Setelah melakukan rehabilitasi selama kurang lebih satu bulan di Rumah Sakit, Akhirnya Seo Jun-Woo di ijinkan untuk pulang. Tentu saja, selama di Rumah Sakit dia tidak hanya bermalas-malasan dan tidur saja namun benar-benar memanfaatkan waktunya untuk melatih tubuhnya dengan keran.
[Selamat! Kekuatan yang anda miliki meningkat 1!]
Seo Jun-Woo segera melihat jendela dari sistem yang ada di depannya merasa sedikit puas dengan ini Kekuatan yang meningkat selama 1 bulan ini, hampir 8, dan jumlah Kekuatannya sekarang 20, ada di ambang hampir melewati Rank D.
Tentu saja Ini tidak bisa dibilang cepat peningkatan dengan berlatih seperti ini sangat terbatas biasanya hanya bisa digunakan dan dimanfaatkan oleh para level rendah. Namun mungkin karena tubuhnya ini cukup spesial, jadi dengan latihan bisa meningkat cukup, seandainya saja memiliki Constellation yang mendukung pasti peningkatan Kekuatan jauh lebih tinggi.
"Bukan itu yang paling penting setelah semua, yang paling penting aku harus terbiasa menggunakan tubuh ini terlebih dahulu,"
Tujuan utama dia berlatih saat ini, jelas untuk menyesuaikan diri dengan tubuh yang dimilikinya dan bertambahnya kekuatan yang dimilikinya ini sudah cukup untuk membentuk tubuh yang kurang olahraga ini, menjadi sedikit lebih kuat, dan menjadi lebih mudah bergerak untuk pertarungan nantinya.
Tubuh yang kuat, akan lebih bisa untuk beradaptasi dengan cepat dalam sebuah pertarungan.
Saat ini, Seo Jun-Woo sedang ada push up, ketika ada seorang perawat datang dan memasuki ruangannya menjadi sangat kaget melihat bagaimana Seo Jun-Woo Push Up hanya dengan satu tangan. Seo Jun-Woo yang melihat sang perawat itu datang segera menghentikan kegiatannya dan mulai berdiri, dan bertanya,
"Ada apa?"
"Itu... Tuan Seo Jun-Woo, Saya hanya ingin mengabarkan bahwa proses anda untuk keluar dari rumah sakit sudah diurus, anda hanya harus menandatangani beberapa berkas,"
Seo Jun-Woo baru saja ingat, bahwa mulai hari ini dirinya sudah boleh keluar dari rumah sakit, selama di Rumah Sakit tentu saja biaya di biayai oleh Pemerintah dan Asuransi, karena menjadi Korban dari Dungeon Outbreak, namun tentu saja seberapa banyak biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah ini ada batasnya, dan satu bulan adalah batasnya. Jika lebih dari itu, itu akan di urus oleh pihak Keluarga Pasien.
"Owh, tentu saja segera bawa ke sini berkas-berkasnya aku juga akan segera membereskan barang-barangku,"
"Apakah anda butuh bantuan?"
Seo Jun-Woo yang mendengar kata-kata ramah dari perawat itu lalu segera tersenyum dan berkata,
"Tidak perlu, aku akan membereskannya sendiri lagi pula barang-barangku tidak banyak, Terimakasih atas bantuan Perawat Min Yuna selama ini, saat saya disini,"
Itu adalah Perawat yang sama, yang di temui Seo Jun-Woo sejak dia mulai sadarkan diri dan perawat itu juga yang selama ini merawat dan membantunya juga menjelaskan hal-hal soal tubuh yang dimilikinya.
Benar, Seo Jun-Woo adalah tubuh dari seorang anak yatim piatu, Yang sepertinya memiliki hidup yang sulit dan hanya bekerja di sebuah Pabrik setelah lulus SMA. Setidaknya, Seo Jun-Woo merasa lega dengan informasi itu sehingga dirinya tidak perlu repot-repot harus memiliki hubungan dengan Keluarga Tubuh yang dipakainya itu. Namun sepertinya memang tidak bisa menghindari untuk bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya. Semoga saja di antara kenalan Seo Jun-Woo tidak ada yang merepotkan.
