Bab. 9. Itu dia sayangku!

"Sialan? siapa yang kau bilang sayang?"

Desi keheranan apalagi wajah putih Adam memerah. Tangan Adam yang ia rangkul juga mengepal.

"Bella. Dia datang bersama si lumpuh itu. Lepas dulu tanganmu. Aku ingin melabrak mereka berdua!" ujar Adam penuh amarah.

Tangannya gatal ingin menghajar wajah tampan Leo. Kakak tirinya itu tersenyum mengejek padanya.

"Maksudmu istrimu dan tuan Leo, dimana mereka?" kepo Desi. Kepalanya berputar kanan-kiri.

"Punya mata kan. Lihat dua orang yang mendekat itu!"

'Astaga tuan Leo semakin tampan saja.' Desi memuji Leo dalam hatinya.

Bella berjalan dengan sedikit menunduk membuat Leo di sampingnya menegur tingkah bodoh Bella itu.

"Tegakan pandangan mu. Mereka yang berselingkuh. Kenapa kau yang takut?"

'Padahal kita masuk kategori selingkuh juga kak,' gerutu Bella dalam hati.

"Apa mas Adam masih melihat kita, kak?"

Jari telunjuk Leo menaikan dagu Bella. Revan mendorong pelan roda Leo karena menyesuaikan langkah pendek Bella. memperhatikan interaksi layaknya pasangan itu.

'Kalian cocok tuan. Sayang sekali, dulu anda menolak nona Bella. Seandainya kalian jadi menikah, pasti menjadi pasangan paling bahagia dan anda tidak perlu terus terjebak dalam pusaran masa lalu itu,' batin Revan menyayangkan keputusan Leo dahulu.

"Melihat atau tidak. Kau pasanganku. Hanya aku yang boleh kau lihat malam ini," tekan Leo menatap dalam mata Bella.

"Tidak bisa begitu, kak. Aku belum setuju."

"Aku anggap setuju. Karena kau sudah berada disini. Jadi, berlakon lah layaknya seorang kekasih, paham?" final Leo.

Ia tahu Adam kepanasan melihat kedekatan keduanya.

'Laki-laki bodoh. Apa yang ia harapkan dari badut malam itu!' pikir Leo miris.

Leo saja sakit mata, melihat penampilan menyala Desi. Gaun berenda ketat warna merah serasi dengan lipstik merah cabe di bibir tebalnya. Pilihan Adam soal wanita sungguh buruk menurut Leo. Bella memang jarang berdandan, tapi sekali didandani wanita itu bintang sebenarnya.

Keempatnya bertemu tepat di pintu ballroom. Dada Adam bergemuruh melihat wajah cantik Bella. Terpesona, tentu saja. Jika tahu Bella bisa berubah jadi angsa cantik begitu. Lebih baik ia membawa istrinya itu saja tadi.

"Bella!" panggil Adam mendapat cubitan diperut oleh kuku panjang Desi.

Leo tambah sengaja memanasi Adam dengan mencium tangan istri adiknya tersebut.

"Jika kau lelah berjalan. Duduk di pangkuanku saja," tawar Leo dengan entengnya.

"Tidak usah kak." Bella menggeleng kaku. "Terimakasih tawarannya."

Bisa-bisa Adam berubah jadi banteng gila. Sekarang saja, Bella serasa di pantau oleh sinar laser, saking tajam nya.

"Panggil sayang."

"Apa?!"

Bella menggosok pelan salah satu telinganya. Takutnya, ia salah dengar.

"Untuk malam ini. Panggil aku sayang dan kau, ku panggil baby."

Leo setia menatap perubahan lucu di wajah Bella. Bingung dan takut jadi satu.

Apa Leo tidak berpikir, permintaan gilanya itu membuat detak jantung Bella meningkat dua kali lipat lebih cepat.

"Ti-tidak usah. Panggil nama saja, kak."

Bella tertawa pelan. Lesung di kiri pipinya tercetak dalam. Nilai plus dimata Leo.

"No, you're mine, baby ...," lembut Leo.

Deg!

Bella tahu itu sandiwara. Tapi tetap saja, waktu seakan berhenti dan hatinya begitu bahagia. Cengkraman kuat setelahnya Bella rasakan di lengannya.

"Ikut gue!" Adam menarik Bella, tapi Leo menguatkan genggamannya.

"Tidak bisa. Dia pasanganku. Bukannya itu wanita mu!"

