9. New Mission (S Mission!)

Anggota S.F

Alvin Hansen

Gerald Davin

Rion Anderson

Francoise Richard

Axel Rafael

Athena Adelina

Irene Jeanne

Karla Katherine

Veronica Paulina

Karine Andromeda

Pemimpin Utama : Anthony Alexion

Pengawas Unit : Williem Andrew

Pengawas Unit : Amanda Valencia

Disaat semua sedang berkumpul, Irene merasa ada sesuatu yang kurang, dirinya pun sibuk melihat sekelilingnya dan baru menyadari bahwa Rion tidak ada bersama mereka

"Rion mana??" Tanya Irene yang membuat suasana yang tadinya sedikit riuh, menjadi sunyi seketika

"Oh iya, benar juga, dimana Rion?" Tanya Williem

"Loh? Dari tadi dia tidak bersama kita?" Ucap Francoise dengan nada bingung

"Kemana dia? Oi Gerald, bukankah kau bersamanya tadi?" Tanya Irene lagi

"Sebenarnya,..." Ucap Gerald namun tidak menyelesaikan kalimatnya

"Sebenarnya apa?!" Tanya Irene lagi menaruh curiga

Tiba-tiba pintu ruang kendali terbuka otomatis, semuanya yang ada di situ langsung mengambil langkah siaga dengan mengarahkan semua senjata mereka ke arah pintu masuk

"Siapa di sana?!" Tanya Anthony yang melihat pintu tersebut terbuka namun tidak ada seorangpun yang terlihat

Selang beberapa detik, keluarlah teman mereka, ya, dia adalah Rion

"Yo!" Jawab Rion seraya mengangkat tangan kanannya

"Rion!" Ucap mereka terkejut

"Kau baik-baik saja?" Tanya Francoise

"Ah, aku baik-baik saja, btw sisa eternity core itu sudah aku binasakan" Jawab Rion sedikit tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu

"Syukurlah kau kembali dengan selamat!" Ucap Athena

"Btw Yon, sepertinya ada yang khawatir padamu" Ujar Gerald seraya menatap ke arah Irene yang me-merah wajahnya

"Cie Irene, kok mukamu merah kayak tomat gitu?" Karine meledeknya

Dan mereka semua pun bercanda serta tertawa lepas usai berhasil menyelesaikan misi dan berhasil merebut kembali Sky Air Base tempat mereka dan para manusia lainnya bertahan hidup

"Ah, Alvin, tanganmu luka itu!" Ucap Irene yang melihat luka kecil di punggung tangan Alvin

"Eh? Oh iya bener juga, aku baru menyadarinya" Alvin membalikkan telapak tangannya

"Tunggu sebentar, aku akan mengobatinya" Ucap Irene seraya memberikan obat merah dan memperban nya dengan hati-hati

"Ah? Terimakasih..." Ucap Alvin

"Iyahhh... Santai aja.." Balas Irene tersenyum

Rion yang melihat hal tersebut sebenarnya ada rasa sedikit cemburu, namun ia tipikal orang yang tidak terlalu bisa menunjukkan ekspresi, jadi terkadang teman-temannya tidak menyadari sikapnya yang agak moody, namun ada dua orang yang selalu peka dengan gerak-gerik Rion, ya, mereka adalah Axel dan Gerald

Setelah melihat itu, Rion langsung pergi sembari memegangi lengan kirinya, melihat hal itu Axel yang menyadarinya langsung bertanya pada Rion

"Rion, kau mau kemana?" Tanya Axel merasa ada yg janggal sejak kembalinya Rion

"Ah, aku mau ke kamarku dulu, duluan ya,..." Jawab Rion

"Oh, baiklah, perlu ku anter?" Tanya Axel lagi

"Tidak perlu, thank you ya!" Jawab Rion lagi

"Oh, baiklah.." Balas Axel

Setelah Rion pergi, Rupanya Gerald juga menyadari ada yang aneh dengan Rion. Dirinya berjalan perlahan mendekati Axel

"Oi Axel,..." Panggil Gerald pelan

"Gerald? " Ucap Axel yang melihat rekannya tersebut menghampirinya

"Aku ingin bertanya, apa kau merasa ada yang aneh dengan sikap Rion sejak tadi?" Ucap Gerald seraya bertanya

"Ah, begitu ya,.. Kau juga menyadarinya ternyata" Balas Axel

"Rion terlihat seperti sedang menyembunyikan sesuatu" Gumam Axel lagi

"Terlebih, tadi aku melihat Rion yang sedang serius memperhatikan Alvin dan Irene yang sedang bercanda bareng, dan sepertinya itu membuat Rion sedikit terganggu..." Ucap Axel

"Jangan bilang,..... Rion suka sama Irene..." Ujar Gerald sedikit berbisik

"Entahlah, mungkin hanya firasat ku saja" Gumam Axel

Di kamar pribadi

Rion mengambil kotak P3K untuk mengobati lengannya yang ternyata terluka akibat pertarungan dengan eternity core yang sempat melarikan diri tersebut. Lengan kirinya mendapat segaris sayatan panjang

Luka tersebut didapatnya ketika dirinya dan eternity core tersebut bertarung jarak dekat, meskipun terkena sayatan benda tajam, namun Rion berhasil mengalahkan eternity core itu dengan cara menusuk dada kiri eternity core tersebut.

"Eeeuggghh..." Rion merintih kesakitan ketika membersihkan lukanya tersebut dengan alkohol

Selesai membersihkan lukanya, ia kembali memakai kaos lengan pendek berwarna hitam kemudian berbaring di tempat tidurnya

"Bodoh sekali..." Gumam Rion lirih seraya menatap langit-langit kamarnya

"Jadi gini rasanya suka sama orang, tapi orang itu belum tentu suka sama kita, dan terlebih dia mungkin menyukai orang lain" Batinnya dalam hati

"Hahahaha,... Dasar bodoh...." Batinnya lagi dengan segaris senyuman kemudian terlelap tidur

Waktu menunjukkan pukul 21.40 malam

Ruang kendali (Control Room)

Semua orang berpesta dengan gembira merayakan keberhasilan mereka dalam melaksanakan misi dan merebut markas S.A.B yang hampir disabotase oleh musuh

Ruang kendali

"Btw Rion kemana? Kok aku ga lihat dia dari tadi?" Tanya Veronica

"Dia lagi istirahat di kamarnya, mungkin kecapean" Jawab Axel

"Oh gitu.." Balas Veronica mengangguk

Di tengah pesta, sang kapten, mendapatkan panggilan dari atasannya, ia pun keluar dari ruang kendali dan membuka smart device miliknya. Rupanya itu panggilan dari salah satu petinggi S.A.B yang hendak memberikannya informasi khusus

"Anthony, aku punya informasi penting" Ucap petinggi tersebut melalui smart device milik Anthony

"Ada apa wakil direktur?" Tanya Anthony

"Begini, kami baru saja mendapatkan informasi dari satelit bahwa para eternity core yang berbentuk bola tersebut mulai bergerak kembali menuju ke dalam tanah, entah apa yang sedang mereka lakukan, tapi sepertinya itu pertanda buruk" Jawab wakil direktur S.A.B tersebut

"Bisa tolong anda jelaskan lebih lanjut wakil direktur?" Pinta Anthony

"Para eternity core tersebut melebur menjadi satu dengan tanah yang ada di daratan bumi, hal itu membuat produksi magma di dalam perut bumi mulai meningkat pesat, jika hal itu terus menerus terjadi, maka akan membuat daratan di bumi meledak dan gunung-gunung api yang masih aktif akan meletus semua secara bersamaan" Ucap wakil direktur tersebut menjelaskannya

"Lalu apa dampak yang akan ditimbulkan dari kejadian itu terhadap kita?" Tanya Anthony lagi

