Bab 12

Dan pada akhirnya, di sinilah mereka sekarang di sebuah gedung yang memang telah dipersiapkan oleh keluarga Orlando dan juga keluarga Peter berada. Kedua keluarga pengusaha itu benar-benar menikahkan putra-putri mereka. Namun bukan seperti rencana awal di mana putra dari keluarga Peter, menikahi putri bungsu dari keluarga Orlando.

Karena pada kenyataannya, yang mengenakan gaun pengantin dan juga semua pernak-pernik pernikahan, adalah Yudha dan juga Naomi. tentu saja hal itu membuat semua para tamu undangan yang telah hadir, merasa sangat kebingungan.

"kenapa mereka yang menikah? bukankah yang harusnya menikah adalah Nona Mira dan juga Tuan muda Yudha? kenapa malah jadi kakaknya yang menggantikan?"

"mungkin ada sesuatu yang belum dipublikasikan oleh mereka. kita tunggu saja kabarnya."

" benar. keluarga mereka, bukanlah keluarga kontroversial seperti keluarga-keluarga yang ada di negara ini. mereka pasti akan memberikan penjelasan kenapa hal ini bisa terjadi."

Terdengar bisik-bisik dari para tamu undangan itu. membuat ibunda dari kedua mempelai, seketika menundukkan kepala.

"Bunda tidak usah memikirkan yang aneh-aneh. Fokus saja dengan pernikahan ini."bisik Asmirandah mencoba untuk menenangkan wanita paruh baya yang bergelar sebagai ibunya itu.

Sejujurnya Asmirandah juga merasa tidak kuat karena mendengar omongan-omongan dari para tamu undangan itu. keluarga besar Asmirandah, adalah keluarga yang paling ramah dan tidak pernah membuat skandal sedikit pun. wajar saja jika Mira, merasa sangat risih. saat para tamu undangan itu, mulai mengomentarinya.

Sementara di depan sana, tampak seorang pemuka agama tengah membacakan poin-poin penting yang ada di dalam pernikahan itu. mereka semua mendengarkan dengan sangat hikmat dan penuh dengan penghayatan.

Namun sepertinya itu sama sekali tidak berpengaruh kepada Yudha. Yap. mempelai laki-laki itu, justru malah sesekali menatap ke arah Asmirandah dengan tatapan yang sulit diartikan. bahkan tidak jarang, Naomi yang berada di samping laki-laki itu menyenggol lengannya. agar Yudha, kembali fokus terhadap acara inti dari pernikahan itu.

Sementara Asmirandah yang merasa ditatap sejak tadi, memilih untuk menyibukkan diri dengan menundukkan kepala Seraya memejamkan mata. Karena sejujurnya, wanita itu merasa tidak sanggup jika harus mendengar atau melihat pernikahan dari kedua orang yang berarti dalam hidupnya itu.

Tiba-tiba saja, wanita itu tersentak kaget. saat merasakan, sebuah tangan menggenggamnya dengan sangat erat. dan setelah wanita itu menoleh, Asmirandah mendapati Zidane berada di sana.

Tentu saja hal itu membuat Asmirandah yang melihatnya, merasa sangat terkejut. wanita itu bahkan sesekali menatap ke arah sekeliling. untuk memastikan, bahwa tidak ada orang lain yang melihat kehadiran dari mantan kekasih kakaknya itu.

"Abang kenapa ada di sini?"tanya Asmirandah berbisik.

Sementara Zidane yang mendengar itu, seketika tersenyum kecil melihat tingkah laku dari mantan calon adik iparnya itu."Tentu saja aku ke sini karena diundang."jawabnya dengan nada suara santai.

Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika mendelik ke arah Zidane."aku tahu. tapi maksudku, kenapa Abang tidak melakukan penyamaran? aku tidak mau, para tamu undangan semakin membicarakan keluargaku. karena, itu pasti akan menambah kesan buruk dari image yang dengan susah payah dibangun oleh Papa selama ini."ucapnya menghela nafas panjang.

Zidane yang mendengar itu, seketika mengangkat tangannya. mengusap rambut dari wanita itu dengan lembut."mau ditutupi setebal apapun, yang namanya bangkai tetap akan tercium juga."ucapnya ikut menghela nafas pasrah.

Membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika terdiam. wajah wanita itu, seakan menunjukkan ekspresi pasrah dengan kenyataan yang akan terjadi kedepannya.

Tiba-tiba saja saat wanita itu mengangkat wajahnya, prosesi dari pernikahan itu pun telah selesai. dan saat ini kedua orang yang ada di hadapannya telah resmi menyandang status sebagai suami istri. dan tak lama berselang, pemuka agama yang ada di hadapan Yudha dan juga Naomi, memerintahkan keduanya untuk saling mengikat janji hidup semati itu menggunakan cincin. dan setelah itu, mereka dituntun untuk saling 'bersilaturahmi' satu sama lain.

