Sebuah Apartemen dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi di pribadi di salah satu kamar itu sedangkan satu lain nya berada di luar
Irene begitu senang ketika melihat kondisi apartemen itu bersih dan rapi , pihak Apartemen membersihkan nya pembeli mereka sudah melakukan pembayaran
Irene menyusun semua barang nya di sana dia hanya menyusun pakaian saja , karena barang-barang disana sudah lengkap ,
Dia hanya perlu membeli pakaian dan keperluan bayi nantinya uang mungkin sudah menipis sekarang uang itu hanya untuk setengah tahun lagi
Biaya yang di keluarkan Irene di luar dari perhitungan nya jadi secepat nya dia harus mencari pekerjaan , dia sudah mengirimkan beberpa berkas nya ke perusahaan yang dia tuju
Dengan prestasi nya yang begitu banyak ada beberapa perusahaan yang cukup besar menerima nya dia akan melakukan sesi wawancara di beberapa perusahaan itu
Jadi dia terebih dahulu memisahkan uang untuk ongkos dan biaya hidup dalam sebulan itu, dia tidak ingin salah perhitungan lagi
“Mama akan mendaftar pekerjaan sebentar lagi , bekerja sama lah dengan mama , maaf jika membuat mu terbebani nak”. Wanita itu sudah berpakaian rapi , dia akan mengikuti sesi wawancara di beberapa perusahanaan dan dia memulai dari yang paling dekat dari Apartemen nya
“Selamat pagi pak”. Irene menyapa kariawan yang akan mewawancarai dirinya , membuat pria itu memandang nya
“Wah dia cantik sekali” . pria itu melihat semua dokumen tentang Irene dan segala pencapaian nya, dia sebenar nya akan lolos dengan mudah
Karena selama sesi wawancara pun dia lulus , dia memiliki skill bahasa luar yang bagus Irene sendiri menguasai lima bahasa sekaligus
Tapi Pria itu berpikiran Mesum pada Irene, Irene terihat sangat cantik banyak pria mata keranjang yang tertarik dengan nya
“Hmm Kau sangal lah pintar nona tapi, Nona sebenarnya lowongan ini sudah di isi sebelum nya”
Perkataan pria itu membuat Irene sedikit kecewa , namun ketika dia hendak berdiri pria tadi menahan tangan nya
“Duduklah dulu”
“Ada apa pak?” . irene bngung dengan pria itu tatapan nya sekarang berbeda
“Ya aku bisa mempekerja kan mu di sini ,tapi aku punya beberapa syarat”
Irene memandang pria itu dengan bingung pikiran nya mengatakan jika maksud pria itu tidak lah baik
“Nona jika kau mengahabiskan malam bersama ku sekali saja aku kan memberikan mu keempatan itu”
Nah Pikiran wanita itu benar pria di depan nya itu adalah pria mesum , Irene adalah wanita yang bijak jika dia menampar pria itu sekarang dia akan membuat keributan bukan jadi dia mengikuti permainan nya
“Wow benarkah pak , tapi apakah itu tidak bahaya”
“Tentu saja tidak, aku akan menjamin itu”
“Apakah aku bisa mempercai mu, aku sangat menginginkan pekerjaan tapi aku takut ada resiko ini”
“Tidak apa aku sudah sering melakukan nya”
Kena kau. Irene lanngsung menanmpar pria itu , begitu dia mendapat rekaman suara itu yang dia rekam secara diam-diam
“Sialan Apa yang kau lakukan huh!”
