hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komen ya....⭐
selamat membaca...🌹
🌿🌿🌿my beautiful target 🌿🌿🌿
seminggu telah berlalu...........
sudah beberapa hari sejak liora sembuh dari demam dan arkansas,pria tampan itu tidak terlihat sama sekali.entah kemana perginya?.
kini liora sedang bersiap untuk melakukan sebuah misi demi kelangsungan hidupnya,membunuh pria yang dulu sudah berani mengirim penembak jitu untuk menghabisi dirinya beserta sahabat-sahabatnya.
"kau yakin kita bergerak malam ini Q?"tanya amber menatap dalam raut tenang liora.tidak ada keraguan disana hanya ambisi dan tekad kuat.
"hm,malam ini kita benar-benar harus membunuh robby.dia dan Yakuza itu sewaktu saat bisa membunuh kita jika kita tidak menutup mulut pria tamak itu"ucap liora tajam.
"kau sudah periksa kondisi dan jadwal mereka Nix?"tanya liora pada Nixon yang sibuk dengan laptopnya.
"sudah,jika kali ini kita gagal.mati!" tekan Nixon dengan suara sedikit bergetar.ia kini benar-benar mencemaskan sahabat manisnya itu.liora baru saja sembuh dan kini mereka tengah berjalan menuju bahaya.
🖤🖤🖤
seorang wanita cantik dengan polesan makeup tebal dan pakaian jauh dari kata sopan baru saja turun dari pesawat .senyum lebar wanita itu terhias pada wajahnya.
"Arkan aku datang menemuimu,meski kau menolak aku akan mendapatkanmu" gumam nya pelan dan berjalan dengan angkuh tidak perduli tatapan nakal dari para pria yang melihatnya.
🖤🖤🖤
dua orang gadis bergerak perlahan ,seluruh tubuh tertutupi pakaian serba hitam dan wajah tertutup masker.
( model pakaian amber ,abaikan short gun )
amber, gadis itu memegang senapan Laras panjang model Springfield M1A sedang liora berdiri dengan teropong melingkar dilehernya.
(model pakaian liora)
diatas roftoop sebuah hotel,liora dan amber mengamati dalam diam seorang pria yang sedang memadu kasih dengan beberapa orang wanita dikamar salah satu hotel disebrang gedung liora dan amber mengintai.
"bidik Am,bunuh pria bejad itu!!"desis liora sembari mengeram dengan teropong masih bertengger didepan manik matanya.
andai saja pandangan mata nya sebagus amber,sudah tentu dengan senang hati liora sendiri yang akan membunuh pria tamak itu.pria yang sudah menyusahkan kakaknya.
pandangan liora semakin tajam menatap pada kegiatan panas yang dilakukan Robby,menjijikkan!!.andai ia bisa ingin sekali liora mencincang tubuh penuh dosa itu dengan tangannya sendiri.
amber mengangguk dan mulai membidik.moncong senjata api itu mulai terarah menuju target ,manik mata tajam amber semakin tajam tidak ingin meleset kali ini.
"selamat tinggal penghuni neraka"smirk liora menatap senapan amber dalam.
Dor......
"AAARRRRRGGGGHHH"terdengar suara teriakan disertai pemadaman listrik di seluruh gedung hotel.sebutir peluru berhasil melewati dinding kaca dan menembus jantung Robby.para penjaga berteriak panik dan segera bertindak mencari pelaku penembakan bos mereka.
hotel nampak gaduh kepanikan serta teriakan terdengar indah ditelinga liora,gadis itu menyeringai puas .
"orang jahat seperti Robby pantas mati,dan pria tamak itu akan segera bertemu malaikat maut dengan bantuanku.bukanya aku sangat baik hati amber?"ucap liora sembari merangkul amber dan segera berlalu dari sana dimana Nixon sudah menunggu dengan mobilnya.
🖤🖤🖤
Brak!!!!!!......
"apa-apaan ini!!!bagaimana bisa kalian baru melapor padaku!! kalian sudah bosan hidup hah!! jawab james, Tristan mengapa anak buah kalian bisa lalai"suara amukan arkansas terdengar mengerikan saat mendengar laporan anak buah nya prihal kelakuan berbahaya yang dilakukan gadisnya.
"ma...maafkan kami boss,sungguh kami kecolongan tidak bisa mencegah nona liora.tapi bos tenang saja,gadis bos benar-benar hebat ia berhasil membunuh pria itu bersama sahabatnya"terang Tristan gugup.berusaha,Tristan berusaha memberi penjelasan lugas pada sang bos tempramental seperti arkansas.
"siapa pria itu?"ucap Arkansas tajam.
"data-data nya ada pada Axel,dia sedang membuat rincian korban Miss liora"timpal James cepat.
tak lama Axel masuk dengan sebuah tablet ditangannya.
"jelaskan!!?"perintah arkansas tanpa repot-repot menunggu Axel menarik nafas dan duduk dengan tenang,bos kurang ajar memang.
"Robby Sebastian,pria berusia 40 tahun seorang wakil Dirut di GLJ inc dan merupakan kaki tangan Yakuza asal Jepang Kakuzu yamate.saat bertransaksi nona liora berhasil menggagalkan kegiatan mereka dan membuat gadis itu tertembak dan harus melewati masa pemulihan kurang dari 30 hari dan semua itu tanpa sepengetahuan pemilik GLJ.dan malam ini pukul 2 pagi Miss liora berhasil melenyapka nyawa pria itu tanpa tertangkap"jelas Axel panjang lebar.arkansas menarik nafas dan terdiam menatap Axel dingin.
"kalian tahu harus apa,bereskan semua saksi dan bersihkan hingga tidak terdeteksi siapapun.bunuh semuanya"tekan Arkansas tiada bantahan.
James,Tristan dan Axel mengangguk dan berlalu pergi.
"akan kubereskan semua untukmu meski harus mencabut nyawa orang lain,you are my mine always be mine."gumam Arkansas terkekeh pelan bak seorang malaikat maut.
Arkansas mengambil sebuah foto dari dalam laci mejanya dan mencium foto itu dengan sayang.foto dimana liora tersenyum cerah dengan bahagia.entah bagaiman arkansas mendapatkan foto itu,ini Arkansas.pria yang bisa melakukan apapun .
🖤🖤🖤
"kenapa kak Natasha kesini? Kakak tidak ada kerjaan ya ikutin kak Twin kesini!?"desis Ara tidak suka melihat wanita bermake up tebal dihadapannya.
yah,wanita itu adalah seorang model seksi yang sudah menaruh hati pada putra sulung Rafendra sejak dulu.Natasha Houston Aprilio,putri dari Rebecca dan Kevin .sepupu dari marsel,entah bagaimana gadis yang dulu polos itu kini menjadi wanita penuh ambisi dan tidak tahu malu.sejak masuk dalam dunia modeling,Natasha atau dulu saat kecil dipanggil Caca oleh twin Wiguna menjadi wanita angkuh yang sangat tergila-gila oleh sosok arkansas.bahkan ia menjadi seorang model terkenal hanya untuk bisa lebih dekat dengan arkansas.prilaku wanita itu kini justru membuat semua orang tidak menyukainya bahkan Marsel sekalipun.
"untuk apa kau kemari,bagaimanapun kau berusaha arkansas tidak akan melirikmu" desis Marsel yang tengah duduk disamping Xander ,pria itu menatap sinis sepupunya itu.entahlah ,Marsel sangat tidak menyukai sifat buruk dari Natasha.marsel merasa prihatin pada Kevin dan Rebecca,bagaimana bisa mereka memiliki anak seperti Natasha?.
"untuk apa bertanya sepupu,tentu saja aku ada pemotretan disini"kilah Natasha menatap jengkel pada raut muka Marsel yang terlihat sekali tidak menyukainya.