Tunjuk Leo pada Desi yang wajahnya berubah masam sambil menghentakkan kakinya kesal. Kentara tidak suka pada Bella.

"Selamat malam ...," ucap seorang pria paruh baya seumuran Liam datang dari dalam. Adam langsung melepaskan tangan Bella. Wajahnya berubah ramah dalam hitungan detik.

"Malam Pak Yudi, Apa kabar Pak?"

"Malam, Tuan Adam. Seperti yang anda lihat." Yudi, sang empu acara menyalami tangan Adam tersenyum tipis. Dibelakang Yudi berjejer belasan bodyguard.

"Pak sela--"

Perkataan Adam terhenti begitu saja. 'Sialan kakek peot ini!'

Yudi melintasinya begitu saja untuk menghampiri Leo. Yudi Inisiatif mengulurkan tangannya terlebih dahulu pada Leo yang kental aura angkuh dan acuhnya.

"Tuan Leo, terimakasih sudah bersedia memenuhi undangan saya. Wow, siapa nona cantik di samping anda ini Tuan? Apa sebentar lagi ada kabar baik?"

Bella terkejut, Leo merangkul pinggangnya dari belakang. Meski kaki Leo lumpuh, nyatanya tangan besar pria itu begitu aktif.

"Doakan saja Pak. Perkenalkan dirimu baby," perintah Leo bahkan senyumnya kalah ramah sales-sales menjajakan barang.

Tak tahu kah Leo, tidak boleh bermain-main dengan doa.

"Bella ...," ucap Bella serasa ada tutup botol menyangkut di tenggorokannya.

"Saya doakan semoga lekas naik pelaminan ya. Nona serasi sekali dengan tuan Leo. Tidak terbayang jika nanti kalian mempunyai anak, pasti tampan dan cantik seperti ayah dan ibunya. Mari Tuan, Nona. Kita masuk ke dalam. Acaranya akan segera di mulai."

"Serasi apanya istri-aduh!"

Mata heels Desi menginjak pantofel Adam membuat laki-laki itu mengelus kakinya sendiri.

"Kenapa Tuan Adam? Istri siapa maksudnya? Oh, ini istri anda?" tunjuk Yudi berbalik pada Desi spontan bergaya bak wanita kelas atas. Mengibaskan rambut bergelombang nya.

"Buk--aduh!"

Desi menginjak lagi kaki Adam karena sepertinya Adam tidak mau mengakuinya.

"Iya Pak," sahut Desi.

Bella melihatnya terdiam. Jika Bella yang melakukan hal tersebut pada Adam, mungkin dirinya pulang nanti pasti di kurung sehari semalam di kamar mandi.

"Abaikan saja. Ingat, aturan main kita malam ini."

Leo tahu Bella berubah murung.

Sesampainya dalam ballroom. Setiap sudut sudah terisi oleh para tamu. Leo sang pengusaha muda terkenal dengan ketegasan dan harta melimpahnya membuat Bella berada di sisi Leo ikut tersorot.

Bisik-bisik para tamu tentang mereka terdengar jelas di telinga Bella. Pandangan mata mereka juga berbeda-beda.

"Siapa wanita bersama tuan Leo itu? Cantik sekali!"

"Aku iri padanya semudah itu dekat dengan tuan Leo!"

"Jangan di pikirkan, palingan tuan Leo puas. dia di buang!"

'Ya Tuhan, mereka sepertinya fans kak Leo,' batin Bella ngeri.

"Kau ingin minum?"

Leo tahu Bella tidak nyaman. Tidak terbiasa lebih tepatnya.

"Boleh, kak."

Ponsel di saku Leo bergetar. Tertera nama pemanggil, nenek Hana. Dialah nenek Leo dari sang ayah, Liam.

"Revan. Ambilkan Bella minuman."

Bella gegas menggerakkan tangannya ke udara. "Tidak perlu, kak. Aku bisa sendiri."

Leo menggeleng." Banyak minuman beralkohol disini. Aku tahu toleransi mu rendah akan itu. Revan, ambilkan."

"Baik Tuan." Revan pergi tersisa Leo dan Bella di meja.

"Kak, bukannya ponselmu berdering tadi. Kenapa tidak di angkat?" heran Bella. Leo terlihat sengaja acuh.

"Percuma. Disini bising."

"Angkat di luar saja, kak. Aku tidak apa disini sendiri," usul Bella.

Tapi, hati Leo ragu untuk meninggalkan Bella. Adam, laki-laki itu yang Leo khawatirkan. Takutnya berbuat macam-macam pada Bella. Buktinya, Adam di seberang terus menatap tajam keduanya.

