Anggota S.F
Alvin Hansen
Gerald Davin
Rion Anderson
Francoise Richard
Axel Rafael
Athena Adelina
Irene Jeanne
Karla Katherine
Veronica Paulina
Karine Andromeda
Pemimpin Utama : Anthony Alexion
Pengawas Unit : Williem Andrew
Pengawas Unit : Amanda Valencia
Di Ruang Kendali (Control Room)
Alarm berbunyi, menandakan adanya pergerakan monster bumi di daratan, Anthony memanggil seluruh anggota S.F untuk segera ke ruang kendali
"Terdeteksi monster tingkat C sedang menuju ke sebuah tambang batubara, bergerak dalam kecepatan 20 km perjam, diperkirakan akan sampai di lokasi pertambangan kurang dari 30 menit lagi" Ucap Valencia yang sedang membaca titik koordinat di komputer miliknya
"Terdeteksi 9 orang yang berada di kawasan sekitar area pertambangan!"
"Axel! Veronica! Rion! Irene! Kalian berempat pergi untuk menghalau monster tersebut!"
"Roger!" Jawab keempat orang tersebut kemudian pergi menuju Hanggar pesawat
"Sudah sebulan tidak terbang, skill mu masih aman kan Rion?" Tanya Irene yang berlari disebelahnya
"Anda sangat meremehkan saya! Huh!" Jawab Rion dengan sedikit ketus
"Iya-iya maaf..." Balas Irene merasa tidak enak
"Gw becanda oi!" Ujar Rion seraya menyentil kecil pelipis kirinya Irene
"Axel, entar bawa pesawatnya yang bener! Jangan kayak misi bulan kemarin, hampir mati kita berdua gara-gara hampir nabrak gunung" Ujar Veronica memperingatkannya
"Hehehe aman Ver!" Balas Axel cengengesan
"Awas aja lu!" Ujar Veronica dengan ketus
"Iya, aman Ver! Aman,... Tenang aja... Lagian pas kejadian bulan lalu juga karena mati mesin mendadak pesawatnya, makanya hampir nabrak gunung" Balas Axel lagi meyakinkan Veronica
"Iyain!" Balas Veronica singkat
Rion dan Irene mengendarai Dark Wings, sementara Axel dan Veronica mengendarai Night Hunter
The Gates Is Open
Preparing for Takeoff
"Ready for take-off!" Ucap Rion dan Axel bersamaan seraya menekan tuas transmisi manual ke depan, membuat Jet Fighters milik mereka langsung melayang singkat kemudian segera lepas landas
WHOOOSSSSSSSSSSHHHHHH
Di dalam Jet Fighters Night Hunter
"Ver, Menurutmu apakah kita masih bisa bertahan hidup dengan cara seperti ini terus?" Tanya Axel yang fokus dengan kemudinya
"Hmm,... Entahlah Xel, Aku juga tidak tau sampai kapan kita mampu bertahan dari kondisi saat ini" Jawab Veronica
"Aku hanya berharap jika suatu saat nanti ini semua berakhir, aku ingin menikah dan hidup bahagia dengan pasanganku, juga anak-anak ku nanti" Ujar Veronica tersenyum seraya menghadap ke atas dan memencet beberapa tombol
"Ah begitu ya? Semoga impianmu itu segera tercapai dengan baik, sebagai sahabatmu, aku hanya bisa mensupport apa yang sahabatku lakukan dan impikan, selama itu hal yang baik" Ujar Axel seraya mengaktifkan mode auto pilot
"Hahahaha, bisa aja kamu" Balas Veronica tertawa kecil
"Hei, deep talk nya nanti aja, kita masih dalam misi, jangan lupakan itu!" Ujar Rion yang tersambung ke dalam jaringan komunikasi Jet Fighter mereka
"Loh? Kok lu bisa tau????" Tanya Axel bingung
"Yaelah, sejak lepas landas tadi, alat komunikasi kita masih terhubung, untung aja markas ga denger apa yang kalian omongin, bisa-bisa jadi bahan bully-an di markas hahahaha" Jawab Irene tertawa terbahak-bahak
"Ih Rion! Irene! Jangan gitu ah! Kan jadi malu...." Ucap Veronica tersipu
"Ver, kalo suka sama Axel bilang aja" Ujar Rion spontan
"Dih paan sih?! Aku sama Axel cuma temenan tau!" Balas Veronica spontan dan salah tingkah
"Tau tuh! Rion kalo ngomong suka asal nyeplos aja" Sahut Axel
"Iyain" Balas Rion singkat dengan nada mengalah
