Albi membawa Kay masuk kedalam mobilnya, sepanjang perjalanan Kay hanya diam saja sambil memikirkan nasibnya dan juga nasib anak yang ada di kandungannya.
Hingga mobil Albi tiba didepan rumah yang terlihat begitu besar bergaya klasik membuat rumah tersebut nampak begitu indah.
Albi meminta Kay untuk turun dari mobilnya dan mengajaknya masuk kedalam rumah tersebut.
"Duduklah, aku akan mengmbilkanmu minum terlebih dahulu" ujar Albi.
Kay pun mendudukan tubuhnya di sofa, ia melamun sambil menatap ke arah jendela kaca yang mengarah ke taman.
Sebenarnya Kay merasa sungkan karena disisi lain dia belum mengenal Albi.
"Minumlah" ucap Albi membuat Kay tersadar dari lamunannya.
"Terima kasih tuan" ucap Kay lalu meminum minuman yang baru saja di ambilkan oleh Albi.
Setelah di rasa Kayla sudah tenang, barulah Albi ngajaknya untuk mengobrol.
"Apa kamu sudah memeriksakan kandunganmu" tanya Albi membuka percakapan.
Kay pun hanya menggelengkan kepalanya, ia belum sempat memeriksakan kandungannya namun sudah ketahuan sama orang tuanya.
"Maaf, waktu itu aku langsung meninggalkanmu begitu saja, karena ada sesuatu yang penting yang mesti aku urus. Waktu itu aku meninggalkan kartu namaku tapi kenapa kamu tak menghubungiku?" jelas Albi begitu menyesal telah meninggalkan Kay begitu saja, Albi juga penasaran kenapa Kay tak langsung menghubunginya.
Kay pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Albi.
***
Satu bulan yang lalu
Tak lama Albi meninggalkan kamar hotel, Kay pun membuka matanya dengan perlahan.
"Sssstttt....." desis Kay sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing.
Kay mengedarkan pandangannya melihat seisi kamar yang terlihat begitu berbeda dengan kamarnya, Kay baru ingat kalau semalam dirinya menginap di hotel.
Dia menyibakkan selimutnya, dan Kay begitu kaget ketika melihat tubuhnya dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.
"Tidak mungkin.... " lirih Kay.
la mencoba mendudukan tubuhnya namun dia merasakan sesuatu yang perih di bawah sana.
"Akhhhh.... Kenapa perih sekali" keluh Kay sambil meringis.
Perlahan Kay turun dari atas ranjang, lalu dengan langkah tertatih Kay menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Kay mendekati cermin yang ada di dekat wastafel, dia melihat beberapa tanda merah yang ada di leher serta di dadanya.
"Jadi semua ini bukan mimpi, tapi siapa hiksss... Sipaa yang melakukan ini hiksss" gumam Kay mulai meneteskan air matanya.
la menggosok kissmark yang ada di tubuhnya hingga kulit Kay merah seperti terkelupas.
Dengan langkah gontai Kay menuju ke bawah shower, ia mengguyur semua tubuhnya dengan air.
Kay juga menggosok tubuhnya, ia merasa jijik dengan tubuhnya yang sudah ternoda.
"Hiksss.... Hiksss... Kenapa? Kenapa harus aku yang mengalami semua ini hikss" Kay terus menangis di bawah guyuran air.
Setelah merasa kedinginan Kay memutuskan keluar dari dalam kamar mandi.
Dia memakai pakaian bekas semalam yang sudah lecek akibat ulah Albi.
Kay mengerutkan dahinya ketika melihat sesuatu yang ada di atas nakas.
Di dekatinya nakas tersebut, ia melihat kartu nama yang tertulis "Albi Yan Shah Wijaya" CEO perusahaan New Saphire dan sebuah kalung yg diletakan diatas kartu nama.
Kay membalik kartu nama tersebut. "tolong hubungi aku secepatnya" gumam Kay
_____
Albi mengerti sekarang, ternyata wanita dihadapannya ini tidak memanfaatkan keadaan untuk menjerat dirinya.
Jika itu wanita lain pasti akan langsung menhubunginya dan meminta pertanggung jawaban. Siapa yang tidak kenal perusahaan New Saphire yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Asia.
"Kapan kamu akan memeriksakan kandunganmu?" tanya Albi.
"Nanti setelah aku mendapatkan pekerjaan, dan setelah mendapatkan gaji aku akan memeriksakan kandungan ini ke dokter" sahut Kay tersenyum sambil mengusap perutnya yang masih terlihat rata.
Hati Albi merasa terenyuh mendengar penuturan Kay, tak bisakah wanita di hadapannya ini memanfaatkan dirinya, karena wanita itu hamil juga karena kesalahannya yang tak bisa menahan efek dari obat lucnut itu.
"Tak usah pikirkan uang, sekarang kamu dan kandunganmu akan menjadi tanggung jawabku" ucap Albi lembut sambil tersenyum manis menatap Kay.
"Kalau begitu aku tak akan sungkan, besok aku akan memeriksakan kandunganku ke dokter" ucap Kay.
"Besok aku akan menemanimu ke rumah sakit" ucap Albi di balas anggukan oleh Kay.
"Apa kamu sudah makan" tanya Albi pada Kay yang terlihat pucat
"Belum, perutku sangat lapar sekali" sahut Kay sambil nyengir memperlihatkan deretan giginya.
Albi tersenyum, menurutnya sikap Kay begitu lucu.
"Ayo kita ke dapur, aku akan memasakan makanan untukmu" ajak Albi sambil bangun dari tempat duduknya.
Kay pun ikut bangun, dan mengikuti langkah kaki Arga yang membawanya ke dapur.
"Biar saya saja yang masak tuan" ucap Kay merasa tak enak merepotkan Albi.
"Kau tak perlu merasa tak enak, aku sudah biasa melakukan ini" ucap Albi yang seakan tahu isi hati Kay.
Albi pun mulai memasak pasta untuk Kay, sedangkan Kay sejak tadi melihat Albi memasak sambil melamun entah apa yang sedang di pikirkan Kay.
Hingga Albi menyelesaikan masakanya pun Kay masih melamun.
"Jangan terus melamun, nanti ayam di rumahku bisa mati" ucap Albi dengan di selingi candaan.
"Maaf, aku hanya ngantuk saja" kilah Kay.
"Makanlah dulu, setelah itu kamu boleh istirahat" ucap Albi.
Sebenarnya Albi tahu kalau saat ini Kay sedang memikirkan keluarganya, namun Albi tak ingin membuat Kay sedih makanya dia tak mau membahas tentang keluarga Kay dulu.
Kay pun makan pasta bikinan Albi dengan begitu lahap, hingga tak terasa pasta yang ada di piringnya pun habis tak bersisa.
"Maaf, aku lapar" ucap Kay sambil nyengir ketika melihat pasta di piringnya sudah habis.
"Tak apa, apa kamu ingin nambah?" sahut Albi lalu menawarkan kembali Kay untuk makanan.
"Tidak tuan, aku sudah merasa kenyang" ucap Kay di balas anggukan oleh Albi.
"Kalau begitu aku akan menunjukkan kamar yang akan kamu tempati di rumah ini" ajak Albi.
Albi dan Kay berjalan menaiki tangga menuju ke lantai dua, sesekali sambil berjalan Albi mengajak Kay mengobrol.
Hingga mereka tiba di kamar yang akan di tempati Kay.
Ceklek...
Albi membuka pintu kamar tersebut. Kay di buat tercengang melihat kamar yang begitu besar dan mewah, bahkan luas kamar ini lebih luas dari kamarnya di rumah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
𝐈𝐬𝐭𝐲
untung alby baik dan mau bertanggung jawab..
2023-02-24
0