Dan dan tak lama kemudian waktu subuh pun masuk aku pun masih ngak bisa tidur,dan aku lanjutkan aja masak habis tu mudah mudahan bisa tidur .
Tak lama kemudian anakku terbagun alamak ngak bisa tidur nih ,begini ya kalau jadi seorang ibu itu.
Beginilah ibu merawat ku dulu ucapku dalam hatiku.
"Bun mamam .....mamam.mamamammm."ucap anaku itu.
Itu la anakku habis bangun selalu begitu dan aku pun menyiap kan permintaanya tersebut.
×××××××
Tiga bulan kemudian
Pada malam itu saat kami lagi santai bang feri pun ,mengatakan pada sang pemilik rumah bahwasanya kami akan pindah.
"Kakak kami mau pindah .apabila ada kesalahana kami ,kami minta maaf yang sebesar besarnya"ucap suamiku itu.
"La "sang pemilik rumah pun menautkan alis nya karena kaget mendengar hal tersebut.
"Kenapa kalian pindah ,apa ada masalah dengan kalian sehingga mau pindah mendadak seperti ini"ucap pemilk rumah dengan wajah yang agak kecewa.
"Ngak ada kak kami mau belajar mandiri aja ".jawab suamiku.
Sementara aku ngak ikut kedepan karna aku lagi menidurkan zafran ,tapi aku bisa mendengar percakapan mereka.
Dan tak lama kemudian bang feri pun kebelakang lansung tidur , aku pura pura ngak tahu dan aku pun lansung bertanya.
"Gimana bang apa kata kakak"tanyaku pada bang feri.
"Ya ngak papa dia cuma bilang minta maaf kalau ada salah katanya "ucap suamiku .
"Oh"ucapku padanya.
"Ya udah ayok kita beres dulu agar besok pagi kita ngak ribet lagi "ucapku pada bang feri.
"Besok pagi aja ,kan ngak lama lagian kamu ngak ngapain ngapain juga pagi".ucapnya padaku.
Ihhhhhh
Pengen ku tampar tu mulut bilang ngak ngapa ngapain ,enak aja dia ngomong ngurus anak itu bukan kerjaan apa ???
Dan malam itu adalah malam terakhir kami di karang tinngi ,sedih juga rasanya ningalin rumah ini karena sudah hampir 2 tahun disana dan banyak kenangan yang kami lalui disini dan banyak banget aku bisa berpikir secara cemerlang disini.
Ya allah sedih banget harus pisah sama kawan disini karna udah dekat banget dan udah kayak saudara sendiri.
Sebuah Perpisahan
Jalan kita sudah berbeda..
Biarlah masa lalu jadi kenangan..
Semoga kita tetap bisa bahagia..
Dengan cara kita sendiri..
Dan aku yakin..
Waktu akan menyembuhkan..
Semua luka yang ku rasakan..
Semua rasa sakit yang ada di hati..
Sudah saatnya kita..
Saling menatap ke depan..
Jangan pernah kembali lagi ke belakang..
Karena itu sangat menyakitkan..
Semua tentangmu..
Sudah masuk dalam kotak memori..
Yang telah ku kunci dengan rapat..
Dan ku simpan di tempat yang sulit ku ingat..
Selamat tinggal kakak dan semuanya..
Jangan pernah mengkhawatirkan aku..
Aku akan baik-baik saja..
Terima kasih atas semuanya..
Jika suatu hari nanti..
Takdir mempertemukan kita lagi..
Aku harap bisa melihat kalian bahagia..
Jika perpisahan ini adalah suatu kebebasan dan kebahagian bagi dirimu.. maka,, pergilah..
Takkan pernah lagi tangan ini meronta-ronta menahanmu..
Takkan pernah lagi suara ini mendesah parau manggilmu kembali..
Sebab, bila q nyatakan hati ini sangat tak mengiginkan kau pergi.. PERCUMA..
Sebab akan kau nyatakan juga..
Bahagiamu tak ada bersama q..
Pertemuan dengan cara apapun itu
Sesungguhnya sudah di atur tuhan
Dan perpisahan dengan jalan bagaimanapun juga
Itu adalah ketentuanNYA
Jangan terlalu gembira jika pertemuan mu membuat mu bahagia
Karena bukan tidak mungkin nanti akan ada perpisahan di ahirnya
Dan jangan terlalu larut dalam kesedihan jika perpisahan harus kamu terima
Karena pasti sudah ada rencana baik lain
yang sudah ALLAH siapkan untuk mu
Tak ada sebaik baik rencana kecuali rencana ALLAH semata
Dan Semua ketentuanNYA
Entah itu bahagia atau sengsara pasti ada lebih dan kurangnya.
Ya allah mudah mudahan aku sanggup hidup di tempat baru ,tapi entah kenapa aku merasakan akan ada sesuatu di tempat yang baru nanti.ntah la aku ngak tau apa yang akan terjadi,mudah_ mudahan itu hanya prasangka ku aja .
Cuit....... cui....... cuit......
Hoam hoam hoam
Mmm ey udah jam 6 ya aku kesiangan pagi ini ya udaeh mandi aja dulu habis t baru aku beres beres.
Dan tak lama kemudian aku pun membangun kan bang feri.
"Bang ayo bangun kan kita mau beres beres ,ni semua belum selesai bang masih banyak barang yang mau dikemas katanya mau pindah pagi ini."ucapku padanya.
"Iya tunggu bentar e"ucapnya padaku.
Dan akhirnya ia bangun juga dan lansung beres beres juga dan memasukan satu persatu barang kedalam karung.
"Tak ku sangka kau begini fer"ucap sang suami pemilik rumah dan ia pun langsung ceracau hingga membuat bang feri panas dan membuat dia emosi.
Dan tak lama kemudian bang feri benar benar berada dalam kendali emosi hingga marah bahkan ke aku dan anaknya.
Dan tak ku duga ia marah keorang tapi menhempaskan kami.dan saat itu aku udah membantu ia marahke suami ayuk Lisa tapi kami kena .
Dan tak lama kemudian zafran nangis dan aku bikinkan susu tanpa di duga bang feri marah marah berkata kasar dan di saat itu pula ia ambil pisaunya dan hendak menebas aku dan anaknya .
"Woijji "teriaku dengan keras dan menangis kalau aku ngak teriak akan ku pastikan kami, ya aku dan zafran sudah berada dirumah sakit.
Ya allah dia marah pada orang kenapa kami yang harus jadi korban ,kan aku sudah bilang dari kemaren kemaren agar bilang kepemilik rumah agar dia beritahu akan kepindahan tersebut, ngak mendadak dan kaget juga.
Tapi apa ucapan ku ngak pernah di dengar ,ya bagi dia aku bukan siapa siapa dia.
Wajar aja kok dia begitu .
Dan tak lama kemudiayn suami ayuk Lisa pergi dan bang feri mulai membawa satu persatu alat alat kami .dan aku pun kedepan mencari keberadaan ayuk Lisa.
"Yuk ayuk o yuk"ucapku sambil mencari keberadaan ayuk lisa .
"Oiiiiik ada apa"ucap ayuk Lisa.
"Yuk aku minta maaf atas kelakuan bang feri,aku juga mintat maaf kalau aku salah yuk aku juga minta tolong sampaikan sama kakak permintaan maaf aku yuk"ucapku padanya.
"Yuk kayaknya aku ngak akan bertahan lama sama dia yuk ,tadi aku dan zafran mau dia tebas pakai parang yuk (pisauu)"ucapku sambil nangis.
"Yuk mungkin aku ngak lama disini aku akan ikut ibuku balik kepadang nanti yuk "ucapku padanya sambil menangis.
"Ya kau yang sabar aja namanya juga berumah tangga banyak halanga dan rintangannya".ucapnya padaku.
"Ya yuk makasih atas nasehatnya" ucapku padanya.
Dan tak lama kemudian bang feri datang dan membawa barang selanjutnya .
"Kamu mau duluan kesana atau gimana?"ucapnya padaku.
"Nanti aja yang selanjutnya aku yang kesana"ucapku padanya.
Dan ia pun berangkat membawa perkakas kami dan pun jalan keluar dan ketemu sama mak aziz dan akhirnya kami bercerita dan aku pun izin pamit dan minta maaf kalau kami ada salah ucapku pada mak aziz .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments