Pewaris Tak Terlihat

Pewaris Tak Terlihat

Memulai Awal Baru

Di depan gedung yang menjulang tinggi berhiaskan Danau luas di kota Surabaya, seorang lelaki bernama Arsa berdiri di depan pintu dengan senyuman bahagia yang terlihat jelas di wajahnya. Dua buah tiket film bioskop iya genggam di tangannya. Saat Arsa hendak masuk ke dalam gedung tersebut, seorang pria dan wanita berjalan keluar dari dalam gedung. Pria itu mengenakan jas dan sebuah kunci mobil mewah disematkan di pinggangnya. Wanita Yang bernama Mila itu, adalah sosok yang sangat baik dan sangat menarik untuk Arsa. Wanita itu tampak begitu familiar bagi Arsa. Arsa pun memutuskan untuk memanggilnya.

"Mila" kata Arsa menyapa wanita tersebut sambil tersenyum. Ketika wanita itu menoleh, iya melihat Arsa, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi tidak suka.

"A... Arsa? Apa yang kamu lakukan di sini? Sudah ku bilang jangan datang ke sini. Akan sangat memalukan jika teman-temanku melihat aku bersama mu seperti ini." Kata Mila, iya tampak tidak senang dengan kenyataan bahwa Arsa berdiri di depannya.

"Mila, hari ini adalah hari anniversary kita yang kedua, Apa kamu tidak ingat? Aku bahkan sudah membeli 2 tiket untuk kita menonton ke bioskop bersama." Arsa tersenyum sambil menyerahkan tiket bioskop ke Mila.

"Roy, aku bisa menjelaskan semua ini kepadamu." ucap Mila kepada seorang pria yang tadi keluar dari gedung dan saat ini berdiri di sampingnya. Lelaki itu bernama Roy. Iya mengerutkan kening saat melihat Arsa menyerahkan tiket film bioskop kepada Mila.

"Mila, kamu bilang kalau kamu tidak punya pacar kan? " Ucap Roy sambil memandang Arsa dengan jijik.

"Maksudku... Lihat dia Mila! Sangat jelas bahwa dia adalah orang miskin yang tidak akan mampu membelikan kamu apa-apa. Yang aku heran, kenapa kamu bisa dengan lelaki seperti ini? " Mila merasa harga dirinya benar-benar terhina. Dia sebenarnya sudah melarang Arsa pergi ke tempat dia bekerja karena takut orang-orang juga akan memandangnya sebagai si miskin.

Arsa merasa jika Mila terprovokasi, dia pun memutuskan untuk membuat Mila tidak terpengaruh. Arsa menarik lengan Mila untuk menjauh dari Roy.

"Mila, ayo pergi dari sini." Ucap Arsa ketika menarik tangan Mila.

"Lepaskan tanganku Arsa" kata Mila sambil mendorong tangan Arsa.

"Apa yang Roy katakan benar adanya. Kalau kamu memang laki-laki miskin yang tak punya apa-apa. Apakah kau pernah membelikanku barang yang aku inginkan?" Ucap Mila membuat Arsa geram mendengarnya.

"Apa yang ingin kau beli? " Kata Arsa sambil mengepalkan tangannya.

"Aku akan bekerja lebih keras lagi" Ucap Arsa kembali.

"Bekerja keras? Apa kamu sedang bercanda? " Ucap Mila mencibir.

"Bahkan jika kamu bekerja keras seumur hidupmu, aku tidak akan percaya kamu akan sekaya Roy! " Mila berkata dengan mulut pedasnya.

"Aku jelas lebih baik dari kamu Arsa." Roy juga ikut mencibir Arsa.

"Arsa, aku hanya ingin memperjelas semuanya." Mila berkata kepada Arsa dengan suara dan tatapan seriusnya.

" Kamu sama sekali tidak pantas untukku, jadi aku ingin putus denganmu." Tiba-tiba, setelah berkata, Mila menoleh ke arah Roy dan tersenyum.

"Roy, ayo kita pergi." setelah mengatakan hal tersebut, Mila berjalan meninggalkan Arsa sambil menggandeng tangan Roy. Sedangkan Roy hanya bisa tersenyum saat iya berhasil mendapatkan pencapaiannya.

Roy masuk ke dalam mobil bersama Mila yang berada tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdiri beberapa menit yang lalu. Sementara itu, Arsa merasa benar-benar tidak punya harga diri serta tidak berguna. Hatinya terasa hancur berkeping-keping, tidak ada yang bisa iya lakukan dalam keadaan sakit hati seperti itu. Arsa mengepalkan tangannya dan meninju udara karena marah. Iya teringat kenangan saat pertama kali bertemu dengan Mila di bangku SMA. Ketika mereka lulus sekolah, saat itulah mereka mulai menjelaskan hubungannya. Hingga akhirya mereka harus memilih jalan masing-masing. Saat itu, Mila adalah seorang yang sederhana dan polos setelah lulus dari SMA. Arsa diterima di universitas lokal di kota Surabaya. Sementara Mila tidak diterima di universitas yang dia inginkan, jadi gadis itu memutuskan untuk mencari pekerjaan. Sejak saat itu, Mila perlahan-lahan berubah. Dia menjadi orang yang materialistis dan memuja uang. Seolah-olah dia akan mati tanpanya.

Arsa memutuskan untuk tidak menahan Mila untuk tetap bersamanya karena tidak akan ada gunanya. Lagipula, dirinya adalah si miskin yang tidak berguna di mata Mila saat ini.

"Mila, kamu sedang meremehkanku sekarang, tapi aku bersumpah akan membuatmu menyesal." kata Arsa sambil terus mengepalkan tinjunya karena marah.

"Aku bahkan akan bisa lebih baik dari Roy suatu hari nanti, tunggu saja. Dan lihat semua, akan aku buktikan." Gumam Arsa dalam kekesalannya.

Sementara itu, di sebuah perumahan Citratown, kota Surabaya. Orang-orang yang tinggal di sini dianggap sebagai orang miskin.

Dalam perjalanan pulang, Arsa berpikir untuk mencari uang. Namun, dia tidak tahu bagaimana cara mendapatkan banyak uang dalam waktu sekejab. Lagipula, keluarganya memang miskin. Jadi, akan sulit bagi Arsa untuk menghasilkan banyak uang hanya dalam satu hari. Kenyataan memang tidak seadil yang terlihat. Mereka akan tetap hidup jika mereka mau bekerja keras. Arsa mungkin tidak akan bisa sekaya Roy.

