Anggota S.F
Alvin Hansen
Gerald Davin
Rion Anderson
Francoise Richard
Axel Rafael
Athena Adelina
Irene Jeanne
Karla Katherine
Veronica Paulina
Karine Andromeda
Pemimpin Utama : Anthony Alexion
Pengawas Unit : Williem Andrew
Pengawas Unit : Amanda Valencia
Tim Alpha pun mulai melihat daratan yang dipenuhi oleh salju dan es serta sebuah goa
"Sepertinya di sanalah para tim peneliti menunggu kita, ayo kita mendarat dan mengeceknya langsung!" Ucap Athena memberikan saran
"Ya, kau benar!" Balas Alvin
"Persiapkan peralatan! Barangkali di dalam sana ada yang butuh bantuan medis!" Ucap Gerald
"Dimengerti!" Balas Karla seraya mengambil sebuah kotak P3K yang ada di bawah kursi dekat kaki kanannya
Jet Fighters keduanya pun akhirnya mendarat, mereka lalu turun dan berjalan menuju goa tersebut
"Aneh sekali?" Gumam Athena
"Ada apa Athena?" Tanya Alvin
"Smart device milikku tidak mendeteksi tanda-tanda kehidupan di sekitar tempat ini, kecuali tanda kehidupan kita berempat" Jawab Athena
"Hmm?? Kau serius?" Tanya Alvin sedikit tak percaya
"Sepertinya Athena tidak sedang bercanda, karena di smart device milikku juga tidak mendeteksi adanya tanda-tanda kehidupan disekitar tempat ini, selain kita berempat" Sahut Karla menjelaskannya
"Itu berarti, hanya ada satu cara untuk mengetahuinya!" Ucap Gerald seraya mengambil pistol dari tempat pistol yang ada di sabuk kopel sebelah kanannya
"Ya, kau benar!" Balas Alvin
"Gerald, kau paling depan, Athena kau dibelakangnya, kemudian Karla, dan terakhir aku paling belakang!" Ujar Alvin lagi
"Siap! Dimengerti!" Balas ketiganya
Mereka berempat mulai bergerak secara perlahan dan terstruktur untuk mendekati mulut Goa tersebut. Saat mendekati mulut Goa tersebut, Gerald melihat mayat para peneliti sudah tergeletak menyatu dengan es, dirinya juga melihat ada bekas tanda-tanda kekerasan, yakni ada beberapa bercak darah
"Guys, sepertinya kita sudah terlambat, mereka semua sudah mati" Ucap Gerald memberitahu rekan-rekannya tersebut
"Apa??!" Ucap teman-temannya terkejut
"Apa yang terjadi dengan mereka?" Tanya Karla
"Lihat itu!" Perintah Gerald seraya menunjuk mayat para peneliti
"Darah??? Apakah mereka diserang oleh sesuatu? Dan kenapa banyak bekas cakaran di dinding Goa ini?" Ujar Athena seraya melihat area di dalam Goa tersebut
"Jadi, apa langkah kita selanjutnya? Pulang dan memberitahu semua ini kepada markas? Atau kita masuk dan menyelidikinya terlebih dahulu?" Tanya Gerald pada Alvin
"Bagaimana jika kita menyelidikinya terlebih dahulu?" Jawab Alvin seraya bertanya pada teman-temannya
"Kau yakin?" Tanya Karla
"Jika kita kembali ke markas sekarang, kita juga tidak bisa memberikan lebih banyak informasi pada markas karena kita belum melakukan penyelidikan apapun, jadi alangkah baiknya jika kita melakukan penyelidikan terlebih dahulu, kemudian kembali ke markas" Jawab Alvin menjelaskannya
"Baiklah aku setuju, tapi dengan syarat kita harus berhati-hati dan jika ada sesuatu yang dirasa terlalu berbahaya, sebaiknya kita mundur terlebih dahulu, dan menyusun strategi kembali di markas" Ujar Gerald menyetujuinya, namun dengan beberapa syarat
"Ok!" Balas yang lainnya
Gerald memimpin di depan dengan sangat hati-hati, sementara Athena dan Karla mengawasi sekitar dengan seksama, terakhir Alvin berjaga di bagian belakang
Mereka terus masuk ke dalam Goa tersebut dengan penuh hati-hati agar tidak mendapatkan masalah apabila mereka salah langkah
"Berhenti!" Ucap Gerald seraya mengangkat tangan kanannya sebagai tanda berhenti
"Lihat itu!" Perintah Gerald
Karla pun melihat ke arah yang ditunjuk oleh Gerald, dia melihat seekor Monster mirip beruang kutub, namun memiliki sayap kelelawar dan bentuk cakarnya sangat panjang daripada bentuk cakar beruang kutub pada umumnya
"Apakah makhluk itu yang kemungkinan menyerang para peneliti?" Gumam Karla bertanya-tanya
"Bisa disimpulkan begitu, tapi aku masih bertanya-tanya, kenapa tim patroli tidak melaporkan hal ini? Bukankah mereka ditugaskan untuk menjemput para tim peneliti sebelum kita?" Ujar Athena bertanya-tanya
"Tunggu dulu! Lihat itu!" Ucap Alvin seraya menunjuk ke beberapa mayat lain yang tak jauh dari mereka
Betapa terkejutnya keempat orang itu semua setelah menyaksikan pemandangan yang mengerikan dihadapan mereka. Ya, mereka berempat melihat 6 mayat yang merupakan tim patroli
"Bukankah itu...." Ucap Athena tak percaya pada apa yang dilihatnya
"Tim patroli kita..." Sambung Karla
"Tunggu! Bukankah tim patroli kita sudah kembali ke markas???" Gumam Gerald bertanya-tanya
"Jangan bilang,.... Tim patroli yang ada di markas adalah eternity core yang sedang mengambil wujud para tim patroli kita, kemudian menyusup ke markas kita...!!!" Ujar Alvin menarik kesimpulan
"Kalau begitu kita harus segera menghubungi markas, dan kembali secepatnya!" Ucap Gerald
Mereka semua akhirnya bergegas kembali menuju ke Jet Fighters nya masing-masing
"Markas! Di sini Flying Fox! Jawab!" Ucap Alvin dengan nada panik
"Di sini Markas, ada apa?" Tanya Anthony
"Kami menemukan mayat para tim peneliti, tapi kami juga menemukan mayat para tim patroli!" Jawab Alvin
"Apa???! Tunggu apa maksudmu??" Tanya Anthony
"Kapten, kita tau bahwa eternity core yang berbentuk bola tersebut mampu berubah wujud sesuai keinginannya, jadi ada kemungkinan tim patroli yang kembali ke markas adalah para eternity core yang sedang menyamar dengan mengambil wujud para tim patroli dengan maksud melakukan sabotase pada markas!" Jawab Alvin menjelaskannya lagi
"APA??!! Baiklah, kalau begitu kami akan segera mengunci beberapa ruangan yang dianggap vital!" Ucap Anthony seraya bergegas mengambil langkah
Markas S.A.B
"Kalian berdua sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Alvin bukan? jadi sekarang kita akan menutup beberapa ruangan dan menguncinya agar para penyusup tersebut tidak dapat masuk!" Ujar Anthony
"Dimengerti!" Jawab Williem dan Valencia
Sebelum menutup dan mengunci beberapa ruangan yang dianggap vital oleh mereka, Williem memeriksa terlebih dahulu keberadaan para tim patroli yang merupakan penyusup terakhir kali terlihat
"Ketemu! Para tim patroli yang merupakan penyusup, terlihat di area laboratorium, jadi sebaiknya kita menutup akses masuk pada ruang Hanggar, Rest Room, dan tentunya Control Room atau ruang ini sendiri!" Ucap Williem memberikan saran
"Jadi laboratorium kemungkinan sudah disabotase, baiklah, tutup semua fasilitas yang dianggap penting, dan nyalakan alarm peringatan bahaya tingkat 4
FYI
Terdapat 5 tingkatan alarm di markas S.A.B
Tingkat 1 Bisa ditangani
Tingkat 2 Bersiaga
Tingkat 3 Berbahaya
Tingkat 4 Sangat Berbahaya
Tingkat 5 Berbahaya dan Sangat Gawat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments