hai semua jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komen ya....⭐
selamat membaca....🌹
🌿🌿🌿my beautiful target 🌿🌿🌿
cahaya langit mendung tertutupi awan.....
air hujan yang dingin membeku bagai kilasan memori lalu....
terus mencengkram hati.....
begitu kuat terasa....
tenggelam hati dalam kerinduan....
dapatkah menggenggam hati yang telah pergi?...
seandainya tubuh ini dapat memeluk ragamu,hatimu?.....
pastikan hati akan pulih damai menyapa.....
lalui jalan berliku nan hampa....
mengingat kenangan saat mata ini bertemu....
wajah indah yang terbayang dibalik senyuman manis......
tenggelam dalam kerinduan.....
raga dan jiwa ini datang menghapus luka....
🌹🖤🖤🌹
nampak suasana bisik-bisik kala dua orang pria tampan memasuki sebuah lobby perusahaan penghasil perhiasan ternama di Amerika.tidak, sebenarnya pria dengan setelan jas bermantel hitam yang berjalan angkuh didepan lah yang sedari awal membuat heboh kaum hawa dan iri para kaum Adam.
siapa yang tidak kenal pria itu?.CEO dari AR SECURITY SISTEM AND PROTOKOL itu adalah the most wanted man di seluruh London dan kini pria itu tengah menginjakkan kakinya di Amerika.
resepsionis yang berjaga di lobby perusahaan GLJ bahkan terbengong tak berkedip melihat pria pujaan kaum hawa itu kini tengah berdiri dan melipat kedua tangannya didepan dada pose yang sangat angkuh.tatapan tajam dan aura dingin tak bersahabat membuat dua orang wanita resepsionis itu bergetar ketakutan sekaligus terpesona akan sosok tampan berhati iblis itu.
"Tristan,urus dan cepat aku tidak punya waktu"desis Arkansas menatap datar pada dua orang wanita yang melihat dirinya tanpa berkedip.
Tristan mengangguk dan mulai menatap dua orang wanita bodoh yang nampak sudah membuat suasana hati sang bos tidak baik.
"khem!!!!!maaf nona,kami ada keperluan dengan Mr Anderson"Tristan berdehem keras dan berusaha bersabar atas tingkah kedua wanita dihadapannya ini.
"eh....maaf,ruangan Mr Anderson ada di lantai 20 ruangan dengan cat warna hitam.dan silahkan menggunakan lift khusus petinggi menuju ke sana"jelas wanita berbaju ketat dan ber-make up tebal sembari menatap lapar pada sosok Arkansas.
menatap sekilas dan melenggang pergi tanpa menanggapi ucapan dua resepsionis itu.tristan mendengus dan berjalan cepat mengikuti sang bos tanpa mau repot-repot mengurusi reaksi kedua resepsionis itu.
🖤🖤🖤
"selamat datang Mr Arkansas,senang bertemu dengan Anda.seharusnya anda tidak perlu repot-repot datang kemari dan biarkan saya saja yang datang ke kantor anda "ucap Mathew tidak enak hati saat pemilik sistem keamanan tinggi seperti Arkansas justru mau repot-repot datang menemui nya.
Arkansas diam dan menatap sekitar ruang CEO milik Mathew.pria tampan itu melirik Tristan dan pria itu mengangguk mengerti akan maksud sang bos.
"hahaha ....santai saja Mr Anderson,kami tadi memang berada disekitar sini.dan bos Ar teringat akan proposal dari perusahaan anda dan bos kami memutuskan untuk mampir dan melihat kemari"terang Tristan berbasa-basi.omong kosong!! sebenarnya sang bos ingin melihat seperti apa kantor tempat gadisnya bekerja.sungguh sial,demi keinginan absurd seorang Arkansas .pria diktator itu menyusahkan seluruh devisi IT dikantornya.
"apa!!sungguhkah?terima kasih telah mempertimbangkan permohonan kami.tapi saya minta maaf Mr Ar,saya sebentar lagi akan berangkat ke Berlin dan asisten sayapun akan menemani saya.untuk proyek sebesar ini saya tidak yakin menyerahkannya pada orang lain selain saya sendiri yang menangani"jelas Mathew tidak enak.sebenarnya Arkansas tahu semua jadwal kerja Mathew namun semua hanya alibi saja.karna sebenarnya Arkansas tidak butuh orang lain,dan ia hanya ingin melihat gadisnya.
"apa anda tidak memiliki seseorang yang Anda percaya mengurus masalah ini?"tanya Tristan begitu sadar kode tajam sang bos.