Begitu Arsa tiba di rumah, dia melihat sebuah mobil mewah diparkir di depan rumahnya, sehingga membuatnya bingung dan bertanya-tanya. Arsa pun segera mempercepat langkahnya. Setelah membuka pintu dan masuk ke dalam rumah, Arsa melihat ada orang lain selain ibunya. Ada seorang pria asing yang mengenakan jas, begitu jelas terlihat bahwa pria tersebut bukanlah orang biasa.

"Cucuku! " Lelaki tua itu berkata sambil tersenyum pada Arsa. Kalimat yang baru di ucapkannya itu saja langsung membuat Arsa bingung. Dia menatap ibunya.

" Bu... Apa yang terjadi? " Arsa bertanya dengan wajah penasaran dan bingung. Karena Ibunya tidak pernah mengatakan yang apa pun kepadanya. Sang ibu mengatakan kepadanya, bahwa kakek dan neneknya sudah meninggal. Sehingga Arsa tidak pernah penah berfikir untuk bertemu dengan kakek dan neneknya. Ibu Arsa menghela nafas berat sebelum mengatakan.

"Arsa... Ibu telah berbohong ke kamu selama ini. Maafkanlah ibu nak. Dulu, ibu kabur dari rumah kakekmu demi bisa selalu bersama dengan ayahmu." Apa yang dikatakan oleh sang ibu tiba-tiba itu membuat Arsa merasa pusing. Dia tidak pernah mengharapkan apapun dari kakek neneknya, namun kakeknya tiba-tiba datang ke rumah.

"Arsa, sapalah kakekmu, Namanya adalah kakek Andi Sudiryo" tambah ibu Arsa. Ekspresi di wajah Arsa tiba-tiba berubah, Iya mengerutkan keningnya. Pasalnya, Arsa pernah mendengar nama itu sebelumnya. Andi Sudiryo adalah orang terkaya di kota Surabaya. Di tambah, Andi Sudiryo adalah seorang artis terkenal sekaligus pemilik perusahaan Kendi Group.

"Apakah kamu benar-benar Andi Sudiryo pemilik peruhasaan Kendi Group?" Tanya Arsa sambil menatap ke arah Andi. "Benar Arsa!" kata Andi sambil melangkah maju ke depan dengan senyum di wajahnya.

"Bagaimana mungkin anda bisa menelantarkan ibuku begitu saja? Selama ini dia menjalani hidup yang sulit. Bagaimana Anda bisa melakukan itu semua pada putri Anda sendiri? " Arsa berteriak marah. Dia melihat sendiri bagaimana ibunya menderita dan berjuang sendirian di bawah garis kemiskinan. Ayahnya meninggal dunia terlebih dahulu. Hidup mereka bisa lebih baik jika saja kakek Andi membantu mereka.

"Arsa, aku sudah mengirim uang ke ibumu berkali-kali, tapi dia sangat keras kepala dan maunya menang sendiri. Bahkan tidak membiarkan aku untuk melihat ataupun menemuimu. Sebenarnya, aku sudah lama ingin mengakuimu sebagai cucuku, tapi ibumu tidak mengizinkanku." Arsa berkata tanpa suara yang keras.

"Bu, apakah dia mengatakan yang sebenarnya? " Tanya Arsa sambil menatap ibunya, dan ibu Arsa pun mengangguk.

"Apa yang kakekmu katakan benar Arsa, Tapi ibu sudah berdamai dengan semua ini. Ibu juga tidak bisa membiarkan kesalahan menghancurkan hidupmu lagi. Kuharap kamu bisa menerimanya." Jawab sang ibu.

"Arsa" kata kakek Andi sambil memeluk cucunya. Kali ini, Arsa tidak memberontak di peluk oleh kakeknya.

"Arsa, kamu telah menderita selama ini. Tapi jangan khawatir, Aku akan menebus semua kesalahanku padamu." kata kakek Andi sambil mengeluarkan sebuah kartu ATM dan menyerahkannya kepada arsa.

" Kamu punya 15 miliar di kartu itu untuk uang sakumu." Kakek Andi tersenyum.

"Jika jumlah yang ku berikan itu masih kurang, kamu bisa memberitahuku." Imbuh sang kakek kembali.

" 15 Milyar? " Ucap Arsa dengan tangan gemetar. Dan yang membuatnya heran, Arsa tidak pernah menyangka jika Kakeknya akan mengatakan bahwa 15 Milyar hanyalah uang saku. Sedangkan kakek Andi melihat cucunya yang terheran-heran, iya pun tertawa.

“15 Milyar adalah jumlah uang yang kecil untukku Arsa” Kakek Andi lalu menyelipkan kartu itu ke tangan cucu nya.

"Selain hal ini, aku ingin menyerahkan urusan bisnis yang ku pegang selama ini kepadamu" Ucap Kakek Andi yang membuat Arsa semakin terkejut.

"Apa maksud kakek? Aku masih kuliah. Aku tidak akan pernah bisa menangani bisnis sebesar ini." Balas Arsa merasa tidak mampu.

"Kamu tidak perlu punya pengalaman dalam menjalankan bisnis ini Arsa. Aku hanya ingin kamu menjadi CEO baru yang mengurus perusahaan serta mengawasi semua penjualan. Kamu juga dapat menggunakan uang sebanyak yang kamu mau jika bisa itu membantumu" Kakek Andi memberitahu cucunya. Sedangkan Arsa hanya mengangguk sebagai jawaban. Secercah harapan terlihat di mata Arsa saat menyadari pentingnya uang untuk hidupnya. Tiba-tiba Arsa teringat bahwa Mila yang baru saja memutuskan hubungan dengannya. Wanita itu bekerja sebagai resepsionis di Kendi Group. Dan sebuah kenyataan bahwa dia akan menjadi pimpinan perusahaan di tempat Mila bekerja membuatnya sangat gembira. Arsa menantikan awal yang baru esok hari.

Terpopuler

Comments

Koni The

Koni The

.

2024-01-30

0

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

Aku rasa alurny terlalu cepat.... klopun nanti ada flasbacknya akan hbis berapa bab......

