14.Kalau Kau Bosan Datanglah Sekarang.

Isabella berjalan gontai disepanjang lorong rumah sakit,dia bingung dan resah juga cemas.Takut sesuatu yang buruk tiba tiba saja terjadi pada ibunya, sebelum dia sempat melakukan operasi untuk perempuan itu.

Memikirkan kemungkinan buruk seperti itu tanpa sadar airmatanya mengalir keluar.

Dengan punggung tangannya buru buru dia menyapunya, agar tidak terisak dan dilihat oleh orang yang lalu lalang di lorong rumah sakit.

" Bagaimana ini?" keluhnya dengan nafas berat, merasa seolah tidak punya jalan keluar atau paling tidak seseorang yang bisa dia ajak bicara, agar perasaannya yang sedang sedih ini berkurang.

Tidak tau harus bagaimana Isabella mengambil ponselnya dari tas tangan,hanya untuk mengalihkan dari pikirannya yang sedang bingung saat itu.

Tapi begitu dia menyalakan benda itu, dia melihat pesan pesan Edgardo.

" Aku tiba hari ini,ayo kita bertemu nanti malam, di..." Isabella tidak membaca lagi kelanjutan pesan pria itu, karena begitu tau kalau Edgardo sudah kembali. Tanpa menunggu lagi dia segera menghubungi nomor ponselnya.

Dretttt....Dretttt...Drettt...

" Ah Sial! Kenapa tidak diangkat!" dia menggerutu kesal karena Edgardo tidak menjawab telponnya, tapi Isabella tidak putus asa, dia menghubungi lagi nomor Edgardo dan berpikir akan terus melakukannya sampai pria itu menjawabnya.

Di panggilan yang entah sudah seberapa barulah pria itu menjawabnya.

" Halo."

" Aaah!!! Kenapa anda baru mengangkat telpon saya! Saya sudah menghubungi anda sejak tadi!" cerocos Isabella emosi.

" Kenapa kau menghubungi aku sekarang. Bukannya aku sudah bilang dipesan kalau kita akan bertemu nanti malam, di.."

" Aku tidak mau nanti malam! Aku ingin sekarang saja. Dimana anda? Biar aku kesana saat ini juga."

Sunyi, Edgardo tidak menjawabnya membuat Isabela yang merasa sedang dikejar waktu,bicara lagi.

" Tuan Edgardo. Saya mau ketempat anda sekarang. Jadi..Katakan dimana anda berada,agar saya bisa menuju kesana."

" Kenapa kau sangat tidak sabar sekali bertemu denganku. Ada apa?"pria itu bertanya, mendengar pertanyaan Edgardo, tiba tiba Isabella jadi sadar kalau dia barusan bersikap terlalu berlebihan dan seperti orang gila karena memaksa ingin bertemu pria itu sekarang.

" Itu..aku sedang bosan dan tidak tau mau melakukan apa. Jadi...."

" Kalau kau bosan datanglah kesini sekarang. Ke alamat yang aku tulis dipesan." perintah pria itu memotong ucapan Isabella.

" Ya?!" Isabella sedikit terkejut, karena tiba tiba saja Edgardo berubah pikiran dengan menyuruh dia langsung datang menemui pria itu. Padahal beberapa saat lalu dia seperti keberatan waktu mendengar dia yang meminta datang. Dasar pria aneh pikir Isabela.

Meski begitu dia tetap pergi menemui pria itu ke alamat yang diberikan Edgardo dipesan menggunakan taksi.

Isabella sampai kemudian turun dari taksi, masuk ke lobi hotel bintang 5, langsung menuju ke meja resepsionis untuk mengambil kartu kunci kamar yang dipesan pria itu. Karena saat di Isabella sedang berada di taksi tadi Edgardo bilang kalau saat itu dia belum berada dikamar yang akan mereka gunakan tadi malam, dia masih ada sedikit urusan diluar dan meminta Isabella menunggu lebih dulu.

