Anggota S.F
Alvin Hansen
Gerald Davin
Rion Anderson
Francoise Richard
Axel Rafael
Athena Adelina
Irene Jeanne
Karla Katherine
Veronica Paulina
Karine Andromeda
Pemimpin Utama : Anthony Alexion
Pengawas Unit : Williem Andrew
Pengawas Unit : Amanda Valencia
Tim Alpha
Alvin, Gerald, Athena dan Karla
Tim Delta
Rion, Francoise, Axel, Veronica, Irene, dan Karine
Beralih ke Tim Delta
Jet Fighters milik Tim Delta berhasil mendarat di sebuah tempat yang sangat dingin dan bersalju, persis seperti daerah dimana Tim Alpha berada. Namun tempat di mana Tim Delta melaksanakan misinya, berada jauh lebih bersalju dan berkabut
"Semua perlengkapan sudah siap?" Tanya Rion yang memimpin tim kali ini
"Siap! Aman!" Jawab yang lainnya
Rion, Francoise, Karine, membawa senjata plasma tipe assault riffle dan granat asap dan granat peledak masing-masing 2 buah perorang nya
Axel membawa senjata plasma tipe sniper
Irene dan Veronica membawa kotak perlengkapan sebanyak 1 box ukuran sedang, sebagai wadah untuk menyimpan Star Eternity
Masing-masing dari mereka juga dibekali oleh pistol dan smart device
"Sebenarnya tempat seperti apa yang akan kita datangi nanti??" Gumam Veronica bertanya-tanya
"Mungkin sebuah Goa? Atau lembah yang di dalamnya terdapat Star Eternity" Ujar Irene menyampaikan menanggapinya
"Gimana menurutmu Axel?" Tanya Veronica
"Entahlah, aku juga ga tau, tapi kalo dilihat dari kondisi geografis tempat ini, yang kalian bilang mungkin benar, tempat yang kita datangi kemungkinan besar adalah Goa atau Lembah" Jawab Axel menjelaskannya
"Guys,..." Ucap Karine pelan
"Ada apa Karine?" Tanya Veronica
"Anu.... Soal di tadi,,.. Aku benar-benar minta maaf!" Jawab Karine menunduk
Mendengar hal itu, perjalanan mereka terhenti sesaat, Veronica dan Irene pun mendekati Karine
"Tidak apa-apa! Kau bertanya seperti tadi mungkin karena atas dasar rasa penasaranmu saja, dan kami menanggapinya terlalu serius, maaf juga yah?!" Ucap Veronica menepuk pundak temannya itu
"Veronica benar! sudah tidak perlu dipikirkan!" Lanjut Irene seraya tersenyum
"Yaps! Apa yang mereka berdua katakan itu benar! Tidak perlu dipikirkan lagi, Karine!" Sahut Axel yang juga tersenyum
Sementara Francoise dan Rion tampak datar saja melihat percakapan teman-temannya itu
"Rion,... Aku-" Karine hendak mengatakan sesuatu namun Rion langsung memotongnya
"Lupakan saja!" Ucap Rion memotong perkataan Karine yang hendak minta maaf, tanpa menoleh sedikitpun dan bersuara datar
"Eh?" Karine terkejut melihat sifat Rion yang seperti itu
"Kau ini, dingin sekali!" Ucap Francoise pada Rion
"Biasanya kau jauh lebih dingin daripada ku!' Balas Rion tak mau kalah
"Hadehhh... Mulai lagi tuh dua kulkas" Ucap Irene terdengar mengeluh
"Sepertinya hanya di tim kita semua anggota cowoknya punya sikap yang dingin, kecuali Axel" Ujar Veronica
"Lebih baik kita lanjutkan perjalanannya, kita hanya punya waktu sampai jam 18.00 sore, jangan membuang-buang waktu!" Ucap Rion terdengar kaku
"Iya iya!" Balas Irene dengan nada malas
"Jangan terlalu tegang Yon" Ucap Francoise menasihatinya
"Ya,,.. dan kau juga jangan terlalu santai,.." Balas Rion
"Tumben sekali Rion seperti itu.." Ujar Irene pelan
"Mungkin dia sedang ada masalah serius? Lebih baik kita biarkan saja" Balas Veronica
Kurang lebih 20 menit berjalan, mereka akhirnya sampai ke sebuah tempat berbentuk kuil yang cukup besar dengan 7 tingkat lantai
"Hm, tidak salah lagi, ini tempatnya" Ucap Rion seraya memperhatikan titik koordinat yang diberikan melalui smart device miliknya
"Tempat macam apa ini?" Gumam Irene bertanya-tanya
"Di sana sepertinya pintu masuknya?" Ucap Veronica
"Jadi, apakah kita akan masuk sekarang?" Tanya Axel
