Bab 20

Saat ini, Asmirandah tengah berada di dalam kamar mandi. wanita itu beberapa kali menghirup udara sebanyak mungkin. dan setelah itu, menghembuskannya secara perlahan. dan hal itu dilakukan oleh Asmirandah, hingga beberapa kali.

"kenapa aku menjadi gugup seperti ini? bukankah memang dia datang untuk bertamu? kenapa aku menjadi seperti ini?"setelah tersadar dari apa yang ia lakukan, pertanyaan-pertanyaan itu seketika muncul dan berputar-putar di dalam kepalanya.

tok tok tok

Asmirandah terjingkat. saat mendengar pintu kamarnya, diketuk oleh seseorang."siapa?"tanya wanita itu masih berada di atas tempat tidur.

"ini Bunda sayang."jawab Chelsea dari balik pintu kamar putrinya.

Asmirandah dengan segera, melangkahkan kakinya untuk membuka pintu itu."ada apa Bun?"tanyanya Soraya mengeluarkan kepalanya dari balik pintu kamar.

"sudah waktunya makan siang. kamu tidak ingin makan siang?"tanya wanita paruh baya itu menatap heran ke arah putrinya yang bertingkah aneh hari ini.

Asmirandah menganggukkan kepala. dan dengan segera mengikuti langkah sang ibu untuk menuju ke lantai bawah. di saat mereka sedang berjalan untuk turun dari anak tangga, mata Asmirandah tidak sengaja menatap ke arah pintu kamar kakaknya yang sedikit terbuka. dan tak berselang lama, Naomi dan juga Yudha keluar dari kamar itu.

Seketika itu pula, mata mereka bertiga bertemu satu sama lain dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. namun, Asmirandah segera memutus kontak mata itu dan segera turun ke bawah untuk menemui sang Ayah.

Namun, wanita cantik itu dibuat kembali terkejut. saat dirinya, mendapati Zidane juga berada di sana. sementara hal itu, juga dirasakan oleh Naomi. wanita yang terpaut usia 1 tahun di atas Asmirandah itu, menatap lekat ke arah laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya selama beberapa tahun itu.

Sementara Yudha, laki-laki itu justru menatap Asmirandah dengan tatapan yang sulit diartikan.

"kenapa kalian malah berdiam diri di sana? ayo segera makan!"tegur Aaron yang mengetahui apa yang dipikirkan oleh putri-putrinya itu.

Sontak saja, itu membuat Asmirandah yang mendengarnya, seketika tersadar dari lamunannya. wanita itu segera duduk di kursi yang biasanya ia tempati. begitu pula, dengan Yudha dan juga Naomi.

"selamat makan semuanya."ucap Asmirandah Seraya memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. dan hal itu, diikuti oleh anggota keluarga yang lain.

***

"kalau begitu, kami istirahat dulu."pamit Aaron dan juga Chelsea pada anak-anak mereka. sementara Asmirandah dan juga Naomi yang mendengar itu, hanya menganggukkan kepala.

Asmirandah segera menarik tangan dari Zidane, saat sudah tidak mendapati keberadaan kedua orang tuanya di tempat itu.

"Abang ngapain sih ada di sini?"tanya Asmirandah dengan sedikit berbisik. sesaat setelah mereka berdua, berada di teras rumah mewah itu.

Sementara Zidane yang mendengar itu, malah tersenyum simpul. Seraya matanya, menatap lekat ke arah wanita yang ada di hadapannya saat ini.

"memangnya kenapa? apa ada larangan untuk seorang anak menemui orang tuanya?"tanya laki-laki itu dengan entengnya.

Asmirandah yang mendengar itu seketika mencebikkan bibir."dasar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!"cibirnya Seraya berlalu dari sana.

Namun, baru beberapa langkah Asmirandah mengayunkan kakinya, tangan wanita itu ditarik oleh Zidane. sehingga membuat keseimbangannya goyah. dan akhirnya, wanita itu terjatuh. kedua mata Asmirandah seketika terbuka, saat wanita itu tidak merasakan sakit di tubuhnya. dan betapa terkejutnya dia, saat mendapati, Zidane menangkap tubuhnya.

bruaaakk

"aww!"

Laki-laki berkulit hitam manis itu seketika merintih. saat tulang ekornya, mendarat mulus di lantai marmer rumah itu. akibat dari dorongan yang sangat kuat dari Asmirandah.

Sementara wanita itu, hanya bergeming di tempatnya menatap ke arah Zidane dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

"kenapa nggak dibantuin?"protes laki-laki itu Seraya mengulurkan tangannya. Namun, di luar dugaan. bukannya membantu dengan menarik tangan laki-laki itu, Asmirandah justru melenggang pergi. membuat Zidane yang melihat itu, seketika menganga tak percaya. namun beberapa saat kemudian, kedua sudut bibir laki-laki itu seketika terangkat membentuk sebuah senyuman misterius.

***

"kamu dari mana?"pertanyaan dari seorang wanita, membuat langkah Asmirandah seketika terhenti. dan tak lama berselang, kedua netra coklatnya itu, menatap ke arah pemilik suara. yang tak lain adalah Naomi.

Karena malas untuk menanggapi, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk kembali ke dalam kamar. namun sayangnya, tubuhnya terlebih dulu terhempas ke tembok saat Naomi, nariknya dengan sangat kuat.