Sebenarnya Isabella tadi sempat merasa kecewa waktu mengetahuinya, tapi dia sudah terlanjur menuju ke alamat yang dimaksud jadi tidak mungkin untuk kembali. Selain itu dia juga tidak tau akan pergi kemana sekarang,untuk menghilangkan perasaan gelisah tidak nyaman yang dia rasakan tadi.Jadi dia tetap pergi ke hotel yang dikatakan Edgardo dan akan beristirahat saja dikamar tersebut sampai pria itu kembali.

" Selamat siang selamat datang di hotel kami,nona. Ada yang bisa kami bantu?" resepsionis bertanya kepada Isabella.

" Saya ingin mengambil kartu kamar atas nama tuan Edgardo Van Hook." Ucap Isabella, memberitahu tujuannya.

" Oh baik,ini silahkan,nona." resepsionis memberikan apa yang Isabella minta tanpa banyak bertanya, karena sebelum perempuan itu tiba Edgardo sudah lebih dulu menghubungi pihak hotel untuk meminta mereka memberikan dan melayani dengan baik, kalau nanti ada gadis muda yang datang untuk meminta kartu kamar yang dia pesan.

" Terimakasih banyak." Setelah mengambil kartu kamar, Isabella lalu naik lift menuju lantai dimana kamar itu berada.

" Lantai 15, ini pasti kamar seperti yang waktu itu," gumamnya, sambil menatap kartu berwarna hitam ditangannya.

Tak berapa lama dia tiba dilantai yang dia tuju . Isabella langsung menuju nomor kamar yang tertera dikartu lalu membuka pintunya menggunakan kartu tersebut, kemudian masuk kedalam.

Seperti yang sudah dia duga, kamar yang dipesan Edgardo sangat mewah dan indah,jenis presiden suit. Sejujurnya Isabella tidak heran kalau pria itu memesan kamar seperti ini di hotel, karena pria itu memang kaya itu yang diketahui oleh Isabella dari yang dia dengar.

Tapi, dia kesal karena dengan kekayaan yang dimiliki pria itu,dia tidak mau membantu Isabella dengan memberikan saja uang yang dia minta.

Isabella yakin meski Edgardo memberinya satu milyar secara cuma cuma, kekayaan pria itu tidak berkurang banyak. Karena kekayaan Edgardo jumlahnya pasti berkali lipat dari jumlah yang dia minta.

Tapi....Hah! Isabela hanya bisa menghela nafas, meski berharap begitu dia tau didunia ini tidak ada sesuatu yang bisa didapat dengan gratis.

Jadi...kali ini dia tidak akan meminta lagi secara cuma cuma uang yang dibutuhkan tersebut, melainkan akan melakukan seperti yang sudah mereka sepakati,agar dia tidak punya hutang Budi dikemudian hari nanti pada pria tersebut.

***

Sementara itu di Mansion Edgardo, dimana dia sekarang berada, dia sedang duduk di sofa panjang dengan dokter sedang mengganti perban yang membalut luka diperutnya.

" Seharusnya sekarang anda masih beristirahat ditempat tidur tuan. Agar luka tembaknya bisa segera pulih. Bukan malah bersikeras terbang pulang kemari tadi pagi." celoteh dokter itu berani.

" Jangan cerewet,ganti saja perbannya dan keluar dari sini.Kau pikir aku menyuruhmu datang sekarang untuk mengomel." balas pria itu tak kalah kesal, karena dokter pribadinya berani mengoceh panjang lebar padanya.

" Tapi ini cukup parah meski tidak sampai mengenai organ vital anda. Setidaknya anda harus istirahat total selama satu Minggu kedepan."

" Istirahat apa? Apa maksudmu istirahat bekerja atau istirahat berhubungan se*s? Kalau kau menyuruhku melakukan itu dengan luka kecil begini,berhenti saja kau jadi dokter pribadiku Peter." gertak Edgardo membalas semua saran yang diberikan dokter Peter,dokter pribadinya.

" Saya tau ini tidak terlalu parah tapi tetap saja dia masih rentan terbuka kalau nanti anda banyak bergerak." Ucap dokter itu lagi, masih berusaha memberi tau Edgardo meski sudah dibantah berkali kali oleh pria itu.

" Aku tidak akan banyak bergerak,kau tenang saja.Mungkin aku hanya akan berhubungan se*s dengan perempuan malam nanti."

Seketika dokter Peter yang sedang melilitkan perban ke perut Edgardo menarik kuat perban itu, karena terkejut mendengar yang baru dikatakan pria itu.

" Apa!Se*s! Anda sudah gila!"

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

biar pun terluka Edgardo masih mahu berhubungan badan dengan Isabella...

2024-07-29

0

Nadiyah1511

Nadiyah1511

1 M d kasih cuma2 ada2 z kamu mah Bella...rugilah🤭💜

2024-05-28

2

lihat semua
Episodes
1 1. Tawaran Keperawanan.
2 2. Siapa Dia?
3 3.Bagaimana Ibu saya Dok?
4 4.Datanglah Sekarang, Aku Tunggu!
5 5.Buka Bajumu,Biar Aku Periksa.
6 6. Ah.. Dasar Pengganggu!
7 7. Beri Aku DP.
8 8.Akal Bulus Isabella.
9 9. Bukan Suhu Tapi Lugu.
10 10.Mama....
11 11.Telpon Edgardo.
12 12.Perasaan Dejavu.
13 13. Kegelisahan Isabella.
14 14.Kalau Kau Bosan Datanglah Sekarang.
15 15. Ayo Batalkan Perjanjian Kita Ini.
16 16.Saya Tetap Hidup Meski tidak Perawan Lagi, Tuan.
17 17.Aku Akan Pelan.
18 18.Candu.
19 19.Ada Apa Dengan Anda Tuan?
20 20.Perdebatan Tidak Penting.
21 21.Bantuan Kecil.
22 22.Kemarahan Edgardo.
23 23.Hinaan Elise.
24 24.Markus Yang Aneh.
25 25.Tolong!!!
26 26.Siapa Pria itu?!
27 27. Dibawa ke Mansion.
28 28. Mengobati Luka.
29 29.Mencari Markus.
30 30.Hukuman Untuk Markus.
31 31. Carikan Aku Pelayan Perempuan profesional segera.
32 32.Apa Itu?!
33 33.Ini Terlalu Banyak Tuan.
34 34. Pikiran Kotor.
35 35. Memberi Pelajaran Isabella(1)
36 36. Memberi Pelajaran Isabella(2)
37 37.Satu Kali Lagi.
38 38.Obsesif.
39 39. Aku Akan Pulang Tuan.
40 40.Ditipu Dokter Anderson.
41 41. Ada Apa Dengan Anda Bos?
42 42. Ada Apa Bella?
43 43.Peluk Saya Tuan.
44 44.Khabar Dari Mario
45 45. Eleora Ini Aku.
46 46. Dimana Dokternya?!
47 47.Aku Tidak Baik Baik Saja Mario.
48 48. Cium Saya Untuk Yang Terakhir Tuan.
49 49.Pergi Dari Mansion.
50 50. Berita Bahagia.
51 51.Teman Ibuku?
52 52. Bella, Kenapa kau disini?
53 53.Kekasih Ibuku? Sejak kapan?
54 54.Terpuruk.
55 55.Dia Menghilang Bos.
56 56. Positif?!!!!
57 57.Saran Dokter Edward.
58 58. Khabar Dari Rumah Sakit.
59 59. Mama Aku Merindukanmu.
60 60.Kenalkan Ed, Dia Putriku.
61 61.Bella Kita Perlu Bicara!
62 62. Ada Apa Mario?
63 63.Penjelasan Mario.
64 64.Bella Di Mana Dirimu????
65 65.Permintaan Eleora.
66 66. Ayo Pergi Menjemput Isabella, Mario.
67 67. Di Culik Ayahku????
68 68. Pesan Edgardo.
69 69. Diselamatkan.
70 70. Syok.
71 71.Saya Akan Menjemput Anda Nona Isabella.
72 72. Dibawa Kerumah Sakit.
