Keributan itu terjadi karena mereka membaca pengumuman yang terpampang besar di balai kota.
Pengumuman itu berisi, barang siapa yang memiliki niat baik. untuk belajar sihir di Akademi Flower gods , bisa daftar langsung. pendaftaran dibuka di halaman depan kerajaan, pendaftaran hanya berlaku dua hari. lewat dari itu, pendaftaran di tutup.
Semua yang di sana merasa senang, akhirnya raja membuka kembali sekolah akademi sihir itu.
Karena selama 7 tahun akademik di tutup, dan hanya orang-orang yang terpilih serta anggota pasukan inti dari kerajaan.
namun syarat ketentuan untuk bisa masuk ke akademi adalah, dia yang baru berusia 17 tahun, memiliki niat baik mempelajari sihir, di larang membawa barang yang berlebihan, hanya 5 helai baju.
Everly Rossa
*merapikan bunga.
BRAKK
Eleanor Rosse.
Kakak
Everly Rossa
*kaget
Everly Rossa
Evi...
Everly Rossa
kau ingin menghancurkan toko kita ha
Eleanor Rosse.
hehehe maaf,, tapi ini penting
Everly Rossa
apa* kembali fokus.
Eleanor Rosse.
tadi aku lihat pengumuman di balai desa
Everly Rossa
hemm
Eleanor Rosse.
Ada penerimaan siswa baru untuk masuk ke akademik sihir..
Everly Rossa
*diam
Eleanor Rosse.
aku pengen masuk kak, boleh kan.
Everly Rossa
*menatap sang adik nya
Everly Rossa
tidak
Eleanor Rosse.
Kakkkkk* menelas
Eleanor Rosse.
kenapa begitu,,
Everly Rossa
Itu berbahaya
Eleanor Rosse.
berbahaya apa nya kak, aku hanya ingin belajar agar bisa melindungi kakak.
Everly Rossa
Aku yang akan mengajarkan mu
Eleanor Rosse.
tidak, kakak tidak akan mengerti
Eleanor Rosse.
aku mau daftar juga,,
Everly Rossa
Kakak bilang tidak yah tidak Lea.
Everly Rossa
Kau akan sendirian di sana, kakak tidak mau kau kenapa-kenapa.
Eleanor Rosse.
Aku akan baik-baik saja, aku janji aku akan jaga diri ku kak.
Everly Rossa
Tidak
Eleanor Rosse.
Kak,,
Eleanor Rosse.
kakak waktu itu pernah bilang kan, jika ada kesempatan aku boleh mencoba nya
Eleanor Rosse.
Dan sekarang,
Eleanor Rosse.
Kak..
Everly Rossa
tidak yah tidak, baik kau ambil stok susu kita.
Eleanor Rosse.
*cemberut
Eleanor Rosse.
Kakak jahat, tidak mengerti perasaan ku* sahut nya pergi.
Everly Rossa
Lea..
Everly Rossa
Huffdd
Everly Rossa
Kakak hanya takut mereka melukai mu Lea, kakak takut mereka menindas mu.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Di dapur rumah.
Eleanor Rosse.
*mengemas susu ke botol
Eleanor Rosse.
ceh kakak menyebalkan, padahal aku hanya ingin belajar.
Eleanor Rosse.
Apa dia tidak rela tinggal sendiri, kan hanya sebentar.
Lea Yang kesal tak sengaja menjatuhkan susu yang masih panas ke tangan nya
Syuhhhh
Eleanor Rosse.
Arggg* tersiram
tangan Lea langsung memerah
Eleanor Rosse.
uhhh perih nya
Lea segera mencuci tangan nya, ia cuci dengan air yang mengalir.
Eleanor Rosse.
bisa memar ini, dan berbekas.
Lea takut jika dia sakit, yang ada dia hanya menyusahi kakak nya.
Evi yang mendengar teriakan Lea segera ke dalam, dan memeriksa keadaan sang adik.
Everly Rossa
Astaga Lea, apa yang terjadi
Eleanor Rosse.
emmm ini susu nya tumbah
Everly Rossa
kok bisa, terus tangan kamu* mengambil
Eleanor Rosse.
ah* panik
Everly Rossa
huff syukurlah tidak luka
Eleanor Rosse.
Ha* kaget dan melihat sendiri
Everly Rossa
Kenapa?
Eleanor Rosse.
Kok gak luka
Everly Rossa
jadi kamu berharap tangan kau luka gitu,,
Eleanor Rosse.
bu-bukan gitu kak.
Eleanor Rosse.
Tadi tangan ku melepuh,,
Everly Rossa
??
Everly Rossa
Sekarang tidak, jadi kau fikir kau sudah memiliki kekuatan sihir gitu.
Everly Rossa
udah jangan aneh-aneh, bereskan ini dan lain kali lebih hati-hati lagi
Everly Rossa
*pergi
Eleanor Rosse.
tapi tadi,,,
Eleanor Rosse.
*bingung sendiri
Eleanor Rosse.
Kok gak luka* menatap tangan nya
Eleanor Rosse.
aneh
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Everly Rossa
Bunga ini sudah habis, aku harus ke desa mengambil nya.
Everly Rossa
Tapi tidak mungkin aku meninggalkan Lea sendirian.
Everly Rossa
Mungkin aku akan lama di sana, apa suruh orang antar ke sini saja yah.
Everly Rossa
Emm itu bagus* pergi keluar
Evi pergi ke jasa pengirim dan pengantar barang.
Ia juga mengirim surat pada seseorang yang menjaga kebun dan ternak nya.
apa saja yang ia butuhkan.
Everly Rossa
terimakasih, ini bayaran nya
Seseorang
sama-sama nona
Everly Rossa
*tersenyum
Everly Rossa
*pergi
Xavier -Pengusaha.
Evi
Everly Rossa
emm tuan* ucap nya salam.
Xavier -Pengusaha.
Dari mana?
Everly Rossa
dari jasa pengantaran barang, tuan dari mana.
Xavier -Pengusaha.
Toko tulis
Everly Rossa
??
Xavier -Pengusaha.
adik ku ingin masuk akademik, awalnya aku menolak nya. tapi,, aku fikir lagi. itu untuk masa depan nya kelak.
Everly Rossa
*kefikiran adik nya
Xavier -Pengusaha.
jadi aku membelikan ini, sebagai hadiah untuk nya
Everly Rossa
Lea,, apa aku terlalu mengekang nya. aku kakak yang buruk* batin nya
Xavier -Pengusaha.
hay
Everly Rossa
ah yah
Xavier -Pengusaha.
kenapa malam diam,
Everly Rossa
ah tidak ada tuan.
Xavier -Pengusaha.
oh yah, kau kapan ada waktu libur.
Everly Rossa
*berfikir
Everly Rossa
belum tau, ada apa yah tuan.
Xavier -Pengusaha.
Jika tidak sibuk, aku ingin mengajak kamu ke taman bunga di kota ini.
Everly Rossa
taman bunga, sangat membosankan.
Xavier -Pengusaha.
Kok bosan, bukan nya kau sunang.
Everly Rossa
Hem baik lah, aku akan ikut. jika ada waktu senggang
kedua nya berjalan sambil mengobrol, tentu nya itu membuat iri hati wanita yang tau siapa Xavier.
Termasuk pria bangsawan yang sukses dan kaya raya.
sangking asik nya ngobrol, apa pun yang di bahas. kini keduanya sudah tiba di depan toko bunga Evi.
Comments