Seminggu sudah setelah Kaisar merasakan surga dunia tiada hari tanpa berhenti melakukan nya.
saat ini permaisuri sedang belajar cara merajut baju dengan kain woll.
Permaisuri berdecak kagum dengan tehnik merajut zaman dahulu, simple namun hasil nya lebih memuas kan..
" aku sudah faham tehnik awal ini aku ingin bagaiamana cara memadupadan kan warna nya agar hasil nya lebih natural." tanya permaisuri pada pelatih yang berusaha mengerti kata kata permaisuri yang menurut nya terbilang cukup susah di mengerti.
"Permaisuri." Permaisuri menoleh ke belakang siapa yang memanggil nya.
"pangeran ke tiga."
"maaf hamba mengganggu waktu santai permaisuri." ucap nya, Permaisuri menaruh rajutan nya.
"ada apa Pangeran ke tiga? kenapa seperti nya pangeran sedang gelisah." tanya permaisuri yang melihat wajah resah dari pangeran.
"terjadi sedikit perdebatan di aula istana kerajaan permaisuri antara Kaisar dengan yang lain nya." adu Pangeran ke tiga, Permaisuri segera berlalu menuju aula istana kerajaan.
"permaisuri hendak kemana." tanya pangeran ke tiga mengikuti langkah permaisuri yang cukup cepat.
"aku akan melihat bagaimana para dedengkot itu menyudutkan suami ku." ucap Permaisuri tegas..
"permaisuri tetapi kali ini yang mulia kaisar tidak ingin melibatkan permaisuri." cegah Pangeran ke tiga Permaisuri menghentikan langkah nya berbalik menatap tajam pangeran ke tiga.
"lalu kenapa kau menyusul ku, mengadukan apa yang terjadi pada kaisar." sentak permaisuri emosi.
"hamba, hamba hanya bingung karna kaisar." ucapan pangeran ke tiga berhenti ketika melihat permaisuri melanjut kan langkah nya ke aula istana kerajaan.
suasana sedikit gaduh ketika permaisuri memasuki aula istana kerajaan, dapat ia lihat beberapa orang di sana sedang berdebat mata nya melihat sekeliling namun nihil tak ada Kaisar di sana.
"DI MANA KAISAR.!!" semua menahan nafas nya ketika melihat permaisuri nampak marah tak menemukan suami nya.
"Kaisar sedang menuju arena perang di perbatasan." jawab pangeran pertama, permaisuri mengerutkan alis nya ketika melihat jendral istana justru duduk di sebelah pangeran pertama.
"apakah jendral sudah di asing kan? sudah di berhentikan tugas untuk memimpin perang." cletuk permaisuri.
"maaf permaisuri, apa maksud ucapan permaisuri?" tanya jendral song.
"kau duduk di sini dengan santai nya sementara suami ku sang Kaisar justru memimpin jalan nya perang, dia sudah tak memiliki bawahan kah? kenapa harus kaisar?" ucap Permaisuri dingin.
"maaf kan hamba menyela yang mulia permaisuri, kerajaan tepat asal selir ke tiga mendadak mengajukan peperangan karna tak terima selir ke tiga di eksekusi dengan hina." jawab pangeran pertama.
"bukan kan sudah ku bilang itu tanggung jawab ku! kenapa tak ada yang mencariku."
"hamba sudah mengusul kan yang mulia, namun yang mulia Kaisar khawatir hingga dia memilih untuk memimpin laju perang dengan sendiri, karna mereka mencari Kaisar juga permaisuri." jawab Pangeran pertama.
cring.
semua mengahan nafas kala permaisuri menodongkan pedang pada pangeran pertama tepat di leher nya.
"kau fikir aku bodoh? aku tau ini ada campur tangan mu! jika sampai aku menemukan setitik petunjuk saja aku akan menebas kepala mu dengan cepat agar menggelinding menghiasi lantai aula istana kerajaan ini dengan kucuran darah mu, aku saran kan agar kau menghilangkan segala jejak, atau aku yang akan menemukan nya." desis Permaisuri.
"HEI PRAJURIT SIAPA DI ANTARA KALIAN PENGIKUT KU DAN KAISAR.!!" sentak Permaisuri.
"HAMBA YANG MULIA..!!" semua menunduk patuh di hadapan permaisuri.
"bagus ikut dengan ku, kita menyusul Kaisar.." ucap Permaisuri, mereka mengikuti langkah permaisuri keluar aula istana kerajaan meninggalkan beberapa orang yang menghela nafas lega ketika permaisuri pergi.
"maaf pangeran bagaimana ini jika permaisuri mengetahui semua nya." bisik Jendral Song kepada Pangeran Pertama.
"kau tenang saja, semua jejak sudah aku musnah kan." bisik Pangeran pertama membuat jendral song lega.
sedang Permaisuri yang menyuruh prajurit untuk membawa barang bawaan nya seperti pistol, juga ada boom racikan Queen mafia ini..
" Berapa lama kita sampai di perbatasan." tanya Permaisuri setelah mengenakan baju perang.
"hamba menjawab yang mulia, kita bisa sampai sana hingga matahari tepat berada di atas." jawab prajurit permaisuri menganga, itu artinya siang hari saat jam 12 an.
"segera kita berangkat bila perlu sebelum matahari di atas kita harus sudah sampai, kemungkinan Kaisar juga masih berada di perjalanan." tegas permaisuri, semua bergegas menyusul rombongan Kaisar yang lebih dahulu pergi ke perbatasan.
dada permaisuri naik turun jantung nya berdetak lebih cepat.
"kenapa aku begitu mengkhawatir kan Kaisar si alan itu." gumam Permaisuri sambil menunggang salah satu kuda milik Kaisar.
"tidak mungkin kan jika aku memiliki rasa kepada nya? ingat alexa, ini hanya sebuah misi agar kau kembali ke zaman mu zaman di mana dunia tunduk kepada mu." decak Permaisuri pada diri nya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
YuniSetyowati 1999
Sudah di zaman ini saja Alexa.Aku suka kau di sini
2025-02-13
0
🌸 Airyein 🌸
Ayo labrak mereka
2024-02-08
1
Shinta Dewiana
pangeran pertama sm jedral kerja sama...cih...
2024-01-17
0