11.Telpon Edgardo.

"Haaaah.."

Isabella mendengus, mendengar teguran Edgardo dari seberang telpon.

Benar benar pria tua brengsek! Dia pikir siapa dirinya berani bersikap seperti itu!

Meski kesal, tapi tentu saja semua yang ada dipikirannya barusan tidak dia katakan, karena sekali lagi dia butuh pria itu. Terutama uang milik Edgardo yang akan membuat ibunya kemungkinan besar bisa sembuh.

Jadi alih alih membalas ketus, dia malah menjawab pertanyaan pria itu lembut.

" Saya sedang berada diluar sekarang.Ada apa anda menelpon?" Ini telpon pertama mereka sejak malam pria itu meninggalkan dia dikamar hotel, karena telpon dari anak buahnya, membuat Isabella jadi berpikir apakah sekarang pria itu sudah kembali?Jadi menghubungi dia.

" Diluar? Dimana?"

Astaga! Haruskan dia mengatakannya secara rinci dimana dia berada sekarang! Menyebalkan sekali!gerutu Isabella dalam hati.

" Dirumah sakit, apa anda puas sekarang!?" Isabella menjawab ketus.

" Rumah sakit?"Edgardo mengulang penjelasan Isabella.

" Ya saya dirumah sakit, apa perlu anda saya fotokan tempatnya, supaya percaya?!" tantang Isabela dengan sengaja.

" Ya lakukan." balas pria itu tanpa diduga oleh Isabela, membuat perempuan itu mau tidak mau terpaksa mengirim gambar tempat diaman dia berdiri.

Kebetulan saat itu dia tepat berdiri didekat ruangan dokter Anderson, dokter spesialis kanker yang menangani ibunya dan orang yang ingin dia temui, jadi depan ruangan dokter Anderson lah yang dia foto untuk dikirimkan kepada Edgardo.

" Ruangan dokter spesialis kanker. Untuk apa kau berada disana?Apa kau sedang melakukan pemeriksaan kanker? Kanker apa? Jangan bilang kanker serviks? Kalau iya... "

" Bukan! Aku hanya lewat!" Teriak Isabella marah, pada tuduhan tiba tiba Edgardo.

" Lewat? Lalu untuk apa kau kerumah sakit?"pria itu bertanya lagi, membuat Isabella benar benar dibuat habis kesabaran dengan banyak pertanyaan tidak penting dari pria itu saat menelponnya.

"Aku sedang menuju ruangan dokter kandungan!"Kali ini Isabella menjawab asal,karena sudah sangat kesal pada Edgardo.

" Dokter kandungan?Untuk apa? Apa untuk..."

" Memasang alat kontrasepsi! Agar tidak hamil kalau nanti kita berdua berhubungan se*s! Puas!"bentak Isabella pada Edgardo dengan geram.

" Gadis pintar. Aku suka antisipasi yang kau rencanakan itu. Baiklah lakukan,karena saat kita berhubungan seks nanti aku juga tidak berniat menggunakan pengaman. Semula aku menghubungimu untuk memintamu melakukan pencegahan sebelum kita melakukannya, tapi ternyata kau lebih pintar dan peka dari yang aku kira karena berinisiatif melakukannya sebelum aku suruh."

Entah itu pujian atau cibiran, Isabella tidak perduli.Yang pasti dia memang tidak punya keinginan untuk hamil saat ini. Apalagi dari laki laki yang sudah membayar dia, seperti Edgardo ini.

Dia hanya butuh uang milik pria itu, bukan anaknya. Jadi sebenarnya, sebelum akan tidur dengan Edgardo, dia sudah berencana untuk melakukan pencegahan dengan minum pil pencegah kehamilan lebih dulu.

Itu sudah dia lakukan sejak beberapa waktu lalu tanpa dia katakan pada siapapun. Barusan dia mengatakan mengenai hal tersebut pada Edgardo karena merasa kesal.

" Anda pikir saya sudi hamil dengan anda?Tidak.Hidup saya masih panjang untuk disia siakan mengandung anak dari pria yang hanya menginginkan tubuh saya."balas Isabella.

