Rasanya sudah tidak bisa terbendung lagi derai Air mata dari Ratu Agung Dewi Wardani mendengar perkataan dari putranya sungguh hatinya sangat sedih dan terluka, hukuman yang akan di trima putranya benar-benar satu hukuman yang sangat mengerikan, dimana dirinya akan dilempar dengan cermin kaca Ajaib yang entah akan terdampar dimana dan entah akan bagaimana Nasib nya akankah masih bertahan hidup atau tidak.
Pandangan mata yang sayu menatap penuh dengan kecemasan juga terpancar dari Raut Wajah sang Raja Ayah dari Pangeran Andrean Tivanius.
Meskipun berusaha Tegar dan tidak bersedih akan tetapi Raja Agung tidak bisa membohongi hatinya, perasaan hancur kecewa dan sedih semua bercampur menjadi satu.
Terkadang ada satu penyesalan yang sangat dalam di mana dirinya memberikan satu peringatan keras kepada siapapun yang berani masuk kedalam kamar Rahasia tempat dikurung nya burung Hud dengan sangkar emas.
Satu peringatan yang mengatakan jika siapapun yang berani masuk ke dalam ruang rahasia di mana tempat Burung Hud itu dikurung, maka dia akan mendapatkan hukuman yang berat di istana kerajaan yang mana tidak ada ampunan sedikitpun, dan hal itu berlaku Bagi siapapun juga tanpa terkecuali meskipun itu adalah keluarga istana.
Mungkin ini suatu takdir atau suatu kebetulan di mana Burung Hud terlepas dari sangkarnya dan yang melepaskan Burung Hud adalah pangeran Andrian Tivanius dan dengan berat hati maka Raja akan melakukan seperti yang sudah menjadi suatu kesepakatan bersama dan sudah menjadi aturan di dalam Kerajaan dimana, Pangeran Andrian Tivanius harus mendapatkan Hukuman sesuai dengan Aturan dari Kerajaan.
Hari sudah mulai sore dan Hukuman untuk Pangeran Andrian Tivanius akan dilakukan tigapuluh menit lagi, setelah mendapatkan kesempatan untuk bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"Ratu, sudah ini sudah waktunya Putramu menjalani Hukuman itu, Aku harap kamu bisa bersabar."
"Raja, Dia putra kita satu-satunya dan apakah tidak bisa kamu meminta dan memohon pada para Rakyat dan juga para Penasehat Kerajaan agar Pangeran ditangguhkan Hukuman nya dan dia hanya mendapatkan Hukuman di Kerajaan ini saja, "
"Tidak bisa Ratu, apa yang terjadi pada Putramu hati ini juga karena kesalahannya kita tidak bisa menjilaat lidah dengan menangguhkan hukuman apalagi meminta untuk Putra kita tidak dihukum, itu tidak mungkin Ratu, sudahlah kamu harus bisa menerima semua kenyataan ini, percayalah ini adalah takdirnya. "
"Aku tau Raja tapi Hukuman di lempar dengan kaca cermin Ajaib ini sangat berbahaya dan sangat sulit untuk bisa selamat apakah Raja lupa dengan kejadian yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, karena hukuman dilempar dengan kaca cermin ajaib jika hal itu terjadi pada Putra kita bagaimana, apakah Raja bisa menerima mendengar Putra kita tiada tanpa kita tau dimana jasadnya? "
"Ratu tenanglah, jangan kau banyak berprasangka buruk, kita do'akan saja Pangeran Andrean Tivanius mampu menghadapi semuanya, jika kamu tidak sanggup untuk melihat jalannya Hukuman yang akan diterima Pangeran Andrean Tivanius, Ratu boleh tinggal di dalam istana saja, biar Aku yang menemani Putraku, meskipun Aku sangat sedih dan tidak tega Aku tetap harus melihatnya karena Aku adalah seorang Raja yang harus siap menyaksikan hukuman dari siapapun yang berbuat salah, "
"Raja, Aku sungguh tidak sanggup untuk melihat semua ini, tapi Aku juga ingin melihat Putraku Aku akan hadir meskipun pada Akhirnya Aku akan pingsan Nantinya, tapi aku yakin Putraku akan mampu melewati semua ini Dia pemuda yang baik selama di istana tidak pernah berbuat buruk atau pun melakukan keburukan dan aku yakin Putraku tidak bersalah dalam hal ini pasti ada yang sengaja membuat Putraku melepaskan burung itu dari dalam sangkarnya. "
" Pada awalnya Aku juga berpikir seperti itu akan tetapi kenyataannya di tempat itu hanya ada putramu tidak ada seorangpun di sana bahkan melalui Cermin Tiga cahaya tidak ada dan tidak terlihat siapapun disana selain Putramu, "
"Tapi, Raja. Aku yakin Putra kita tidak bersalah dan dia tidak akan melanggar apa yang menjadi larangan kita, "
"Sudahlah Ratu, kita akhiri perdebatan ini, jika Ratu sanggup melihat Putra Mahkota di hukum Ayo kita pergi, tapi jika Ratu tidak bisa silahkan Ratu berdiam diri di dalam Istana, Putramu sudah lama pergi setelah Memenangkan dirimu tadi, mungkin sekarang dia sudah tiba di balai lapangan Alun alun dan sudah siap menerima Hukuman, "
"Kau benar Raja, ayo cepat kita pergi Aku tidak mau Acara sudah dimulai sebelum kita datang, "
"Baik, Ratu mari kita pergi, "
Ratu Agung Dewi Wardani bersama dengan sang Raja mulai memejamkan kedua bola mata mereka kemudian Raja dan sang Ratu menghentakkan kakinya ke atas tanah sebanyak dua kali dan dalam sekejap tubuh mereka berdua langsung terbang melayang ke atas melesat meninggalkan istana bagaikan kilatan Cahaya yang menyambar.
Tidak menunggu lama hanya dalam hitungan menit Raja dan sang Ratu Agung Dewi Wardani telah sampai di Alun-alun tempat Hukuman kepada Pangeran Putra Mahkota Andrian Tivanius menjalani hukuman.
Tampak di Alun-alun sudah banyak para Rakyat dan juga prajurit yang memadati lapangan mereka ingin melihat secara langsung Hukuman yang akan di trima oleh Pangeran Andrean Tivanius.
banyak diantara mereka yang menyayangkan hukuman kepada putra mahkota maka putra mahkota adalah sosok pemuda yang sangat baik santun serta menghargai semua rakyatnya bahkan tidak pernah membeda-bedakan antara bawahan dan atasan terlihat ketika pangeran Andrean Tivanius bisa dengan nyaman menikmati, makan Yang juga menjadi menu makanan para pegawai biasa bahkan pangeran Andrean Tivanius bersedia membaur makan bersama mereka tidak sedikit diantara mereka yang menitikkan air mata karena menyesalkan dan merasa kecewa dengan hukuman yang Raja tetapkan, kini mereka akan melihat Pangeran Mereka menerima Hukuman yang pling berat, di mana mereka bisa mengetahui dan mengerti jika gagal dalam hukuman ini maka nyalakan yang akan menjadi taruhannya.
Bahkan sudah pernah terjadi beberapa pulluh tahun yang lalu, seseorang yang bersalah dan mendapatkan hukuman dilempar dengan cermin Ajaib dikabarkan telah mati tanpa diketahui dimana jasadnya karena sampai saat ini tiada kabar beritanya.
Sudah banyak para prajurit kerajaan yang di suruh untuk mencari akan tetapi semuanya tiada hasil dan pulang dalam keadaan tangan kosong.
Mereka sungguh khawatir Nasib yang menimpa salah satu pembesar kerajaan yang bersalah dan mendapatkan hukuman dilempar dengan cermin ajaib akan menimpa Pangeran Andrean Tivanius yang mana mereka tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada Pangeran mereka, untuk itu banyak sekali suara dari para Rakyat kerajaan beserta beberapa orang dalam istana yang meminta agar hukuman Pangeran Andrean Tivanius dirubah bukan dilempar dengan cermin Ajaib akan tetapi diganti dengan hukuman yang lain yang mana pastinya tidak akan terlalu berbahaya akan tetapi keinginan para Rakyat dan juga para pembesar kerajaan yang sangat menyayangi Pangeran Andrean Titanius ditolak dengan sangat kasar dan tegas oleh salah satu penasehat utama Kerajaan istana Vampir, sehingga mereka yang kecewa hanya bisa menundukkan kepala sambil berdoa semoga keadaan yang menimpa Pangeran tercinta mereka tidak seperti yang dialami oleh pembesar kerajaan yang terdahulu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
Aerik_chan
Semangat kak...
by your side, mampir. yuk saling support
2023-06-10
0