bab 10

Dan tak lama kemudian aku pun memilih apa yang harus aku pilih dan membayarnya habis itu kami pulang dengan jalan kaki.

Sesampainya di rumah aku pun meletakan belanjaanku dan memberi zafran martabak kesukaannya,dan ia pun melahapnya dengan cepat hinnga ia tidak menyisakan sedikitpun untuk ku.

"Nak segitu enaknya ya hingga ngak kamu kasih bunda"tanya ku pada putra ku itu.

Iya pun memgangguk dan tersenyum bahagia aku sangat senang sekali melihat anak aku bahagia.

Ya allah beri la aku umur panjang dan kesehatan sampai anak ku sukses dan biarkan la kami bisa bersama terus ,aku pun berdoa dalam hatiku.

Dan tak lama kemudian aku melihat putra ku sudah selesai makan dan ia pun tidur nyenyak dan aku pun tersenyum melihat tingkahnya memang usia masi kecil tapi jiwanya sangat dewasa . Ia membuat ku mengerti dan menjadikan aku seorang ibu sungguh nikmat menjadi ibu.sekarang aku sadar menjadi ibu itu bagaimana ngak semudah yang kita bayangkan dan semudah pikiran kita.

Dan setelah aku memindahkan zafran ke tempat tidurnya ,aku pun bersiap siap untuk mencuci semua sayuran yang aku beli di pasar tadi dan membawanya ke air pancur.

Sementara aku mencuci semua sayuran tadi aku merebus air . Sembari menunngu air itu matang aku pun kembali ke pancur dan melanjutkan untuk mencuci sayur sehingga nanti aku selesai mencuci sayuran itu air pun matang .

Dan semua selesai aku pun istirahat di samping putra ku dan aku pun tertidur karna kecapean dari pasar tadi karna ngak ada berhentinya.maklum ibu rumah tangga itu berat ngak mudah memang kadang terlihat ringan tapi coba di kerjakan ngak sesuai dengan ekspetasi kita.

Tapi kita harus bisa dan ikhlas menjalankanya nanti allah akan membalasnya dengan lebih baik yang penting kita ikhlas dan bersyukur ya itu yang penting .

Karena segala sesuatu itu harus dijalani bukan untuk berputus asa dan patah semangat kita harus bisa.

Tak lama kemudian ponselku pun

Ponsel ku berdering.

Dring .......dring.........dring.....

Dring.....

Dan aku liat ternyata pangilan masuk dari adiku ya dia kalau ada waktu luang ia akan menelponku atau dia sedang rindu ponakanya.dan aku pun mengambil ponsel ku yang lagi di charger di luar dan aku pun mengangkatnya.

"Hallo ada apa "?tanyaku.

"Mana anak aku kakak aku kangen sama dia"?ucap adiku itu.

"Ada lagi tidur dia".ucap ku pada adiku itu.

"Bangun nak jangan tidur nak ,ami mau main sama kamu ,bagun ucuk ami .

Ayo bangun nanti ami cubit kamu ayo bangun ".ucap adikku pada ponakanya .

Huan huam huam huam huam huam huam

Anakku pun bangun dan lansung ambil ponsel dan ngomong dan ketawa bersama ami nya .

"Iiiiii lucu sini kamu nak ami cubit kamu,ayo sini nanti ami beli kan kue untuk kamu mau ngak nak"?.ucap adikku pada ponakanya itu karna ia sangat sayang pada zafran dan ia belum pernah ketemu dari lahir hinnga sekarang.

"eeeHee heee heeee hiiiii nehsnshsj kahsb kshsb hshsh uhh mmmmm"pakai bahasa planet khusus dia .

"Ngomong apa si nak ,ngak ngerti ami tolong ajari ami donk nak .ami mau belajar juga".ucap adiku itu.

"Oh ya,Mana mama dek kok ngak keliatan si.biasa kan jam segini kakak ada liat dia dirumah kenapa hari ini ngak ada dek"?tanya ku pada adiku itu.

