Pesta dansa nanti malam jam 10, ibu harap kalian mendapatkan seseorang saja yang kalian aja berdansa.
Gabriel-Pangeran ke-3
kalau tidak ada
Savannah- permaisuri RF.
tidak yakin, gadis sebagai itu.
Nicholas- Pangeran ke-2
Dia datang tidak yah* batin nya
Nicholas- Pangeran ke-2
*memikirkan Lea.
Gabriel-Pangeran ke-3
ibu wanita di luar saja jarang yang tulus, ia kan nic
Savannah- permaisuri RF.
*menatap Nicholas
Nicholas- Pangeran ke-2
*diam melamun.
Gabriel-Pangeran ke-3
nic
Nicholas- Pangeran ke-2
ah yah
Gabriel-Pangeran ke-3
mikir apa?
Nicholas- Pangeran ke-2
tidak
Savannah- permaisuri RF.
Hem ibu ingin kembali ke kamar, El selesai hukuman mu hari ini.
Gabriel-Pangeran ke-3
baik ibu
Savannah- permaisuri RF.
*pergi
Gabriel-Pangeran ke-3
emm nic
Nicholas- Pangeran ke-2
kak
Gabriel-Pangeran ke-3
yah yah kak nic
Gabriel-Pangeran ke-3
mikirin apa tadi, wanita yah
Nicholas- Pangeran ke-2
*menatap
Nicholas- Pangeran ke-2
gak jelas* pergi
Gabriel-Pangeran ke-3
eh tunggu
🌻🌻
Brayden- Raja RF
*menatap ke luar jendela
Brayden- Raja RF
Ayah, apa mereka semua benar-benar musnah.
Brayden- Raja RF
huff
Brayden- Raja RF
Pesta dansa
Brayden- Raja RF
tidak ada yang menarik, tidak akan ada wanita yang setulus ibunda.
Brayden- Raja RF
tidak menikah, tidak memiliki pendamping
Brayden- Raja RF
tidak lah buruk kan ayah, aku bisa hidup sendiri.
Brayden- Raja RF
Ada Nicholas dan Gabriel yang bisa jadi penerus.
Syuhhhh
Seseorang
*muncul
Seseorang
Yang mulia
Brayden- Raja RF
hemm
Asher- Senior Akademi
Maaf datang terlambat.
Brayden- Raja RF
Hukuman El selesai hari ini.
Asher- Senior Akademi
yah yang mulia
Brayden- Raja RF
Soal penerimaan siswa baru di akademi sudah di urus.
Asher- Senior Akademi
Sudah tingga di sebarkan berita nya
Brayden- Raja RF
*hanya diam
Brayden- Raja RF
Sebarkan besok pagi* sahut nya pergi
Asher- Senior Akademi
Baik
Asher- Senior Akademi
*menghilang
🌻🌻🌻🌻
Hari ini Lea dan Evi menutup toko, mereka ingin membeli gaun untuk acara malam ini.
Evi sebenarnya malas pergi, tapi karena Lea penasaran sama isi istana. Evi terpaksa ikut, apa lagi sang adik ingin mencicipi makanan.
Tiba di satu toko mewah, yang menjual baju-baju mewah tentu nya.
Lea dan Evi masuk ke toko itu, yah dua gadis biasa.
Awal masuk ke sana, keduanya sudah jadi pusat perhatian. bukan karena mereka miskin tentu nya kecantikan kedua nya
Di dalam toko itu ada banyak gadis kaya yang membeli baju.
Eleanor Rosse.
Wahh baju nya bagus kak
Everly Rossa
*tersenyum
Everly Rossa
pilihlah yang kau mau.
Eleanor Rosse.
hemm tentu
seseorang
Hay kau lihat dua wanita itu.
siapa mereka, aku baru melihat nya.
Emm kalau tidak salah, dia itu penjual bunga di pinggir kota.
Apa, penjualan bunga. yanga benar saja, penjual bunga kecil-kecil masuk ke toko mewah.
dia pasti mau beli baju juga, dan apa mungkin mereka di undang di acara pesta dansa.
