"Menyerah? Tak ada dalam kamus ku kata menyerah." desis Permaisuri, Dia menyerang Selir ke tiga tanpa menggunakan senjata, Jurus dari ilmu Karate ia gunakan untuk memyerang Selir ke tiga dari jarak dekat.
Selir ke tiga yang di serang pun kelabakan bahkan dia tak tau jurus apa yang sedang Permaisuri gunakan hingga pedang di tangan nya terlepas dari tangan nya.
Permaisuri menendang pedang Selir ke udara dan hap pedang berada di tangan nya.
Sreeettt
"ah." kaget Selir ke tiga, Ke tika Lengan nya tergores pedang ke sayangan nya.
"aku melakukan nya dengan baik hati, Aku gores di Lengan mu Bukan di pipi mu." ucap Permaisuri, Dia melempar pedang Selir ke tiga hingga menancap di kursi milik Selir ke tiga membuat ke dua selir yang berada di sebelah kursi nya terjingkit kaget.
"aku menantikan eksekusi mu, Aku harap kau menempati janji mu Juga kalian para pelayan kemasi barang barang semua selir dan pulangkan mereka ke habitat nya." Titah Permaisuri.
"HAMBA LAKSANAKAN PERMAISURI." patuh semua nya.
"Permaisuri." panggil Selir ka tiga.
"jika kau memanggil ku hanya untuk belas kasihan KetahuiLah aku adalah orang terkejam yang pernah kau temui Jangan kan menyerang, Membunuh sudah menjadi bagian dalam hidup ku." ucap Permaisuri dingin.
"maaf kan hamba Kaisar, Namun apa kah nanti tak jadi masalah jika hamba mati di bakar di sini, keluarga hamba pasti menuntut balasan." ucap Selir ke tiga, Membuat Permaisuri tertawa.
"balasan apa? kami hanya memenuhi perjanjian di antara permainan kita bukan." jawab Permaisuri.
"maaf menyela Permaisuri menurut hamba apa yang di katakan Selir ke tiga ada benar nya, Jika kita mengeksekusi Selir ke tiga maka akan terjadi perang di antar dua kerajaan." ucap Pangeran Pertama berujar dengan bijak nya.
"itu menurut mu." tanya Permaisuri, Pangeran pertama menunduk hormat.
"itu kebijakan yang terbaik menurut hamba, Bagaimana dengan Kaisar." semua mengangguk setuju dengan ucapan Pangeran pertama.
tring
semua terkaget ketika Permaisuri menodong pedang milik Selir ke tiga ke pada Leher Pangerang pertama.
"apa nyawamu bisa di gantikan dengan nyawa nya."semua menahan nafas nya.
"hamba."
"aku bertanya? Apa kau siap menggantikan nyawa nya, Jika ia segera berbaring di atas perapian yang sudah di siap kan untuk eksekusi." ucap Permaisuri.
"hamba hanya mencoba berpikir Lebih bijak yang mulia Permaisuri." jawab Pangeran dengan tenang.
"bijak? Jika seandai nya aku yang kalah, Dan aku akan di pulang kan, Biar pun tak membawa permusuhan, karna sebuah perjanjian, Apa aku juga pantas mendapat kan itu Jika ia? Antara aku dan selir ke tiga Lebih pantas aku yang mendapat hukuman, Maksud mu seperti itu." ucap Permaisuri.
"hamba."
"jika ini maksud tujuan mu, Kenapa kalian semua setuju perjanjian ini sebelum nya, Atau kalian berfikir aku yang Lemah ini tak akan mungkin menang melawan selir ke tiga yang sudah jelas bisa menguasai semua jenis senjata, Hemmm." ucap Permaisuri.
"bukan itu mak."
"aku tak masalah jika harus melihat darah di sini, Kalau aku tau ini akan jadi permasalahan seperti ini maka aku sudah menggores leher Selir ke tiga dengan dalam agar dia tewas seketika, Aku lebih suka melihat darah dari pada asap yang mengepul." ucap Permaisuri dengan gaya Queen mafia nya, Semua menegang mendengar suara dingin Permaisuri.
"jika sampai peperangan itu terjadi maka aku sendiri yang akan memimpin jalan nya peperanangan itu Atau kau ingin kerajaan ini melawan kerajaan ku." ujar Permaisuri sambil melangkah ke kursi nya kembali.
"hamba, Memohon ampun atas kelancangan hamba." saut Pangeran.
"kata nya kau bijak? Ini kah kebijakan mu, Asal kalian semua tau, Aku bisa meroboh kan kerajaan ini sekarang juga tanpa keluarga ku menyerang nya." ancam Permusuri serius.
Semua menegang, Kini semua tau bagaimana kekuatan Permaisuri.
"jika kau tak percaya aku bisa melakukan nya sekarang." ucap Permaisuri santai, Semua menggeleng.
"SEGERA EKSEKUSI SELIR KE TIGA.!" titah Kaisar.
"baik yaang mulia Kaisar." jawaab kompak para prajurit.
"tunggu.!" sentak Permaisuri, Semua terdiam.
"Permaisuri mau apa." tanya Kaisar.
"aku ingin para selir yang mengeksekusi nya, Biar kan ini menjadi penghormatan terakhir mereka." pinta Parmaisuri, Membuat para selir menangis ketakutan.
"hamba.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments
Kak Ruy
mantap👍👍👍
2025-02-10
0
🌸 Airyein 🌸
Habitatnya ga tuh 🤣🤣🤣
2024-02-08
2
Olive Ova Ambitan
kerennnn
2024-01-19
0