#Bunda

Tiga bulan sudah Najla kembali ke Indonesia.Dia dengan segala kesibukan nya di Rumah Sakit tentunya menyita waktu santainya apalagi profesi nya sebagai dokter bedah.

"Dok,maaf ada banyak pasien masuk korban tawuran dok."

Ucapan Nunik membuat Najla langsung bergegas menuju ruang UGD.

"Akhirnya dokter Najla datang,maaf disana ada siswa yang tidak mau di ambil tindakan dok,melihat lukanya memang tidak terlalu parah tapi butuh di jahit.Tapi anak itu tidak mau."ucap salah satu suster yang ikut menangani para korban.

Dengan langkah cepat Najla mengikuti langkah sang suster dan mendapati seorang anak berseragam SMA yang sedang mengamuk tak mau di obati.

"Lo denger nggak ,gue nggak mau di obati,budeg Lo !!" bentaknya pada dua suster yang berusaha mengobati nya.

"Tapi..

"Sus biarin kalau dia nggak mau di obati.Nggak usah kalian obati."ucap Najla dengan santai melangkah menuju brankar tempat anak remaja itu terbaring.

"Dokter Najla,maaf.."ucap dua suster itu pada Najla.

"Bu_bunda.." gumam anak remaja itu.

"Kenapa nggak mau di obati,merasa jagoan,merasa hebat,luka kamu lumayan serius,kalau kamu mau mati konyol dengan cara tawuran kenapa nggak kamu hadang mereka minta mereka tebas kap*la kamu,Hahh..!!"

Najla ngomel pada sang anak itu dengan tangannya bergerak membersihkan luka di kepala bocah itu ,ada di dahi dan juga pelipisnya.Serta ada di tangan yang terlihat tulang nya tergeser.

"Aisssttt..sakit bun.."rengek nya.

Deg

Najla berhenti sesaat saat mendengar ucapan anak itu,sudah dua kali anak itu memanggil dirinya bunda.Padahal boro-boro punya anak pacar aja nggak punya alias Jomblowati sejati.

"Kenapa kamu panggung saya seperti itu?"tanya Najla pada sang bocah laki-laki itu yang sedang dia tangani.

Semua suster dan dokter yang melihat keduanya merasa heran kenapa Najla dengan mudah membujuk anak itu untuk di tangani sedangkan sebelumnya dia mengamuk pada team medis jika ada yang mendekat padanya.

"Memang bunda kan bunda aku."ucap nya dengan santai.

"Ngawur..!!" sentak Najla dengan sedikit menekan luka yang ada di kening si bocah.

"Asssttttt...sakit bun,tega banget sih bikin anaknya kesakitan."gumam nya dengan meringis kesakitan dan wajah pucat nya.

Setelah selesai di tangani dengan memakaikan gips pada tangan si bocah dan menjahit beberapa bagian wajah bocah itu akhirnya Najla memutuskan untuk memberi tahukan pada guru mereka jika si bocah itu untuk sementara waktu rawat inap.

Najla yang sedang sibuk mencuci tangan tiba-tiba ada seorang dokter juga sedang Mela hal yang sama seperti dirinya lalu dia membuka suara mengajukan pertanyaan pada Najla yang untuk kesekian kalinya mendengarkan pertanyaan itu sedari tadi.

"Dokter Najla kok bisa sih tanganin anak itu padahal kita semua kewalahan karena tadi dia sempat mengamuk ?"

Tanya seorang Dokter yaitu Dokter Handoko yang bertugas dokter jaga ruang UGD.

Najla menghela nafas panjang dan menatap si Dokter dengan datar.

"Dokter untuk orang ke sekian kalinya yang menanyakan hal itu.Saya nggak melakukan apapun,saya hanya melakukan apa yang seharusnya seorang Dokter lakukan untuk pasiennya."jawab Najla dan langsung melenggang pergi dari tepat itu.

Sementara Handoko hanya bisa menatap punggung perempuan berprofesi sebagai Dokter bedah itu menjauh darinya.

...****************...

Najla masuk ke dalam ruangannya dengan wajah yang terlihat kesal.

"Lo kenapa,BT amat lihat nya?" tanya Nunik melihat wajah Patner kerjanya dan juga sahabatnya.

Yah, Nunik kini sudah menjadi salah satu sahabat Najla. Tempat berkeluh kesah.

Sementara di sebuah rumah besar dan kaya raya seorang wanita paruh baya sedang panik mendengar cucunya masuk rumah sakit.

