SEMBILAN BELAS

Flory menepikan mobilnya, memarkir dengan tidak baik, ada beberapa mobil yang ditabrak karena kurangnya fokus. Dan mobil-mobil itu lecet-lecet bahkan penyok.

Flory tak memikirkan berapa banyak orang yang akan menuntut. Flory ingin menyatroni seseorang di dalam bangunan elit ini.

Flory keluar mobil dan berjalan cepat menuju pintu masuk sebuah restauran yang Elang sebutkan dengan menenteng paper bag berisi mesin pencukur rambut portabel.

Beberapa jam lalu Elang mengirimkan foto-foto Chintya, Liam dan Billy tengah duduk bersama di sebuah restauran fine dining.

Flory sendiri tak menyangka jika gadis yang Elang tiduri masih ada hubungannya dengan Billy dan Liam; manusia-manusia yang dulu pernah menjadi rivalnya.

Selama ini, Flory tidak cukup peduli tentang siapa dan dari mana gadis-gadis mahasiswi yang Elang koleksi.

Namun, hari ini Flory menemukan fakta di mana ternyata Chintya adalah sepupu dekat Billy; gadis lumpuh kekasih Liam Bagaskara.

Jujur, Flory sendiri tak beri tahu Elang soal dirinya yang mendatangi tempat ini. Biar saja Elang tak pernah tahu.

Flory hanya ingin memastikan jika semua yang Chintya lakukan, benar-benar ada hubungannya dengan Billy atau mungkin Liam Bagaskara

Tiba di dalam, mata nyalang Flory tertuju lurus pada wajah Liam, beralih pada Billy lalu beringsut kepada satu lagi wanita yang agaknya itu Chintya.

"Flo..."

Liam berdiri dengan wajah bingung. Flory yakin sebelum dia datang ke sini, ketiga orang itu sedang menertawakan nasib malangnya.

"Selamat!" Flory bertepuk tangan, dan sontak atensi semua pengunjung berpusat padanya.

"Kalian sukses buat hidup Flory Alexa Miller kacau balau!" Flory tertawa frustrasi.

"Flo..." Billy mengernyit kesal. "Kamu di sini? Ngapain?" Andai bisa berdiri, Billy ingin berdiri untuk mendorong Flory agar keluar dari sini.

Flory menatap tajam Billy, gadis lumpuh yang dulu memfitnahnya hingga dia dan Liam harus berpisah sebelum kontrak enam bulan pernikahannya selesai.

"Apa kau yang suruh gadis gila ini menggoda suamiku?" tudingnya terarah lurus pada wajah Chintya.

Gadis mahasiswi itu menunduk karena dia tahu siapa Flory. Yah, istri dosen yang dia pacari bahkan rayu hingga mendosa di atas ranjang.

"Kau kan yang suruh sundal ini merebut Elang dariku, hah!" teriaknya keras di depan Billy.

"Apa maksud mu?" Liam mencekal lengan Flory yang sepertinya sedang dalam keadaan mabuk.

Yah, Flory baru saja minum di bar. Saat dunia tak lagi berpihak padanya, dia kalap ingin mencari cara instan untuk lupakan kesakitan.

Itu juga yang membuat dia tak bisa fokus menyetir. Bahkan di jalan tadi, dia berkali-kali menabrak tiang dan tong sampah.

Beruntung Flory bisa sampai ke sini dalam keadaan baik-baik saja. Tidak, hatinya tidak sedang baik-baik saja.

Melihat pembelaan Liam, Flory lekas beringsut pada wajah pria itu. "Atau kau yang suruh sundal ini merebut Elang dariku, Liam?"

Liam terkekeh ringan. "Kau sadar dengan apa yang kau bicarakan, hmm? Aku bahkan tidak tahu apa-apa!" tukasnya.

Flory tertawa terbahak. Wajahnya, rambutnya, dandanannya, berantakan. "Jadi tidak ada yang menyuruhnya?"

"Kau murni menggoda suamiku karena kemauan mu sendiri?" cecarnya lagi pada Chintya yang duduk meremas roknya.

Flory menampar pipi pipi mulus Chintya secara bergantian, membabi buta, bahkan sambil teriak-teriak kesetanan.

"Flo!"

Liam mencoba mencegah ulah gila ibu dari putrinya. Namun, sayang dia tidak mampu mengendalikan emosi Flory yang entah dirasuki iblis mana.

"Enyah kamu pelakor!"

Setelah puas menampar wajah Chintya hingga keluar da rah dari hidungnya, Flory menjambak rambut Chintya lalu meraih cepat mesin pencukur rambut portabel miliknya untuk diarahkan pada kepala gadis itu.

"Ini pantas untukmu!" Flory menghilangkan rambut panjang nan ikal bergelombang Chintya hingga separuh botak.

"Flory!"

Liam menghentikan, beberapa orang yang melihat tak berani ikut campur. Maklum, restauran ini restauran elit, tidak semudah itu menemukan seseorang yang peduli.

Sebagian dari mereka bahkan hanya sibuk merekam kejadiannya. Hanya Liam yang mampu, tapi Liam sendiri antara tak ingin menyakiti tubuh Flory dan kewalahan sendiri.

Flory suka tangisan dan teriakan yang keluar dari mulut Chintya. "Kau pantas dapatkan ini sundal! Semoga kau dicampakkan setelah jelek begini!" sumpahnya.

"Flory!" Liam kembali merengkuh tubuh Flory, berusaha sebisa mungkin untuk tidak sedikit pun membuat Flory sakit akibat pelukannya.

"Huaaa!" Flory menjerit untuk membuang luka sesak di dadanya. Meski puas membuat Chintya menangis dan lebam nyatanya Elang sudah mengkhianatinya.

"Maaf Nona..." Satu orang berdasi maju, dilihat dari penampilannya, sepertinya pria itu manajer restauran ini.

"Apa?!" Flory mencuatkan wajah tepat di depan lelaki itu. "Kalian tahu siapa aku?!"

Flory menepuk dadanya sendiri. "Aku anak konglomerat, kau dengar?!" teriaknya. "Aku bisa beli restauran mu yang tidak seberapa ini, kau tahu!" pekiknya.

"Flory..." Liam kewalahan, dia sedih melihat kondisi Flory yang seperti ini.

"Kalian pikir aku jahat?!" Flory mengedarkan pandangannya, mencecar semua orang yang menatap miring dirinya.

"Siapa yang jahat? Istri sah, atau sundal pelakor ini?!" tunjuknya pada Chintya yang, sumpah kondisinya cukup memprihatinkan.

Gadis cantik itu menangis, tentu saja karena malu, karena rambutnya hilang, dan karena dia diperlakukan secara tidak hormat di depan mata publik.

Flory menantang Pak manager. "Ayok, laporkan aku ke polisi! Panggil mereka! Panggil! Flory Miller tidak takut!" teriaknya.

"Aku sudah pernah mengalami hal yang lebih menyakitkan daripada tidur di penjara! Kalian paham hah?!" Flory harus keluarkan isi kepala yang sudah ingin pecah. Sambil mengusap mata dia bicara.

"Aku menikah dengan pria yang tidak aku cintai, dia menyayangi ku, dia memungut ku dari kenistaan masa lalu, aku merasa dicintai, suamiku, dia benar-benar menyayangi ku juga putriku yang lucu."

Liam tergagu shock. Kesakitan Flory seolah sedang di submit padanya. Dia merasakan apa yang tengah Flory rasakan, sesak.

Flory kemudian menunjukkan gadis berpenampilan tidak baik itu. "Lalu, sundal ini datang merayu suamiku dan menghancurkan semua impian ku!"

Flory terisak. "Siapa yang lebih jahat?! Siapa?! Kalian pikir semua Nona muda jahat, hah?" teriaknya.

Di sekeliling Flory hanya terdiam, seperti sedang membiarkan wanita itu mengeluarkan uneg-unegnya. Termasuk, Chintya dan Billy yang tak bisa lakukan apa pun.

"Hanya karena aku dilahirkan kaya raya kalian pikir aku picik?!" Kembali Flory berteriak hingga serak sudah suaranya. "Aku bahkan tidak bisa membenci seseorang yang pernah menyakiti ku sedalam ini."

Liam semakin tak bisa berkata apa-apa. Jadi selama ini, inilah yang Flory rasakan.

Tersiksa karena harus menikahi Elang, dan ketika sudah mulai memiliki harapan dari pernikahan barunya, Chintya hadir merusak segalanya.

"Coba katakan padaku, di mana jahatnya aku?! Di mana jahatnya istri sah yang menghakimi perusak rumah tangganya!!"

Wanita itu terduduk di lantai, kondisinya cukup memilukan. Pakaian tak keruan tatanannya, sepatunya sudah tidak di kakinya, Flory dalam kondisi yang kacau balau.

"Aku antar kau pulang." Liam meraih tubuh Flory yang menepis berkali-kali. Tapi, lantas lelaki itu membentaknya. "Kali ini biarkan aku mengantar mu!"

Flory lemas setelah seluruh tenaganya dia kerahkan untuk membalas perlakuan Chintya padanya. Lunglai tak bertenaga lagi hingga ia pasrah saat Liam menggendongnya.

"Liam!" Menyeletuk keras, Billy menatap nyalang tunangannya. "Melangkah lagi, kamu tahu apa akibatnya, Liam!" ancamnya.

Liam menatap pegawai miliknya. "Bawa Nona kalian pulang," titahnya. Lalu, pria itu berlanjut mengayunkan langkah keluar dari restauran.

"LIAM!" Billy berteriak. Sementara punggung calon suaminya sudah kian tenggelam bersama tubuh Flory.

...😭 IMUN KU PECAH...

Terpopuler

Comments

𝐝𝐞𝐰𝐢

𝐝𝐞𝐰𝐢

𝐤𝐚𝐤 𝐩𝐚𝐬𝐡𝐚 𝐤𝐧𝐩 𝐚𝐧𝐤𝟐 𝐚𝐥𝐞𝐱 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐫𝐚𝐠𝐢𝐬 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚...

𝐬𝐝𝐠𝐧𝐤𝐧 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐚𝐧𝐚𝐤𝟐 𝐤𝐢𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐦𝐩𝐞𝐧𝐠𝟐 𝐚𝐣𝐚 😭😭😭

2025-01-17

2

Arabella

Arabella

Aku bahkan menangisi kisahmu dari awal flo, kenapa tidak ada orang tulus yang berpihak padamu, padahal kau gadis polos/Sob/

2025-03-03

0

Yuyu sri Rahayu

Yuyu sri Rahayu

yaaa allah floh tragis bener nasibmu bertemu pecundang terus /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/

2025-01-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!