Pagi harinya,...
Terlihat seorang wanita cantik baru saja berusaha untuk membuka kedua matanya yang tampak lengket satu sama lain. karena memang, wanita itu masih merasakan kantuk yang luar biasa.
"hoamm jam berapa ini?"tanya wanita itu Seraya mencoba untuk membersihkan sesuatu di kedua matanya yang perlahan-lahan mulai membuka sempurna.
Tiba-tiba saja, wanita itu tersentak kaget saat mengingat bahwa dirinya sebelum tidur, berada di dalam mobil Zidane. tapi kenapa sekarang dirinya berada di kamar? apa yang sebenarnya terjadi?
Perlahan tapi pasti, wanita itu mulai menurunkan kedua kaki jenjangnya. dengan perlahan pula, wanita itu mencoba untuk membuka pintu seharus mungkin. agar kedua orang tuanya tidak terganggu.
Karena Asmirandah tahu, bahwa kedua orang tuanya baru saja pulang dari rumah sakit. tentu saja kedua manusia paruh baya itu, tidak ingin mengganggu istirahat mereka.
"Bi,"panggil Asmirandah dengan pelan. saat wanita itu, sudah berada di belakang asisten rumah tangganya itu.
Membuat wanita paruh baya itu seketika tersentak kaget."eh Nona Mira, bikin saya kaget saja."ucap wanita paruh baya itu Seraya mengusap dadanya yang terasa berdenyut akibat merasa terkejut dengan kehadiran anak majikannya itu.
"Nona mau makan apa? biar saya buatkan sekarang."tanya wanita itu menatap ke arah Mira.
Sementara wanita itu seketika menggelengkan kepala."saya belum mau makan apa-apa. saya hanya ingin bertanya sesuatu. siapa yang mengangkat saya dan membawa ke dalam kamar?"tanya Mira pada wanita paruh baya itu.
"oh itu, Tuan muda Zidane yang melakukannya."jawab wanita paruh baya itu dengan cepat.
"lalu yang menggantikan pakaian saya--"pertanyaan dari Asmirandah terhenti di udara, saat mendengar sahutan dari wanita paruh baya itu.
"kalau itu saya yang menggantikan. lagi pula tuan muda Zidane, tidak akan pernah berani menyentuh Nona."ucapnya cepat.
Sepertinya, wanita paruh baya itu mengetahui jalan pikiran yang dimaksud oleh Asmirandah. membuat wanita itu, seketika bersemu merah karena merasa malu. karena telah menuduh laki-laki itu sembarangan.
"oke kalau begitu, terima kasih."ucap Asmirandah Seraya melangkahkan kakinya untuk menjauh dari area dapur itu. namun beberapa saat kemudian, langkahnya terhenti saat Asmirandah mengingat sesuatu.
"oh ya Bi tolong nanti buatkan aku roti bakar sama susu coklat. dan bawah ke kamarku."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kamar pribadinya.
Hari ini Asmirandah tidak menggunakan lift untuk menuju ke tempat privasinya itu. karena rencananya, wanita itu akan melakukan olahraga ringan dengan menggunakan tangga untuk alat menurunkan kalori dalam tubuhnya.
Memang makanan yang dimakan oleh Asmirandah terbilang cukup banyak. namun, wanita itu memiliki rahasia tersendiri agar dapat menjaga tubuh indahnya agar tetap proporsional seperti keinginannya. walaupun di samping itu juga, Asmirandah adalah tipe wanita yang tidak bisa gemuk walaupun telah makan banyak.
Namun demikian, wanita itu tetap akan melakukan olahraga setiap hari Minggu untuk menjaga bentuk indah tubuhnya itu.
***
"huh ternyata capek juga naik turun tangga."setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera menuju ruangan ganti untuk mengambil pakaian yang biasa digunakan untuk berolahraga.