"Baik, kalau begitu. Ini dokumen yang harus anda tanda tangani,"
Perawat itu segera memberikan beberapa dokumen dan kemudian setelah ditandatangani dia permisi keluar. Seo Jun-Woo yang melihat Perawat Keluar, segera mulai membereskan barang-barang yang ada di sana dan tentu saja tidak akan ada banyak barang Setelah semua, dia hanya mengunakan pakaian yang di sediakan Rumah Sakit. Dan juga beberapa pakaian yang di berikan secara gratis oleh para Donatur, yang biasanya menjadi sukarelawan jika ada semacam Bencana Dungeon Outbreak ini.
Berikutnya, yang Seo Jun-Woo cemaskan adalah masalah uang. Seo Jun-Woo menatap ponsel miliknya, di mana Di sana ada beberapa hologram, seperti tagihan untuk sewa Apartemen kecil miliknya, juga berbagai tagihan lainnya, yang jadi masalah adalah jumlah tabungan Seo Jun-Woo, benar-benar hanya cukup untuk menutupi tagihan-tagihan itu selama satu bulan.
"Sial, aku tidak mengira aku akan kembali menjadi miskin,"
Dia ingat, ketika menjadi Constellation dia pernah menjadi Constellation yang miskin, dengan banyak poin, dan sekarang setelah kembali dirinya laki-laki menjadi seseorang yang miskin dan kekurangan uang.
"Hah, di saat seperti ini, Aku merindukan diriku yang dulu, sebagai Seo Jun-Hee, yang bergelimang harta dan kaya raya,"
Ya, Dia ingat kehidupan lamanya sebagai Seo Jun-Hee, Sang Pahlawan. Bisa di bilang, dia berasal dari Keluarga yang cukup Kaya Raya, walaupun setelah insiden Dungeon Outbreak seluruh Keluarganya meninggal, namun tetap harta peninggalan mereka masih cukup untuk hidup, dan itu juga yang mendukungnya hingga bisa fokus pada awalnya, untuk memasuki Dungeon untuk balas dendam atas kematian Keluarganya. Dan semakin banyak Dungeon yang dia masuki, uang selalu ada di sisinya dan mengikuti.
"Hah, mari lupakan dulu soal uang, selama Aku bisa memasuki Dungeon, aku pasti akan mendapatkan uang setelahnya,"
Hari, itu dia mulai kembali ke Apartemen Sewaannya yang berantakan itu, yang sudah di tinggal untuk waktu yang lama. Dia tentu membutuhkan waktu seharian untuk membereskan tempat itu setidaknya menjadi tempat yang layak untuk ditinggali.
Dan sekarang dia sedang menuju ke tempat pembuangan sampah, dimana dia harus meletakkan semua sampah yang dikumpulkannya dari Apartemennya. Sayangannya, dia harus bertemu orang-orang yang buruk.
"Hei! Lihat, itu Seo Jun-Woo! Aku kira dia sudah mati karena tidak pernah melihatnya!"
"Owh, Baner itu Seo Jun-Woo, jika Kamu masih hidup Bukankah seharusnya kamu memberi kabar pada kami?"
"Benar, kamu jelas harus meneraktik kami makan,"
Seo Jun-Woo melihat orang-orang itu penuh dengan kecurigaan melihat bagaimana mereka bertindak seperti kenalan Seo Jun-Woo, namun melihat orang-orang ini tidak pernah mengunjunginya sepertinya mereka tidak benar-benar berhubungan baik dengan tubuh yang dipakainya ini, dan lagi sepertinya...
Ah, ini plot yang biasa muncul?
Benar, saja salah satu tangan dari orang itu berniat memukul perut Seo Jun-Woo. Seo Jun-Woo Tentu saja sangat mudah untuk menghindari pukulan itu.
"Hey, lihat samsak tinju kita sekarang sudah berani menghindar heh?"
Salah satu orang mencoba untuk memukul Seo Jun-Woo lagi, namun kali ini tidak dihindari melainkan tangan yang berniat memukulnya itu segera ditangkap dan dipelintir dengan keras membuat orang itu berteriak kesakitan.
Seo Jun-Woo, yang melihat itu segera mengerutkan wajahnya, hanya berpikir bahkan di era ini masih ada tipikal preman semacam itu?
