Seo Jun-Woo akhirnya menjadi ingat di mana itu, ini adalah lokasi dimana Kim Jung Hwa dulu di sergap oleh Hunter dari Guild Zodiak Knight.
Tempat dimana Pertarungan terakhir dirinya sebagai Constellation, bisa dibilang tempat ini adalah Akhir dari dirinya sebagai Constellation.
Jadi, untuk Seo Jun-Woo tiba-tiba tiba di lokasi ini, salah satu tempat saksi ajalnya itu, membuat Seo Jun-Woo merasa tidak nyaman, Dia hanya bisa berpikir kenapa dari semua tempat harus ke tempat ini?
Tempat sialan!
Tidak!
Kali ini, Seo Jun-Woo tidak memiliki niat untuk menghilang atau mati di tempat ini!
Dirinya harus selamat!
Seo Jun-Woo mulai memeriksa arah belakang dan tidak ada tanda-tanda orang yang mengejarnya. Dia sedikit merasa lega karena musuh-musuhnya sepertinya terkecoh dan tidak bisa mengejarnya?
Namun, dirinya tidak boleh dulu merasa lengah, entah bahaya apa yang masih menunggu dirinya. Jadi, Seo Jun-Woo mulai menatap ke arah sekeliling tempat itu. mencoba mencari tempat untuk bisa menyembunyikan dirinya.
Namun tempat itu, ternyata tidak berubah sejak 10 tahun yang lalu, masih menjadi tempat yang ditinggalkan dan reruntuhan kuno. Itu karena terkadang di tempat ini masih akan ada Dungeon yang muncul. Namun sepertinya tidak benar-benar diawasi karena dalam periode ini tidak ada Dungeon satupun yang muncul.
Di tempat ini juga dulu dirinya menujukan dirinya dan bertemu dengan Kim Jung Hwa untuk pertama kalinya ketika pertarungan tragis melawan member Guild Zodiak Knight itu terjadi.
Sampai saat ini, Seo Jun-Woo tidak bisa untuk tidak berhenti bertanya-tanya ke mana keberadaan Kim Jung Hwa?
Apakah dia baik-baik saja?
Ini sudah sepuluh tahun berlalu, jika dipikirkan dulu ketika mereka membuat kontrak Constellation, Kim Jung Hwa hanyalah seorang pemuda yang baru lulus SMA, masih begitu muda, namun memiliki nasib yang malang.
Sekarang setelah sepuluh tahun, Apakah dia sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa?
Ya, Seo Jun-Woo tahu, sekarang Bukan saatnya untuk memikirkan hal-hal semacam itu. Dia mulai berjalan untuk mengitari daerah reruntuhan itu di mana masih ada batu-batu dan sisa-sisa gedung yang roboh.
Saat ini, sudah menjelang sore, dan matahari menjadi akan segera tengelam, membuat tempat itu menjadi tempat yang sangat gelap. Namun dengan Kemampuan Night Vision miliknya, Seo Jun-Woo bisa melihat di dalam kegelapan.
Dia terus berjalan menyusuri tempat itu sambil sedikit mengenang pertarungan sepuluh tahun lalu, toh itu bukan pertarungan yang begitu lama karena dengan 2 sampai 3 serangan musuhnya sudah habis, menujukan seberapa hebatnya dirinya ketika masih hidup dulu...
Sampai kemudian, ketika Seo Jun-Woo mulai berjalan di sekitar sana dia melihat sosok bayangan manusia. Seo Jun-Woo jelas menjadi waspada dan kaget, takut-takut itu adalah musuh, dia mulai menyembunyikan dirinya di salah satu reruntuhan sambil pelan-pelan mencoba menatap seseorang yang ada di sana.
Itu adalah sosok yang cukup tinggi, dia mengenakan pakaian berwarna merah hitam, dari belakang tidak terlihat apakah itu sosok perempuan atau laki-laki, itu mungkin karena rambut panjang berwarna silver yang dimilikinya.
Sosok itu, saat ini mulai menatap ke arah langit menatap ke matahari yang tenggelam, seolah benar-benar melamun dalam dunianya sendiri.
Seo Jun-Woo berada tidak jauh dari sosok itu jadi dia bisa melihat jelas ke arah sosok itu, wajahnya tidak terlihat mungkin karena sebuah topeng merah gelap yang menutupi bagian atas wajahnya.
Namun bagaimana Seo Jun-Woo mengatakannya?
Hanya melihat dari arah samping seperti ini, Seo Jun-Woo entah kenapa merasakan perasaan familiar tertentu, seolah sosok di depannya itu, terlihat begitu sedih ketika menatap ke arah langit.
Apakah dia mengenang sesuatu di tempat ini?
Lagipula, tempat ini juga tempat yang penuh dengan tragedi, dulu saat Dungeon Outbreak di sekitar tempat ini, ada banyak korban yang meninggal. Apakah dia salah satu korbannya?
Seo Jun-Woo juga mulai melamun sendiri, dan tengelam dalam ingatannya, sampai tatapan matanya secara tidak sengaja bertemu dengan tatapan mata seseorang yang mengenakan topeng itu.
Di balik siluet matahari tenggelam, sosok yang ada di hadapannya itu, memiliki sorot mata yang begitu sedih. Memancarkan emosi tertentu yang sedikit menyakitkan.
Namun segera sorot mata itu berubah kembali menjadi syarat mata yang dingin. Rambut silver panjangnya, perlahan tertiup angin menunjukkan sebagian wajahnya yang memiliki wajah yang begitu putih. Dari sini, seseorang masih tidak bisa menebak Apakah itu seorang pria ataupun seorang wanita.
Dari segi tinggi, dia memiliki tinggi yang cukup proposional, seperti seorang model. Karena pakaian yang dia pakai sangat tertutup, benar-benar menyamarkan identitasnya.
Namun itu menujukan keindahan tertentu ketika menatap sosok itu. Seo Jun-Woo hampir merasa jika itu mungkin seorang wanita?
Kalau tidak kenapa dia bisa terlihat cukup cantik?
Seo Jun-Woo benar-benar menjadi sangat penasaran dengan identitas sosok yang ada di sana itu.
Siapa dia?
Kenapa dia ada di tempat ini menunjukan ekpersi kesedihan?
Kenapa rasanya, ada sedikit perasaan familiar di sini?
Apakah mereka pernah bertemu?
Namun Seo Jun-Woo yakin, tidak pernah bertemu dengan sosok semacam itu. Namun, di mana Dirinya pernah melihat orang itu?
"Siapa kamu? Kenapa kamu disini?"
Kalau tidak, suara maskulin dingin itu keluar dari mulutnya.
Jadi itu seorang Pria?
Pemuda itu terlihat menunjukkan kewaspadaannya ketika menatap Seo Jun-Woo yang mulai keluar dari persembunyiannya. Seo Jun-Woo setidaknya yakin bahwa orang yang ada di depannya itu bukanlah rombongan dari penjahat yang mengejarnya.
Ada Aura yang cukup kuat dipancarkan oleh pemuda yang ada di depannya itu ketika dirinya mendekat. Seo Jun-Woo selalu cukup peka terhadap orang-orang kuat dan berpikir bahwa orang yang ada di depannya itu mungkin cukup kuat.
"Aku bukan orang jahat,"
Namun tatapan waspada masih muncul dari pemuda di depan, menatap sinis dan berkata lagi,
"Semua penjahat memang selalu berkata sesuatu seperti itu,"
Seo Jun-Woo yang tiba-tiba dicurigai itu hanya segera menghela nafas dan berkata,
"Ayolah, Aku benar-benar bukan orang jahat! Lagipula, Bukankah kamu juga terlihat mencurigakan berada di tempat seperti ini yang begitu sepi dan sendirian?"
