Bab 19. Selamat ulang tahun!

Mata ber shadow keemasan wanita di depan Bella itu sempat melebar sebentar setelahnya kembali percaya diri dengan arogan.

"Sayang, bukannya dia anak tirimu yang lumpuh itu?"

"Benar dan disampingnya menantuku yang mandul."

Devita berdecih pada Bella dan Leo.

Bella keheranan, Leo biasa saja melihat itu, meski wajahnya menunjukan rasa jijik kentara.

Segera Bella maju di depan Devita. Mengulurkan tangan ingin salim.

"Em ... Mah, apa kabar? Dan dimana papah?" tanya Bella takut-takut.

Ia risih melihat pria paruh baya penuh tato di pergelangan sampai leher, teman Devita itu. Tatapannya seakan ingin menelan Bella hidup-hidup. Melihat betapa mesra keduanya. Bella ragu itu hanya sekedar teman biasa. Semoga saja salah.

Devita menepis tangan Bella sampai mengeluarkan bunyi renyah membuat Bella menurunkan tangannya perlahan, disaksikan Leo.

Plak!

"Jangan menyentuh ku. Takutnya, kau tertular kuman lumpuh ini. Apa aku keluar harus selalu di kawal mertuamu itu? Aku juga perlu kebebasan Bella. Contohnya, apa yang kau lakukan ini. Tidak tahu diri! Aku yakin kau tidak izin kan pada Adam pergi dengan kakak iparmu ini?"

Bella tergugu dalam. Benar, ia melupakan adab seorang istri dan bersama Leo, Bella mudah lupa akan statusnya itu.

"Maaf Ma ...." Bella berucap pelan.

Leo lekas menaikan dagu Bella. "Angkat dagumu. Jangan merendah di depan orang yang paling rendah."

Leo menyorot dingin Devita. Ia sudah lama tahu perselingkuhan ini. Mungkin, ini karma karena Liam menyelingkuhi ibunya. Dan, jangan harap Leo akan perduli.

Dulu, Devita adalah mantan sekretaris Liam. Karena Devita yang kerap berpakaian menggoda iman para laki-laki itu dan menggunakan berbagai trik licik untuk menarik perhatian Liam. Akhirnya, pria beristri itu terjerat jalinan dosa dengan sekretarisnya sendiri hingga menghasilkan anak, yaitu Adam.

Aline yang tersakiti terpaksa memberi restu pernikahan kedua suaminya. Aline juga memutuskan untuk keluar dari mansion yang di bangun dari hasil jerih payah keduanya.

Karena pada dasarnya, tidak satupun makhluk di bumi ini, sanggup untuk berbagi hati dengan cinta lain.

"Dia sama hina dengan anaknya. Adam suka berselingkuh, ini dia biang keroknya."

"Jaga omonganmu Leo!"

Devita mengacungkan jari telunjuknya sambil melotot marah. "Kau juga mahluk rendahan! Bisa-bisanya, adik ipar sendiri di bilang pacar!" Desis Devita.

Itu yang ia dengar sewaktu sarapan pagi tadi bersama mertuanya. Kedatangan Leo akan membawa pacarnya.

"Tidak ada yang salah. Mereka sebentar lagi akan bercerai," enteng Leo berhasil membuat Bella mendelik bingung. Rasanya, tidak ada dia berucap seperti itu.

"Kak?"

"Apa? Ayo pergi. Jangan berlama-lama disini. Bisa tertular penyakit kelamin nanti," sindir Leo.

Kursi rodanya berjalan otomatis masuk dalam lift namun Bella setia terpaku di tempatnya. Tangan keduanya masih saling bertaut. Leo menghembuskan napas dalam.

"Kau ikut bersamaku atau bersamanya?"

Bella gelagapan seketika. "Aku ikut kakak."

"Good girl, kemari."

Bella menatap Devita yang bersedekap dada. "Ma, aku pergi dulu. Nanti aku akan telpon mas Adam."

Bukanya membalas kata Bella, Devita malah berdecih sinis menatap punggung mungil Bella.

Bella mengintip takut-takut wajah Leo, seiring lift itu turun. Tidak bisa di tebak, datar tanpa ekspresi.

"Kakak marah ya?"

"Tidak."

"Terus ... Kenapa diam?"

Leo membuka telapak tangannya pada Bella di samping tanpa menoleh. "Berikan ponselmu."

Bella keheranan, tapi tetap mengeluarkan ponsel dari kantung jaket. Leo menerimanya lanjut menyimpan di saku celananya sendiri.

"Loh, kok gak di gunain kak?" Dahi Bella berkerut dalam. Pikirnya, ponsel Leo lowbet makanya ingin pinjam ponselnya.

Mata Leo semakin menajam kesal. "Karena malam ini, hanya aku pria mu dan tidak boleh ada yang lain."

Bella semakin bingung karenanya, apalagi Leo meminta Bella memajukan kepala ke arah pria itu.

"Cepat! Jangan sampai aku menarik rambutmu!" ancam Leo.

"Ck, iya, iya!"

Bella spontan meraba kain terpasang di kedua matanya. Leo mengikat ujungnya di belakang kepala Bella.

"Kak ini apa lagi? Kakak tidak bermaksud menjual ku kan? Demi Tuhan, tolong jangan," iba Bella nyaris membuka kain itu namun di tepis Leo.

"Berapa kali harus aku bilang, Bella. Tidak ada aksi jual-menjual. Pakai saja itu dan aku sendiri yang akan membukanya nanti, paham?"

Bella angguk-angguk meski ragu. Ia akan berucap. Keburu Leo meletakan jari panjangnya di bibir Bella.

"Dilarang banyak tanya."

Sepanjang keluar dari Lift, Bella terus di pandu hingga menaiki mobil. Pendengarannya menjadi mata kedua Bella, samar-samar mendengar bunyi baling-baling berputar dan angin bertiup kencang.

'Helikopter? Mau kemana sebenarnya?' batin Bella.

1 jam kemudian, Bella merasa tepukan pelan di pipinya. Ternyata Leo dan telah membuka kain dimata Bella, dirinya juga tadi rupanya tertidur. Bella menyesuaikan cahaya remang di sekitarnya. Bunyi hewan malam terdengar jelas sangat jelas.

"Kak, kita dimana? Kenapa gelap-gelapan begini?" Bella semakin beringsut mendekati Leo. Beberapa pepohonan menjulang tinggi tertangkap mata Bella.

Leo menggenggam tangan mungil itu. "Kita sudah sampai. Ayo keluar."

Bella menggeleng. Leo merangkum kedua pipi wanita itu. Menatap dalam mata coklat honey milik Bella.

"Percaya padaku. Kau pasti suka."

Bella berpegang erat di tangan Leo yang sudah turun lebih dulu di bantu pengawalnya.

"Biar saya bantu, Tuan," ijin pengawal Leo melihat Bella kesusahan turun. Tapi, Leo memberikan tatapan menusuk bagai laser.

"Coba saja. Maka tanganmu ku pastikan putus."

Pengawal itu lalu menjauh. Leo mode posesif on. Bella sudah turun, merapatkan jaketnya karena udara semakin dingin.

"Coba lihat di langit, Bella."

"Ap--"

Bella mengangkat kepala tidak melanjutkan kata-katanya. Aurora Borealis, pancaran cahaya menyala-nyala dan terlihat menari-nari di atas gunung bersalju terpampang jelas di mata Bella. Wanita itu hampir merosot saking takjubnya, beruntung tangan Leo merangkul pinggang Bella lalu mendudukkan wanita itu di pangkuannya. Memeluk Bella dari belakang. Leo meletakan dagu di pundak Bella.

Keduanya di kota kecil Kirovsk, pegunungan Khibiny di Semenanjung Kola.

"Suka?" Tanya Leo berbisik ditelinga Bella lembut.

Bella mengangguk riang. Embun berdesakan di sudut matanya. Hal paling indah di dunia itu, kini dapat ia lihat secara langsung berkat Leo.

"Suka banget kak. Terimakasih. Terimakasih udah ajak aku kesini. Indah banget."

Cup!

Bella mematung. Leo mengecup pipinya. Pria itu tersenyum manis. Ia memberikan semacam tombol pada Bella.

"Ini buat apa kak?"

"Tekan aja," balas Leo tersenyum manis.

Bella menekan ragu-ragu. Setelahnya, mata Bella melebar seketika. Puluhan drone berwarna-warni membentuk huruf di langit. Bella menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Selamat ulang tahun, Bella."

Detik itu juga, tangis Bella pecah mendengar perkataan Leo. Ia saja, tidak ingat hari dirinya berulang tahun. Adam, suaminya, juga tidak pernah mengucapkan kata yang akan di dengar orang setahun sekali itu.

