Ozil sendiri saat ini sedang ngobrol dengan satpam. Dari Informasi yang Ozil dapat selama berbagi ceita dengan pria yang usianya lebih tua darinya. tempat Ozil bekerja sekarang sebenarnya rumah lama Mas Ari dan istrinya. Karena mereka menempati rumah baru yang letaknya tidak jauh dari kantor, rumah ini dijadikan kantor oleh Mas Ari daripada kosong.
Awalnya kantor kerja Mas Ari juga di dalam sebuah ruko dan masih menyewaa. Seiring berjalannya waktu, pekerjaaan Mas Ari dan anak buahnya mengalami kemajuan yang pesat, maka itu Mas Ari bisa membangun rumah yang lebih luas dan besar. Rumah lamanya dijadikan kantor.
Pak satpam juga bilang kalau dua wanita yang jadi karyawan mas Ari itu janda, sedangkan lima laki laki yang disana rata rata sudah memiliki pasangan. baik yang berstatus suami istri, ataupun berstatus pacaran dan tunangan. Dan berunutngnya, mereka tidak terlibat asmara sesama teman kerja jadi mereka bisa kerja sama dengan baik.
"Apa nggak rentan perselingkuhan, Pak? Secara ada janda diantara mereka? Ya namanya manusia kan bisa saja berbuat salah gitu?" tanya Ozil disela sela obrolannya.
"Yah, bapak juga mikirnya begitu. Zil. Tapi kan mereka jadi janda pas udah kerja disini. Dulu mereka juga masih bersuami saat kerja bareng Mas Ari. Tapi ya sepertinya nggak ada yang perlu ditakutkan. Apa lagi aturan kerja yang Mas Ari buat, sangat ketat."
Ozil mengangguk dan membenarkan kalau aturan kerja bagi para pekerja di kantor itu memang sangat ketat. Bahkan sampai aturan hubungan terlarang dan sanksinya juga ada. Ozil yang tadi membacanya juga terperangah. Tapi ya cukup bagus juga, biar tidak ada skandal dan pekerjaan mereka juga lancar.
"Bapak udah lama kerja di sini?" tanya Ozil.
"Ya hampir tujuh tahun, Zil. Lumayan lah, kerjanya deket dari rumah, jalan kaki aja nyampe. Makanya aku nggak mau menginap di sini."
Ozil nampak menganggukan kepalanya beberapa kali. Namun di saat OZil akan kembali mengeluarkan pertanyaan, pemuda itu mendengar seseorang memanggil namanya dan saat Ozil menoleh ternyata salah satu karyawan yang memanggil. Mau tidak mau Ozil mengakhiri obrolannya dengan pak satpam dan bergegas malangkah menghmpiri karyawan tersebut.
Hingga waktu yang terus bergulir, kini siang telah berganti malam dan Ozil kini sedang berkumpul dengan para hantu di taman tempat tinggal Ozil yang baru. Para hantu sedang menceritakan kejadian tadi siang yang mereka lakukan.
"Apa mungkin kalian itu sebenarnya belum pada mati?" tanya Ozil begitu mencerna setiap cerita yang keluar dari mulut para hantu. "Mawar, sekarang jasadnya belam ketemu dan sekarang Melati juga. Jangan jangan Aggrek dan yang lain juga sama?"
"Benar juga ya, Bang?" Lili menimpali. "Tapi kan aku, Anggrek dan Cempaka belum memiliki pentunjuk apapaun, Bang."
"Nanti, suatu saat juga kalian pasti akan mengingat sesuatu jika ketemu dengan orang yang berhubungan dekat dengan kalian."
"Apa mungkin, kita nggak punya kekuatan juga, kerena kita itu belum mati seratus persen?" ucap Mawar dan hal itu kembali menjadi bahan pemikiran Ozil dan hantu yang lainya.
"Jangan jangan iya, kita memang belum mati sepenuhnya," seru Lili. "Duh kok jad gini ceritanya?"
"Hahaha ... udah ah, jangan dibikin bingung," celetuk Cempaka. "Mending kita fokus aja tujuan kita untuk memiliki keahlian sebagai hantu. Daripada kita mikiran yang belum pasti. Aku yakin, suatu saat, kita akan menemukan siapa jati diri kita kok."
"Bener itu, aku stuju." Dan mereka kembali bersemangat seperti biasanya. Ozil pun cukup senang mendengarnya. Tapi sayang, sampai saat ini Ozil belum bisa melakukan apa apa untuk membantu hantu hantu tersebut. Namun Ozil juga berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membantu para hantu jika suatu saat nanti mereka memang membutuhkan bantuan dari manusia.
Obrolan yang terjadi di taman sederhana yang ada di samping tempat kerja pun berakhir karena Ozil yang harus istirahat lebih awal. Ozil harus bangun lebih pagi karerna besok pemuda itu sudah mulai melaksanakan tugas tugasnya sebagai pekerja baru. Namun sebelum tdur, Ozil memutuskan membeli makan terlebih dahulu. Beruntung tak jauh di tempat itu juga ada sekumpulan para pedagang makanan.
Lagi lagi Ozil memilih nasi goreng sebagai menu makan malam. Ozil kembali dengan menenteng bungkus nasi goreng sembari menikmati suasana tempat baru yang cukup ramai. Di antara keramaian itu, Ozil juga melihat mahluk lain dengan berbagai rupa. Dari yang biasa saja sampai yang menyeramkan. Namun saat langkah kakinya telah sampa di tempat tujuan, tiba tiba ada suara yang memebuat OZil tekejut bukan main.
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 218 Episodes
Comments
Doni Gunawan
ada apa kah
2024-11-21
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😀💪👍👍🙏
2023-05-31
2
Hades Riyadi
hadeehh...ada hantu mana lageee yang mo ngajakin kenal ma Ozil yang hobby pake kolor ijo...😛😀🤣💪👍👍👍
2023-05-31
0