"Aku akan membuka jalan, Francoise dan Karine, kalian bersiap untuk back up, Irene dan Veronica kalian fokuslah untuk mendapatkan Star Eternity, sementara itu Axel carilah posisi untuk mem-backup kami ketika terjadi kontak dengan musuh dan jika sesuatu terjadi, maka tetaplah fokus pada misi kita" Jawab Rion seraya memberikan arahan
"Baiklah, kami paham.." Ujar Francoise
Mereka pun kembali bergerak dan memasuki lantai dasar, namun belum menemukan apapun, lalu naik ke lantai satu, dan disinilah mulai terjadi perlawanan, sekelompok serigala salju dengan mata merah yang menyala menghadang mereka
"Tembak!" Perintah Rion
Dan terjadilah kontak antara Tim Delta dan pihak musuh yang teridentifikasi sebagai White Wolf yang berjumlah belasan ekor
Axel sang sniper dengan cekatan menembaki para white wolf demi memberikan back up
Setelah itu, mereka kembali naik ke lantai selanjutnya, namun hingga lantai lima, tidak ada satupun halangan menghampiri mereka. Disini Rion mulai curiga dan merasa bahwa ada sesuatu yang mengerikan sedang menunggu mereka semua di lantai enam dan lantai tujuh
"Entah kenapa, aku merasa kita akan menghadapi sesuatu yang berbahaya" Ucap Rion menghentikan langkahnya
"Tenang saja, kita akan menghadapinya bersama!" Ucap Francoise
"Ah, baiklah!" Balas Rion tersenyum tipis
Mereka pun menaiki tangga menuju lantai keenam, dan pada saat itu pula seekor White Wolf sudah menunggu mereka, namun ukurannya 5 kali lebih besar dan menurut data, dia termasuk monster kelas B
"Sepertinya sesuai prediksi mu Yon" Ucap Francoise
"Irene, Veronica, Karine, dan Francoise kalian naiklah ke lantai terakhir, aku dan Axel akan menahan makhluk ini disini!" Ujar Rion memberikan perintah
"Tidak mungkin! Tidak mungkin kami akan meninggalkan kalian berdua! Kalian tidak akan mampu menghadapi makhluk kelas B itu dengan jumlah dua orang!" Balas Irene menolak perintah Rion
"Francoise, aku titip mereka ya!" Pinta Rion seraya menekan pelatuk senapan plasma nya
"Rion!" Veronica berteriak
"Veronica, percayakan ini pada kami berdua! Kalian pergilah!" Pinta Axel seraya mengangkat senjata sniper miliknya
"Ayo semuanya!" Ajak Francoise
Rion menembaki white wolf seraya berlarian dan white wolf pun mengejarnya, sementara itu, Axel mencari titik kelemahan dari white wolf dengan scope inframerah canggih miliknya
"Axel! Apa kau sudah menemukan titik kelemahannya??!" Tanya Rion yang terus berlarian memutari ruangan yang luas di lantai enam tersebut
"Belommmm!!!" Jawab Axel seadanya
"Sial! Kalo gini terus bisa mati konyol!" Ucap Rion
Sementara itu, di lantai tujuh, mereka melihat sebuah benda bersinar berbentuk bintang dengan cahaya yang berwarna putih. Benda tersebut terletak di tengah-tengah ruangan di lantai tujuh tersebut
"Itu dia! Ayo kita ambil!" Ujar Irene
"Tunggu dulu!" Ucap Francoise mencegahnya
"Ada apa Francoise??" Tanya Karine
"Apa kalian tidak berpikir? Bahwa benda itu tidak dilindungi oleh apapun?" Tanya balik Francoise tanpa mengalihkan pandanganya sedikitpun dari benda bercahaya tersebut
"Eh? Benar juga ..." Ucap Veronica
"Hahahaha, kau teliti dan waspada juga ya anak muda!" Ucap seekor roh white wolf yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka semua
"Ma-makhluk apa itu??" Gumam Karine bertanya-tanya dengan gemetaran
"Jangan bilang dia penjaga Star Eternity itu?? apa yang harus kita lakukan sekarang Francoise??" Tanya Veronica
"Tidak perlu takut wahai anak muda!" Ujar roh white wolf tersebut yang membuat mereka semua bingung seketika
"Eh?" Ucap mereka kebingungan
"Aku sudah tau apa tujuan kalian datang ke tempat ini, tentunya untuk mengambil Star Eternity itu bukan?" Ujar roh white wolf yang memastikan tujuan kedatangan mereka
"Ah, tentu saja!" Jawab Francoise
"Baiklah, aku akan memberikan Star Eternity ini kepada kalian, tapi dengan satu syarat" Ujar roh white wolf itu lagi