2023-12-12

3

Amma Pasar

Amma Pasar

paling ujung2nya balikan lagi sama mantannya

2023-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Memulai Awal Baru
2 CEO baru
3 Keputusan Arsa
4 Ke Kampus
5 Mahasiswa Berpengaruh
6 keluarga Lesmana
7 Informasi
8 Sikap Arsa.
9 Lamborghini Daniel
10 7,75 Milyar
11 Kembali di Rendahkan.
12 Siapa pemiliknya
13 Mengetahui
14 Keberanian Arsa
15 Masih di remehkan
16 Makan malam
17 Seorang Gadis
18 Runtuhnya Kesombongan
19 memberantas orang-orang sombong
20 Bertemu Kembali
21 Tidak Di Kenali
22 Melenyapkan Keangkuhan
23 Karena Kamu
24 Hadiah
25 Hudoyo
26 Arsa bertindak
27 Dana sponsor dari Kendi Grub
28 Bagai Genderang Mau Perang
29 Hasil yang memuaskan
30 Live @web Kampus
31 Tidak menyangka
32 Kebencian tak beralasan.
33 Wanita Kuat
34 Rencana Arsa.
35 Membungkam Dengan Uang
36 Pelayan
37 Strata sosial.
38 Merasa lebih Baik
39 Membantu
40 Di Hina Pria Asing
41 Ternyata Bos Perusahaan
42 Situasi buruk 1
43 Situasi Buruk 2
44 Keputusan Arsa
45 Mulai Bekerja
46 Kompensasi
47 Kembali Tenang
48 Perasaan Bangga
49 Mensejahterakan Masyarakat
50 Pemilik Restoran
51 Pemilik Restoran 2
52 Keadaan Zefran
53 Kedatangan Super Car Mewah
54 Perlawanan
55 Pasukan Penyelamat
56 Gunung kotoran
57 Rencana Buruk Wasis
58 Penyerangan
59 Aksi Heroic Hudoyo
60 Kegagalan Kejora Grub
61 Pengaruh Kendi Grub
62 Gelombang Kecemasan
63 Hinaan dari Teman sekelas
64 Rasa Bersalah Talita.
65 Kekhawatiran seorang sahabat
66 Keterkejutan Masal
67 Bersikap Baik Kepada Arsa
68 Kendi Square
69 Kesombongan Revano
70 Paket high class
71 Tak Sebanding
72 Bantuan Arsa
73 Mobilnya di akui orang
74 Membuang sampah pada tempatnya
75 Ide Arsa
76 Video Pembawa Bencana
77 Kemarahan Wasis Adiguna
78 Pelajaran dari Arsa
79 Membantu karena rasa kesal
80 Di cari Perimadona Kampus
81 Bersedia Membantu Lagi
82 Resort pemandian Air hangat
83 Bertemu Andika kembali
84 Tiga Generasi kaya Di Kota Surabaya
85 Kedatangan Arsa
86 Tidak mengenal cucu Andi Sudiryo
87 Tak Terpengaruh
88 Ternyata Cucu Konglomerat
89 Pesona seorang Arsa
90 Siapa Endrow
91 Tidak Pantas
92 Panggilan dari sang kakek
93 Hadiah
94 Siap berperang
95 Hotel Starlight
96 Memberi Sedikit petunjuk
97 Di anggap penyusup
98 Di Usir
99 Akhirnya bertemu Wasis
100 Kekuatan 2 Grup
101 Keheranan Para Tamu
102 Kenyataannya
103 Memberi tahu yang sebenarnya
104 Resmi di Mulai
105 Persaingan di Mulai
106 Harga Diri
107 Trik Arsa
108 Balasan Wasis
109 Masuk ke lubang yang sama
110 Pemikiran Cerdas Arsa
111 Makan siang Bersama
112 Arsa Tidak Bodoh
113 Keberhasilan karena otak
114 Banyak Pengagum
115 Kepuasan sang Kakek
116 Arsa Senam Jantung
117 Merayu Wanita dengan Uang
118 Lamborghini VS AUDI A4
119 Pengaruh Lamborghini
120 Pangeran Tampan
121 Berita Viral 1
122 Berita Viral 2
123 Tak Di anggap
124 Diskriminasi
125 Di Pandang Rendah Manager toko
126 Terkejut Masal
127 Para Eksecutive Kendi Square
128 Jangan memandang rendah
129 Mengagumi karakternya
130 Perbaikan SDM
131 Kejujuran Arsa
132 Kejadian Tak Terduga.
133 Antara Hidup dan Mati
134 Selamat dari Maut
135 Rasa Terima Kasih
136 Kesendirian Hudoyo
137 Di ajak ke Bar
138 Masa lalu sang Pengawal
139 Kisah Masa Lalu yang Kelam
140 Teman SMP
141 Keganasan
142 Menyelesaikan Masalah
143 Kedatangan Fiko
144 Membeberkan Identitas
145 Badai telah berlalu
146 Calon Tim Kekuatan Bawah Tanah
147 Pendirian Tim Keamanan
148 Kedatangan Rita ke Kelas
149 Rencana Jahat
150 Pikiran Arsa Mulai Rewel
151 Dan Terjadilah
152 Tanggungjawab yang Tertolak
153 Undangan Pernikahan Mantan
154 Bertemu Mantan dan Musuh
155 Barisan Para Mantan
156 Tak Terlihat karena bukan tempatnya
157 Tuan Muda
158 Bertemu Tuan Atma
159 Siapa Pemuda berbaju lusuh itu?
160 Dendam Masa SMP
161 Dokter Muda
162 Aku Tak Pantas Untukmu
163 Beban Fikiran
164 Suasana Hati Yang Buruk
165 Perintah Arsa
166 Tantangan dari Siswa SMK
167 Kekalahan Tim Basket
168 Mencari Pemain Handal
169 Menghubungi Tim Handal
170 Mengirimkan Surat Tantangan
171 Mendatangi Tim Basket SMK
172 Keresahan
173 Keresahan di Hati
174 Kedatangan Para Penyelamat
175 Merasa tak sanggup
176 Kekalahan Tim SMK
177 Permintaan Maaf
178 Bertemu Andika
179 Kesombongan yang Menghancurkan
180 Pengumuman Dari Arsa
181 Kehancuran di Depan Mata
182 Permohonan Maaf
183 Meninggalkan Rita
184 Cewek Matre
185 Pelajaran Untuk Si Matre
186 Mungkin Orang Gila
187 Kemampuan Kakek Arsa
188 Pelajaran KePada kakek tua itu
189 Permintaan Arsa
190 Warung Makan Pinggir Jalan
191 Siapa Dia Sebenarnya?
192 Informasi Evan Arlando
193 Karena Uang
194 Harapan yang Hilang
195 Pemintaan Talita
196 Uang Menyelamatkan Nyawa
197 Permintaan Hudoyo
198 Sumbangan untuk Panti Asuhan
199 Dedikasi Gadis Muda
200 Kebengisan Kejora Grub
201 Serangan Pengawal Handal
202 Berita Besar
203 Kekhawatiran
204 Kedatangan Wasis Adiguna
205 Hampir kehilangan Harapan
206 Secercah Harapan
207 Menegakkan Keadilan
208 Kebijaksaan Dan Keberanian
209 Tundukknya Si Jahat
210 Symbiosis Mutualisme
211 Bergerak Cepat
212 Ternyata Dia
213 Hasil Identifikasi
214 Gugurnya Nama Kekasih Hati
215 Menyeimbangkan Kekuatan
216 Mantan Preman SMA
217 Hidup Sederhana
218 Kedatangan Mulyanto
219 Terlalu Percaya Diri
220 Rencana Reuni
221 Pertama Bertemu Setelah Kelulusan
222 Sikap Teman Semasa SMA
223 Kesombongan
224 Menunggu Waktu Yang Tepat
225 Mulai Menunjukkan
226 Terpana
227 Negative Thinking
228 Minuman Mahal
229 Pemilik Bar yang Cerdas
230 Tamu Kehormatan
231 Tebal Muka
232 Ketika Fakta berkata
233 Meluruskan Kebenaran
234 Seberkas Cahaya Harapan
235 Terbayarnya Rasa Sakit Hati
236 Kebaikan Ketua Kelas SMA
237 Balasan untuk Nindira
238 Kekuatan Pengawal Baru
239 Rencana Bandot Tua
240 Hiburan tak Manusiawi
241 Mencari Pemain
242 Menyewa Seorang Master
243 Pertarungan Di Mulai.
244 Tantangan Wasis
245 Pertempuran Berdarah
246 Kekalahan Tiger
247 Mereka Juga Manusia
248 Tantangan Arsa
249 Menyerah Sebelum Berperang
250 Kemenangan tanpa Perlawanan
251 Syarat Mengambil uang
252 Rencana Jahat Lagi
253 Rencana Kegiatan Kampus
254 Ikut Mendaftar
255 Ke Rumah Adit
256 Resort Pemandian Air Hangat
257 Dalam Pesta
258 Kedatangan Rita Maharani
259 Bad Mood Arsa
260 Pertengkaran
261 Kehadian Pemilik Tempat
262 terbongkar
263 Keluarga Winston
264 Penembak Jitu
265 Tim Penyelamat Khusus
266 keluarga Winston
267 Hilangnya Harga Diri Karena Kesombongan
268 Ancaman putra Sulung Winston
269 Kabar Baik
270 Gangguan
271 Nasehat
272 Emosi Yang Meluap
273 Merealisasikan kata-kata
274 Tak ada Persaingan, tapi Dendam
275 @Vuton Hotel
276 Pelajaran
277 Ujian Dari CEO
278 Ujian Moral
279 Terpilihnya seorang Sekertaris
280 Emosi Rafa Winston
281 Berlutut
282 Setia Dalam Susah dan Senang
283 Bertambahnya Pengalaman
284 Teman Baik Semasa SMA
285 Karena Bisnis Skema Piramida
286 Proses Penyelamatan
287 Penyerangan
288 Lawan Tak Seimbang
289 Perjuangan
290 Sakit Hati Arsa
291 Persiapan 1
292 Persiapan 2
293 Keadatangan Di Kandang singa
294 Ketahuan
295 Perkelahian Sengit
296 Di Luar Ekspektasi
297 Kemahiran Hudoyo
298 Kekhawatiran
299 Perlawanan semakin tak Gentar
300 Akhir dari Perkelahian
301 Setelah Kemenangan Pihak Arsa
302 Sebuah Informasi
303 Kedatangan Trio Arsa
304 Syarat mengajak sang master
305 Ahlinya Ahli
306 Kesempatan
307 Perintah dari sang Kakek
308 Selangkah dalam Misi
309 Hari pertama Menyamar
310 Petinggi Perusahaan yang Sombong
311 Saling membantu
312 Ruangan General Manager
313 Direktur yang Baik
314 Tak selamanya niat baik di anggap baik
315 Miss Damayanti
316 Ke Bar
317 Kejadian Di Bar
318 Satu Tembakan
319 Mengendalikan Diri
320 Dan terjadi lagi
321 Kedatangan Pengganggu
322 Berangkat Bersama
323 Mengakui
324 Bantuan Resita
325 Gangguan Lagi
326 Menyelinap
327 Mendapatkan Bukti
328 Tak Lagi Takut
329 Membantu Rekan
330 Memecat Tuan Muda
331 Kedatangan Andi Sudiryo
332 Ternyata Tuan Muda Kendi
333 Hancur Karena Keserakahan dan kesombongan
334 Membuang yang tidak Layak
335 Memberikan Posisi
336 Setelah Keterkejutan
337 Posisi Teratas Perusahaan cabang
338 Mengenalkan
339 Kedatangan Arsa Dan pasukan
340 Pilihan Keluarga Adista
341 Kembali Ke Surabaya
342 Keadaan
343 Berkata Jujur
344 Memiliki Seutuhnya
345 Masalah Ayah Adit
346 Ulah Si Bandot Tua lagi
347 Memikirkan Cara
348 Saran Dari Hudoyo
349 Memikirkan Sebuah Cara
350 Membantu
351 Membalas kata-kata pedas
352 Santai menghadapi darah muda
353 Kenal dari Cerita
354 Tertawa dalam hati
355 Kekalahan sebelum berperang
356 Tuan Arsa Yang Legend
357 Membungkam dengan Tindakan
358 Mengantarkan Pulang
359 Pistol Tak Ada Peluru
360 Mengirim Anak Buah
361 Masuk Kuliah
362 Rita Merantau
363 Kedatangan Sepupu
364 Menemui Master
365 Usaha Arsa Kenandra
366 Tercampakkan Dari Keluarga Kenandra
367 Keluarga Kenandra
368 Generasi Muda Keluarga Kenandra
369 Pemintaan Kakek Aji Kenandra
370 Dinner Keluarga
371 Penolakan
372 Pergi bersama Para Sepupu
373 Latihan Menembak
374 Sebuah Tantangan
375 Di mulai
376 Kamu Kalah
377 Point Tinggi
378 Merasa Malu
379 Berdebat
380 Di remehkan Keluarga Sendiri
381 Kedatangan Para Bos
382 Siapa Yang Mengundang
383 Masih terkejut
384 Siapa Dia Sebenarnya?
385 Merasa Malu
386 Dewa Bisnis
387 Karena Status Tinggi
388 Meminta Maaf
389 Menggagalkan Proyek Kenandra Group
390 Bantuan Kakek Andi Sudiryo
391 Berhasil
392 Restu Group
393 Tangan Kanan
394 Langkah Pertama
395 Hampir Ketahuan
396 Tawaran Dari Arsa
397 Sebuah Informasi Penting
398 Sebuah Hadiah
399 Bullying
400 Deru Mesin Mobil Mewah
401 Memberi Pelajaran
402 Peryataan
403 Di Paksa Bocah
404 Ikut ke Jombang
405 Dua Wanita
406 Sebuah Pesan Yang Mendebarkan
407 Kecurigaan Wasis Adiguna
408 Merealisasikan Rencana
409 Tertangkapnya Si Biang Kerok
410 Hilangnya 1 kebengisan
411 Berhasil semuanya
412 Di mulainya kerajaan Bisnis Arsa
413 Panggilan Dari Sang Kakek
414 Adit dan Kekasih barunya
415 Tuan Arsa Yang Mana?
416 Kenapa harus Meremehkan?
417 Hadiah Yang Mengejutkan
418 Masih tak Sadar
419 Waktu Pesta
420 Pesta Makan Malam
421 Sahabat Baik
422 Kemacetan di Jalan
423 Melihat Situasi
424 Menyelamatkan
425 Hampir sampai Ke Jakarta
426 Sampai Di Ibu Kota
427 Mengalah dan Bersabar
428 Modal Usaha 20 Juta.
429 Teman SMP
430 TIKET VIP
431 Tidak Bercanda
432 Pertandingan di Mulai
433 Pertandingan
434 Hudoyo Maju
435 Ksatria Bertopeng
436 Merasa Paling Tuan
437 Memancing
438 Di Mulai
439 Lawan Yang Kuat
440 Pernah Bertemu
441 Kemarahan Yang Tertahan
442 Tidak Mengenal
443 Merekrut 1 Kekuatan Lagi
444 4 Keluarga Terkenal
445 Manusia Sampah
446 Perkelahian
447 Di tumbangkan Dengan Mudah
448 Memberantas Kejahatan
449 Sikap Rendahan
450 Calon Wakil Direktur Utama
451 Kemampuan sang Cucu
452 Penolakan Enzi
453 Reputasi Kendi Grup lebih penting
454 Bukti
455 Kesalahan
456 Perselisian Tuan Muda
457 Masih dalam Perselisihan
458 Memulai
459 Masih Awal Perjuangan
460 Menunggu
461 Penolakan
462 Rencana Lain
463 Di mulainya Misi
464 Membeli mobil
465 Perdebatan Kecil
466 Mengejutkan
467 Pelanggan Besar
468 Mengintai
469 Pahlawan Kesiangan
470 Pahlawan Yang Sebenarnya
471 Mengantarkan Pulang
472 Seimbang
473 Mengajak Siska
474 DF Playground
475 Bertemu teman Siska
476 Cemburu
477 Rumah Hantu
478 Bertemu Adeena
479 Mimpi Yang Nyata
480 Berita Baik dan Buruk
481 Masih gagal
482 Kesalahan Karena Amarah
483 Membangunkan Amarah Kenandra
484 Permintaan Maaf
485 Hilangnya Harapan
486 Action dari Planning
487 Langkah Pertama
488 Bukti Nyata
489 Mengejutkan
490 Bodohnya Seorang Enzi Sudiryo
491 Penerus Kendi Grup
492 Akan Memperkenalkan
493 Rebutan tempat Parkir
494 Baju Mahal
495 Jam tangan Bertatakan berlian
496 Saudara Ipar
497 Bertemu Orang Hebat
498 Kesepian
499 Pertarungan Sengit Di Live Rita
500 PoV Enzi Sudiryo
501 Kedatangan Talita
502 Krisis Perusahaan
503 Kesanggupan Arsa Kenandra
504 Di Tolak
505 Timbal Balik
506 Ekspresi Iwan Sudiryo
507 Keberhasilan
508 Musuh Dalam Selimut
509 Acara Gala Amal
510 Di acara Pesta itu
511 Bertemu
512 Tak Menolak
513 Harga Diri tak boleh Hilang
514 Mempertahankan Harga Diri
515 Tantangan Rafa Winston 1
516 Tantangan Rafa Winston 2
517 Tantangan Rafa Winston 3
518 Kekalahan
519 Harapan Tak Sesuai Kenyataan
520 Otak Genius Arsa Kenandra
521 Penjelasan Arsa
522 Kedatangan Rafa Kembali
523 Melawan dengan Akal
524 Senjata Makan Tuan
525 Karma Di Bayar Kontan
526 Terjebak Permainan Sendiri
527 Tak berkutik
528 Sebuah Senjata
529 Ke Rumah Saudara Talita
530 Di pandang Sebelah Mata
531 Merendah Agar Tak Di rendahkan
532 Ketika Arsa Membela Kekasihnya
533 Restoran Perancis
534 Merasa Paling Kota
535 Tak Se Kelas
536 Mau 1 Setiap Warna
537 Baru Mengerti
538 Memohon
539 Rencana Keluarga Winston
540 Kembali Ke Surabaya
541 Bertemu Sahabat Lagi
542 Temu Kangen
543 Kembali Ke Jakarta Lagi
544 Tamu seorang Pesaing
545 Harga 1 Buah Video
546 Perjanjian antara Arsa Dan Mario
547 Rencana
548 Keputusan Pimpinan
549 Hubungan Darah
550 Kendi Grup Beraksi
551 Perusahaan Adeena
552 Tidak Terima
553 Pemilik Saham Terbesar
554 Tempat Kumuh Di Ibu Kota
555 Tempat Baru Pengalaman baru
556 Sikap Tuan Farid
557 Kerjasama Lagi
558 Berita Gempar
559 Berita Tentang Winaton grup
560 @Universitas Jakarta
561 Teman Baru
562 Kevin Muzakki
563 Bukan Update Bab
564 Benalu
565 Jatuhnya Keluarga Rahadian
566 Titik Rendah Kendi Grup
567 Kendi Grup Berakhir
568 Kembali Ke Surabaya
569 Rumah Arsa
Episodes