Tiba-tiba Anthony masuk ke dalam jalur komunikasi mereka
"Di sini Markas! Dark Wings, Night Hunter, masuk!" Ujar Anthony
"Di sini Dark Wings, Ganti!" Jawab Rion
"Di sini Night Hunter, Ganti!" Jawab Axel juga
"Bagaimana? Apakah kalian sudah mendekati target?" Tanya Anthony
"Kami sudah dekat dengan target, meminta izin untuk menembak target!" Ucap Rion
"Tunggu sebentar!" Ucap Anthony menahannya
"Ada apa Kapten?" Tanya Rion
"Rion! Lihat itu!" Pinta Irene
"Eternity Core??" Gumam Rion pelan
"Semuanya! Jangan ada yang menembak target dulu! Monster itu membawa eternity core di punggungnya" Perintah Anthony melalui radio komunikasi
Markas (S.A.B)
Ruang kendali S.F
"Monster itu mengambil wujud Ankillosaurus, seekor spesies dinosaurus kuno dengan eternity core di punggungnya" Ucap Williem seraya mengamati target mereka
***FYI ***
Eternity Core merupakan sebuah bola energi berwarna kuning keemasan yang merupakan inti dari setiap monster. Eternity Core juga awal dari alasan mengapa banyak monster berbahaya muncul. Eternity Core berasal dari luar angkasa yang jatuh ke bumi pada 100 tahun yang lalu. Benda tersebut memiliki kesadaran sendiri dan mereka masuk ke dalam inti bumi dan mencari sisa-sisa fosil hewan purba untuk dianalisa kemudian mengambil wujud makhluk-makhluk purba tersebut dan pada akhirnya berubah menjadi monster purba.
"Tunggu, akan ku analisa terlebih dahulu!" Ucap Veronica seraya melihat ke layar yang terletak dihadapannya
Spesifikasi Monster
Tingkat S (Sangat Menghawatirkan dan Berbahaya)
Tingkat A (Sangat Mengkhawatirkan)
Tingkat B (Berbahaya)
Tingkat C (Cukup Berbahaya)
Tingkat D (Tidak Begitu Berbahaya)
Tingkat E (Relatif Aman)
Nama Objek : Ankillosaurus
Kategori : C
Mengandung Eternity Core : ✓
"Menurut data, makhluk ini cukup berbahaya apabila ditembakkan dari jarak dekat, karena akan memicu ledakan dari eternity core itu sendiri" Ucap Veronica
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Axel
"Jarak yang cukup dekat ya?... Hmm.... Baiklah!" Gumam Rion seraya mengendalikan tuas kemudinya dan Jet Fighter miliknya pun naik sedikit lebih tinggi
"Eh Eh! Apa yang kau lakukan???" Tanya Irene tampak khawatir
"Tenang saja! Irene tolong periksa radar apakah ada tanda-tanda kehidupan di sekitar makhluk tersebut?" Tanya Rion
"Eh? Sebentar!" Balas Irene seraya mengamati layar dihadapannya
Tanda kehidupan : 0
Wilayah sekitar dalam radius 3 Km disekitarnya. : Aman
Jarak Tembak : Aman
"Semuanya aman!" Ucap Irene
"Yosh! Oi Xel! Naik lah lebih tinggi!" Perintah Rion
"Okay!" Balas Axel menaikkan ketinggian Jet Fighter miliknya
Target Lock! (Suara Komputer)
"Terima ini makhluk jelek!" Ucap Rion mengumpat seraya menekan tombol kecil yang merupakan tombol pelepas tembakan
Sebuah laser berwarna merah pun bergerak dengan cepat menuju ke arah Ankillosaurus tersebut dan tepat mengenai eternity core makhluk tersebut dan terjadilah ledakan cukup besar namun semuanya aman terkendali
"Target telah dikalahkan!" Ucap Rion
Markas (S.A.B)
Semuanya bersorak gembira
"Nice Rion!" Ucap Alvin
"Boleh juga tuh anak!" Ujar Gerald
"Manteb Yon!" Ujar Francoise
"Mereka berhasil!" Ucap Karla
"Syukurlah!" Sambung Athena
"Mereka bekerja sama dengan baik!" Ujar Karine
"Sembilan orang yang ada di tambang sudah di evakuasi oleh tim patroli Kerja bagus Semuanya, saatnya kembali ke markas!" Anthony memuji mereka sekaligus memberikan perintah untuk kembali
"Dimengerti!" Ucap Rion Axel Irene Veronica bersamaan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments