Sejak kejadian pagi itu dimana Embun melihat David dalam kondisi bertelanjang dada saat dirinya hendak mengambil pakaian kotor dalam kamar pria itu, Embun lebih bersikap hati-hati jika ingin masuk ke dalam kamar David. Embun bahkan bersuara sedikit keras agar David yang berada di dalam kamarnya dapat mengetahui jika dirinya ingin masuk ke dalam kamar.
Seperti pagi ini, sebelum masuk ke dalam kamar David, Embun bersuara sedikit keras. Setelah mendapatkan sahutan dari dalam, ia segera melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar David.
Huh
Embun dapat bernapas lega saat masuk ke dalam kamar melihat David dalam kondisi berpakaian dan sedang memainkan ponsel di atas sofa. "Permisi, Tuan. Saya mau ambil pakaian kotornya." Kata Embun pada David.
Dan seperti biasanya, David hanya menyahut dengan deheman tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel di tangannya.
Kaki mungil Embun segera melangkah ke arah kamar mandi. Di dalam hati ia pun berkata. "Tuan David kenapa dingin sekali. Membuat aku jadi membeku saja."
Setelah mengambil pakaian kotor milik David di dalam kamar mandi, Embun segera keluar dengan langkah tergesa-gesa seperti biasanya.
"Apa kau baru saja melihat hantu di dalam kamar mandi?" Tanya David datar hingga membuat langkah kaki Embun terhenti.
"Maksudnya bagaimana, Tuan?" Tanyanya tidak mengerti.
David tak menyahut. Ia memilih menatap Embun dengan ekspresi datar.
Merasa tak mendapatkan jawaban, Embun segera melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar David.
"Selalu saja seperti orang dikejar hantu!" Gumam David menatap Embun yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
**
Malam itu di kediaman Mom Meisya nampak ramai dengan kedatangan Danesh beserta keluarga kecilnya. Kedatangan Danesh dan keluarganya kali ini bukan tanpa alasan. Rencananya, malam ini ia ingin membahas rencana perayaan ulang tahun perusahaan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini bersama David dan Dad Raka.
"Daddy menyerahkan semua persiapan pada kalian berdua. Daddy yakin jika kalian bisa menunjuk orang-orang kepercayaan kalian untuk menyukseskan acara perusahaan kita." Kata Dad Raka.
David dan Danesh mengangguk menyanggupi permintaan Dad Raka. Setelah Dad Raka berhenti berbicara, Danesh dan David pun saling berbicara dan bertukar pikiran satu sama lain tentang tema acara ulang tahun perusahaan nanti.
Di saat David dan Danesh baru saja selesai bertukar pikiran, Embun nampak datang menghampiri mereka dan meminta izin untuk pulang ke kediamannya malam ini sebab adik bungsunya sedang sakit saat ini dan ia ingin mengantarkan Sophie pergi ke rumah sakit.
"Tungguh dulu, Embun. Jangan pulang sendirian!" Kata Mom Meisya menghentikan langkah Embun.
Embun menatap wajah sang majikan dengan tatapan bingung. "Maksudnya bagaimana, Nona?" Tanyanya memastikan.
"Kau pulang di antarkan David saja. Saya yakin jika kau akan kesulitan membawa adikmu yang sedang sakit berobat menggunakan motor." Kata Mom Meisya.
Kedua kelopak mata David terbuka lebar mendengar perkatan mommynya itu. Bagaimana bisa Mom Meisya memerintahkan dirinya tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu.
"David, tolong antarkan Embun pulang, ya. Kasihan dia pulang sendiri dan mengantarkan adiknya sendiri ke rumah sakit nanti. Lagi pula Embun ini kan perempuan, takut terjadi apa-apa kepadanya jika pulang sendirian." Kata Mom Meisya.
David rasanya ingin menolak. Namu perkataan Calista sontak mengurungkan niatnya.
"Iya, kasihan Embun kalau pulang sendiri. Lebih baik diantarkan Kak David saja." Katanya setelah beradu tatap dengan Mom Meisya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 284 Episodes
Comments
Anonim
niat banget nih keluarga mau menjodohkan David sama Embun
2024-12-03
0
Lily Formosa Lily
niat bnget
2025-02-24
0
May Keisya
kamu masih blm sadar
2024-11-21
0