Updated 569 Episodes

1
Memulai Awal Baru
2
CEO baru
3
Keputusan Arsa
4
Ke Kampus
5
Mahasiswa Berpengaruh
6
keluarga Lesmana
7
Informasi
8
Sikap Arsa.
9
Lamborghini Daniel
10
7,75 Milyar
11
Kembali di Rendahkan.
12
Siapa pemiliknya
13
Mengetahui
14
Keberanian Arsa
15
Masih di remehkan
16
Makan malam
17
Seorang Gadis
18
Runtuhnya Kesombongan
19
memberantas orang-orang sombong
20
Bertemu Kembali
21
Tidak Di Kenali
22
Melenyapkan Keangkuhan
23
Karena Kamu
24
Hadiah
25
Hudoyo
26
Arsa bertindak
27
Dana sponsor dari Kendi Grub
28
Bagai Genderang Mau Perang
29
Hasil yang memuaskan
30
Live @web Kampus
31
Tidak menyangka
32
Kebencian tak beralasan.
33
Wanita Kuat
34
Rencana Arsa.
35
Membungkam Dengan Uang
36
Pelayan
37
Strata sosial.
38
Merasa lebih Baik
39
Membantu
40
Di Hina Pria Asing
41
Ternyata Bos Perusahaan
42
Situasi buruk 1
43
Situasi Buruk 2
44
Keputusan Arsa
45
Mulai Bekerja
46
Kompensasi
47
Kembali Tenang
48
Perasaan Bangga
49
Mensejahterakan Masyarakat
50
Pemilik Restoran
51
Pemilik Restoran 2
52
Keadaan Zefran
53
Kedatangan Super Car Mewah
54
Perlawanan
55
Pasukan Penyelamat
56
Gunung kotoran
57
Rencana Buruk Wasis
58
Penyerangan
59
Aksi Heroic Hudoyo
60
Kegagalan Kejora Grub
61
Pengaruh Kendi Grub
62
Gelombang Kecemasan
63
Hinaan dari Teman sekelas
64
Rasa Bersalah Talita.
65
Kekhawatiran seorang sahabat
66
Keterkejutan Masal
67
Bersikap Baik Kepada Arsa
68
Kendi Square
69
Kesombongan Revano
70
Paket high class
71
Tak Sebanding
72
Bantuan Arsa
73
Mobilnya di akui orang
74
Membuang sampah pada tempatnya
75
Ide Arsa
76
Video Pembawa Bencana
77
Kemarahan Wasis Adiguna
78
Pelajaran dari Arsa
79
Membantu karena rasa kesal
80
Di cari Perimadona Kampus
81
Bersedia Membantu Lagi
82
Resort pemandian Air hangat
83
Bertemu Andika kembali
84
Tiga Generasi kaya Di Kota Surabaya
85
Kedatangan Arsa
86
Tidak mengenal cucu Andi Sudiryo
87
Tak Terpengaruh
88
Ternyata Cucu Konglomerat
89
Pesona seorang Arsa
90
Siapa Endrow
91
Tidak Pantas
92
Panggilan dari sang kakek
93
Hadiah
94
Siap berperang
95
Hotel Starlight
96
Memberi Sedikit petunjuk
97
Di anggap penyusup
98
Di Usir
99
Akhirnya bertemu Wasis
100
Kekuatan 2 Grup
101
Keheranan Para Tamu
102
Kenyataannya
103
Memberi tahu yang sebenarnya
104
Resmi di Mulai
105
Persaingan di Mulai
106
Harga Diri
107
Trik Arsa
108
Balasan Wasis
109
Masuk ke lubang yang sama
110
Pemikiran Cerdas Arsa
111
Makan siang Bersama
112
Arsa Tidak Bodoh
113
Keberhasilan karena otak
114
Banyak Pengagum
115
Kepuasan sang Kakek
116
Arsa Senam Jantung
117
Merayu Wanita dengan Uang
118
Lamborghini VS AUDI A4
119
Pengaruh Lamborghini
120
Pangeran Tampan
121
Berita Viral 1
122
Berita Viral 2
123
Tak Di anggap
124
Diskriminasi
125
Di Pandang Rendah Manager toko
126
Terkejut Masal
127
Para Eksecutive Kendi Square
128
Jangan memandang rendah
129
Mengagumi karakternya
130
Perbaikan SDM
131
Kejujuran Arsa
132
Kejadian Tak Terduga.
133
Antara Hidup dan Mati
134
Selamat dari Maut
135
Rasa Terima Kasih
136
Kesendirian Hudoyo
137
Di ajak ke Bar
138
Masa lalu sang Pengawal
139
Kisah Masa Lalu yang Kelam
140
Teman SMP
141
Keganasan
142
Menyelesaikan Masalah
143
Kedatangan Fiko
144
Membeberkan Identitas
145
Badai telah berlalu
146
Calon Tim Kekuatan Bawah Tanah
147
Pendirian Tim Keamanan
148
Kedatangan Rita ke Kelas
149
Rencana Jahat
150
Pikiran Arsa Mulai Rewel
151
Dan Terjadilah
152
Tanggungjawab yang Tertolak
153
Undangan Pernikahan Mantan
154
Bertemu Mantan dan Musuh
155
Barisan Para Mantan
156
Tak Terlihat karena bukan tempatnya
157
Tuan Muda
158
Bertemu Tuan Atma
159
Siapa Pemuda berbaju lusuh itu?
160
Dendam Masa SMP
161
Dokter Muda
162
Aku Tak Pantas Untukmu
163
Beban Fikiran
164
Suasana Hati Yang Buruk
165
Perintah Arsa
166
Tantangan dari Siswa SMK
167
Kekalahan Tim Basket
168
Mencari Pemain Handal
169
Menghubungi Tim Handal
170
Mengirimkan Surat Tantangan
171
Mendatangi Tim Basket SMK
172
Keresahan
173
Keresahan di Hati
174
Kedatangan Para Penyelamat
175
Merasa tak sanggup
176
Kekalahan Tim SMK
177
Permintaan Maaf
178
Bertemu Andika
179
Kesombongan yang Menghancurkan
180
Pengumuman Dari Arsa
181
Kehancuran di Depan Mata
182
Permohonan Maaf
183
Meninggalkan Rita
184
Cewek Matre
185
Pelajaran Untuk Si Matre
186
Mungkin Orang Gila
187
Kemampuan Kakek Arsa
188
Pelajaran KePada kakek tua itu
189
Permintaan Arsa
190
Warung Makan Pinggir Jalan
191
Siapa Dia Sebenarnya?
192
Informasi Evan Arlando