"pemotretan? siapa yang ingin kau bodohi,kau kemari ingin melihat Arkansas bukan? kau benar-benar tidak tau malu" skak,mulut wasabi Ryu mulai berkoar menyakitkan.
"pulang saja Natasha, arkansas sudah memberikan hatinya untuk gadis lain.kehadiranmu tidak berguna untuk nya"tambah Xander berucap acuh.
"terserah kalian saja,aku kemari karena pemotretan Samantha aku adalah model ambasador mereka.dan untuk arkansas ,memang aku kemari untuk menemuinya dan aku tidak perduli kalian bicara apa"tegas Natasha geram,sungguh tidak ada seorangpun yang bisa mencegahnya bersama arkansas.
Marsel bangkit dan berjalan mendekati sepupunya itu.
"jangan melewati batas mu dan ingat meski kau keluarga Houston ,kami tidak akan mendukungmu jika berurusan dengan kekejaman arkansas.jadi jangan membuat ulah"tegas Marsel menatap tajam wajah tidak perduli Natasha,wanita itu sudah dimabuk cinta.
"aku tidak perduli.hanya aku yang bisa berada disamping arkansas dan tidak ada seorang gadispun yang boleh mengambil tempatku.akan kubunuh mereka"balas Natasha tidak perduli.marsel menggeram dan mencengkram leher sepupunya kuat,pria itu tersulut emosi kini.dan teman-teman nya hanya melihat tanpa perduli apa yang akan terjadi nanti.
"le....lepas kan...a...aku mar..Marsel,kau..ingin mem....membunuhku?"nafas Natasha tercekat akibat cekikan Marsel.
"jika kau membuat Tante Rebecca dan paman Kevin mendapat masalah,aku akan membuatmu melihat sendiri saat Arkansas membunuhmu dengan tangannya sendiri" tekan Marsel dan berlalu pergi begitu saja.
"murahan" ejek Ara ketus.
"tidak tau malu"tambah Ryu kemudian berjalan merangkul Ara.
"pergi,tidak ada seorangpun yang akan mendukung wanita berhati busuk sepertimu disini"timpal Xander acuh.
"kalian akan menyesal saat aku berhasil mendapatkan Arkansas!!"pekik Natasha geram.
🖤🖤🖤
disebuah mansion mewah,seorang pria tengah merangkul hangat gadis manis yang sudah ia tinggalkan selama beberapa hari.mereka berpelukan erat dengan senyuman bahagia menghiasi wajah rupawan mereka.
"akhirnya kak Mathew pulang,kak Q kangen kakak"ucap liora manja sembari mendusel wajahnya menghirup aroma parfum maskulin sang kakak.
"Mathew saja nih,sama kak Joana tidak kangen?"seorang wanita cantik mengerling menggoda pada adik iparnya.
"hahahaha......rindu sih,mana hadiah Q?"liora menjulurkan telapak tangan mungilnya gesture meminta oleh-oleh dari sang kakak.
"nanti saat pesta perusahaan dan pengenalan mu sebagai pewaris aset Benedict bagaimana adikku sayang?"goda Mathew disambut tawa dari liora dan senyum hangat dari Joana.
"oke" jawab liora semangat.
Cup...Cup...
"baiklah kakak istirahat saja,kalian pasti lelah.dan liora akan kembali ke apartemen dulu sampai jumpa kakak"pamit liora setelah mengecup singkat pipi Joana dan Mathew.
"haha...anak nakal itu"tawa Mathew sambil merangkul Joana dan memasuki mansion.
🖤🖤🖤
siang hari dengan cuaca cukup terik membuat liora berjalan cepat memasuki kawasan apartemen nya.kegiatannya semalam bersama amber dan Nixon cukup membuat gadis itu tidak bisa tidur dan insomnia.
"lelah sekali,mengintai semalaman dan tidak bisa tidur nyenyak"gumam liora sembari merogoh kunci kamar apartemen nya.