"Kak, angkat saja. Beneran, aku tidak apa-apa."

"Baiklah. Jaga dirimu. Jangan berbicara pada siapapun selain Revan," peringat Leo.

Bukan tidak tahu, banyak buaya darat menatap lapar Bella.

"Iya tenang saja."

Leo mengusap puncak kepala Bella sebelum berlalu. Ditengah kursi rodanya berjalan otomatis. Leo mendekatkan jam berharga miliaran miliknya ke mulut. Itu terhubung dengan beberapa bodyguard bayangan yang selalu menjaga ketat Leo dari jauh saat di luar.

"Awasi dia. Terjadi sesuatu. Hukuman menanti kalian," kecam Leo.

"Baik tuan!"

Leo berada di sudut gedung menerima omelan dari neneknya berada di belahan benua jauh disana.

"Leo, tega sekali kau tidak menjenguk nenek. Apa doamu memang ingin nenekmu ini cepat mati?"

"Tidak Nek."

"Kalau begitu, jenguk nenek. Tidak mau tahu kau harus kesini. Itu juga, wanita yang selalu kau janjikan pada nenek. Leo kau sudah tua, cepat lah menikah. Sebelum nenekmu ini tertimbun tanah. Aku sangat penasaran, apa cicitku akan menduplikat sifat dingin mu itu atau kejeniusan mu?"

"Aku usahakan. Nenek kan tahu, aku sudah bertunangan."

Terdengar decakan kasar dari sana. "Untuk apa bertunangan dengan orang yang entah masih hidup atau mati. Tidak jelas. Cari lagi! Liam, kau beri apa dulu Leo? Anak ini benar-benar komplit, sudah dingin keras kepala pula."

Jam Leo berkedap-kedip tiba-tiba.

"Nek, aku tutup. Semoga nenek segera sembuh."

Benar saja Leo langsung mematikannya. Terdengar suara kalut Revan di seberang sana. "Tuan, nona Bella ... Nona Bella, tuan!"

"Ada apa dengan wanita itu?"

"Nona Bella mabuk dan sedang menari liar di atas panggung bahkan beberapa laki-laki mengerumuninya. Saya sudah berusaha menarik turun nona Bella namun dia memberontak."

Rahang Leo spontan mengerat. "Tidak becus! Jaga dia! Aku segera kesana!"

Sampai Leo di pintu masuk, teriakan manja tanpa malu itu bergema. Wajah Leo merah padam karenanya.

"Itu dia sayangku! Sayang, aku disini! Ayo menari, katamu aku milikmu kan? Kemari kau tuan nakal! lihat pinggulku yang selalu kau cengkram bergoyang indah!"

Bella menggoyangkan pantat sintalnya seolah menari Zumba. Kedua Pipi Bella merona dengan mata sayu.

"Shit! Siapa yang mengajarinya menari seperti itu!" umpat Leo.

Terpopuler

Comments

Hany

Hany

duh Bella,pasti di kerjain Desi deh

2024-08-11

1

🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐

🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐

katanya buat bela, yang meleleh saya/Whimper/

2024-07-14

3

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

orang itu ya kalau banyak boong lama lama ketahuan koq , gimana kakak adik sama sama selingkuh dan anehnya srlingkuhan jakanya adalah istri adiknya ohh benar brnar gila gilan khan , ya beginilah jadinya , menurutku yo cerai aja sama Adam fan nikah sama Leo.biar tenang kedua kakak beradik tsb

2024-07-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian dalam lift
2 Bab 2. Bella Pingsan
3 Bab 3. Pil Kontrasepsi
4 Bab 4. Ketumpahan air panas
5 Bab 4. Obat penenang
6 Bab 6. Memandikan Leo
7 Bab 7. Bella di culik?
8 Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9 Bab. 9. Itu dia sayangku!
10 Bab 10. Menari Ara-ara
11 Bab. 11. Couple
12 Bab 12. Buka mulutmu!
13 Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14 Bab 14. Pengobatan ala Bella
15 Bab. 15. Akibat cemburu.
16 Bab 16. Aku balas mereka!
17 Bab 17. Honeymoon, kah?
18 Bab 18. Ketahuan
19 Bab 19. Selamat ulang tahun!
20 Bab 20. Kenyataan pahit
21 Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22 Bab 22. Pembohong!
23 Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24 Bab 24. Semut Besar!
25 Bab 25. Singa Jantan posesif!
26 Bab 26. Mantap betul!
27 Bab 27. Pendarahan hebat
28 Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29 Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30 Bab 30. Tipu Muslihat!
31 Bab 31. Penculikan!
32 Bab 32. Adam mengetahuinya!
33 Bab 33. Jujur!
34 Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35 Bab 35. Pernikahan airmata!
36 Bab 36. Mengamuk!
37 Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38 Bab 38. Sandiwara Cinta!
39 Bab 39. Salah Sasaran!
40 Bab 40. Aku tanpamu!
41 Bab 41. Marga terlepas!
42 Bab 42. Interogasi!
43 Bab 43. Kanaya!
44 Bab 44. Baru permulaan!
45 Bab 45. Sadis nya Leo!
46 Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47 Bab 47. Maaf Sayang!
48 Bab 48. Mine!
49 Bab 49. Kesal!
50 Bab 50. Keinginan Bella!
51 Bab 51. Tantangan Brian!
52 Bab 52. Siapa Bella?
53 Bab 53. Bumil Beraksi!
54 Bab 54. Kesalnya Kanara.
55 Bab 55. Rencana yang gagal!
56 Bab 56. Adam Berulah!
57 Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58 Bab 58. Ambil darahnya!
59 Bab 59. Ringkus dia!
60 Bab 60. Iblis Betina!
61 Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62 Bab 62. Akhir Devita!
63 Bab 63. Ulah Leo!
64 Bab 64. Keinginan Sam!
65 Bab 65. Sistem tabur tuai!
66 Bab 66. Nasib Kanara
67 Bab 67 Kanara Hamil!
68 Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69 Bab 69 Revan dan Kalana
70 Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71 Bab 71. Pernikahan dadakan
72 Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73 Bab 73 Penyekapan
74 Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75 Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Kejadian dalam lift
2
Bab 2. Bella Pingsan
3
Bab 3. Pil Kontrasepsi
4
Bab 4. Ketumpahan air panas
5
Bab 4. Obat penenang
6
Bab 6. Memandikan Leo
7
Bab 7. Bella di culik?
8
Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9
Bab. 9. Itu dia sayangku!
10
Bab 10. Menari Ara-ara
11
Bab. 11. Couple
12
Bab 12. Buka mulutmu!
13
Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14
Bab 14. Pengobatan ala Bella
15
Bab. 15. Akibat cemburu.
16
Bab 16. Aku balas mereka!
17
Bab 17. Honeymoon, kah?
18
Bab 18. Ketahuan
19
Bab 19. Selamat ulang tahun!
20
Bab 20. Kenyataan pahit
21
Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22
Bab 22. Pembohong!
23
Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24
Bab 24. Semut Besar!
25
Bab 25. Singa Jantan posesif!
26
Bab 26. Mantap betul!
27
Bab 27. Pendarahan hebat
28
Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29
Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30
Bab 30. Tipu Muslihat!
31
Bab 31. Penculikan!
32
Bab 32. Adam mengetahuinya!
33
Bab 33. Jujur!
34
Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35
Bab 35. Pernikahan airmata!
36
Bab 36. Mengamuk!
37
Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38
Bab 38. Sandiwara Cinta!
39
Bab 39. Salah Sasaran!
40
Bab 40. Aku tanpamu!
41
Bab 41. Marga terlepas!
42
Bab 42. Interogasi!
43
Bab 43. Kanaya!
44
Bab 44. Baru permulaan!
45
Bab 45. Sadis nya Leo!
46
Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47
Bab 47. Maaf Sayang!
48
Bab 48. Mine!
49
Bab 49. Kesal!
50
Bab 50. Keinginan Bella!
51
Bab 51. Tantangan Brian!
52
Bab 52. Siapa Bella?
53
Bab 53. Bumil Beraksi!
54
Bab 54. Kesalnya Kanara.
55
Bab 55. Rencana yang gagal!
56
Bab 56. Adam Berulah!
57
Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58
Bab 58. Ambil darahnya!
59
Bab 59. Ringkus dia!
60
Bab 60. Iblis Betina!
61
Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62
Bab 62. Akhir Devita!
63
Bab 63. Ulah Leo!
64
Bab 64. Keinginan Sam!
65
Bab 65. Sistem tabur tuai!
66
Bab 66. Nasib Kanara
67
Bab 67 Kanara Hamil!
68
Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69
Bab 69 Revan dan Kalana
70
Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71
Bab 71. Pernikahan dadakan
72
Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73
Bab 73 Penyekapan
74
Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75
Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!