193
Karena Uang
194
Harapan yang Hilang
195
Pemintaan Talita
196
Uang Menyelamatkan Nyawa
197
Permintaan Hudoyo
198
Sumbangan untuk Panti Asuhan
199
Dedikasi Gadis Muda
200
Kebengisan Kejora Grub
201
Serangan Pengawal Handal
202
Berita Besar
203
Kekhawatiran
204
Kedatangan Wasis Adiguna
205
Hampir kehilangan Harapan
206
Secercah Harapan
207
Menegakkan Keadilan
208
Kebijaksaan Dan Keberanian
209
Tundukknya Si Jahat
210
Symbiosis Mutualisme
211
Bergerak Cepat
212
Ternyata Dia
213
Hasil Identifikasi
214
Gugurnya Nama Kekasih Hati
215
Menyeimbangkan Kekuatan
216
Mantan Preman SMA
217
Hidup Sederhana
218
Kedatangan Mulyanto
219
Terlalu Percaya Diri
220
Rencana Reuni
221
Pertama Bertemu Setelah Kelulusan
222
Sikap Teman Semasa SMA
223
Kesombongan
224
Menunggu Waktu Yang Tepat
225
Mulai Menunjukkan
226
Terpana
227
Negative Thinking
228
Minuman Mahal
229
Pemilik Bar yang Cerdas
230
Tamu Kehormatan
231
Tebal Muka
232
Ketika Fakta berkata
233
Meluruskan Kebenaran
234
Seberkas Cahaya Harapan
235
Terbayarnya Rasa Sakit Hati
236
Kebaikan Ketua Kelas SMA
237
Balasan untuk Nindira
238
Kekuatan Pengawal Baru
239
Rencana Bandot Tua
240
Hiburan tak Manusiawi
241
Mencari Pemain
242
Menyewa Seorang Master
243
Pertarungan Di Mulai.
244
Tantangan Wasis
245
Pertempuran Berdarah
246
Kekalahan Tiger
247
Mereka Juga Manusia
248
Tantangan Arsa
249
Menyerah Sebelum Berperang
250
Kemenangan tanpa Perlawanan
251
Syarat Mengambil uang
252
Rencana Jahat Lagi
253
Rencana Kegiatan Kampus
254
Ikut Mendaftar
255
Ke Rumah Adit
256
Resort Pemandian Air Hangat
257
Dalam Pesta
258
Kedatangan Rita Maharani
259
Bad Mood Arsa
260
Pertengkaran
261
Kehadian Pemilik Tempat
262
terbongkar
263
Keluarga Winston
264
Penembak Jitu
265
Tim Penyelamat Khusus
266
keluarga Winston
267
Hilangnya Harga Diri Karena Kesombongan
268
Ancaman putra Sulung Winston
269
Kabar Baik
270
Gangguan
271
Nasehat
272
Emosi Yang Meluap
273
Merealisasikan kata-kata
274
Tak ada Persaingan, tapi Dendam
275
@Vuton Hotel
276
Pelajaran
277
Ujian Dari CEO
278
Ujian Moral
279
Terpilihnya seorang Sekertaris
280
Emosi Rafa Winston
281
Berlutut
282
Setia Dalam Susah dan Senang
283
Bertambahnya Pengalaman
284
Teman Baik Semasa SMA
285
Karena Bisnis Skema Piramida
286
Proses Penyelamatan
287
Penyerangan
288
Lawan Tak Seimbang
289
Perjuangan
290
Sakit Hati Arsa
291
Persiapan 1
292
Persiapan 2
293
Keadatangan Di Kandang singa
294
Ketahuan
295
Perkelahian Sengit
296
Di Luar Ekspektasi
297
Kemahiran Hudoyo
298
Kekhawatiran
299
Perlawanan semakin tak Gentar
300
Akhir dari Perkelahian
301
Setelah Kemenangan Pihak Arsa
302
Sebuah Informasi
303
Kedatangan Trio Arsa
304
Syarat mengajak sang master
305
Ahlinya Ahli
306
Kesempatan
307
Perintah dari sang Kakek
308
Selangkah dalam Misi
309
Hari pertama Menyamar
310
Petinggi Perusahaan yang Sombong
311
Saling membantu
312
Ruangan General Manager
313
Direktur yang Baik
314
Tak selamanya niat baik di anggap baik
315
Miss Damayanti
316
Ke Bar
317
Kejadian Di Bar
318
Satu Tembakan
319
Mengendalikan Diri
320
Dan terjadi lagi
321
Kedatangan Pengganggu
322
Berangkat Bersama
323
Mengakui
324
Bantuan Resita
325
Gangguan Lagi
326
Menyelinap
327
Mendapatkan Bukti
328
Tak Lagi Takut
329
Membantu Rekan
330
Memecat Tuan Muda
331
Kedatangan Andi Sudiryo
332
Ternyata Tuan Muda Kendi
333
Hancur Karena Keserakahan dan kesombongan
334
Membuang yang tidak Layak
335
Memberikan Posisi
336
Setelah Keterkejutan
337
Posisi Teratas Perusahaan cabang
338
Mengenalkan
339
Kedatangan Arsa Dan pasukan
340
Pilihan Keluarga Adista
341
Kembali Ke Surabaya
342
Keadaan
343
Berkata Jujur
344
Memiliki Seutuhnya
345
Masalah Ayah Adit
346
Ulah Si Bandot Tua lagi
347
Memikirkan Cara
348
Saran Dari Hudoyo
349
Memikirkan Sebuah Cara
350
Membantu
351
Membalas kata-kata pedas
352
Santai menghadapi darah muda
353
Kenal dari Cerita
354
Tertawa dalam hati
355
Kekalahan sebelum berperang
356
Tuan Arsa Yang Legend
357
Membungkam dengan Tindakan
358
Mengantarkan Pulang
359
Pistol Tak Ada Peluru
360
Mengirim Anak Buah
361
Masuk Kuliah
362
Rita Merantau
363
Kedatangan Sepupu
364
Menemui Master
365
Usaha Arsa Kenandra
366
Tercampakkan Dari Keluarga Kenandra
367
Keluarga Kenandra
368
Generasi Muda Keluarga Kenandra
369
Pemintaan Kakek Aji Kenandra
370
Dinner Keluarga
371
Penolakan
372
Pergi bersama Para Sepupu
373
Latihan Menembak
374
Sebuah Tantangan
375
Di mulai
376
Kamu Kalah
377