"Secara dampak mungkin tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kita yang tinggal di atas sini, namun suhu bumi yang meningkat akibat bencana-bencana tersebut tentu akan menggangu keseimbangan lapisan ozon di atas sini, dan mengganggu beberapa sistem milik Sky Air Base akibat debu vulkanik yang beterbangan, selain itu, kami juga mendeteksi adanya tanda-tanda kehidupan di salah satu gunung berapi di wilayah tak dikenal" Jawab wakil direktur tersebut menjelaskan lebih lanjut

"Tanda-tanda kehidupan? Tanda kehidupan seperti apa yang anda maksud?" Tanya Anthony

"Tampaknya ada objek berukuran raksasa yang akan muncul bersamaan dengan kejadian yang sudah aku jelaskan tadi" Jawab wakil direktur tersebut terdengar serius

Anthony sontak terkejut mendengar hal tersebut, dirinya terdiam seketika

"Maka dari itu, aku minta kau untuk mengirimkan satu atau dua orang anak buahmu menuju wilayah tak dikenal tersebut untuk melakukan misi pengintaian" Pinta wakil direktur tersebut

"Tapi pak, mengirimkan personil S.F ke wilayah yang tidak dikenal, mungkin bukan hal yang tepat! Itu akan membahayakan nyawa mereka!" Ucap Anthony merasa keberatan

"Kapten, kita perlu mengambil tindakan sebelum sesuatu yang jauh lebih buruk terjadi! Dengan mengorbankan satu atau dua orang, kita akan menyelamatkan banyak nyawa manusia lainnya!" Balas wakil direktur tersebut dengan berat hati

"Untuk saat ini, kita harus lebih waspada, dan maaf sudah mengganggu waktu pesta kalian" Ucap wakil direktur tersebut menutup komunikasi

Rion rupanya mendengar semua pembicara Anthony sang kaptennya tersebut, dirinya kemudian menghampiri sang kapten

"Yo, Kapten!" Sapa Rion yang berjalan menghampiri kaptennya

"Eh? Rion??!" Ucap sang kapten terkejut seraya membalikkan tubuhnya

"Sedang apa kau di sini?" Tanya Kaptennya terlihat gelisah

"Hm? Hanya berjalan santai, lagipula aku sudah mendengar semua pembicara anda dengan wakil direktur sejak awal tadi" Jawab Rion dengan santainya

"Eh? Kau sudah mendengar semuanya? Ah... Mau gimana lagi..." Tanya Kaptennya terdengar pasrah

"Memangnya kenapa kapten? Apa kau tidak ingin memberitahu hal ini kepada yang lainnya?" Tanya Rion

"Bukannya aku tidak ingin memberitahu mereka, hanya saja aku tidak ingin merusak pesta ini, kalian baru saja menyelesaikan misi yang sangat sulit, jika aku memberitahu misi ini sekarang, pasti akan merusak suasana" Jawab Anthony yang merupakan kapten S.F tersebut

"Anda memang kapten yang baik, bagaimana jika anda tidak perlu memberikan misi itu?" Ucap Rion tersenyum tipis

"Eh? Apa maksudmu Rion?" Tanya Anthony

"Anda hanya perlu mengirimkan saya, untuk misi pengintaian lokasi magma dan tempat kemungkinan makhluk raksasa tersebut akan muncul" Jawab Rion terdengar tanpa beban

"Eh? Apa kau serius? Misi ini akan menjadi misi paling berbahaya yang akan kau hadapi, mungkin bukan misi tingkat A lagi, melainkan misi tingkat S! yang pastinya akan sangat mengancam keselamatan mu!"

"Bukan masalah kapten, kirimkan saja aku untuk misi kali ini! Tapi dengan satu syarat!" Pinta Rion

"Apa itu?" Tanya Anthony

"Jangan beritahukan siapapun tentang hal ini, termasuk ke teman atau rekanku sendiri" Jawab Rion terdengar mantap dengan kata-kata nya sendiri

"Eh? Ba-baiklah!" Balas Anthony menyetujuinya dengan berat hati

"Terimakasih,... Kapten!" Ucap Rion seraya memberi hormat, kemudian pergi menuju kamarnya kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!