"mandi nanti saja setelah olahraga. sekarang lebih baik, aku segera turun ke bawah."ucap wanita itu Seraya beranjak dari tempat duduknya setelah memasangkan tali sepatu yang ia kenakan.
tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya. dan tak lama berselang, sang asisten rumah tangga menyembul dari balik pintu. "ini Non roti bakar sama susu coklatnya."ucapnya Seraya meletakkan nampan berisi makanan itu di meja samping kasur.
"Terima kasih Bi."Asmirandah segera menyantap makanan itu untuk memberikan energi sebelum melakukan aktivitas yang berat.
Setelah selesai menghabiskan semuanya, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke ruang olahraga yang berada di lantai paling atas bangunan itu. dan dengan segera, wanita cantik itu mulai melakukan aktivitasnya. walaupun beberapa kali, dirinya sempat teringat akan di mana masa-masa saat dirinya dan juga sang kakak berolahraga bersama-sama beberapa bulan yang lalu.
Tanpa terasa, air mata dari wanita itu seketika mengalir dengan sangat deras. sesaat setelah mengingat kejadian itu."kenapa aku masih menangis? bukankah aku sudah mengikhlaskannya?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri.
Karena tak ingin terlalu larut dalam kesedihan, akhirnya Asmirandah memutuskan untuk menyibukkan diri dengan berlatih dan membakar lemak menggunakan alat-alat yang ada di ruangan itu.
***
Tak terasa, sudah hampir dua jam wanita itu menghabiskan waktunya di tempat olahraga. dan setelah merasa cukup lelah, akhirnya Asmirandah memutuskan untuk segera keluar dari tempat itu menggunakan anak tangga.
Saat di lantai bawah, langkah dari Asmirandah sejenak terhenti saat melihat kedua orang tuanya yang menikmati sarapan dengan sesekali bercengkrama. dan tak terasa, kedua sudut bibir Asmirandah seketika terangkat membentuk sebuah senyuman melihat pemandangan itu.
"pagi Papa, Bunda,"sapa Asmirandah dengan raut wajah riang. membuat sepasang suami istri itu, seketika menoleh ke arahnya dengan senyuman manis di wajah mereka.
"pagi sayang. baru olahraga ya?"tanya Aaron menatap ke arah putrinya yang tampak mengkilap akibat keringat yang membasahi tubuh wanita itu.
"iyalah Pah. masak sudah berkeringat begini, habis main catur? kan nggak mungkin."ucap wanita itu dengan nada candaannya.
Seketika membuat Aaron dan juga Chelsea yang mendengarnya, tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, juga ikut tersenyum.
"sudah sana mandi. kita sarapan bersama."tegur Chelsea. sesaat setelah wanita paruh baya itu, menghentikan tawanya.
Asmirandah yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala. wanita itu memutuskan untuk menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar. karena memang di rumah itu, dilengkapi dengan fasilitas lift yang dapat menuju ke sembarang ruangan di bangunan megah itu. dan sebenarnya, wanita cantik itu lebih menyukai menggunakan lift daripada anak tangga seperti ini. karena menurutnya, lebih cepat sampai dan juga lebih simple.
Namun entah mengapa, hari ini Asmirandah memutuskan ingin menggunakan anak tangga untuk beraktivitas.
***
"nyaman sekali."ucap wanita itu. sesaat, setelah dirinya keluar dari dalam kamar mandi.
Kemudian dengan segera, wanita cantik itu menuju ke arah walk in closet untuk mengganti pakaian dengan pakaian sederhana. yaitu kaos oblong, yang dipadupadankan dengan celana pendek berwarna senada. dan setelah itu, menggunakan sepatu kets sebagai pelengkapnya.
"cantik sekali aku."ucap wanita itu dengan percaya dirinya. dengan beberapa kali, memutar tubuhnya tepat di cermin besar berada di dalam kamar pribadinya itu.
Setelah puas bercermin, wanita itu mulai keluar dari dalam kamar untuk melakukan sarapan pagi bersama dengan kedua orang tuanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 255 Episodes
Comments