Kau gila, itu tidak mungkin. keduanya dari desa, mana mungkin bisa berdansa.
all.
tertawa.
Eleanor Rosse.
*mendengar
Eleanor Rosse.
*geram
Lea memang gadis baik, tapi dia akan jadi kejam jika ada yang mengatakan kakak nya.
Eleanor Rosse.
berani'nya mereka melukai malaikat hidup ku* batin nya
Eleanor Rosse.
*ingin menghampiri mereka
Everly Rossa
*menahan
Everly Rossa
Tidak usah perduli kan, kita ke sini mau beli gaun.
Everly Rossa
Mereka hanya iri pada kita.
Eleanor Rosse.
*mendingin kan kepala nya
Eleanor Rosse.
*tersenyum
Mendengar ucapan Evi, wanita-wanita muda itu mendekati Evi dan Lea.
seseorang
Kau bilang apa tadi, kami iri pada mu.
ha hallo gadis desa, tolong sadar diri yah. kah itu siapa hemm, kita tidak sederajat.
Eleanor Rosse.
*geram.
Eleanor Rosse.
Kau benar, kita tidak sederajat. kau hanya lah mahluk rendahan yang hina.* ucap nya
Everly Rossa
Lea sudah,,
seseorang
Kau,
kau tidak tau siapa aku ha, aku bisa saja menghancurkan usaha kalian.
Eleanor Rosse.
kau siapa, sehingga sok ingin membaut kekacauan di toko ku.
Eleanor Rosse.
Gadis kaya yang pemalas, yang hanya suka foya-foya menghabiskan uang orang tua nya.
seseorang
Kurang aja.
seseorang
*hendak menampar
Eleanor Rosse.
*memejamkan mata nya
pukk
seseorang
*kaget
Everly Rossa
*menangkis.
seseorang
Kau..
seseorang
Lepas..
Eleanor Rosse.
*membuka mata nya
Eleanor Rosse.
*tersenyum
Everly Rossa
Jangan sembarangan menyentuh adik ku dengan tangan kotor mu.
Everly Rossa
Lea ayok* menarik Lea.
Eleanor Rosse.
*pasrah
Karena kesal wanita dari melemparkan pisau kecil ke Lea dan Evi.
Lea dan Evi tak menyadari itu, tapi
Srekkk
Eleanor Rosse.
*gelang di tangan nya bercahaya
trakk
Eleanor Rosse.
*kaget
Everly Rossa
*sama hal nya
seseorang
all* syoj
Eleanor Rosse.
*melihat ke belakang
Mereka kaget, karena pisau itu tiba-tiba jatuh dan tidak sempat melukis Evi atau Lea.
Seperti ada kekuatan yang melindungi mereka
Eleanor Rosse.
Pisau itu,, * menatap mereka.
seseorang
K-kok bisa.
Everly Rossa
*menarik lea
Everly Rossa
kau baik-baik saja kan* menatap adik nya
Evi memeriksa adik nya, takut jika adik nya terluka.
Eleanor Rosse.
aku baik-baik saja
Everly Rossa
kita pergi* menarik lea
Eleanor Rosse.
*pasrah
seseorang
Kau lihat tadi, pisau itu seolah-olah tertahan.
Hem seperti ada yang melindungi mereka, apa dia punya sihir.
tidak mungkin, dia gadis desa. dan juga keduanya tadi tidak menyadari nya kan.
ada yang gak beres, jangan-jangan di sini ada mata-mata dari akademi.
tidak mungkin, untuk apa dia ada di sini
untuk jaga-jaga lah, dasar bodoh.
Karena keributan tadi, Lea dan Evi tak jadi membeli apa-apa.
Evi takut jika ada yang menyakiti adik nya lagi.
sementara Lea, dia sekarang sedang berfikir. apa yang terjadi, pisau itu bisa melenting seolah-olah terbentur oleh dinding.
Everly Rossa
Kita tidak usah datang, kakak takut kau di lukai mereka lagi.
Everly Rossa
mereka itu sangat kejam, untung saja lemparan nya meleset.
Comments