Karena Angel mengajak Garet untuk pulang, Garet tidak punya pilihan lain selain menunda untuk mengungkapkan kebenaran kepada Angel.
" Baiklah, Kamu tunggu aku di bawah, Aku akan mengambil mobilnya " Sahut Garet pasrah.
Garet berencana untuk mengatakan kebenaran tentang investasi itu di lain waktu.
Setelah beberapa menit akhirnya Garet dan Angel sampai di rumah.
" Bu, Apakah ada masalah? , Sampai ibu menyuruhku buru-buru pulang " Tanya Angel kepada ibunya yang terlihat panik.
Sedangkan Garet berjalan membuntuti istrinya, Namun saat Garet melihat ibu mertuanya yang terlihat baik-baik saja, Garet semakin penasaran.
" Angel, Kamu duduk sini, Aku ingin membahas sesuatu denganmu " Sahut Amara sambil menatap sinis ke arah Garet.
" Mereka pasti akan
Garet yang melihat ibu mertuanya menatap tajam dirinya seketika menjadi bingung, " Apakah aku melakukan kesalahan? " Gumam Garet dalam hati.
" Angel, Aku baru saja mendapatkan kabar, Kalau pertemuan keluarga akan di adakan besok, Jadi aku ingin membahasnya denganmu " Ucap Amara sambil menatap Angel.
Saat Angel mendengar tentang pertemuan keluarga, Raut wajahnya langsung berubah murung, Dia ingat bagaimana keluarganya selalu di permalukan oleh keluarga besarnya.
" Bukankah pertemuan keluarga di adakan bulan depan? " Tanya Angel bingung.
" Mungkin mereka tahu tentang masalah perusahaan, Jadi mereka ingin mengumpulkan kita " Jawab Amara sambil menghela nafas tak berdaya.
Amara tidak bisa berbuat apa-apa, Meskipun keluarganya bagian dari keluarga Stone, Namun neneknya Angel tidak pernah menyukai keluarganya, Apalagi setelah Garet menjadi menantu di keluarganya.
Di tambah paman dan bibi Angel yang selalu menjelekkan Angel dan keluarganya di depan Neneknya Angel, Angel dan keluarganya semakin di benci oleh neneknya Angel.
" Mereka pasti akan mempersulit kita " Ucap Angel kepada ibunya.
Amara pun sudah tahu kalau mereka akan mempersulit keluarganya, Karena dari dulu paman dan bibinya Angel tidak pernah menyukai keluarganya.
" Bu, Dimana ayah? " Tanya Angel yang tidak melihat ayahnya di rumah.
" Ayahmu di perintah oleh nenekmu pergi ke luar kota untuk mengatasi masalah bisnis " Jawab Amara dengan raut wajah terlihat kesal.
" Bagaimana nenek bisa mengirim ayah pergi ke luar kota saat ada masalah di perusahaan? " Teriak Angel kesal.
" Aku juga sangat kesal dengan keputusan nenekmu, Tapi nenekmu adalah pemimpin keluarga, Jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa " Jawab Amara dengan menghela nafas tak berdaya.
" Kenapa kalian begitu panik? Bukankah masalah perusahaan sudah teratasi? Sudah ada orang yang berinvestasi, Seharusnya semua akan baik-baik saja kan? " Garet yang dari tadi diam akhirnya berbicara.
" Kamu tahu apa? Ini semua karenamu, Jika bukan karena kamu menikahhi putriku, David sudah dari dulu membantuku " Ucap Amara dengan nada ketus.
" Kamu bahkan sudah menyinggung David, Jika bukan karena aku yang meminta maaf, Keluargaku pasti sudah bangkrut " Tambah Amara yang sudah tidak sabar dengan Garet.
Angel mencoba menenangkan ibunya yang terus memarahi Garet.
" Bu, Jangan terus memarahi Garet, Besok aku akan menemani ibu dan Garet akan tinggal di rumah " Ucap Angel dengan serius.
" Aku juga menginginkan itu, Tapi nenekmu menyuruhnya untuk datang juga " Sahut Amara.
Angel pun sangat terkejut dengan perkataan ibunya, Karena neneknya tidak pernah menyukai Garet, Tapi kenapa dia malah menyuruh Garet untuk datang?.
Garet juga terkejut saat neneknya Angel menyuruhnya untuk datang, Karena dia tahu kalau neneknya sangat membencinya.
Namun setelah beberapa saat Garet berfikir, Akhirnya dia tahu kenapa neneknya ingin dia datang, Pasti dia ingin menggunakan Garet untuk mempermalukan Angel.
Sekarang Garet faham kenapa Amara sangat marah saat melihatnya, Karena masalah itu berhubungan dengannya.
" Garet, Kamu bisa ikut kami besok? " Tanya Angel pasrah.
" Baiklah, Aku akan ikut besok " Jawab Garet.
Sebenarnya Garet sangat malas untuk menghadiri pertemuan keluarga itu, Karena dia dan Angel selalu di permalukan oleh keluarga besarnya, Namun karena neneknya Angel yang memintanya, Garet tidak bisa menolaknya.
" Terimakasih Garet " Ucap Angel lirih.
Sedangkan Amara wajahnya semakin cemberut saat Garet akan ikut, Namun dia tidak bisa membantah permintaan neneknya Angel.
" Angel, Aku ingin istirahat dulu " Ucap Garet sambil berjalan ke kamar.
Setelah Garet sudah berada di dalam kamar, Dia langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
" Tuan muda... " Panggilan Garet langsung di angkat oleh seseorang, Dan berkata dengan hormat.
Orang itu yang tidak lain adalah asisten ayahnya, August.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Edison
lanjut thor
2024-07-30
0
panther
hnya bisa meng like aja tnpa komentat ya thor
2024-07-28
0
Imam Sutoto
good job Thor lanjut
2024-06-10
0