Bab 20. Kenyataan pahit

Bella terbangun dari tidurnya sembari mengusap kening. Rasa basah dan hangat masih Bella rasakan. Berarti benar, Leo tadi menciumnya. Mata Bella mengedari kamar hotel itu hingga ke kaca balkon. Tapi, tubuh atletis Leo tak ia temukan.

"Kemana kak Leo? Jam berapa juga ini?" Gumam Bella sambil mendudukkan dirinya.

"Masih jam setengah 7. Tidak mungkin kak Leo ke mansion tanpa aku kan?" tambah Bella heran, setelah melihat jam besar di atas kepalanya.

Benar, Bella dan Leo tidur satu ranjang semalam hingga ranjang satunya kosong melompong. Pria itu yang tidak ingin ada batas. Namun, Leo hanya memeluknya tanpa baju sepanjang malam.

"Permisi Nona."

Salah satu pengawal kepercayaan Leo datang. Ditangannya terdapat sebuah paper bag besar.

"Saya di utus tuan Leo untuk mengawal anda," tambahnya sedikit menunduk hormat.

Jelas saja,dahi Bella berkerut dalam. Semalam, Leo sudah berjanji akan mengajaknya keliling kota kelahiran kakeknya itu.

"Kalau boleh tahu, memang kak Leo kemana?"

"Tuan Leo ada urusan penting ke Italia. Saya yang akan menemani anda jalan-jalan."

Bella terdiam. Sepertinya, urusan Leo benar-benar serius. Bella tidak marah, sedikit kecewa saja. Namun, ia harus tahu diri. Kakak iparnya itu sudah begitu baik padanya.

Perhatian Bella teralihkan, mendengar bunyi mancis di hidupkan. Bastian-nama pengawal Leo itu, menyodorkan kue ulang tahun lengkap dengan dua lilin menyala. Angka pertambahan usia Bella, 24 tahun.

"Jangan menolak nona. Ini perintah tuan. Tolong berdoa dulu, baru tiup lilinnya."

Bella tersenyum sendu. Raga Leo memang tidak bersamanya, tapi pria itu punya cara tersendiri untuk tetap hadir membahagiakan Bella.

Bella menutup matanya.

'Aku tidak meminta untuk diriku. Untuk dia yang aku cintai, dimanapun dia berada. Tolong, jaga dan lindungi. Limpahkan kebahagian dalam hidupnya, aku mohon ....'

Air mata Bella lolos seketika mengaliri pipi. Tidak mudah mencintai Leo karena semesta sudah menuliskan takdir keduanya.

Leo di bandara, memutar kepala ke belakang. Ia serasa mendengar suara Bella. Jantung Leo berdebar aneh.

"Ada apa Tuan?"

Leo memijit batang hidungnya sendiri. Sisi hatinya tiba-tiba berat untuk pergi.

"Tidak ada. Lanjutkan," jawab Leo tegas.

*

*

"Jadi, kau yang waktu itu mengangkat teleponku di ponsel Leo?"

Bella mengangguk mantap di depan nenek Hana. Tidak ada raut ketakutan di wajah Bella. Devita bersikap acuh tak acuh, melihat sinis menantunya itu. Berbeda dengan Liam yang tersenyum hangat disisi Devita. Keempatnya berada di mansion, tepatnya di ruang keluarga.

"Jangan pernah takut, jika kau benar. Lawan, sekalipun nenekku," pesan Leo semalam pada Bella.

Sungguh, Bella rindu pria dingin itu.

"Maafkan aku Nek. Tapi aku benar, tidak bermaksud membohongi Nenek."

Ucapan lembut Bella dibalas decakan lidah dari mulut nenek Hana.

"Kau bilang tidak bermaksud? Harusnya dari awal kau berbicara. Begini apa?! Aku yang kecewa!" Bentak nenek Hana.

"Astaga, kepalaku pusing lagi," keluh orang tua itu kembali.

"Ibu, kendalikan pikiranmu ...."

Liam mendekat pada ibunya itu. Nenek Hana sore kemarin baru keluar dari rumah sakit. Tekanan darah dan asam urat nya lumayan tinggi.

"Liam, dosa apa yang ku lakukan dahulu? Lihat, cucuku satu-satunya akan menjadi bujang lapuk dan dirimu tukang selingkuh, memiliki banyak istri. Kau juga punya menantu tidak berguna! Lengkap sudah!"

"Ibu jangan bicara seperti itu." Wajah Liam memerah malu, diingatkan dosanya.

"Anakku dua, Bu. Leo dan Adam. Dan asal ibu tahu, Bella jago loh memasak opor ayam."

Wajah nenek Hana seketika berubah cerah menatap Bella. Tangan memijit dahinya terlepas.

"Benarkah?"

"Benar Nek. Nenek mau ku buat kan?" tanya Bella tersenyum manis. Sekarang, ia tahu cara menaklukan nenek Leo super judes itu.

"Jangan coba-coba membohongiku ya. Dulu, kenapa kau tidak membuatkan aku? Sudah lah, aku mau ke kamar."

Liam mengusap pundak Bella yang menatap kepergian nenek Hana.

"Jangan di ambil hati, Bella. Dia itu mau, tapi terhalang gengsinya setinggi langit. Kau buatkan saja. Mari, papa tunjukan dapurnya."

Devita lekas berdiri mencengkram tangan suaminya. Menyuarakan protes.

"Pa, papa tadi kan udah janji mau antar mama ke salon. Ayo, sekarang aja. Bella, bisa cari sendiri, benarkan Bella?"

Liam menggeleng cepat. "Ke salon nya besok aja. Mama lebih baik bantu Bella masak. Itung-itung belajar."

"What?!" Mata Devita melotot lebar. Cara mengupas bawang saja, ia tidak tahu.

*

*

Dua hari berlalu.

Selama itu Leo menghilang tanpa kabar. Ponsel pria itu bahkan tidak aktif. Sudah puluhan chat, Bella kirim namun semua centang satu. Padahal Leo, sesekali menghubungi pengawal yang ia tugaskan untuk menjaga Bella.

Sementara hubungan Bella dan nenek Hana mulai membaik berkat opor ayam buatan Bella.

"Kemana sih kau kak?" gerutu Bella nyaris menangis, duduk di tempat tidurnya. Sesekali menatap wallpaper ponselnya yang menunjukan foto keduanya sewaktu melihat aurora tempo hari.

"Aku khawatir, setidaknya sekali saja hubungi aku."

"Jangan ngarep."

Deg!

Bella melihat sosok yang melipat tangan di dada, di daun pintu kamarnya itu dengan wajah tengil.

"Mas Adam? De ... dengar semuanya?" Tanya Bella terbata.

Adam mendekat. Langsung meraih dagu Bella. Hingga, senyum menyeringai Adam terlihat jelas oleh Bella.

"Tentu saja. Alih-alih rindu suami, lo malah merindukan kakak ipar sendiri, dasar jalang! Dengar Bella, Leo itu bajingan! Dia yang nyuruh gue buat jemput lo. Asal lo tahu, dia udah ada di indonesia sejak kemarin."

"Tidak Mas, kau bohong!"

Bella menepis tangan Adam. Dadanya berdenyut nyeri. Tapi, ia berusaha untuk tidak percaya. Pikir Bella, mungkin Leo gegas kembali karena urusan perusahaan. Perkataan Adam selanjutnya membuat Bella membeku.

"Kanaya. Tunangan Leo itu udah di temukan. Bahkan, sekarang, dia tinggal sama Leo dan ibunya."

Ponsel Bella spontan terhempas ke lantai nyaring.

Semua yang di katakan Adam, benar adanya. Semua kembali pada tempatnya. Bella menghembuskan napas berat, di taman tempat ia menanam bunga.

Bella menengadah. Biasa di jam pagi, weekend seperti ini. Leo berjemur di balkon kamarnya. Tapi kini, Kamar itu gelap tanpa penghuninya.

Leo benar-benar pergi dan Bella tidak pernah lagi melihatnya, sejak kepulangan Bella ke tanah air. Bella sesak, mulai menangis tanpa suara.

Ia rindu Leo.

Apalagi, akhir-akhir ini Bella kerap mengalami demam hingga kehilangan napsu makan dan pusing berkepanjangan.

Karena tidak ingin di ketahui orang menangis. Bella memutuskan kembali ke kamarnya. Namun, melihat kalender tergantung. Bella terpaku di tempatnya.

"Ya ampun, aku sudah telat satu minggu!" pekik Bella.

Ia mengigit ibu jarinya seraya mondar-mandir. Entah kenapa, ia malah ketakutan.

"Kenapa aku harus takut? Bodoh sekali, ayo Bella, kau kan sudah bersuami. Iya-Tapi ... waktu itu ...."

Bella tidak mungkin lupa, Leo ikut menyumbang benih. Bagaimana jika ternyata, ia hamil karena benih Leo bukan Adam?

Bella segera menepis prasangkanya sendiri. Leo kan, waktu itu baru sembuh dari impoten nya. Mustahil, langsung sesubur itu.

"Lebih baik. Aku cek dulu. Siapa tahu ini hanya gangguan hormon saja."

Karena Bella tidak satu dua kali seperti ini. Bahkan, ada sampai dua minggu ia telat datang bulan.

Bella menarik laci nakas. Sembarang testpack berbagai merek pemberian Devita, berjajar rapi. Bella mengambil satu. Ia masuk ke kamar mandi, menampung urinnya di wadah lalu mencelupkan tes kehamilan tersebut.

Bella menunggu selama lima menit.

Garis dua.

Bella menutup mulutnya tak percaya.

"Aku hamil ...."

Mata Bella berkaca-kaca, mengelus perut ratanya dari balik daster motif bunga dipakainya. Seketika, Bella lupa beban pikirannya tadi.

"Aku harus memberitahu mas Adam."

Bella keluar sambil menggenggam testpack di balik punggungnya. Saat akan menuruni tangga, Bella melihat seseorang di balik pilar samping lift, ponsel menempel di telinga orang tersebut.

"Ma--" kata-kata Bella terhenti begitu saja. Mendengar pembicaraan Devita.

"Kau tenang saja sayang. Setelah wanita itu hamil, mudah saja menyingkirkan tikus-tikus itu. Adam itu mandul. Aku sudah menerima hasilnya, sewaktu aku mengajaknya diam-diam periksa ke dokter. Malang sekali nasib putraku itu. Aku pastikan, Leo akan lengser dari jabatannya. Otomatis, Adam yang akan menggantikannya dan kita bisa lebih mudah menguasai semua harta ini."

"Akan ku bongkar kelakuan menjijikan Leo yang menghamili adik iparnya sendiri, di depan para tamu di pernikahannya nanti."

Bella term undur kaku. Detak jantungnya serasa berhenti. Air mata berdesakan nyaris tumpah.

"Jadi anak ini milik kak Leo dan dia sebentar lagi akan menikah?"

"Apa maksud perkataan mu?"

Leo ternyata berada di balik punggung Bella. Bersama seorang wanita cantik nan anggun.

Terpopuler

Comments

Bunda

Bunda

Adam 19,bella 24

2024-12-12

0

Hany

Hany

kasihan Bella hidupnya terombang ambing,di permainkan layaknya lakon wayang yg di mainkan dalang

2024-08-14

1

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

wuuuh wuuh gimana ini nanti akhirnya ruwet n rumit ya bgmn oemecahannya jika semuanya benar ?

2024-07-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian dalam lift
2 Bab 2. Bella Pingsan
3 Bab 3. Pil Kontrasepsi
4 Bab 4. Ketumpahan air panas
5 Bab 4. Obat penenang
6 Bab 6. Memandikan Leo
7 Bab 7. Bella di culik?
8 Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9 Bab. 9. Itu dia sayangku!
10 Bab 10. Menari Ara-ara
11 Bab. 11. Couple
12 Bab 12. Buka mulutmu!
13 Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14 Bab 14. Pengobatan ala Bella
15 Bab. 15. Akibat cemburu.
16 Bab 16. Aku balas mereka!
17 Bab 17. Honeymoon, kah?
18 Bab 18. Ketahuan
19 Bab 19. Selamat ulang tahun!
20 Bab 20. Kenyataan pahit
21 Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22 Bab 22. Pembohong!
23 Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24 Bab 24. Semut Besar!
25 Bab 25. Singa Jantan posesif!
26 Bab 26. Mantap betul!
27 Bab 27. Pendarahan hebat
28 Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29 Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30 Bab 30. Tipu Muslihat!
31 Bab 31. Penculikan!
32 Bab 32. Adam mengetahuinya!
33 Bab 33. Jujur!
34 Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35 Bab 35. Pernikahan airmata!
36 Bab 36. Mengamuk!
37 Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38 Bab 38. Sandiwara Cinta!
39 Bab 39. Salah Sasaran!
40 Bab 40. Aku tanpamu!
41 Bab 41. Marga terlepas!
42 Bab 42. Interogasi!
43 Bab 43. Kanaya!
44 Bab 44. Baru permulaan!
45 Bab 45. Sadis nya Leo!
46 Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47 Bab 47. Maaf Sayang!
48 Bab 48. Mine!
49 Bab 49. Kesal!
50 Bab 50. Keinginan Bella!
51 Bab 51. Tantangan Brian!
52 Bab 52. Siapa Bella?
53 Bab 53. Bumil Beraksi!
54 Bab 54. Kesalnya Kanara.
55 Bab 55. Rencana yang gagal!
56 Bab 56. Adam Berulah!
57 Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58 Bab 58. Ambil darahnya!
59 Bab 59. Ringkus dia!
60 Bab 60. Iblis Betina!
61 Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62 Bab 62. Akhir Devita!
63 Bab 63. Ulah Leo!
64 Bab 64. Keinginan Sam!
65 Bab 65. Sistem tabur tuai!
66 Bab 66. Nasib Kanara
67 Bab 67 Kanara Hamil!
68 Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69 Bab 69 Revan dan Kalana
70 Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71 Bab 71. Pernikahan dadakan
72 Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73 Bab 73 Penyekapan
74 Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75 Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Kejadian dalam lift
2
Bab 2. Bella Pingsan
3
Bab 3. Pil Kontrasepsi
4
Bab 4. Ketumpahan air panas
5
Bab 4. Obat penenang
6
Bab 6. Memandikan Leo
7
Bab 7. Bella di culik?
8
Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9
Bab. 9. Itu dia sayangku!
10
Bab 10. Menari Ara-ara
11
Bab. 11. Couple
12
Bab 12. Buka mulutmu!
13
Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14
Bab 14. Pengobatan ala Bella
15
Bab. 15. Akibat cemburu.
16
Bab 16. Aku balas mereka!
17
Bab 17. Honeymoon, kah?
18
Bab 18. Ketahuan
19
Bab 19. Selamat ulang tahun!
20
Bab 20. Kenyataan pahit
21
Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22
Bab 22. Pembohong!
23
Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24
Bab 24. Semut Besar!
25
Bab 25. Singa Jantan posesif!
26
Bab 26. Mantap betul!
27
Bab 27. Pendarahan hebat
28
Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29
Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30
Bab 30. Tipu Muslihat!
31
Bab 31. Penculikan!
32
Bab 32. Adam mengetahuinya!
33
Bab 33. Jujur!
34
Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35
Bab 35. Pernikahan airmata!
36
Bab 36. Mengamuk!
37
Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38
Bab 38. Sandiwara Cinta!
39
Bab 39. Salah Sasaran!
40
Bab 40. Aku tanpamu!
41
Bab 41. Marga terlepas!
42
Bab 42. Interogasi!
43
Bab 43. Kanaya!
44
Bab 44. Baru permulaan!
45
Bab 45. Sadis nya Leo!
46
Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47
Bab 47. Maaf Sayang!
48
Bab 48. Mine!
49
Bab 49. Kesal!
50
Bab 50. Keinginan Bella!
51
Bab 51. Tantangan Brian!
52
Bab 52. Siapa Bella?
53
Bab 53. Bumil Beraksi!
54
Bab 54. Kesalnya Kanara.
55
Bab 55. Rencana yang gagal!
56
Bab 56. Adam Berulah!
57
Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58
Bab 58. Ambil darahnya!
59
Bab 59. Ringkus dia!
60
Bab 60. Iblis Betina!
61
Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62
Bab 62. Akhir Devita!
63
Bab 63. Ulah Leo!
64
Bab 64. Keinginan Sam!
65
Bab 65. Sistem tabur tuai!
66
Bab 66. Nasib Kanara
67
Bab 67 Kanara Hamil!
68
Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69
Bab 69 Revan dan Kalana
70
Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71
Bab 71. Pernikahan dadakan
72
Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73
Bab 73 Penyekapan
74
Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75
Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!