Seketika itu pula ingatan dari Asmirandah tertuju pada malam di mana wanita itu menyaksikan, perbuatan yang sangat mencoreng dari kedua orang itu.

Dengan refleks, Asmirandah memejamkan mata. Karena Wanita itu, sama sekali tidak ingin menambah luka yang memang belum kering di hatinya saat ini. namun tiba-tiba saja, tubuh Asmirandah tertarik. saat seseorang, menggandeng tangannya dan membawanya keluar dari gedung itu. Siapa lagi orangnya jika bukan Zidane.

Laki-laki itu seakan tahu jika Asmirandah belum pernah menyaksikan pemandangan yang akan dilakukan oleh Naomi dan juga Yudha itu. karena selama ini, Asmirandah berpacaran dengan Yudha menggunakan pacaran sehat tanpa melakukan sentuhan fisik yang berlebihan.

Bahkan terkadang, gaya pacaran yang ditunjukkan oleh Asmirandah itu, sering dicibir oleh kakaknya sendiri sebagai gaya pacaran anak bocah. tapi Asmirandah tidak terusik sama sekali. Karena Wanita itu, merasakan satu rasa yaitu nyaman. dan tanpa disadari oleh Asmirandah, karena sikap polos dan lempeng itulah, membuat Yudha mengkhianatinya.

"kamu boleh membuka mata sekarang."perintah Zidane pada wanita itu. membuat Asmirandah yang mendengar itu, seketika langsung membuka mata. dan tak lama berselang, wanita itu menghela nafas panjang.

"huh syukurlah mataku sudah tidak ternodai lagi."ucapnya penuh dengan kelegaan. sementara Zidane yang mendengar itu, seketika terkekeh pelan.

"lebih baik sekarang kamu duduk dulu. biar aku ambilkan minum."ucap laki-laki itu Seraya mendorong pelan tubuh dari Asmirandah untuk duduk di bangku taman itu.

Tanpa basa-basi, laki-laki itu segera melangkahkan kakinya untuk membeli minuman di sebuah minimarket yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. dan tak berselang lama, laki-laki itu kembali dengan membawa beberapa kantong kresek di tangannya.

"astaga banyak sekali!"ucap wanita itu tak percaya. sementara Zidane, laki-laki itu hanya terdiam dan langsung menyerahkan barang-barang itu pada Asmirandah.

"dihabiskan."ucapnya langsung duduk di samping wanita itu.

Asmirandah yang mendengar itu, seketika membulatkan kedua matanya."Mana mungkin aku menghabiskannya? Abang ini ada-ada aja."ucap wanita itu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"biasanya orang yang sedang patah hati itu, nafsu makannya menjadi lebih besar."ucap Zidane Seraya melirik ke arah wanita itu. membuat Asmirandah yang mendengarnya, ketika menoleh ke arah laki-laki itu.

"memang itu benar sekali."ucap wanita itu Seraya tersenyum simpul. kemudian mulai membuka makanan satu persatu dan membawanya seperti seorang anak kecil yang tidak ingin kehilangan makanan favoritnya.

"enak nggak?"tanya Zidane pada wanita itu. dan hanya dijawab anggukan kepala dari Asmirandah.

"boleh minta?"tanya laki-laki itu sekali lagi.

"bukankah itu ada banyak? kenapa malah minta yang ini?"tanya wanita itu dengan raut wajah tak percaya.