" biasa kakak lagi jualan kadang cepat pulang kadang lama kakak ngak nentu ,karna jualan lagi sepi dan mahal juga sekarang".ucap nya padaku.

"Oh memang jam berapa mama pulang paling lama dek"?ucapku pada adiku itu.

"Paling lama ya jam 4 kak lagian kan ngak ada anak ank juga di rumah cuma ada aku dan adek .itupun adek pergi kérja juga dan aku kuliah pulang ngak nentu .mungkin karna sepi mama milih pulang lama kak".ucap nya padaku.

"Oh .kamu dah makan belum dek ini udah siang lo,nanti kamu sakit nanti mama khawatir pula dan kasian kan dan jadi pikiran pula bagi mama"ucap ku pada adik ku itu karena ia sering makan nunnggu mama.

"Udah kakak tadi barusan aku selesai makan kalau kakak udah makan belum"?ucapnya padaku .

"Sudah"jawabku.

Padahal dari tadi aku belum makan sama sekali karna aku masak hanya cukup untuk bang feri aja .karna beras hanya cukup untuk besok pagi ya aku harus megalah demi keluarga ini.

Padahal sebenarnya aku sangat lapar tapi gimana lagi  persedian beras hanya cukup sampai besok pagi dan aku malas berdebat lagi sama bang feri ,ujungnya akan bilang aku boros dan ngak bisa ngatur uang .karena dimata nya aku boros dan ngak bisa apa apa sehingga ia sering menghina ku  dengan kata yang menurut ia baik .

Pernah sekali ia karna segala sesuatunya habis dia bilang aku pemalas dan boros dan ia pun melempar kan nasi yang ada dalam kotak nasinya hinnga berserakan dimana mana .dan ngak lama kemudian ada orang datang untuk mengundang kami di acara pernikahan anaknya dan orang itu pun bertanya.

"Kenapa nasi itu berserakan dan bertebaran dimana mana ".tanya nya.

Dan bang feri ngak menjawab apa apa sama sekali tapi aku malu jadinya .dan disana saat itu pula harga diriku jatuh dan begitu hina nya aku .suami ku sendiri menginjak harga diriku sebagai wanita ia tak pernah menghargai ku sebagai perempuan .bahkan sholat pun ia ngak bisa dan ngaji pun juga ngak bisa.

Dan saat itu aku hanya bisa menangis tanpa jawaban kenapa orang lain menghargaiku sementara ia suamiku ngak pernah menghargaiku sebagai istrinya.

Kadang aku iri liat orang di hargai sama suaminya sementara aku ngak ada sama sekali karna aku hanya di butuhkan saat perlu saja .dan ketika sudah ngak perlu dibuang bagai sampah dan begitu hinanya diri ku ini.

"Kak"

"Hai hallo hai apa ka disana masih ada orang apa ngak ya kok ngak ada suaranya kayak"?tanya adiku .

"Eh ya aku disini dek mungkin ini efek baru bangun tidur dan masih mau tidur hee heee heee heeee heee he"ucap ku pada adiku.

Padahal sebenarnya aku hanya bersedih aja karena aku ngak pernah dianggap sama dia dan hanya dia anngap pembantu oleh suamiku sendiri.

Mungkin ini karma dari ayah ku entahla.

Karena ayah ku telah menyakiti ibuku.dan memilih wanita lain.

Dan apa aku harus begini aku sebagai wanita ngak ada gunanya ya hanya menyalahkan diri sendiri yang aku bisa mungkin karna aku ngak dengarin ucapan ibu ku dulu.mungkin iya sekarang aku harus begini.dan  terima kenyataan dan aku ngak kuat rasanya.tapi demi zafran aku harus kuat dan ngak boleh lemah sama sekali krna kalau aku lemah dia akan bersedih aku ngak tega jadinya .

Harapan aku sekarang adalah putra ku itu bukan yang lainya karna dia la penguat dan kekuatan ku saat ini.

Sehat selalu nak dan kuat kan ibumu ini

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!