Salah satu orang yang terlihat seperti pemimpin yang dari tadi diam saja sekarang mulai angkat bicara.
"Lihat, dia sekarang bahkan berani untuk menatapku? Kamu tidak tahu siapa Aku hah? Aku adalah seorang Awakening Level C Sekarang! Harusnya kamu menurut saja seperti biasanya,"
Seo Jun-Woo yang melepaskan tangan orang yang akan memukulnya, jelas merasa waspada kepada keberadaan orang itu yang terlihat lebih berbahaya daripada kebanyakan orang yang ada di sini.
Dia Awakening Level C?
Pantas saja dia sombong, ini tidak begitu lemah namun harusnya tidak sekuat itu, namun jelas level itu jika disamakan dengan orang biasa, akan membuat orang biasa ketakutan.
"Ada Aturan bahwa Seorang Awakening tidak boleh menyentuh orang biasa,"
Seo Jun-Woo hanya mengatakan hal-hal yang dirinya tahu soal aturan-aturan yang baru belakangan ini dirinya pelajari. Dan saat ini Seo Jun-Woo masih berstatus 'Orang Biasa'. Itulah Kenapa dia memanfaatkan situasi ini.
"Cih, namun Apakah perlu aku harus mengotori tanganku sendiri?"
Dia lalu menyuruh anak buahnya, memukuli Seo Jun-Woo, namun jelas saja berkat latihan kerasnya itu, Seo Jun-Woo sudah sedikit meningkatkan kekuatan tubuh yang dimilikinya dan meningkatkan kelincahan tubuh itu sehingga sekarang bisa dengan mudah melakukan pertarungan semacam ini. Setelah semua, yang dirinya lawan hanyalah manusia biasa ini benar-benar tidak membutuhkan tenaga, jadi hanya waktu kurang dari 1 menit, orang-orang itu dipukuli hingga pingsan oleh Seo Jun-Woo.
Pemuda yang terlihat memimpin itu benar-benar geram melihat anak buahnya itu dipukuli.
"Kamu!! Kamu anak yatim piatu sialan!"
Mungkin karena terlalu emosi, dia lalu mencoba memukul Seo Jun-Woo, sebagai level C, kekuatannya dan statistiknya jelas 3x lipat lebih banyak dari tubuh Seo Jun-Woo, mungkin terkena pukulan apalagi serangannya saat ini akan memberikan efek buruk pada tubuhnya.
Namun dari segi pengalaman, Seo Jun-Woo lebih baik.
Ini mungkin menjadi kesempatan untuk menggunakan kemampuan baru yang dimilikinya, salah satu yang dia dapatkan dari Fregmen Kegelapan. Ini mungkin masih Skill level D, namun pasti setidaknya bisa melukai Awakening yang ada dihadapannya itu.
Sebuah bayangan hitam mulai muncul di tangan Seo Jun-Woo, menyelimuti tangannya dengan semacam energi lalu segera memberikan pukulan yang begitu kuat pada lawannya itu..
Lawannya itu, walaupun dia level C, karena kurang waspada dia terkena serangan itu di bagian vitalnya, di perutnya, membuat dia kesakitan.
"Ukhhh... apa yang kamu...."
Belum selesai dia bicara, Seo Jun-Woo mulai menggunakan tangannya, dan memukuli lebih keras Awakening Level C di Depannya itu. Tangannya tentu saja merasa sangat sakit rasanya seperti memukuli kantong besi itu mungkin karena perbedaan statistik yang mereka miliki.
Namun selain elemen Api dan Petir yang mematikan, elemen bayangan atau kegelapan, selalu memiliki tingkat kerusakan yang tinggi, wajar level C itu terluka. Apalagi, Seo Jun-Woo memukul bagian-bagian Vitalnya.
Namun sekali lagi, itu masih tidak cukup untuk membuat lawannya itu pingsan.
"Sial, aku mungkin harus menjadi lebih kuat...."
Ya, dia menyadari benar dengan kemampuannya saat ini yang masih kurang bahkan menjadi kewalahan dengan melawan seorang level C, nanti bagaimana dirinya akan melawan Zodiak?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
John Singgih
harus lebih kuat supaya tidak terhina
2023-07-17
2
Angin
lanjut
2023-05-09
1