" Baguslah kalau begitu,karena aku memang tidak ingin membuat hidupku rumit dengan adanya anak dari perempuan perempuan tidak jelas yang aku tiduri, seperti kau salah satunya nanti."Jawab Edgardo dingin, Mendengarnya membuat perasaan Isabella terasa sakit Bukan karena dia menyukai pria yang punya usia dua kali usianya itu,atau karena banyaknya uang yang dimiliki pria itu. Tapi karena jawaban Edgardo sangat menohok yang seolah menegaskan, bahwa pria itu tidak akan mungkin pernah mau mengakui anaknya kalau seumpama nanti akibat kebersamaan mereka dia hamil.

Dasar baji*an! Maki Isabella dalam hati marah.

" Itu tidak akan terjadi,anda tidak perlu khawatir tuan. Oh iya untuk apa anda menghubungi saya sekarang?Apa ini anda sudah kembali lagi kemari dan ingin berhubungan se*s dengan saya, jadi menelpon?" Isabella bertanya yang membuat Edgardo diseberang telpon tidak tiba menggeram marah, saat mendengar cara perempuan itu mengatakannya.

" Berhubungan seks?!Apa itu yang ada dipikiran mu ketika ada pria yang menelponmu?!" bentak Edgardo murka.

" Kenapa anda marah! Bukankah memang hubungan diantara kita hanya tentang itu!" Balas Isabella ikut murka karena dibentak oleh Edgardo.

" Begitu? Baiklah,kau benar. Sekarang aku belum pulang, tapi 2 hari lagi aku akan kembali. Jadi sampai aku datang persiapkan dirimu untuk berhubungan se*s denganku, karena kali ini aku bukan hanya akan menciummu saja seperti waktu itu, tapi aku benar benar akan memasukkan milikku kedalam dirimu. Camkan itu."Lalu sambungan telpon mereka terputus.Edgardo mengakhirinya begitu saja tanpa menunggu lagi jawab Isabela. Seolah itu adalah sebuah ultimatum yang tidak bisa dibantah.

Meski pembicaraan mereka sudah berakhir tapi Isabella belum beranjak dari tempatnya berdiri,dia masih merasa syok mendengar perkataan terkahir pria itu.

Sebab biar sudah beratus kali dia memikirkan kalau apa yang akan dilakukannya ini bukan apa apa tapi tetap saja masih sulit dan jujur saja dia takut.

Ini adalah pengalaman pertamanya bersama seorang pria,tapi ternyata dia akan melakukannya bersama pria yang punya usia dua kali usianya.

Bahkan bisa dibilang, pria itu pantas menjadi ayahnya. Karena andai Edgardo itu sekarang menikah diusia sama seperti ibunya dulu waktu menikah,dia yakin putri pria itu juga berusia tak jauh beda dengannya sekarang. Tapi tentu saja pria itu tidak punya putri seperti dirinya, karena dari yang dia tau, menurut khabar yang dia dengar diBar mengenai sosok dan status Edgardo, pria itu masih sendiri sampai sekarang, bahkan kekasih atau tunangan pun tidak terdengar ada.Meski Isabella yakin pria seperti Edgardo tidak kekurangan perempuan diatas ranjangnya.

Tapi alasan itu juga yang membuat Isabella lalu berani mendekati Edgardo malam itu dan menawarkan dirinya.

Tapi alasan utama tentu saja karena dia tau kalau seorang Edgardo Van Hook itu sangat kaya, juga menarik dari segi fisik dan penampilan,meski sudah tidak muda lagi.

Bahkan di Bar, Isabella sering mendengar celetukan dari pegawai perempuan atau tamu perempuan disana, kalau mereka bersedia dengan suka rela membuka kaki mereka pada seorang Edgardo, tanpa perlu dibayar asal bisa merasakan milik pria itu.

Diawal baru kerja diBar Isabella merasa jijik mendengar celetukan seperti itu dari mereka, tapi sekarang dia merasa beruntung.