Terpopuler

Comments

Mimi Ilham

Mimi Ilham

kyknya bakal tukar pasangan nih

2023-09-30

0

Sri Listiana

Sri Listiana

jangAn bilang bang zidan jatuh cinta sama asmirandA

2023-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1.
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 BAB 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 BAB 71
72 aBab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
121 Bab 121
122 Bab 122
123 Bab 123
124 Bab 124
125 Bab 125
126 Bab 126
127 Bab 127
128 Bab 128
129 Bab 129
130 Bab 130
131 Bab 131
132 Bab 132
133 Bab 133
134 Bab 134
135 Bab 135
136 Bab 136
137 Bab 137
138 Bab 138
139 Bab 139
140 Bab 140
141 Bab 141
142 Bab 142
143 Bab 142
144 Bab 143
145 Bab 145
146 Bab 146
147 Bab 147
148 Bab 148
149 Bab 149
150 Bab 150
151 Bab 151
152 Bab 152
153 Bab 153
154 Bab 154
155 Bab 155
156 Bab 156.
157 Bab 157
158 Bab 158
159 Bab 159
160 Bab 160
161 Bab 161
162 Bab 162
163 Bab 163
164 Bab 164
165 Bab 165
166 Bab 166
167 Bab 167
168 Bab 168
169 Bab 169
170 Bab 170
171 Bab 171
172 Bab 172
173 Bab 173
174 Bab 174
175 Bab 175
176 Bab 176
177 Bab 177
178 Bab 178
179 Bab 179
180 Bab 180
181 Bab 181
182 Bab 182
183 Bab183
184 Bab 184
185 Bab 185
186 Bab 186
187 Bab 187
188 Bab 188
189 Bab 189
190 Bab 190
191 Bab 191
192 Bab 192
193 Bab 193
194 Bab 194
195 Bab 195
196 Bab 196
197 Bab 197
198 Bab 198
199 Bab 199
200 Bab 200
201 Bab 201
202 Bab 202
203 Bab 203
204 Bab 204
205 Bab 205
206 Bab 206
207 Bab 207
208 Bab 208
209 Bab 209
210 Bab 210
211 Bab 211
212 Bab 212
213 Bab 213
214 Bab 214
215 Bab 215
216 Bab 216
217 Bab 217
218 Bab 218
219 Bab 219
220 Bab 220
221 Bab 221
222 Bab 222
223 Bab 223
224 Bab224
225 Bab 225
226 Bab 226
227 Bab 227
228 Bab 228
229 Bab 229
230 Bab 230
231 Bab 231
232 Bab 232
233 Bab 233
234 Bab 234
235 Bab 235
236 Bab 236
237 Bab 237
238 Bab 238
239 Bab 239
240 Bab 240
241 Bab 241
242 Bab 242
243 Bab 243
244 Bab 244
245 Bab 245
246 Bab 246
247 Bab 247
248 Bab 248
249 Bab 249
250 Bab 250
251 Bab 251
252 Bab 252
253 Bab 253
254 Bab 254
255 Bab 255
Episodes

Updated 255 Episodes

1
Bab 1.
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
BAB 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
BAB 71
72
aBab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120
121
Bab 121
122
Bab 122
123
Bab 123
124
Bab 124
125
Bab 125
126
Bab 126
127
Bab 127
128
Bab 128
129
Bab 129
130
Bab 130
131
Bab 131
132
Bab 132
133
Bab 133
134
Bab 134
135
Bab 135
136
Bab 136
137
Bab 137
138
Bab 138
139
Bab 139
140
Bab 140
141
Bab 141
142
Bab 142
143
Bab 142
144
Bab 143
145
Bab 145
146
Bab 146
147
Bab 147
148
Bab 148
149
Bab 149
150
Bab 150
151
Bab 151
152
Bab 152
153
Bab 153
154
Bab 154
155
Bab 155
156
Bab 156.
157
Bab 157
158
Bab 158
159
Bab 159
160
Bab 160
161
Bab 161
162
Bab 162
163
Bab 163
164
Bab 164
165
Bab 165
166
Bab 166
167
Bab 167
168
Bab 168
169
Bab 169
170
Bab 170
171
Bab 171
172
Bab 172
173
Bab 173
174
Bab 174
175
Bab 175
176
Bab 176
177
Bab 177
178
Bab 178
179
Bab 179
180
Bab 180
181
Bab 181
182
Bab 182
183
Bab183
184
Bab 184
185
Bab 185
186
Bab 186
187
Bab 187
188
Bab 188
189
Bab 189
190
Bab 190
191
Bab 191
192
Bab 192
193
Bab 193
194
Bab 194
195
Bab 195
196
Bab 196
197
Bab 197
198
Bab 198
199
Bab 199
200
Bab 200
201
Bab 201
202
Bab 202
203
Bab 203
204
Bab 204
205
Bab 205
206
Bab 206
207
Bab 207
208
Bab 208
209
Bab 209
210
Bab 210
211
Bab 211
212
Bab 212
213
Bab 213
214
Bab 214
215
Bab 215
216
Bab 216
217
Bab 217
218
Bab 218
219
Bab 219
220
Bab 220
221
Bab 221
222
Bab 222
223
Bab 223
224
Bab224
225
Bab 225
226
Bab 226
227
Bab 227
228
Bab 228
229
Bab 229
230
Bab 230
231
Bab 231
232
Bab 232
233
Bab 233
234
Bab 234
235
Bab 235
236
Bab 236
237
Bab 237
238
Bab 238
239
Bab 239
240
Bab 240
241
Bab 241
242
Bab 242
243
Bab 243
244
Bab 244
245
Bab 245
246
Bab 246
247
Bab 247
248
Bab 248
249
Bab 249
250
Bab 250
251
Bab 251
252
Bab 252
253
Bab 253
254
Bab 254
255
Bab 255

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!