"Ayo Pah,bisa cepat nggak sih..?!" omelnya pada sang suami.

"Sabar mah,papa juga lagi jalan nih."seru sang suami yang melangkah lebar ke arah mobilnya.

Pria paruh baya itu pun masuk ke dalam mobil,duduk di samping sang istri si jok belakang.

"Ayok Man cepat,kasihan Kevin."ucap sang nyonya dengan berseru pada salah satu supir pribadi keluarga Abraham.

"Baik Nyonya." jawab supir yang bernama Maman pada nyonya bos nya.

"Jangan ngebut-ngebut Man,yang penting selamat sampe Rumah Sakit " ucap pria paruh baya yang bernama Ryan Abraham suami dari Putri Pranaja atau biasa di panggil Mami Puput.

"Papi ini gimana,cucu kita kena musibah tapi masih santai saja.Kalau Kevin kenapa-kenapa gimana,Alex bahkan belum pulang ke Indonesia.Kenapa dia mesti lama di Singapura sih.."ucap mami Puput dengan wajah kesal.

"Kamu tahu sendiri anak kamu itu,dia terlalu gil* kerja.Bahkan papi sudah bilang jangan di forsir tetap saja dia bandel."ucap sang suami menimpali keluhan sang istri.

"Kasihan Kevin,sejak mamanya meninggal.Papanya nggak pernah perhatian sama dia, bagaimana pun Kevin butuh ayahnya.Ini yang ada Kevin kayak yatim piatu."keluh mami Puput mengingat sang putra yang tak lain adalah Alexander Abraham yang selalu menjadi workholic.

"Kamu tahu sendiri,semenjak kepergian Vania,Alex semakin berbeda.Dulu,waktu Najla sepupu Vania pergi apalagi,dia merasa kehilangan.Karena dia lihat mami nya sedih mendengar menantu idamannya pergi."ungkap Ryan.

"Yaahh,bukan begitu..mami kalau ingat waktu itu mami sangat berharap Najla lah yang menjadi menantu mami,walaupun memang melihat umur nya yang masih muda banget tapi, entah mengapa mami suka sama karakter Najla yang dewasa dan juga tenang pembawaannya."ungkap mami Puput mengingat menantu idamannya yang dia dapatkan dari sosok anak ABG yang tak lain adalah sepupu dari wanita yang di cintai putranya.

"Papi sebenarnya suka dengan karakter Najla yang memang terlihat cenderung dewasa dan juga pembawa nya yang tenang.Tapi,papi nggak bisa melarang Alex untuk menikahi Vania bukan Najla yang dia nikahi.Karena Alex yang sangat mencintai Vania dulu."ungkap papi Ryan.

"Hemmm,sampai dimana Alex membutakan matanya saat Vania melakukan kesalahan.Apa hubungan yang hanya di dasari kepentingan satu orang dan itu artinya hubungan mereka itu hanyalah hubungan yang toxic."ungkap mami Puput.

"Tuan ,Nyonya kita sudah sampai."ucap mang Maman saat memberhentikan mobilnya di depan lobby Rumah Sakit.

Mendengar supirnya mengatakan bahwa mereka sudah sampai akhirnya mereka akhiri perdebatan yang tak ada habisnya itu.Akhinya pasangan yang sudah tidak muda lagi itu turun dari mobil dan segera melangkah ke ruang rawat sang cucu.

Brakkk..

"Kevin,Ya Allah cucu Omaaa!!"seru mami Puput melihat luka cucunya itu saat baru masuk ke dalam ruang inap sang cucu.

Mami Puput menciumi wajah cucunya dan meneteskan air matanya mengingat cucu tersayangnya terluka.

"Oma,jangan nangis.Kevin malah beruntung karena Kevin kayak gini,jadi Kevin ketemu Bunda .."ucap Kevin dengan wajah sumringah.

" Hahh..Bu_bunda !!" seru mami Puput melihat raut cucunya dengan pandangan bingung.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

akhirnya bener kata Vania dulu, Najla diminta menganggap anak Vania anaknya juga. mungkin dulu kayak dah ada firasat kali ya

2025-02-21

0

Fitra Yani

Fitra Yani

plis putur waktu vania nikah dong Penasaran

2024-12-07

0

Langit Biru

Langit Biru

*panggil

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 #Najla Maulida
2 #Fitting Baju
3 #Pertunangan
4 #Harus Kembali
5 #Menolong Nunik
6 #Sidang Soal Nunik
7 #Bunda
8 #Bertenu Najla
9 #Syarat Kevin
10 # Sudah ada Bunda
11 #Kenyataan Yang Menyakitkan.
12 #Pertemuan Alex & Najla
13 # Kegalauan
14 #Sisi Gelap Alexander Abraham
15 # Daniel dan Brian
16 # Kekecewaan Kevin
17 #Kevin Keluar RS
18 # Sebuah Rahasia
19 # First kiss
20 #Bocah VS Botuna
21 # Club
22 #Rooftop
23 # Kelakuan Alex
24 #Rencana Ke Psikiater
25 # Psikiater
26 #Kepindahan Daniel
27 #Pesta.
28 #Pesta 2
29 #Godaan Pagi Hari
30 #Minta Nikah
31 #Kevin dan Brian
32 # Solusi
33 #Bagi Dua Bundanya
34 #Antar Sekolah
35 #Nikmati Alurnya
36 #Berusaha menjadi Penengah
37 #Oma,Opa Pulang
38 #Mencoba Menyambung Silaturahmi
39 #Ide Brian..
40 #Jasmine
41 #Belanja Bulanan
42 #Pertemuan dengan Keluarga Vania
43 #Permintaan Vania
44 # Menjalani dengan Jalan yang Benar
45 #Joging
46 #Calon Istri Alex
47 #Jawaban Najla
48 #Hari H
49 #Pengantin Baru
50 #Malam Pertama
51 # Alex VS Kevin
52 #Kehidupan Baru
53 #BBQ
54 #Malam Kita
55 # Julia
56 #Kehidupan Berumahtangga.
57 #Mengungsi
58 #Najla Sakit
59 #Pingsan
60 #Hamil
61 #Ada Apa Dengan Kevin??
62 #Orang dari Masalalu
63 #Bertemu Musuh Masalalu
64 #Balas Dendam?
65 Teror
66 Teror Masih Berlanjut
67 Penculikan
68 Najla Yang Ajaib
69 Menyadarkan
70 Najla Pingsan
71 Operasi
72 Kebahagiaan
Episodes

Updated 72 Episodes

1
#Najla Maulida
2
#Fitting Baju
3
#Pertunangan
4
#Harus Kembali
5
#Menolong Nunik
6
#Sidang Soal Nunik
7
#Bunda
8
#Bertenu Najla
9
#Syarat Kevin
10
# Sudah ada Bunda
11
#Kenyataan Yang Menyakitkan.
12
#Pertemuan Alex & Najla
13
# Kegalauan
14
#Sisi Gelap Alexander Abraham
15
# Daniel dan Brian
16
# Kekecewaan Kevin
17
#Kevin Keluar RS
18
# Sebuah Rahasia
19
# First kiss
20
#Bocah VS Botuna
21
# Club
22
#Rooftop
23
# Kelakuan Alex
24
#Rencana Ke Psikiater
25
# Psikiater
26
#Kepindahan Daniel
27
#Pesta.
28
#Pesta 2
29
#Godaan Pagi Hari
30
#Minta Nikah
31
#Kevin dan Brian
32
# Solusi
33
#Bagi Dua Bundanya
34
#Antar Sekolah
35
#Nikmati Alurnya
36
#Berusaha menjadi Penengah
37
#Oma,Opa Pulang
38
#Mencoba Menyambung Silaturahmi
39
#Ide Brian..
40
#Jasmine
41
#Belanja Bulanan
42
#Pertemuan dengan Keluarga Vania
43
#Permintaan Vania
44
# Menjalani dengan Jalan yang Benar
45
#Joging
46
#Calon Istri Alex
47
#Jawaban Najla
48
#Hari H
49
#Pengantin Baru
50
#Malam Pertama
51
# Alex VS Kevin
52
#Kehidupan Baru
53
#BBQ
54
#Malam Kita
55
# Julia
56
#Kehidupan Berumahtangga.
57
#Mengungsi
58
#Najla Sakit
59
#Pingsan
60
#Hamil
61
#Ada Apa Dengan Kevin??
62
#Orang dari Masalalu
63
#Bertemu Musuh Masalalu
64
#Balas Dendam?
65
Teror
66
Teror Masih Berlanjut
67
Penculikan
68
Najla Yang Ajaib
69
Menyadarkan
70
Najla Pingsan
71
Operasi
72
Kebahagiaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!