Bab 2 kamu jahat mas

Karena penasaran dengan kata-kata dipesan Jamila hanum pun membuka video itu

Dan betapa terkejutnya hanum saat melihat isi video itu karena orang-orang yang ada dalam video itu Hanum sangat kenal

Ya dalam video ijab kabul itu Hanum sangat mengenalnya, bagaimana tidak mengenalnya jika sudah membersamainya selama dua tahun ini

Mereka pacaran selama setahun hingga memutuskan untuk menikah dan masa pernikahan mereka sudah hampir setahun dan sudah di karuniai malaikat kecil sebagai penyemangat dan pengikat mereka dalam tali pernikahan

Hanum terus saja memperhatikan video yang mila sahabatnya kirim

Hanum juga dapat melihat disana kedua mertua dan adik-adik iparnya juga ada di sana

"kenapa kalian begitu jahat padaku,apa salahku "ucap Hanum dengan suara bergetar menahan isakan tangisnya

Setelah yakin dengan video yang hanum lihat

Hanum mengirim pesan pada sahabatnya itu

"dari mana kamu dapat video itu mil!?" tanya Hanum

Tak menunggu lama jamila membalas pesan hanum

"tadi itu aku menemani adikku Jesika ke acara pernikahan kakak temannya dan aku dapat kejutan saat melihat mempelai prianya adalah suami kamu" balas Jamila lalu mengirimkan sebuah foto dirinya yang berlatar belakang pelaminan dimana dimas duduk bersanding dengan wanita lain dengan wajah sangat bahagia

Hati Hanum seperti di iris sembilu rasanya sangat perih suami yang begitu di cintainya dan di hormatinya tega mengkhianatinya

Menghancurkan mahligai pernikahan yang mereka bangun bersama

Jamilah kembali mengirimkan beberapa foto yang memperlihatkan jika di sana keluarga suaminya sedang tersenyum bahagia diatas penderitaan Hanum

"baiklah jika itu mau kalian,aku akan mengikuti permainanmu mas juga keluargamu

Selama ini aku bertahan saat ibu dan adikmu semena-mena terhadapku dan menghina keluargaku tapi sekarang aku tidak akan lagi bertahan di hidupmu karena penghianatanmu

Aku akan mengumpulkan banyak bukti hingga suatu hari nanti saat aku dan putriku pergi kamu akan sangat menyesal " ucap Hanum pada dirinya sendiri

Dihapusnya air matanya yang begitu kurang ajarnya terus saja mengalir membasahi pipinya tanpa permisi

Ponsel hanum berdering tiada henti

Segera hanum melihat siapa yang meneleponnya

Ternyata yang menelponnya adalah sahabatnya Jamilah

"halo num assalamualaikum " ucap Jamilah

"waalaikumsalam mil"jawab Hanum yang suaranya terdengar sangau karena habis menangis

"kamu yang sabar ya num!! Jangan pernah terbersit di benak kamu untuk melakukan hal-hal yang merugikan diri kamu sendiri ingat num Renata masih sangat membutuhkanmu

Lelaki brengsek seperti itu tidak pantas untuk kamu tangisi num

Saranku sih selamatkan harta benda yang memang hak kamu dan anakmu jangan sampai pelakor itu yang menikmatinya nanti" ucap Jamilah memperingatkan sahabatnya itu

"iya mil, makasih Udah mengingatkan aku "jawab Hanum yang masih sesekali terisak

"iya num,kamu jangan merasa sendirian ada aku yang selalu ada untukmu

Jika kamu butuh bantuan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku ya num!!

Ingat kamu harus kuat ada putri kecilmu yang masih sangat membutuhkanmu " ucap Jamilah

"iya mil sekali lagi terimakasih ya" jawab Hanum

"ya sudah sekarang kamu lebih baik istirahat jaga kesehatan dan kewarasan kamu,kamu tidak usah memikirkannya cukup kamu memikirkan bagaimana kamu dan Renata kedepannya

Ingat ya num jangan berbuat hal dapat merugikan dirimu sendiri

Jangan juga terlihat lemah didepan mereka kamu harus kaut num kamu harus bisa berdiri diatas dirimu sendiri " nasehat Jamilah panjang lebar karena dia takut sahabatnya itu berbuat yang tidak-tidak dan melukai dirinya sendiri

"iya mil ,makasih ya karena kamu selalu ada untukku dan juga Renata " jawab Hanum terharu karena di saat suami dan keluarga suaminya mengkhianatinya, menyakiti hatinya begitu dalam ada Jamilah yang selalu mendukungnya

"iya Num, sekarang kamu istirahat jangan lupa minta petunjuk pada sang pemilik hidup agar kamu tau apa yang harus kamu lakukan

Biarkan mereka berbahagia dia atas penderitaanmu di saat ini tapi aku yakin suatu hari nanti mereka akan menuai apa yang mereka semua telah tabur

Allah SWT tidak tidur dan tuli,doa istri yang terzolimi pasti akan terkabul " ucap Jamilah lagi

"iya mil, sekali lagi makasih udah menguatkanku"jawab Hanum

"iya num sama-sama,kalau gitu aku tutup dulu ya

Assalamualaikum " ucap Jamilah berucap dalam dan hanum pun segera jawab salam dari sahabatnya itu

Hanum menoleh melihat putrinya yang terlelap di dalam boksnya,hanum beranjak dari duduknya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil wudhu dan laksanakan sholat isya yang tertunda karena kegalauan hatinya

Tapi setelah berbicara dengan sahabatnya Jamilah,hanum merasa lebih tenang dan dapat mengendalikan emosinya

Setelah sholat hanum mengumpulkan semua berkas-berkas penting termasuk sertifikat rumah dan tanah yang mereka beli untuk masa depan Renata putri mereka

Hanum tidak ingin Dimas dan keluarganya menikmati itu semua kelak

Apalagi gundik suaminya,hanum yakin suatu saat nanti suaminya akan membawa pulang gundiknya karena melihat ke akrabannya dengan keluarga suaminya

Setelah mengumpulkan semua berkas-berkas penting di satu tas Hanum segera menghubungi temannya dulu yang bekerja sebagai pengacara pribadi di kantor tempat hanum dulu bekerja

"Halo Assalamualaikum Num!!" jawab seorang pria dari seberang sana

"waalaikumsalam Mas Damar "jawab hanum

"tumben num kamu menghubungi aku setelah sekian purnama, bagaimana kabar kamu!?" tanya pria yang bernama Damar

"aku ingin minta tolong sama kamu "ucap Hanum

"kalau aku bisa bantu,pasti akan akau bantu" jawab Damar

"aku ingin menitipkan berkas-berkas penting ku "jawab Hanum

Damar tidak menjawab di mencerna apa yang hanum katakan,wanita cantik nan Solehah yang menggetarkan hatinya tapi karena rasa segannya membuat hanum menikah dengan pria lain

"mas mas Damar kamu masih disitikan!? Kamu dengar aku kan !?" tanya Hanum

"iya num aku masih disini dan mendengarkan kamu tapi kenapa kamu ingin menitipkan berkas-berkas penting kamu ke aku!?" tanya damar penasaran

"nanti aja mas aku menceritakan semuanya saat kita bertemu "jawab Hanum

"baiklah kapan kamu ingin bertemu denganku!?" tanya Damar

"kapan mas punya waktu !?" Hanum balik bertanya pada Damar

"besok aku bebas,jadi kamu tentukan saja jam berapa kita bertemu juga dimana kita akan bertemu " jawab damar

"baiklah nanti aku akan memberikan kabar kapan dan dimana kita bertemu " ucap Hanum

"baiklah aku tinggu kabar dari kamu "jawab damar setelah itu mereka pun mengakhiri panggilan telepon mereka setelah saling mengucapkan salam

Hanum mengirim pesan pada Jamilah apakah dia punya waktu besok untuk menemaninya menemui Damar

"waalaikumsalam Num,besok siang aku bisa menemani kamu bertemu mas Damar soalnya besok pagi aku menemani pak Subagya meeting di restoran hotel xx jadi kamu bisa bertemu dengan Mas damar disana saja biar aku langsung menunggu kalian datang"balas Jamilah

Sengaja Hanum mengajak Jamilah menemaninya karena Hanum tidak ingin jadi fitnah jika bertemu Damar berdua saja walaupun ada Baby Nata bersama mereka

Hanum pun mengirimkan pesan pada Damar dan mengatakan apa yang jamilah katakan

Damar pun menyetujuinya

Hanum turun dari ranjang dan mendekati boks tempat bayinya berada

Hanum mengangkat tubuh putri kecilnya dan meletakkannya di kasur empuknya

Hanum ikut merebahkan tubuhnya di samping tubuh putrinya,membaui aroma tubuh bayinya sebagai penenang jiwanya yang tidak sedang baik-baik saja

Tak lama Hanum pun tertidur bersama putrinya

Terpopuler

Comments

Ibu negara

Ibu negara

wooow aku suka dengan perempuan yg tegas dan sat set. laki seperti itu jangan dikasih kendor. loe jual gua beli harus begitu.

2024-07-30

3

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

bagus cerita nya. menarik aku. suka

2024-07-22

1

Bojone pak Lee

Bojone pak Lee

ceritanya to tje point gak bertele2 jadi bisa menikmati alurnya

2024-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 video pernikahan
2 Bab 2 kamu jahat mas
3 Bab 3 janji bertemu
4 Bab 4
5 Bab 5 Kalau sudah reskl takkan tertukar
6 Bab 6 Rindu ayah bunda
7 Bab 7 ingat pulang juga
8 Bab 8 Siswanto yang meresahkan
9 Bab 9 kamu berubah
10 Bab 10 tujuh bulanan
11 Bab 11 Maaf aku memilih pergi
12 Episode 12 Surat cinta dari pengadilan
13 Episode 13 papa suapin
14 Episode 14 kekantor Dimas
15 Bab 15 pesona istrimu di mata pria lain
16 Bab 16 Adik ipar seksi
17 Bab 17 pesona adik ipar
18 Bab 18 Melaporkan dan di laporkan
19 Bab 19 Nginap di hotel bintang tujuh
20 Episode 20 Kutunggu masa Iddahmu
21 Episode 21 sudah menjadi Calon istri
22 Episode 22 Pergi untuk kembali
23 Episode 23 Pulang Kampung
24 Episode 24 Selingkuh dengan gedebong pisang
25 Episode 25 Kekesalan keluarga Dimas
26 Episode 26 Rasa Ragu di hati dimas
27 Episode 27 kebahagiaan Hanum
28 Episode 28 Kebebasan Dimas dan persiapan pernikahan Hanum
29 Episode 29 Pernikahan Hanum dan Damar
30 Episode 30 Mappasikawara (saling sentuh)
31 Episode 31 Resepsi
32 Episode 32 Rencana bulan Madu
33 Episode 33 Bulan madu sederhana
34 Episode 34 kebahagiaan Hanum dan Damar
35 Episode 35 Pantai Tanjung Bira
36 Episode 36 Masih di pantai
37 Episode 37 Wisata
38 Episode 38 Kesedihan Bunda
39 Episode 39 Bertemu Dimas
40 Episode 40 Resepsi
41 Episode 41 Bertemu mantan Mertua
42 Episode 42 Hanum Hamil
43 Episode 43 lantai penjara yang dingin
44 Episode 44 Penyesalan Dimas
45 Episode 45 kerumah ibu
46 Episode 49 menjenguk ibu
47 Episode 50
Episodes

Updated 47 Episodes

1
Bab 1 video pernikahan
2
Bab 2 kamu jahat mas
3
Bab 3 janji bertemu
4
Bab 4
5
Bab 5 Kalau sudah reskl takkan tertukar
6
Bab 6 Rindu ayah bunda
7
Bab 7 ingat pulang juga
8
Bab 8 Siswanto yang meresahkan
9
Bab 9 kamu berubah
10
Bab 10 tujuh bulanan
11
Bab 11 Maaf aku memilih pergi
12
Episode 12 Surat cinta dari pengadilan
13
Episode 13 papa suapin
14
Episode 14 kekantor Dimas
15
Bab 15 pesona istrimu di mata pria lain
16
Bab 16 Adik ipar seksi
17
Bab 17 pesona adik ipar
18
Bab 18 Melaporkan dan di laporkan
19
Bab 19 Nginap di hotel bintang tujuh
20
Episode 20 Kutunggu masa Iddahmu
21
Episode 21 sudah menjadi Calon istri
22
Episode 22 Pergi untuk kembali
23
Episode 23 Pulang Kampung
24
Episode 24 Selingkuh dengan gedebong pisang
25
Episode 25 Kekesalan keluarga Dimas
26
Episode 26 Rasa Ragu di hati dimas
27
Episode 27 kebahagiaan Hanum
28
Episode 28 Kebebasan Dimas dan persiapan pernikahan Hanum
29
Episode 29 Pernikahan Hanum dan Damar
30
Episode 30 Mappasikawara (saling sentuh)
31
Episode 31 Resepsi
32
Episode 32 Rencana bulan Madu
33
Episode 33 Bulan madu sederhana
34
Episode 34 kebahagiaan Hanum dan Damar
35
Episode 35 Pantai Tanjung Bira
36
Episode 36 Masih di pantai
37
Episode 37 Wisata
38
Episode 38 Kesedihan Bunda
39
Episode 39 Bertemu Dimas
40
Episode 40 Resepsi
41
Episode 41 Bertemu mantan Mertua
42
Episode 42 Hanum Hamil
43
Episode 43 lantai penjara yang dingin
44
Episode 44 Penyesalan Dimas
45
Episode 45 kerumah ibu
46
Episode 49 menjenguk ibu
47
Episode 50

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!