"Itu bukan urusanmu," katanya dengan dingin.
Pemuda itu lalu menatap sebuah pedang yang ada di tangan Seo Jun-Woo, Seo Jun-Woo juga tahu, penampilannya saat ini begitu mencurigakan dengan armor dan pedang, seolah-olah sedang berniat untuk bertarung.
Tidak salah jika akan ada orang yang melihat kejadian ini seperti dirinya melakukan penyergapan pada pria yang ada di hadapannya itu.
Seo Jun-Woo jelas juga merasakan bahwa posisinya tidak nyaman jadi dia segera mengatakan yang sejujurnya...
"Aku sedang di kejar orang!! Sungguh, aku hanya kebetulan di sini!"
Tatapan orang itu masih waspada, sampai kemudian ada gerakan cepat dari jauh menuju ke arah mereka. Baik Seo Jun-Woo dan pemuda itu, sepertinya merasakan gerakan cepat itu. Itu adalah sebuah serangan dari panah yang cepat, yang membidik langsung kearah Seo Jun-Woo, panah itu melesat begitu cepat secepat dari tembakan pistol. Tanpa suara dan langsung menuju ke arahnya.
Seo Jun-Woo tentu saja ingin mencoba menghindarinya namun kemampuannya saat ini tidak cukup untuk menghindari serangan itu secara langsung. Karena kecepatan serangan mendadak itu.
Namun, Pemuda yang berada tidak begitu jauh darinya itu secepat kilat mengeluarkan pedang yang ada di sarung tangan pedangnya, menangkis panah itu.
Tatapannya, lalu menatap kearah Seo Jun-Woo.
Seo Jun-Woo yang ditatap itu segera mengatakan Yang sejujurnya,
"Lihat? Ada seseorang yang mengejarku dan ingin membunuhku!!"
Mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk saling berbicara karena dua orang musuh segera menampakkan dirinya di hadapan mereka berdua. Mereka berdua, segera disambut dengan hujan panah berikutnya.
Seo Jun-Woo, mencoba untuk menghindari serangan panah itu, yang untungnya tidak secepat panah sebelumnya. Lalu Seo Jun-Woo juga menata Pemuda tadi yang sepertinya sangat mudah ketika menghindari semua panah atau menangkisnya, bahkan ekspresinya tidak berubah dan tidak menunjukkan rasa panik atau apapun.
Seolah-olah hujan panas yang ada di hadapannya hanyalah seperti mainan atau sesuatu.
Apakah dia adalah seseorang yang sangat kuat?
"Hey sampah! Apakah kamu akhirnya mencari bala bantuan! Jangan kamu pikir kamu bisa menyelamatkan diri dari kami setelah Apa yang kamu lakukan pada rekan kami!"
Salah satu musuh, terlihat berteriak dengan marah sambil menatap ke arah Seo Jun-Woo, mencoba ingin membalaskan dendam salah satu rekannya yang baru saja dibunuh oleh Pria itu.
Seo Jun-Woo lalu segera berkata lagi dengan arogan,
"Itu karena rekanmu sangat payah dan lemah!"
Seo Jun-Woo sekarang menjadi lebih berani karena setidaknya dia sudah tidak sendirian lagi ada seseorang yang ada di sampingnya sepertinya seseorang yang cukup kuat yang akan bisa menyelamatkannya?
Pria yang ada disamping Seo Jun-Woo itu, lalu mulai menatap baik-baik ke arah dua orang yang menyergap itu, jika Seo Jun-Woo melihat baik-baik dua orang itu sepertinya mengenakan sebuah seragam.
Ketika Seo Jun-Woo ingin bertanya kepada pria yang ada di sampingnya, Seo Jun-Woo bisa melihat ekspresi pria yang ada di sampingnya saat ini menunjukkan kemarahan.
"Apakah kamu tahu orang-orang itu?"
Seo Jun-Woo setidaknya berharap bahwa pria yang ada di dekatnya itu bukan teman mereka?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments