" Iya, iya, aku akan melihat putriku dulu " Jawab Amara.
Saat akan pergi ke kamar Angel, Amara berpapasan dengan Garet, dia kembali memarahi Garet.
" Dasar sampah, apa yang kamu lakukan di sini, cepat pergi dari sini " ucap Amara ketus.
" Sudah, sudah, jangan teriak-teriak, ini sudah malam" ucap Aldari menenangkan Amara.
" Sampah ini membuatku sangat kesal " jawab Amara.
" Sampah ini bisanya makan dan tidur, dia sama sekali tidak membantu keluarga kita, dia sangat tidak berguna, kalau aku jadi dia lebih baik aku pergi dari sini " tambah Amara dengan ketus.
" Bukankah kamu meminta Garet untuk menjadi supirmu? kalau tidak kamu bisa suruh Garet untuk mencari pekerjaan " ucap Aldari.
" Dengan kemampuannya, pekerjaan apa yang bisa dia dapat? " Tanya Amara dengan raut wajah mengejek.
" Biarkan aku memberitahumu, dia tadi hampir membuat keluarga kita hancur, jika David tidak mencintai putri kita, dia tidak akan berinvestasi kepada kita, kalau itu terjadi kita tidak akan mendapatkan kabar baik ini " ucap Amara kepada Aldari.
" Aku tahu sekarang David adalah wakil presiden perusahaan Global Group, tapi mengenai masalah investasi sebesar 20 juta dollar bukanlah uang yang kecil, jadi masalah ini... ".
" Selain David memang siapa lagi yang bisa membantu keluarga kita? apakah sampah itu? " tanya Amara sambil menunjuk ke arah Garet.
Saat Amara dan Aldari sedang mengobrol, Tiba-tiba Garet membuka pintu kamar Angel dan langsung masuk.
" Garet, dasar sampah, siapa yang mengijinkanmu masuk? cepat keluar" teriak Amara sambil berusaha membuka pintu kamar Angel, namun pintu kamar Angel sudah di kunci dari dalam.
" Berhentilah berteriak, biarkan Garet membujuk Angel " ucap Aldari menenangkan istrinya.
" Apakah kamu membelanya? jika bukan karena aku dan putriku memohon kepada David, apakah David akan membantu perusahaanmu? ".
" Baiklah, baiklah, pelan kan suaramu, apakah kamu tidak malu kalau sampai tetangga kita mendengarnya, keluarga kita pasti akan di tertawakan oleh mereka " ucap Aldari mencoba kembali menenangkan istrinya.
" Siapa yang tidak tahu kalau kita mempunyai menantu yang tidak berguna? apakah kamu tahu karena dia, keluarga kita jadi di pandang rendah oleh banyak orang, dulu saat orang tuamu menikahkan putri kita, aku sudah merasakan akhir dari keluarga kita" ucap Amara dengan mata melotot.
" Jika bukan karena aku, mungkin perusahaanmu sudah hancur " tambah Amara yang mukanya sudah memerah karena sangat marah.
Di dalam kamar, Angel menutup tubuhnya dengan selimut, tubuhnya sedikit gemetar dan terisak pelan.
" Angel.. " panggil Garet dengan suara lembut.
" Perusahaan ayah sudah baik-baik saja, kamu tidak perlu cemas " ucap Garet mencoba menenangkan istrinya.
" Apakah kamu serius? " tanya Angel tidak percaya.
" Aku tidak berharap kamu bisa sukses, aku cuma ingin kamu tidak membuat kekacauan, tidak papa kamu tidak bisa membantuku, tapi kamu tadi sudah menyinggung David, apakah kamu memikirkan akibat dari perbuatanmu? " ucap Angel sambil menatap Garet.
Setelah mendengar perkataan Angel, Garet jadi bingung, dia ingin menjelaskan semua kepada Angel, tapi dia tahu, meskipun Garet menjelaskan semua kepada Angel, pasti dia tidak akan percaya dengan perkataan Garet.
" Maafkan aku karena tidak memikirkannya" jawab Garet sambil menundukkan kepalanya.
" Sudahlah, aku capek, aku mau istirahat " ucap Angel sambil kembali menutup wajahnya dengan selimut.
" Baiklah, selamat malam " ucap Garet sambil mematikan lampu kamar.
Saat Garet hendak keluar dia masih mendengar Angel yang masik terisak pelan, dia sangat sedih dengan keadaan istrinya itu, meskipun dia dan Angel menikah karena keinginan kakeknya, tapi Garet sudah sangat menyayangi Angel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
inilah kalu mc nya lemot selalu tertindas dan tdk dipercaya .
2024-06-15
1
Imam Sutoto
good job Thor lanjut
2024-06-09
0
setiyowati b
ini cerita kyk mirip2 yg lain tuan muda yg tajir di hina kluarga istri tp malesnya gk mau nongol lsg bilang dia yg bantu jd msh trs di rendahin.. jd krg greget bacanya
2024-05-05
2