73 73. Kenapa Semua Orang Diam.
74 74.
75 75.
76 76.Pengawal ku, Siapa Dia Sebenarnya?
77 77. Sadar!
78 78.Rencana Isabella.
79 79.
80 80. Akhirnya Bertemu.
81 81.
82 82.Bicara.
83 83.Jangan Panggil Aku Tuan Lagi, Bella.
84 84. Menikah( End)
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Tawaran Keperawanan.
2
2. Siapa Dia?
3
3.Bagaimana Ibu saya Dok?
4
4.Datanglah Sekarang, Aku Tunggu!
5
5.Buka Bajumu,Biar Aku Periksa.
6
6. Ah.. Dasar Pengganggu!
7
7. Beri Aku DP.
8
8.Akal Bulus Isabella.
9
9. Bukan Suhu Tapi Lugu.
10
10.Mama....
11
11.Telpon Edgardo.
12
12.Perasaan Dejavu.
13
13. Kegelisahan Isabella.
14
14.Kalau Kau Bosan Datanglah Sekarang.
15
15. Ayo Batalkan Perjanjian Kita Ini.
16
16.Saya Tetap Hidup Meski tidak Perawan Lagi, Tuan.
17
17.Aku Akan Pelan.
18
18.Candu.
19
19.Ada Apa Dengan Anda Tuan?
20
20.Perdebatan Tidak Penting.
21
21.Bantuan Kecil.
22
22.Kemarahan Edgardo.
23
23.Hinaan Elise.
24
24.Markus Yang Aneh.
25
25.Tolong!!!
26
26.Siapa Pria itu?!
27
27. Dibawa ke Mansion.
28
28. Mengobati Luka.
29
29.Mencari Markus.
30
30.Hukuman Untuk Markus.
31
31. Carikan Aku Pelayan Perempuan profesional segera.
32
32.Apa Itu?!
33
33.Ini Terlalu Banyak Tuan.
34
34. Pikiran Kotor.
35
35. Memberi Pelajaran Isabella(1)
36
36. Memberi Pelajaran Isabella(2)
37
37.Satu Kali Lagi.
38
38.Obsesif.
39
39. Aku Akan Pulang Tuan.
40
40.Ditipu Dokter Anderson.
41
41. Ada Apa Dengan Anda Bos?
42
42. Ada Apa Bella?
43
43.Peluk Saya Tuan.
44
44.Khabar Dari Mario
45
45. Eleora Ini Aku.
46
46. Dimana Dokternya?!
47
47.Aku Tidak Baik Baik Saja Mario.
48
48. Cium Saya Untuk Yang Terakhir Tuan.
49
49.Pergi Dari Mansion.
50
50. Berita Bahagia.
51
51.Teman Ibuku?
52
52. Bella, Kenapa kau disini?
53
53.Kekasih Ibuku? Sejak kapan?
54
54.Terpuruk.
55
55.Dia Menghilang Bos.
56
56. Positif?!!!!
57
57.Saran Dokter Edward.
58
58. Khabar Dari Rumah Sakit.
59
59. Mama Aku Merindukanmu.
60
60.Kenalkan Ed, Dia Putriku.
61
61.Bella Kita Perlu Bicara!
62
62. Ada Apa Mario?
63
63.Penjelasan Mario.
64
64.Bella Di Mana Dirimu????
65
65.Permintaan Eleora.
66
66. Ayo Pergi Menjemput Isabella, Mario.
67
67. Di Culik Ayahku????
68
68. Pesan Edgardo.
69
69. Diselamatkan.
70
70. Syok.
71
71.Saya Akan Menjemput Anda Nona Isabella.
72
72. Dibawa Kerumah Sakit.
73
73. Kenapa Semua Orang Diam.
74
74.
75
75.
76
76.Pengawal ku, Siapa Dia Sebenarnya?
77
77. Sadar!
78
78.Rencana Isabella.
79
79.
80
80. Akhirnya Bertemu.
81
81.
82
82.Bicara.
83
83.Jangan Panggil Aku Tuan Lagi, Bella.
84
84. Menikah( End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!