"Kenapa menangis?" Leo mengusap kedua pipi Bella.

"Terharu kak. Makasih, udah peduli sama aku. Udah buat aku tahu, bagaimana rasanya dicintai. Sangat beruntung dia yang mendapatkan mu kak."

Mendengar kata Bella, Leo menyampingkan posisi Bella. Menarik kepala Bella semakin masuk dalam pelukannya.

"Anggap saja malam ini aku kekasihmu. Bicara soal keberuntungan, aku tidak percaya itu. Yang berperan dalam hidup adalah takdir Tuhan, mengerti?"

"Iya ...." Bella tersenyum tipis.

"Kue nya besok menyusul. Sekarang tujukan jarimu."

Bella menatap kiri dan kanan tangannya.

"Kiri," jawab Leo.

Karena kanan ada cincin nikah Bella. Tidak pernah wanita itu lepaskan.

Leo mengeluarkan kotak perhiasan dari balik jaketnya. Ketika dibuka, Bella lagi-lagi di buat takjub. Berlian berwarna merah muda, di juluki sebagai berlian Argyle. Paling langka. Lengkap dengan kalung model burung merak. Berkilau jernih terkena cahaya malam.

"Ini kado ulang tahun untukmu."

Bella menggeleng. Rasanya, ia tidak pantas memakai itu.

"Tidak perlu kak. Ada yang ingat ulang tahunku saja, aku sudah bersyukur. Baik kakak, simpan saja itu. Atau berikan pada Mommy Aline."

"Berlian mommy ku sudah mengunung. Baik kau terima. Karena sangat tidak mungkin aku yang akan memakainya. Kau pikir aku pria seperti apa?" pelotot Leo.

Bella tertawa lepas. Leo mode judes sudah kembali. Bella yakin harga berlian itu mampu membeli satu rumah atau mungkin tambah mobil. Bella menelan ludah, kala kedua benda itu menempel di tubuhnya. Terpasang apik oleh tangan Leo.

"Cantik."

"A, apa kak ... Aku cantik?" ulang Bella.

Takutnya salah dengar. Di kantor tadi saja, Leo menghinanya.

"Sangat cantik," sudut bibir Leo naik samar. "Hingga aku ingin memakan mu."

Deg!

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

satu keluarga bobrok semua,,

2025-01-10

0

Hany

Hany

Uda ketagian nih bang Leo😁

2024-08-14

1

Susetiyanti RoroSuli

Susetiyanti RoroSuli

Adam ,Adam , padahal sdh pernah dimakan Adam lho Bela , apa nggak terasa kali ya

2024-07-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian dalam lift
2 Bab 2. Bella Pingsan
3 Bab 3. Pil Kontrasepsi
4 Bab 4. Ketumpahan air panas
5 Bab 4. Obat penenang
6 Bab 6. Memandikan Leo
7 Bab 7. Bella di culik?
8 Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9 Bab. 9. Itu dia sayangku!
10 Bab 10. Menari Ara-ara
11 Bab. 11. Couple
12 Bab 12. Buka mulutmu!
13 Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14 Bab 14. Pengobatan ala Bella
15 Bab. 15. Akibat cemburu.
16 Bab 16. Aku balas mereka!
17 Bab 17. Honeymoon, kah?
18 Bab 18. Ketahuan
19 Bab 19. Selamat ulang tahun!
20 Bab 20. Kenyataan pahit
21 Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22 Bab 22. Pembohong!
23 Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24 Bab 24. Semut Besar!
25 Bab 25. Singa Jantan posesif!
26 Bab 26. Mantap betul!
27 Bab 27. Pendarahan hebat
28 Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29 Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30 Bab 30. Tipu Muslihat!
31 Bab 31. Penculikan!
32 Bab 32. Adam mengetahuinya!
33 Bab 33. Jujur!
34 Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35 Bab 35. Pernikahan airmata!
36 Bab 36. Mengamuk!
37 Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38 Bab 38. Sandiwara Cinta!
39 Bab 39. Salah Sasaran!
40 Bab 40. Aku tanpamu!
41 Bab 41. Marga terlepas!
42 Bab 42. Interogasi!
43 Bab 43. Kanaya!
44 Bab 44. Baru permulaan!
45 Bab 45. Sadis nya Leo!
46 Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47 Bab 47. Maaf Sayang!
48 Bab 48. Mine!
49 Bab 49. Kesal!
50 Bab 50. Keinginan Bella!
51 Bab 51. Tantangan Brian!
52 Bab 52. Siapa Bella?
53 Bab 53. Bumil Beraksi!
54 Bab 54. Kesalnya Kanara.
55 Bab 55. Rencana yang gagal!
56 Bab 56. Adam Berulah!
57 Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58 Bab 58. Ambil darahnya!
59 Bab 59. Ringkus dia!
60 Bab 60. Iblis Betina!
61 Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62 Bab 62. Akhir Devita!
63 Bab 63. Ulah Leo!
64 Bab 64. Keinginan Sam!
65 Bab 65. Sistem tabur tuai!
66 Bab 66. Nasib Kanara
67 Bab 67 Kanara Hamil!
68 Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69 Bab 69 Revan dan Kalana
70 Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71 Bab 71. Pernikahan dadakan
72 Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73 Bab 73 Penyekapan
74 Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75 Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)
Episodes

Updated 75 Episodes

1
Bab 1. Kejadian dalam lift
2
Bab 2. Bella Pingsan
3
Bab 3. Pil Kontrasepsi
4
Bab 4. Ketumpahan air panas
5
Bab 4. Obat penenang
6
Bab 6. Memandikan Leo
7
Bab 7. Bella di culik?
8
Bab 8. Jadi pasanganku malam ini.
9
Bab. 9. Itu dia sayangku!
10
Bab 10. Menari Ara-ara
11
Bab. 11. Couple
12
Bab 12. Buka mulutmu!
13
Bab 13. Leo mode sinis apa posesif?
14
Bab 14. Pengobatan ala Bella
15
Bab. 15. Akibat cemburu.
16
Bab 16. Aku balas mereka!
17
Bab 17. Honeymoon, kah?
18
Bab 18. Ketahuan
19
Bab 19. Selamat ulang tahun!
20
Bab 20. Kenyataan pahit
21
Bab 21. Karena aku mencintaimu!
22
Bab 22. Pembohong!
23
Bab 23. Cucu keluarga Galaxy!
24
Bab 24. Semut Besar!
25
Bab 25. Singa Jantan posesif!
26
Bab 26. Mantap betul!
27
Bab 27. Pendarahan hebat
28
Bab 28. Konsekuensi Mencintaimu!
29
Bab 29. Keinginan terdalam Bella!
30
Bab 30. Tipu Muslihat!
31
Bab 31. Penculikan!
32
Bab 32. Adam mengetahuinya!
33
Bab 33. Jujur!
34
Bab 34. Biar aku Yang hadapi!
35
Bab 35. Pernikahan airmata!
36
Bab 36. Mengamuk!
37
Bab 37. Sampai neraka aku kejar!
38
Bab 38. Sandiwara Cinta!
39
Bab 39. Salah Sasaran!
40
Bab 40. Aku tanpamu!
41
Bab 41. Marga terlepas!
42
Bab 42. Interogasi!
43
Bab 43. Kanaya!
44
Bab 44. Baru permulaan!
45
Bab 45. Sadis nya Leo!
46
Bab 46. Sepenggal kisah masa lalu!
47
Bab 47. Maaf Sayang!
48
Bab 48. Mine!
49
Bab 49. Kesal!
50
Bab 50. Keinginan Bella!
51
Bab 51. Tantangan Brian!
52
Bab 52. Siapa Bella?
53
Bab 53. Bumil Beraksi!
54
Bab 54. Kesalnya Kanara.
55
Bab 55. Rencana yang gagal!
56
Bab 56. Adam Berulah!
57
Bab 57. Pertaruhan Nyawa!
58
Bab 58. Ambil darahnya!
59
Bab 59. Ringkus dia!
60
Bab 60. Iblis Betina!
61
Bab 61. Rencana Baru Kanara!
62
Bab 62. Akhir Devita!
63
Bab 63. Ulah Leo!
64
Bab 64. Keinginan Sam!
65
Bab 65. Sistem tabur tuai!
66
Bab 66. Nasib Kanara
67
Bab 67 Kanara Hamil!
68
Bab 68 Hukuman seumur hidup!
69
Bab 69 Revan dan Kalana
70
Bab 70 Revan dan Kalana part 2
71
Bab 71. Pernikahan dadakan
72
Bab 72 Gatot gara-gara Leo!
73
Bab 73 Penyekapan
74
Bab 74 Akhir Devita dan Adam.
75
Bab 75 Akhir kisah Leo dan Bella (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!