"awww!"Asmirandah seketika meringis. saat wanita itu, merasakan kebas di punggungnya akibat menghantam tembok terlalu kuat.

"Kakak ini kenapa sih?"tanya Asmirandah dengan wajah penuh emosi.

"seharusnya aku yang bertanya apa maksudmu? kenapa kamu menggoda Zidane? apakah kalian berselingkuh?"tanya wanita itu Seraya mencengkeram dagu milik Asmirandah.

Hingga membuat si pemilik dagu, seketika meringis kesakitan."lepaskan!"ucapnya berusaha untuk melepaskan cengkraman itu.

"dasar wanita murahan!"hardik Naomi Seraya menatap tajam ke arah adik kandungnya sendiri itu."dengar aku baik-baik. jangan pernah kau mendekati Zidane lagi. jika kau tidak ingin, sesuatu hal yang yang lebih buruk, terjadi padamu."setelah mengatakan hal itu, Naomi menghempaskan wajah milik adiknya itu hingga tertoleh ke samping dengan kuat.

Setelahnya, meninggalkan ruangan itu dengan raut wajah tanpa dosa. sementara Asmirandah, wanita cantik itu masih terdiam di tempatnya. dan tak berselang lama, tubuhnya seketika luruh ke lantai. wanita itu, menangis terisak. dengan kedua kaki yang ditekuk dengan menyembunyikan wajah diantara dua kakinya itu.

"apakah kau baik-baik saja?"pertanyaan dari seseorang itu, sukses membuat Asmirandah mendongakkan kepalanya. dan mendapati, laki-laki yang sangat ia benci berada tepat di hadapannya.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, wanita itu segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. namun sayangnya, langkahnya kembali terhenti saat tangan dari wanita itu, ditahan oleh laki-laki yang ada di belakangnya.

"tunggu apa kita bisa bicara?"tanya Yudha dengan raut wajah serius.

Asmirandah sempat terdiam sejenak. membuat Yudha yang melihat itu, mengira bahwa wanita yang masih ia cintai itu, menerima tawarannya dan bersedia berbicara.

Namun angan-angannya itu seketika pupus, setelah Asmirandah menghempaskan tangannya yang telah digenggam oleh Yudha itu.

"jangan pernah berani-beraninya menyentuhku."ucap wanita itu dengan nada rendah namun dengan penuh penekanan. setelah mengatakan hal itu, Asmirandah segera melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadi.

brakkk

Wanita itu menutup pintu kamarnya dengan sedikit kasar. dan setelah itu, segera menghamburkan tubuhnya menuju tempat tidur.

"hiks hiks hiks. kenapa semua menjadi seperti ini?"tanya wanita itu pada dirinya sendiri dengan isakan tangis yang mengiringi.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

lemah

2025-03-19

0

Wayan Sucani

Wayan Sucani

Mira lemah ...

2025-03-05

0

Sukliang

Sukliang

naomi hei pelakor murahan jalang rendahan
jgn samakan adik mu dg dirimu yg p.....r

2024-02-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 BAB 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 BAB 71
72 aBab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 142
144 Bab 143
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156.
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Bab 204
205 Bab 205
206 Bab 206
207 Bab 207
208 Bab 208
209 Bab 209
210 Bab 210
211 Bab 211
212 Bab 212
213 Bab 213
214 Bab 214
215 Bab 215
216 Bab 216
217 Bab 217
218 Bab 218
219 Bab 219
220 Bab 220
221 Bab 221
222 Bab 222
223 Bab 223
224 Bab224
225 Bab 225
226 Bab 226
227 Bab 227
228 Bab 228
229 Bab 229
230 Bab 230
231 Bab 231
232 Bab 232
233 Bab 233
234 Bab 234
235 Bab 235
236 Bab 236
237 Bab 237
238 Bab 238
239 Bab 239
240 Bab 240
241 Bab 241
242 Bab 242
243 Bab 243
244 Bab 244
245 Bab 245
246 Bab 246
247 Bab 247
248 Bab 248
249 Bab 249
250 Bab 250
251 Bab 251
252 Bab 252
253 Bab 253
254 Bab 254
255 Bab 255
Episodes

Updated 255 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
BAB 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
BAB 71
72
aBab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 142
144
Bab 143
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156.
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Bab 204
205
Bab 205
206
Bab 206
207
Bab 207
208
Bab 208
209
Bab 209
210
Bab 210
211
Bab 211
212
Bab 212
213
Bab 213
214
Bab 214
215
Bab 215
216
Bab 216
217
Bab 217
218
Bab 218
219
Bab 219
220
Bab 220
221
Bab 221
222
Bab 222
223
Bab 223
224
Bab224
225
Bab 225
226
Bab 226
227
Bab 227
228
Bab 228
229
Bab 229
230
Bab 230
231
Bab 231
232
Bab 232
233
Bab 233
234
Bab 234
235
Bab 235
236
Bab 236
237
Bab 237
238
Bab 238
239
Bab 239
240
Bab 240
241
Bab 241
242
Bab 242
243
Bab 243
244
Bab 244
245
Bab 245
246
Bab 246
247
Bab 247
248
Bab 248
249
Bab 249
250
Bab 250
251
Bab 251
252
Bab 252
253
Bab 253
254
Bab 254
255
Bab 255

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!