"Apa itu?" Tanya Francoise
"Kalian harus berjanji untuk menggunakan Star Eternity ini hanya untuk melawan para Eternity Core itu" Jawab roh white wolf tersebut
"Tujuan kami datang ke tempat ini memang untuk mengambil Star Eternity dan menggunakannya untuk melawan para Eternity Core tersebut" Ujar Francoise lagi
Kembali ke Rion dan Axel yang sibuk melawan white wolf berukuran raksasa tadi
Ketika sedang sibuk menembaki white wolf tersebut, yang tidak mati-mati bahkan terluka sedikitpun, tiba-tiba white wolf tersebut berkata
"Sepertinya, sudah cukup untuk hari ini" Ujar White Wolf tersebut
"Eh? Ka-kau bisa berbicara????" Ujar Rion terkejut seraya bertanya
"Ya, dan teman-teman kalian sudah mendapatkan Star Eternity itu, sepertinya Roh White Wolf sudah memberikannya kepada kalian secara sukarela" Balas white wolf tersebut
"Heh? Hah? Haaaaahhhhh?????" Ucap Rion dan Axel yang terkejut dan kebingungan di waktu yang bersamaan
"Apa maksudnya???" Tanya Rion
"Sejak awal kedatangan kalian, kami memang sudah bersiap untuk menyambut kedatangan kalian, dan para serigala yang kalian kalahkan di lantai satu tadi semuanya hanyalah ilusi sekaligus bentuk dari ujian yang kami berikan" Jawab white wolf tersebut
"Sekarang, kalian berdua naiklah ke lantai tujuh, di sana kalian akan bertemu dengan Roh White Wolf" Ucap White Wolf kepada mereka berdua
Rion dan Axel pun akhirnya tiba di lantai tujuh dan melihat teman-teman mereka sedang berbicara dengan Roh White Wolf yang agung
"Dengan ini, aku titipkan masa depan planet ini kepada kalian para anak muda yang baik, selamat tinggal!" Ucap Roh White Wolf kemudian menghilang dan yang tersisa adalah monster white wolf yang dilawan oleh Rion dan Axel tadi
"Whoaahh! itu monster yang dilawan sama kalian berdua tadi bukan? kenapa dia bisa ada disini???!" Ucap Veronica terkejut bukan main
"Hahahaha! Maaf maaf! Sepertinya aku sedikit berlebihan dalam menyambut kalian di kuil ini.." Ujar white wolf tersebut tertawa terbahak-bahak
"Eh? Ka-kau bisa bicara?" Tanya Irene
"Tentu saja, oh iya, kalian harus segera meninggalkan tempat ini, karena setelah Star Eternity ini diambil, maka tempat ini akan segera runtuh juga" Jawab white wolf seraya memperingatkan mereka agar segera meninggalkan tempat ini
"Oh begitu ya? Baiklah! Tapi bagaimana denganmu?" Tanya Rion
"Hahahaha, kenapa? Perasaan tadi di lantai enam kau sungguh ingin membunuhku? Tapi kenapa sekarang kau malah seperti menghawatirkan ku?" Jawab white wolf tertawa terbahak-bahak lagi
"Ehh??..." Rion justru kebingungan menjawabnya
"Tenang saja, aku juga akan segera menghilang seperti Roh White Wolf tadi" Ujar white wolf
"Ah begitu ya? Ngomong-ngomong terimakasih!" Ucap Axel
"Sampai jumpa! Semoga kalian selalu diberkati dan sehat selalu demi menjaga planet ini!" Balas sang monster white wolf tersebut kemudian menghilang, bersamaan dengan itu, Tim Delta pun turut kembali ke tempat di mana Jet Fighters mereka terparkir
"Kita kembali!" Ucap Karine
"Ah senangnya! Kita berhasil melaksanakan misi ini!" Ucap Veronica dengan gembira
"Syukurlah kalau begitu!" Lanjut Irene seraya bernafas lega
"Aku akan menghubungi markas dulu" Ujar Rion seraya masuk ke kokpit Dark Wings miliknya
"Di sini Tim Delta, markas apa kalian bisa mendengar kami??" Ucap Rion yang menghubungi markas
"Markas kepada Tim Delta! Bagaimana? Apakah kalian berhasil menyelesaikan misinya?" Williem menjawab panggilan dari Tim Delta
"Misi berhasil dilaksanakan dengan baik!" Ucap Rion
"Bagus, tapi kami di sini menemui masalah besar!" Ujar Williem
Williem pun menjelaskan keadaan di markas kepada Tim Delta, dan memberitahu mereka bahwa Tim Alpha juga sudah mengetahui kondisi markas saat ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments