*Aku di Jodohkan???"
Waktu pun terus berlalu, tak terasa kegiatan KKN mereka sudah di penghujung hari, setelah usai kegiatan KKN, hanya berselang dua hari iksi tak tanggung-tanggung langsung menyelenggarakan sidang skripsi.
"Congratulation Iksiru Fakillah, S.Kep, semoga ilmunya berkah yah, uluuh jadi gak sabar pengen sidang skripsi juga" ucap Anisa tersenyum bahagia sembari memasang kan selempang pada iksi.
"Makasih nis, semoga lu cepat nyusul juga"
"aamiin! rencana sih secepatnya Iksi"
"Aam nis, tpi kayaknya aku gak bisa dampingi lu deh, nanti saat lu sidang skripsi, soalnya besok aku mau pulang kampung, dan rencananya sih nanti deket yudisium aku kesini lagi" ucap Iksi dengan wajah lesuh memandangi Anisa.
"Gak apa-apa kok Iksi, kasian mama papa kamu, pasti mereka udah kangen bangat sama kamu, nanti aku kabari kalo udah sidang skripsi" balas Anisa menguatkan iksi.
"Makasih nis!" sesegera mungkin Iksi memeluk Anisa.
"Iya, umm, kembali kasih sayang!" Anisa pun turut membalas pelukan hangat dari sahabatnya itu.
Setelah selesai packing, iksi keluar menuju balkon depan asrama berdiri memandangi bintang-bintang kecil yang indah bertaburan menghiasi langit di malam hari, rasanya seperti tidak menyangka hanya tinggal beberapa bulan lagi dia akan meninggalkan asrama yang sudah ia anggap layaknya rumah sendiri.
"Hmmm..lu kenapa? melamun sendiri disini?" tanya Anisa, sambil memegang pundak iksi yang kelihatannya ia tengah memikirkan sesuatu.
"Hum! gak apa-apa nis, hanya saja aku merasa seperti mimpi, gak lama lagi kita bakalan pisah dan menentukan masa depan kita masing-masing" seketika Iksi tersenyum ke Anisa.
"Hmmm! gak usah sedih, itu sudah seharusnya yang kita lakukan Iksi, masuk tidur yuk udah larut" Anisa yang tak bisa bersahabat lagi dengan rasa kantuk, seketika ia menggandeng tangan iksi menuju tempat tidur.
Masih pagi-pagi anisa sudah sibuk membantu Iksi mengangkat barang-barang bawaannya menuju mobil yang akan di tumpanginya.
"Barang-barang lu banyak amat, isinya apa sih didalam dus-dus ini?" tanya Anisa dengan suara ngos-ngosan sambil menunjuki dus-dus yang ada di bawahnya.
"itu isinya buku-buku kesehatan semua nis"
"Ya allah! pantes berat banget, aku sampe ngos-ngosan gini, hufft...hufftt..." ucap Anisa sambil sesekali menarik nafas, karena kelelahan.
"Hehe! ya udah, aku berangkat dulu yah assalamu'alaikum" tak berlama-lama lagi, Iksi segera berpamitan sambil cipika cipiki dengan Anisa.
"Iya, waalaikumusalaam, hati-hati ya Iksi" sembari melambaikan tangan sesaat Iksi masuk ke dalam mobil. Anisa terus memandangi mobil tersebut sampai sudah tak terlihat lagi, iapun lalu beranjak pergi.
Dalam perjalanan panjang yang cukup melelahkan, akhirnya iksiru tiba ke kampung halaman nya, di halaman rumah sudah terlihat kedua orang tuanya dan beberapa orang tetangganya turut menyambut kedatangannya.
"Assalamualaikum, mamah, papa!" ucapnya sembari berlari menuju ke dua orang tuanya dengan rasa kerinduan yang amat mendalam merka pun saling berpelukan.
*****
Empat bulan sudah iksi menghabiskan waktu senggang nya bersama orang tua, keluarga dan kerabat, hingga pada suatu malam terjadi perbincangan yang cukup serius antara iksiru dan ke dua orang tuanya.