“Aku akan melaporkan perbuatan mu yang brengsek itu”
“Huh kau bercanda Direktur perusahaan ini adalah kakak ku , dia tidak akan percaya dengan rekaman bodoh mu itu dia bahkan lebih brengsek dari ku”
Irene melihat nama belakang pria itu sama dengan nama direktur di data perusahaan yang dia lihat kemarin pria itu tidak bohong tentang itu
Wanita itu manatap nya tajam dia tidak akan bekerja di sana , tapi dia terlebih dulu memberi pelajaran pada pria itu , dia menendang senjata pria ittu membuat nya meringis kesakitan
Irene keluar dari sana dengan cepat dia tidak ingin mengambil resiko jika berlama-lama disana
“Ah Menyebalkan saja kenapa aku malah bertemu orang seperti itu”
Irene keluar dari sana dengan perasaan nya yang kesal ingin sekali dia membunuh pria tadi karena sudah berani menggoda nya
Sayang nya beberapa perusahaan yang hendak mewawancarai nya menolak wanita itu karena sudah lebih dulu de ambil orang lain dan juga orang mesum yang bekerja di sana
Itu membuatnya cukup frustasi
“Aku tidak bisa menyerah , aku harus bisa mendapat pekerjaan secepatnya”. Irene mengusap perut nya untuk menenangkan pikiran nya tinggal satu lagi data perusahaan di tangan nya yang akan mewawancarai nya
“Ayo Semangat lagi nak , mama yakin kita akan mendapat keberuntungan”. wanita itu kembali bersemangat dia mengingat kandungan nya
Mereka sudah satu minggu mencari pekerjaan ini adalah perusahaan terakhir yang akan di kunjungi oleh Irene , dia sangat pada Tuhan akan memberikannya kesempatan itu dia sudah pasrah pada yang maha kuasa
Irene terkejut melihat bangunan itu , Bangunan itu lebih besar dan megah dari pada perkiraan nya
“Huh Orang yang memiliki perusaan ini pasti sangat kaya”.
Gedung itu jau lebih besar dari perusahaan yang dimiliki Joe
Irene berjalan menuju meja resepsonis , di sana kariawan dengan sopan menyapa wanita itu , dari pakaian Irene dia tahu jika Irene adalah seorang pelamar kerja
“Nona ruang wawancara berada di sebelah sana”. resepsonis itu mengarahkan irene ke sebuah ruangan
“Baik Terimakasi nona”
Irene bisa melihat wanita paruh baya yang akan mewawancarinya di sana dan dia bersyukur untuk itu karena dia tidak akan di wawancarai oleh pria mesum lagi
“Nona aku bisa melihat riwayat dan prestasi mu semua sangat bagus , dan ku dengar kau memiliki skill bahasa asing yang bagus”
“Ya tentu , semua prestasi itu ku dapat dari perushaan tempat ku bekerja sebelum nya”
Wanita paruh baya itu mengangguk mendengar penuturan wanita cantik itu
“Kau akan mengerjakan tugas khusus kau akan menyusun hasil pekerjaan dari tim pemasaran 1 dan kau harus menjelaskan nya langsung pada CEO sekaligus pemilik perusahaan ini”
“Tapi bukan kah itu biasanya akan di lakukan oleh manejer?”
“Begini CEO kita adalah orang yang tegas dia tidak ingin mendengar sedikit pun kesalahan , kau mempunyai public speaking yang bagus , orang lain bahkan manajer pun akan mengundurkan diri jika di suruh menjelaskan nya langsung pada CEO”
Deghh Jantung Irene berrdetak kencang dia ragu menerima permintaan wanita itu tapi dia juga sangat membutuhkan pekerjaan itu sekarang
“Baiklah aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa”
Wanita tua tadi tersenyum gembira , sepertinya wanita di depan nya tidak mendengar rumor kekejaman CEO mereka jadi kemungkinan wanita itu adalah korban selanjutnya
Dia akan melihat bagaimana kejam nya pria itu tidak peduli jika itu adalah Perempuan
Mereka berjabat tangan ketika mereka sudah membuat kesepakatan . wanita paruh baya itu memberi rincian gaji yang akan Irene terima buan depan dengan jumlah yang sangat banyak karena pekerjaan nya juga beresiko tinggi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 127 Episodes
Comments
Retno Elisabeth
semangat Irene
2023-08-01
1