"ah!!!benar,saya memiliki seorang yang bisa menghandle masalah ini"Mathew berucap semangat dan tak sadar seringai puas Arkansas padanya.
"jika begitu,temui kami besok di resto Marina Bay jam 8 pagi"putus Arkansas kemudian bangkit dan segera berlalu pergi setelah berjabat tangan.
"aku tidak menyangka,tidak perlu bersusah payah membujuk AR SECURITY SISTEM AND PROTOKOL dalam mengelola hasil tambang mereka agar GLJ mendapatkan Berlian yang berkualitas"gumam Mathew saat sosok Arkansas tidak terlihat lagi.
mengambil ponsel nya dan mengetik sebuah pesan.
From:Mathew
to : My Queen
Q,kakak ada proyek besar dan kakak harap kamu bisa bantu tangani sementara kakak akan berangkat ke Berlin...
From : Queen
to : My Brother
tentu kak tidak masalah.kirim detailnya dan akan Q bereskan.
From : Mathew
to : My Queen
resto Marina bay jam 8 pagi.
setelah pesan terkirim Mathew segera membereskan berkasnya dan berlalu pergi meninggalkan kantornya.
🖤🖤🖤
disinilah,pagi hari yang cerah tak mampu menutupi raut kesal diwajah cantik nan manis seorang gadis bersurai coklat yang sedang menatap wajah santai seorang pria tampan yang duduk tenang sembari meneguk segelas black cofee.
"kenapa kau lagi?!!'desis Liora menatap tidak minat pada sosok Arkansas yang sedang menatapnya santai tidak perduli kini betapa kesalnya gadis dihadapannya.
"kau tidak mengingat ku my lady?"goda Arkansas dengan wajah datar yang tidak singkron sama sekali dengan nada bicaranya.
"tidak!!!!"ketus Liora semakin kesal.wajah tampan itu begitu menyebalkan dengan seringai puas,entah apa yang pria itu fikiran?.
liora semakin putus asa kala pria itu justru kini melihatnya dengan tatapan tajam yang tidak dapat diartikan oleh liora.
Glek......
liora meneguk salivanya susah payah saat merasa kini manik hazel itu menatapnya semakin tajam.
"hm...tidak ingat heh?"gumam Arkansas sembari mengetuk meja dengan jemari kokohnya.kedua kakinya menyilang angkuh dengan tubuh mulai mundur bersandar pada kursi dan manik yang tidak lepas sedetikpun dari wajah manis Liora yang nampak gugup.
"lucu sekali dirimu my lady,bolehkan kubawa pulang dan membawanya bertemu dengan mom?"batin Arkansas tergelak.out of caracter sekali Arkansas kini.
"ku bilang tidak!!"jawab liora kesal.gadis itu menunduk dan menarik nafas dalam-dalam meredakan kekesalannya.sungguh,pria ini memang tampan namun sangat menyebalkan.
dan sekarang lihatlah kini, Arkansas terdiam seribu bahasa memikirkan sejuta cara bagaimana mendekati gadis ketus dihadapannya.
"nama,alamat dan nomor telepon mu.berikan padaku"ucap Arkansas santai sembari kembali meneguk cofee hitam yang sudah mulai mendingin.liora melongo tak mampu berkata-kata.apa-apaan pria aneh ini?.
"maaf Mr Ar, sepertinya itu tidak ada hubungannya dengan pembicaraan ini.lagipula saya hanyalah pengganti sementara Mr Anderson dan jika ada masalah anda bisa langsung menghubungi kantor pusat .bukan menghubungi saya pribadi!!"kesal Liora dan berusaha menjelaskan panjang lebar penuh kesabaran.sungguh,stok kesabaran mulai menipis habis jika berbicara dengan pria diktator seperti seorang CEO WJC ini.
Arkansas menggeleng santai dengan senyum remeh diwajah tampan nan dingin itu.semua pengunjung resto terpekik tertahan,sungguh pria tampan ini membuat liora semakin kesal.
"nomor telfon mu!!semua orang yang berhubungan dengan Kerja sama ini harus menuruti semua keputusanku,kau tidak tahu itu?"suara bariton Arkansas nampak terdengar penuh ejekan dan tidak ingin dibantah.liora,gadis itu menggeleng frustasi akan sikap tenang namun menghanyutkan Arkansas.
seringai tipis terbit dari wajah tampan itu.seutas ide jahil terbit di otak geniusnya.