"Gimana? Rafkil itu anak yang baik kok" ucap ibunya meyakinkan.
"Dia itu, udah ganteng, baik, berwibawa kamu mau cari yang seperti apa lagi nak?" sambung ayahnya
"Jadi ceritanya mama sama papah mau jodohin aku sama dia?" tanya iksi heran
"Yah tidak nak, mama sama papah serahkan semua keputusannya sama kamu, mama cuman ingin kamu kenal dulu sama dia, siapa tau cocok, lagi pula selama ini belum ada satu lelakipun yang kamu ceritain ke mamah dan papah" sambung mamanya.
"Tapi mah, pah! iksi gak kenal sama dia, lagi pula saat ini iksi belum kepikiran untuk menikah"
"Ya sudah,nanti kalau kamu butuh apa-apa di jakarta, kamu hubungi aja dia, mamah gak tau pekerjaannya apa, yang mama tahu dia sekarang bekerja di jakarta, itung-itung kamu jg bisa sekalian kenalan sama Rafkil nak, nih, orang tuanya menitipkan nomor telponnya untuk kamu nak" tukas ibunya, menyedorkan potongan kertas kecil yang berisi nomor telpon kepada iksi.
*****
Penantian selama kurang lebih empat tahun, akhirnya terbayar sudah dengan moment sehari yakni Graduation day atau hari wisuda, kebahagiaan tampak terlihat dari wajah para wisudawan dan wisudawati, terlebih lagi pada Iksiru Fakillah.
"Sambutan ke tiga oleh wisudawati terbaik 1 atas nama Iksiru Fakillah, waktu dan tempat dipersilahkan" ucapan MC menggema di seluruh ruangan penyelenggaraan graduation day.
Iksi pun tampil ke depan, menuju podium yang telah disediakan, diiringi sorakan dan tepuk tangan dari para wisudawan wisudawati, tapi ia tak sendiri, ia membawa serta ayahnya yang duduk di kursi roda, hal tersebut membuat para wisudawan dan wisudawati tak menyangka bercampur haru bahkan meneteskan air mata, kenapa tidak sosok ayah yang duduk di kursi roda tersebut tak memiliki sebelah kaki dan dan juga kehilangan salah satu tangannya. iksiru pun menangis terseduh-seduh menyampaikan sambutan nya, tak lupa ia selipkan rasa bangganya terhadap kedua orang tuanya, sambil memeluk dan mencium ayahnya, tak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadi iksi, bahkan anisa pun tidak pernah mengetahui kondisi ayah dari iksi.
Tampak dari kejauhan terlihat Anisa berlari sembari mengangkat baju toganya menuju iksi yang hendak beranjak untuk sesi pemotretan.
"Nis! lu kenapa?" tanya iksi cukup heran saat melihat wajah Anisa bercucuran air mata.
"hiiks...hiiks...hiiks, sumpah sambutan lu sedih banget Iksi, hiiks...hiiks" Anisa yang sedari tadi menangis terseduh-seduh kemudian memeluk iksi begitu erat.
"Baper amat sih lu, udah selesai juga acaranya, udah, udah jangan nangis lagi, tuh make up kamu luntur" ucap Iksi sambil mengelus-elus kepala Anisa.
"Tante, om! ini aku Nisa, sahabat Iksi" uajrnya lalu mencium tangan ayah dan ibu iksi sembari mengusap air matanya
"Iya Nak, ayo kita foto bareng dulu, buat kenang-kenangan" sahut lembut ibu Iksi.
Merekapun segera berbaris rapih pada salah satu stand foto.
"Senyum yah, siap! satu, dua, tiga, cekrek" ucap salah satu fotografer yang hendak memotret mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Oncy Antonia
like
2020-07-04
0
Ana Astuti
lanjut thor...
2020-07-04
0
Eti Guslidar
semangat
2020-06-09
0