Point Tinggi
378
Merasa Malu
379
Berdebat
380
Di remehkan Keluarga Sendiri
381
Kedatangan Para Bos
382
Siapa Yang Mengundang
383
Masih terkejut
384
Siapa Dia Sebenarnya?
385
Merasa Malu
386
Dewa Bisnis
387
Karena Status Tinggi
388
Meminta Maaf
389
Menggagalkan Proyek Kenandra Group
390
Bantuan Kakek Andi Sudiryo
391
Berhasil
392
Restu Group
393
Tangan Kanan
394
Langkah Pertama
395
Hampir Ketahuan
396
Tawaran Dari Arsa
397
Sebuah Informasi Penting
398
Sebuah Hadiah
399
Bullying
400
Deru Mesin Mobil Mewah
401
Memberi Pelajaran
402
Peryataan
403
Di Paksa Bocah
404
Ikut ke Jombang
405
Dua Wanita
406
Sebuah Pesan Yang Mendebarkan
407
Kecurigaan Wasis Adiguna
408
Merealisasikan Rencana
409
Tertangkapnya Si Biang Kerok
410
Hilangnya 1 kebengisan
411
Berhasil semuanya
412
Di mulainya kerajaan Bisnis Arsa
413
Panggilan Dari Sang Kakek
414
Adit dan Kekasih barunya
415
Tuan Arsa Yang Mana?
416
Kenapa harus Meremehkan?
417
Hadiah Yang Mengejutkan
418
Masih tak Sadar
419
Waktu Pesta
420
Pesta Makan Malam
421
Sahabat Baik
422
Kemacetan di Jalan
423
Melihat Situasi
424
Menyelamatkan
425
Hampir sampai Ke Jakarta
426
Sampai Di Ibu Kota
427
Mengalah dan Bersabar
428
Modal Usaha 20 Juta.
429
Teman SMP
430
TIKET VIP
431
Tidak Bercanda
432
Pertandingan di Mulai
433
Pertandingan
434
Hudoyo Maju
435
Ksatria Bertopeng
436
Merasa Paling Tuan
437
Memancing
438
Di Mulai
439
Lawan Yang Kuat
440
Pernah Bertemu
441
Kemarahan Yang Tertahan
442
Tidak Mengenal
443
Merekrut 1 Kekuatan Lagi
444
4 Keluarga Terkenal
445
Manusia Sampah
446
Perkelahian
447
Di tumbangkan Dengan Mudah
448
Memberantas Kejahatan
449
Sikap Rendahan
450
Calon Wakil Direktur Utama
451
Kemampuan sang Cucu
452
Penolakan Enzi
453
Reputasi Kendi Grup lebih penting
454
Bukti
455
Kesalahan
456
Perselisian Tuan Muda
457
Masih dalam Perselisihan
458
Memulai
459
Masih Awal Perjuangan
460
Menunggu
461
Penolakan
462
Rencana Lain
463
Di mulainya Misi
464
Membeli mobil
465
Perdebatan Kecil
466
Mengejutkan
467
Pelanggan Besar
468
Mengintai
469
Pahlawan Kesiangan
470
Pahlawan Yang Sebenarnya
471
Mengantarkan Pulang
472
Seimbang
473
Mengajak Siska
474
DF Playground
475
Bertemu teman Siska
476
Cemburu
477
Rumah Hantu
478
Bertemu Adeena
479
Mimpi Yang Nyata
480
Berita Baik dan Buruk
481
Masih gagal
482
Kesalahan Karena Amarah
483
Membangunkan Amarah Kenandra
484
Permintaan Maaf
485
Hilangnya Harapan
486
Action dari Planning
487
Langkah Pertama
488
Bukti Nyata
489
Mengejutkan
490
Bodohnya Seorang Enzi Sudiryo
491
Penerus Kendi Grup
492
Akan Memperkenalkan
493
Rebutan tempat Parkir
494
Baju Mahal
495
Jam tangan Bertatakan berlian
496
Saudara Ipar
497
Bertemu Orang Hebat
498
Kesepian
499
Pertarungan Sengit Di Live Rita
500
PoV Enzi Sudiryo
501
Kedatangan Talita
502
Krisis Perusahaan
503
Kesanggupan Arsa Kenandra
504
Di Tolak
505
Timbal Balik
506
Ekspresi Iwan Sudiryo
507
Keberhasilan
508
Musuh Dalam Selimut
509
Acara Gala Amal
510
Di acara Pesta itu
511
Bertemu
512
Tak Menolak
513
Harga Diri tak boleh Hilang
514
Mempertahankan Harga Diri
515
Tantangan Rafa Winston 1
516
Tantangan Rafa Winston 2
517
Tantangan Rafa Winston 3
518
Kekalahan
519
Harapan Tak Sesuai Kenyataan
520
Otak Genius Arsa Kenandra
521
Penjelasan Arsa
522
Kedatangan Rafa Kembali
523
Melawan dengan Akal
524
Senjata Makan Tuan
525
Karma Di Bayar Kontan
526
Terjebak Permainan Sendiri
527
Tak berkutik
528
Sebuah Senjata
529
Ke Rumah Saudara Talita
530
Di pandang Sebelah Mata
531
Merendah Agar Tak Di rendahkan
532
Ketika Arsa Membela Kekasihnya
533
Restoran Perancis
534
Merasa Paling Kota
535
Tak Se Kelas
536
Mau 1 Setiap Warna
537
Baru Mengerti
538
Memohon
539
Rencana Keluarga Winston
540
Kembali Ke Surabaya
541
Bertemu Sahabat Lagi
542
Temu Kangen
543
Kembali Ke Jakarta Lagi
544
Tamu seorang Pesaing
545
Harga 1 Buah Video
546
Perjanjian antara Arsa Dan Mario
547
Rencana
548
Keputusan Pimpinan
549
Hubungan Darah
550
Kendi Grup Beraksi
551
Perusahaan Adeena
552
Tidak Terima
553
Pemilik Saham Terbesar
554
Tempat Kumuh Di Ibu Kota
555
Tempat Baru Pengalaman baru
556
Sikap Tuan Farid
557
Kerjasama Lagi
558
Berita Gempar
559
Berita Tentang Winaton grup
560
@Universitas Jakarta
561
Teman Baru
562
Kevin Muzakki
563
Bukan Update Bab
564
Benalu
565
Jatuhnya Keluarga Rahadian
566
Titik Rendah Kendi Grup
567
Kendi Grup Berakhir
568
Kembali Ke Surabaya
569
Rumah Arsa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!