"huft...kurasa membunuh Robby akan menjadi terakhir kalinya the Dark bekerja.setelah masuk dan membantu kak Mathew,semua kegiatanku akan berhenti"gadis itu memijit tengkuk lehernya yang terasa pegal.
"aneh,mengapa aku merasa disekitar kamar apartemen ku terlihat kosong.ah...sudahlah tidak perduli"liora membuka pintu apartemen namun kegiatan nya terhenti saat suara maskulin memanggil namanya.
"liora"suara berat maskulin itu membuat liora seketika berbalik ke belakang dan melihat seorang pria tampan sedang bersandar dengan gaya angkuh beserta kaca mata hitam bertengger manis menutupi manik tajamnya.
"kau!!!"reflek liora memekik keras saat mendapati arkansas tengah menyeringai dengan senyum mautnya.
"kenapa dia ada dimana-mana,pria ini benar-benar membuatku terlihat bodoh.haruskah aku lapor polisi saja agar dia tidak terlihat lagi olehku"batin liora dan dengan terburu-buru membuka pintu apartemen,jantungnya tidak sehat jika pria tampan itu berada didekatnya.entah sejak kapan liora tidak tahu itu.
sayang seribu sayang,langkah lebar dan panjang Arkansas membuat pria tampan itu kini berdiri tepat dibelakang nya.tangan kekarnya menahan daun pintu tepat dari dibelangkang punggung liora,jarak mereka kini sangat dekat dan hanya dibatasi oleh pakaian yang mereka pakai.
"begini caramu berterima kasih padaku manis!?" suara Arkansas terdengar mengerikan ditelinga liora,gadis itu meremang dengan ujung mata melirik pada wajah arkansas yang terasa sangat dekat.
"kenapa kau kemari?"tanya liora berusaha acuh.arkansas mendekatkan wajahnya semakin dekat hingga kini hembusan nafasnya begitu terasa menyapu telinga sensitif liora.
"apa salah aku menemui gadisku?"goda Arkansas sembari meniup pelan telinga gadis itu.liora mendesah jengkel.
"Mr Ar,bisakah anda pergi saya ingin istirahat!" suara kesal liora membuat arkansas tersenyum tipis,marahpun wajah gadisnya justru terlihat semakin manis.pria itu menggeram dalam hati berusaha agar tidak mencium bibir manis namun tajam itu saat itu juga.
Arkansas mendekat dan meletakkan dagunya bersandar pada bahu mungil liora,gadis itu berdebar seketika.memerah dan panik melanda hati liora,ia tidak pernah sedekat ini dengan pria manapun selain sang kakak.
"aku sudah menyiapkan hadiah untukmu"arkansas memberikan sebuah kotak kue tanpa merubah posisi mereka.hembusan nafas beraroma mint segar menyapu leher jenjang liora dan gadis itu hampir gila akan debaran jantungnya.
pria itu,Arkansas semakin gencar menggoda gadisnya.bahkan kini, Arkansas justru berbisik ditelinga liora dan meniup telinga gadis itu sembari membelai pipinya lembut.
"ambillah,cepat my lady"suara serak dan dalam arkansas membuat bulu kuduk liora berdiri seketika,bahkan wajahnya kini sudah memerah bak kepiting rebus.
deg.....deg.....deg....
"Tuhan.....tolong aku"batin liora menjerit .
"wangi ini sangat membuatku hilang akal"batin Arkansas sembari membenamkan hidung mancungnya pada rambut panjang liora dari balik punggung mungil gadis itu.
TBC......
besok El sambung kemodusan Abang Arkansas 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
omegat Rebeca dan Kevin bagaimana bsa pnya anak kaya Natasha menjijikan kelakuannya
2023-06-08
0
Puput
aku bacanya selalu Arkanas
2022-12-08
0
queenbee
yg d tiup telinga liora kenapa jadi aku yg merinding 😂
2021-07-13
0