Karena dari apa yang dia dengar mengenai pria itulah, dia jadi tidak perlu bersusah payah mencari pria kaya raya untuk tidur dengannya, sebab ada Edgardo yang sering datang ke Bar tempat dia bekerja, entah itu hanya untuk sekedar minum atau memang melakukan bisnis.Yang pasti Isabella merasa, pria itu adalah target yang tepat baginya.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

sabar lah Isabella...

2024-07-27

0

Nadiyah1511

Nadiyah1511

obolannya(Bella+Ed)membagongkan ga jauh2 dri itu😁😁✌️✌️💜💜

2024-05-28

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tawaran Keperawanan.
2 2. Siapa Dia?
3 3.Bagaimana Ibu saya Dok?
4 4.Datanglah Sekarang, Aku Tunggu!
5 5.Buka Bajumu,Biar Aku Periksa.
6 6. Ah.. Dasar Pengganggu!
7 7. Beri Aku DP.
8 8.Akal Bulus Isabella.
9 9. Bukan Suhu Tapi Lugu.
10 10.Mama....
11 11.Telpon Edgardo.
12 12.Perasaan Dejavu.
13 13. Kegelisahan Isabella.
14 14.Kalau Kau Bosan Datanglah Sekarang.
15 15. Ayo Batalkan Perjanjian Kita Ini.
16 16.Saya Tetap Hidup Meski tidak Perawan Lagi, Tuan.
17 17.Aku Akan Pelan.
18 18.Candu.
19 19.Ada Apa Dengan Anda Tuan?
20 20.Perdebatan Tidak Penting.
21 21.Bantuan Kecil.
22 22.Kemarahan Edgardo.
23 23.Hinaan Elise.
24 24.Markus Yang Aneh.
25 25.Tolong!!!
26 26.Siapa Pria itu?!
27 27. Dibawa ke Mansion.
28 28. Mengobati Luka.
29 29.Mencari Markus.
30 30.Hukuman Untuk Markus.
31 31. Carikan Aku Pelayan Perempuan profesional segera.
32 32.Apa Itu?!
33 33.Ini Terlalu Banyak Tuan.
34 34. Pikiran Kotor.
35 35. Memberi Pelajaran Isabella(1)
36 36. Memberi Pelajaran Isabella(2)
37 37.Satu Kali Lagi.
38 38.Obsesif.
39 39. Aku Akan Pulang Tuan.
40 40.Ditipu Dokter Anderson.
41 41. Ada Apa Dengan Anda Bos?
42 42. Ada Apa Bella?
43 43.Peluk Saya Tuan.
44 44.Khabar Dari Mario
45 45. Eleora Ini Aku.
46 46. Dimana Dokternya?!
47 47.Aku Tidak Baik Baik Saja Mario.
48 48. Cium Saya Untuk Yang Terakhir Tuan.
49 49.Pergi Dari Mansion.
50 50. Berita Bahagia.
51 51.Teman Ibuku?
52 52. Bella, Kenapa kau disini?
53 53.Kekasih Ibuku? Sejak kapan?
54 54.Terpuruk.
55 55.Dia Menghilang Bos.
56 56. Positif?!!!!
57 57.Saran Dokter Edward.
58 58. Khabar Dari Rumah Sakit.
59 59. Mama Aku Merindukanmu.
60 60.Kenalkan Ed, Dia Putriku.
61 61.Bella Kita Perlu Bicara!
62 62. Ada Apa Mario?
63 63.Penjelasan Mario.
64 64.Bella Di Mana Dirimu????
65 65.Permintaan Eleora.
66 66. Ayo Pergi Menjemput Isabella, Mario.
67 67. Di Culik Ayahku????
68 68. Pesan Edgardo.
69 69. Diselamatkan.
70 70. Syok.
71 71.Saya Akan Menjemput Anda Nona Isabella.
72 72. Dibawa Kerumah Sakit.