"berikan ponselmu,ponselku kehabisan daya "perintah Arkansas sembari mengulurkan tangannya memaksa.
liora bangkit dengan kekesalan sudah diujung tanduk, apa-apaan pria ini mempermainkannya.
Brak.....
"sudah cukup aku tidak tahan lagi!!"pekik Liora emosi.Arkansas diam dan wajah datar itu kini terlihat semakin dingin.
"duduk!!di hadapanku tidak ada seorangpun yang berkata tidak pada ucapanku"bariton suara tenang namun dingin Arkansas seketika membaut liora tanpa sadar bergetar.
tanpa sengaja sapu tangan liora terjatuh saat Arkansas berdiri menarik tubuh liora yang seketika diam mematung.
Deg......
"sapu tangan itu"batin liora,seketika liora maju hendak memungut sapu tangan sulaman mendiang ibunya dulu.
Grep.....
tanpa aba-aba tubuh Liora langsung ditarik Arkansas menabrak dada bidangnya ,tubuh mungil itu kini berada dalam kungkungan tubuh kekar nan kokoh beraroma mint segar Arkansas.
Deg .....Deg.....Deg.....
"Ponselmu"ucap Arkansas tepat berbisik ditelinga liora.gadis itu menegang dengan jantung yang berdebar kencang.wajahnya memerah dengan posisi begitu dekat hingga deru nafas pria itu tepat di leher jenjangnya.
kini Manik tajam Arkansas menatap tepat pada manik coklat caramel liora.keduanya terdiam menghirup aroma tubuh masing-masing.liora,gadis itu memalingkan wajah tak sanggup menatap manik hazel penuh pesona pria diktator dihadapannya.sadar atau tidak, tubuh mereka begitu dekat tanpa jarak.
dengan kasar liora memberikan ponselnya pada Arkansas dan pria itu menerima nya dengan senyum lebar penuh kemenangan.
"ini nomor ponselku,jika dokumen sudah siap hubungi aku"ucap Arkansas setelah selesai mengetik nomornya pada ponsel liora tanpa bergerak seincipun dari posisi mereka sedari tadi.
liora merampas kasar ponselnya dan berlalu pergi tanpa mengatakan apapun,sungguh jantungnya masih berdebar keras dengan wajah yang terlihat memerah.
tak lama setelah kepergian liora, Arkansas mendengus kesal dan berucap datar.
"keluar!!!!"suara arogan Arkansas membaut seorang pria berwajah manis keluar dengan senyuman canggung diwajahnya.sungguh Tristan tertangkap basah mengintip sang bos yang sedang melakukan pendekatan.
"hehehehe....bo...bos Ar, kebetulan sekali aku dan Axel sedang minum kopi disini"kekehan canggung Tristan menatap takut-takut pada wajah datar sang bos.Axel?,kawan laknatnya itu sudah kabur entah kemana saat liora pergi tadi.dan kini Tristan harus menghadapi sang pangeran es sendiri.poor Tristan.
Arkansas menaikkan salah satu alisnya sambil menyilang kan kedua kakinya angkuh menatap tajam pada Tristan yang kini sudah dilanda ketakutan terkena semburan lumpur panas dari kata-kata mutiara sang bos.
"hm"satu lagi gumaman menjengkelkan seorang Arkansas.
"A..aku kembali ke kantor dulu bos,sa....sampai jumpa"Tristan segera berlari keluar terbirit-birit tanpa mau menjadi korban Bullyan merakyat si bos.
From: Ar
to : Axel
segera pastikan nomor ponsel yang aku kirim dan laporkan segera hasilnya 1 jam lagi"
From : Axel
to : evil bos
ok bos laksanakan.
Arkansas menyimpan ponselnya kembali dan tersenyum tipis mengingat wajah kesal Liora yang terlihat manis dimatanya.
"kau milikku dan selamanya milikku gadisku, cintaku!!"tegas Arkansas sembari menggenggam sapu tangan liora yang tidak sempat gadis itu ambil kembali.
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 265 Episodes
Comments
Triiyyaazz Ajuach
Liora kau sdh di klaim tak bsa lepas lagi
2023-06-08
0
queenbee
bagus ceritanya.susunan bahasanya jg bagus. jd enak bacanya.tapi knp jempolnya sedikit y.yg baca..jangan pelit kasih jempol y 😉😉
2021-07-13
0
Wulan Zahira
q baca lagi kak ell...syuka sama ceritanya👏👏👍👍
2021-01-18
0