpi. Apalagi, Desi jelas menyinggungnya. Menekankan Bella bisa makan enak karena Adam. Yang mencari duit juga Adam. Meski hanya uang receh yang kerap Adam beri pada Bella.

"Kalian silakan bergosip. Saya permisi," Kata Bella. Tapi, tangan nakal merangkul di pinggangnya hingga Bella dengan wajah frustasi sekian kalinya terjatuh di pangkuan Leo.

"Lepaskan aku!" Bella meronta.

Desi melihat itu jelas mendelik tak suka. Orang-orang disana saling pandang satu sama lain bahkan ada yang menyemburkan kopinya saking kaget. Biasanya sikap Leo beku selayaknya gunung Everest, tapi lihatlah, mereka disuguhkan adegan mangku-memangku.

"Diam sayang. Dia bisa bangun. Mau bantu menenangkannya, hmm?" ucap Leo berbisik di telinga Bella bahkan sekilas mengecup disana. Bella bergidik ngeri. Leo menatap Desi kembali namun kali ini dengan sorot sangat tajam.

"Kau kan wanita rajin. Jadi, kau gantikan Bella memungut beling itu," perintah Leo pada Desi.

"Apa?!" mata Desi bersoflens biru melotot tak percaya.

"Tidak bisa. Apa guna kau mempekerjakan OB jika begitu," bela Adam. Sudah berdiri di samping Desi.

"Iya Tuan. Kita panggil pekerja itu saja." Desi ketar-ketir. Mencuci piring bahkan ia tidak pernah. Desi tadi asal berucap saja. Agar terlihat baik di mata Leo.

"Disini aku bosnya. Jika tidak mau, senang hati aku memecat," enteng Leo.

Kinerja Desi pun sangat buruk. Setiap Leo memantau karyawannya dari cctv, wanita itu terus berdandan di mejannya tanpa henti.

"Revan!" panggil Leo.

"Ya Tuan." Revan mendekat.

Deg!

Bella bagai anak kangguru di pelukan Leo. Tidak mau ikut campur. Di sini kan memang Leo yang memegang kendali.

"Tuan, saya bersedia," cepat-cepat Desi berucap. Ia sudah mendengar berita tentang tiga wanita dipecat Leo tanpa basa-basi pagi tadi.

"Kerjakan sekarang."

Kekesalan memuncak dan tak henti mengumpat dalam hati. Desi berjongkok susah payah dengan rok ketatnya, tangannya dengan jijik mengambil satu persatu pecahan kaca tersebut.

Leo menyeringai pada Adam. "Tidak terima? Silahkan bantu kekasihmu."

Bukannya membantu, Adam tetap berdiri kokoh. Ayo lah, ia benci Leo. Masakan harus berjongkok di depan musuhnya itu. Perhatian Leo teralih, dengkuran halus terdengar dari arah Bella. Leo menatap wajah damai Bella bahkan Bella mendusel di dadanya. Bisa-bisanya wanita itu tertidur saat begini.

'Kau capek rupanya? Siapa suruh bangun pagi buta,' batin Leo.

"Tuan, biarkan saya membuatkan anda ko-"

Leo meletakan telunjuk di bibirnya sendiri. Untuk jangan berisik. Leo menutup salah satu telinga Bella. Agar wanita itu tidak terganggu ketika ia berbicara.

"Tidak perlu, Intan. Adam yang akan membuat kopi ku."

Jelas, Adam mendelik tak terima. "Enak saja. Aku bukan pembantumu."

Leo mengangguk. "Kau bisa keluar dari perusahaan ini sekarang juga. Kau bebas."

Adam makin berang. Ia juga putra keluarga Galaxy. Bukan hanya Leo. Pria itu hanya beruntung terlahir dari istri sah.

"Bangsat!" umpat Adam. Kakinya cedera begini bagaimana ia akan membawa kopi. Pria itu berjalan tertatih ke pintu kaca melaksanakan titah Leo.

"Eugh ...," lenguh Bella terganggu suara bentakan Adam.

Leo mendekati telinga Bella. Berbisik pelan.

"Aku membalas mereka. Aku tahu apa yang mereka lakukan padamu. Tidurlah."

Leo mengusap pelan alis Bella. Leo tersenyum tipis, mendapat rangkulan erat di lehernya. Revan berpura-pura tidak melihat adegan membuat jiwa jomblo nya itu meronta.

Leo tahu semuanya, karena melihat cctv melalui ponselnya yang satu lagi, khusus untuk berhubungan dengan kolega bisnisnya. Leo memerintahkan Revan menggantikan ia memimpin rapat bahkan untuk beberapa hari ke depan. Sekumpulan pengawal Leo berjaga di depan pintu lekas membuka pintu, tahu Leo akan keluar.

"Tuan semuanya sudah siap," lapor kepala pengawal.

"Langsung ke bandara," titah Leo. Bella masih tertidur pulas. Tidak tahu ia akan berpindah benua sebentar lagi.

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

kenapa di buat zina di deoan fublik mulu thorr,, bukannya ggak suka tapi jgn buat wanita jadi hilang martabat dengan alur begini,, terang terangan berbuat hina..

2025-01-09

0

Hany

Hany

bisa bisanya Bella, dalam situasi seperti begini,dia malah tertidur lelap😅

2024-08-13

2

istri king kurkan

istri king kurkan

persaingan begitu sengit ampe nembus layar hp ku 😨

2024-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian dalam lift
2 Bab 2. Bella Pingsan
3 Bab 3. Pil Kontrasepsi
4 Bab 4. Ketumpahan air panas
5 Bab 4. Obat penenang
6 Bab 6. Memandikan Leo
7 Bab 7. Bella di culik?
8 Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9 Bab. 9. Itu dia sayangku!
10 Bab 10. Menari Ara-ara
11 Bab. 11. Couple
12 Bab 12. Buka mulutmu!
13 Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14 Bab 14. Pengobatan ala Bella
15 Bab. 15. Akibat cemburu.
16 Bab 16. Aku balas mereka!
17 Bab 17. Honeymoon, kah?
18 Bab 18. Ketahuan
19 Bab 19. Selamat ulang tahun!
20 Bab 20. Kenyataan pahit
21 Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22 Bab 22. Pembohong!
23 Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24 Bab 24. Semut Besar!
25 Bab 25. Singa Jantan posesif!
26 Bab 26. Mantap betul!
27 Bab 27. Pendarahan hebat
28 Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29 Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30 Bab 30. Tipu Muslihat!
31 Bab 31. Penculikan!
32 Bab 32. Adam mengetahuinya!
33 Bab 33. Jujur!
34 Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35 Bab 35. Pernikahan airmata!
36 Bab 36. Mengamuk!
37 Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38 Bab 38. Sandiwara Cinta!
39 Bab 39. Salah Sasaran!
40 Bab 40. Aku tanpamu!
41 Bab 41. Marga terlepas!
42 Bab 42. Interogasi!
43 Bab 43. Kanaya!
44 Bab 44. Baru permulaan!
45 Bab 45. Sadis nya Leo!
46 Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47 Bab 47. Maaf Sayang!
48 Bab 48. Mine!
49 Bab 49. Kesal!
50 Bab 50. Keinginan Bella!
51 Bab 51. Tantangan Brian!
52 Bab 52. Siapa Bella?
53 Bab 53. Bumil Beraksi!
54 Bab 54. Kesalnya Kanara.
55 Bab 55. Rencana yang gagal!
56 Bab 56. Adam Berulah!
57 Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58 Bab 58. Ambil darahnya!
59 Bab 59. Ringkus dia!
60 Bab 60. Iblis Betina!
61 Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62 Bab 62. Akhir Devita!
63 Bab 63. Ulah Leo!
64 Bab 64. Keinginan Sam!
65 Bab 65. Sistem tabur tuai!
66 Bab 66. Nasib Kanara
67 Bab 67 Kanara Hamil!
68 Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69 Bab 69 Revan dan Kalana
70 Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71 Bab 71. Pernikahan dadakan
72 Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73 Bab 73 Penyekapan
74 Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75 Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Kejadian dalam lift
2
Bab 2. Bella Pingsan
3
Bab 3. Pil Kontrasepsi
4
Bab 4. Ketumpahan air panas
5
Bab 4. Obat penenang
6
Bab 6. Memandikan Leo
7
Bab 7. Bella di culik?
8
Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9
Bab. 9. Itu dia sayangku!
10
Bab 10. Menari Ara-ara
11
Bab. 11. Couple
12
Bab 12. Buka mulutmu!
13
Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14
Bab 14. Pengobatan ala Bella
15
Bab. 15. Akibat cemburu.
16
Bab 16. Aku balas mereka!
17
Bab 17. Honeymoon, kah?
18
Bab 18. Ketahuan
19
Bab 19. Selamat ulang tahun!
20
Bab 20. Kenyataan pahit
21
Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22
Bab 22. Pembohong!
23
Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24
Bab 24. Semut Besar!
25
Bab 25. Singa Jantan posesif!
26
Bab 26. Mantap betul!
27
Bab 27. Pendarahan hebat
28
Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29
Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30
Bab 30. Tipu Muslihat!
31
Bab 31. Penculikan!
32
Bab 32. Adam mengetahuinya!
33
Bab 33. Jujur!
34
Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35
Bab 35. Pernikahan airmata!
36
Bab 36. Mengamuk!
37
Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38
Bab 38. Sandiwara Cinta!
39
Bab 39. Salah Sasaran!
40
Bab 40. Aku tanpamu!
41
Bab 41. Marga terlepas!
42
Bab 42. Interogasi!
43
Bab 43. Kanaya!
44
Bab 44. Baru permulaan!
45
Bab 45. Sadis nya Leo!
46
Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47
Bab 47. Maaf Sayang!
48
Bab 48. Mine!
49
Bab 49. Kesal!
50
Bab 50. Keinginan Bella!
51
Bab 51. Tantangan Brian!
52
Bab 52. Siapa Bella?
53
Bab 53. Bumil Beraksi!
54
Bab 54. Kesalnya Kanara.
55
Bab 55. Rencana yang gagal!
56
Bab 56. Adam Berulah!
57
Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58
Bab 58. Ambil darahnya!
59
Bab 59. Ringkus dia!
60
Bab 60. Iblis Betina!
61
Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62
Bab 62. Akhir Devita!
63
Bab 63. Ulah Leo!
64
Bab 64. Keinginan Sam!
65
Bab 65. Sistem tabur tuai!
66
Bab 66. Nasib Kanara
67
Bab 67 Kanara Hamil!
68
Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69
Bab 69 Revan dan Kalana
70
Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71
Bab 71. Pernikahan dadakan
72
Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73
Bab 73 Penyekapan
74
Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75
Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!