73 73. Kenapa Semua Orang Diam.
74 74.
75 75.
76 76.Pengawal ku, Siapa Dia Sebenarnya?
77 77. Sadar!
78 78.Rencana Isabella.
79 79.
80 80. Akhirnya Bertemu.
81 81.
82 82.Bicara.
83 83.Jangan Panggil Aku Tuan Lagi, Bella.
84 84. Menikah( End)
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Tawaran Keperawanan.
2
2. Siapa Dia?
3
3.Bagaimana Ibu saya Dok?
4
4.Datanglah Sekarang, Aku Tunggu!
5
5.Buka Bajumu,Biar Aku Periksa.
6
6. Ah.. Dasar Pengganggu!
7
7. Beri Aku DP.
8
8.Akal Bulus Isabella.
9
9. Bukan Suhu Tapi Lugu.
10
10.Mama....
11
11.Telpon Edgardo.
12
12.Perasaan Dejavu.
13
13. Kegelisahan Isabella.
14
14.Kalau Kau Bosan Datanglah Sekarang.
15
15. Ayo Batalkan Perjanjian Kita Ini.
16
16.Saya Tetap Hidup Meski tidak Perawan Lagi, Tuan.
17
17.Aku Akan Pelan.
18
18.Candu.
19
19.Ada Apa Dengan Anda Tuan?
20
20.Perdebatan Tidak Penting.
21
21.Bantuan Kecil.
22
22.Kemarahan Edgardo.
23
23.Hinaan Elise.
24
24.Markus Yang Aneh.
25
25.Tolong!!!
26
26.Siapa Pria itu?!
27
27. Dibawa ke Mansion.
28
28. Mengobati Luka.
29
29.Mencari Markus.
30
30.Hukuman Untuk Markus.
31
31. Carikan Aku Pelayan Perempuan profesional segera.
32
32.Apa Itu?!
33
33.Ini Terlalu Banyak Tuan.
34
34. Pikiran Kotor.
35
35. Memberi Pelajaran Isabella(1)
36
36. Memberi Pelajaran Isabella(2)
37
37.Satu Kali Lagi.
38
38.Obsesif.
39
39. Aku Akan Pulang Tuan.
40
40.Ditipu Dokter Anderson.
41
41. Ada Apa Dengan Anda Bos?
42
42. Ada Apa Bella?
43
43.Peluk Saya Tuan.
44
44.Khabar Dari Mario
45
45. Eleora Ini Aku.
46
46. Dimana Dokternya?!
47
47.Aku Tidak Baik Baik Saja Mario.
48
48. Cium Saya Untuk Yang Terakhir Tuan.
49
49.Pergi Dari Mansion.
50
50. Berita Bahagia.
51
51.Teman Ibuku?
52
52. Bella, Kenapa kau disini?
53
53.Kekasih Ibuku? Sejak kapan?
54
54.Terpuruk.
55
55.Dia Menghilang Bos.
56
56. Positif?!!!!
57
57.Saran Dokter Edward.
58
58. Khabar Dari Rumah Sakit.
59
59. Mama Aku Merindukanmu.
60
60.Kenalkan Ed, Dia Putriku.
61
61.Bella Kita Perlu Bicara!
62
62. Ada Apa Mario?
63
63.Penjelasan Mario.
64
64.Bella Di Mana Dirimu????
65
65.Permintaan Eleora.
66
66. Ayo Pergi Menjemput Isabella, Mario.
67
67. Di Culik Ayahku????
68
68. Pesan Edgardo.
69
69. Diselamatkan.
70
70. Syok.
71
71.Saya Akan Menjemput Anda Nona Isabella.
72
72. Dibawa Kerumah Sakit.
73
73. Kenapa Semua Orang Diam.
74
74.
75
75.
76
76.Pengawal ku, Siapa Dia Sebenarnya?
77
77. Sadar!
78
78.Rencana Isabella.
79
79.
80
80. Akhirnya Bertemu.
81
81.
82
82.Bicara.
83
83.Jangan Panggil Aku Tuan Lagi, Bella.
84
84. Menikah( End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!